Indonesia
NovelToon NovelToon
Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Bukan Pilihan Tapi Garis Takdir Yang Telah Ditetapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Yuli Zarti

sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 pergi ke klinik sahabat

 Sesampainya di di mobil Zaki tak kunjung kekantor melainkan menuju sebuah klinik pribadi milik teman kuliahnya yang bernama Adrian.

Karena beberapa hari yang lalu tiba-tiba saja ia mimisan dan itu di ketahui oleh Aira. Namun dengan cepat Zaki meminum obatnya. Kini obat tersebut sudah habis ia makan tadi malam.

Klinik Adrian terletak agak sedikit jauh dari rumahnya. Satu jam perjalanan dari rumahnya menuju klinik Adrian.

Sesampainya di klinik Zaki langsung menemui Adrian.

"Wah tumben Lo nyamperin gue ! Macam biasa gue kalau mau nyamperin lu pastinya lu sudah tahukan" .

"hahaha" , Adrian tertawa lepas melihat tingkah konyolnya Zaki.

"Lah kok lu malah ngetawain gue sih" .

"Ya Lo itu lucu bangat. Udah tahu sakit parah tapi malah di sembunyiin dari keluarga. Dasar aneh, celetuk Adrian" .

"Gue datang kesini bukan buat dengar ceramah Lo , gue jauh - jauh datang kesini mau di periksa" , ucap Zaki.

"Ya udah Lo baring di situ", Adrian menunjukkan ranjang pasien . Oh oke, buruan periksa gue. Ya Lo sabar sedikit kenapa ini juga gue mau periksa .

Oh....

Adrian pun melakukan pemeriksaan terhadap Zaki. " Apa keluhan Lo saat ini".

" Beberapa hari yang lalu tiba-tiba saja gue mimisan dan demam secara tiba-tiba. Istri gue khawatir bangat dan nyuruh gue buat periksa ke rumah sakit namun gue tolak karena gue tidak mau dia merasa cemas dan takut dengan keadaan gue yang sekarang" .

" Terus sampai kapan mau di sembunyiin dari keluarga Lo".

" Entahlah, mungkin selamanya gue akan sembunyiin" .

" Terserah Lo aja yang penting gue udah ngingetin lo" .

"Terimakasih atas saran Lo" .

"Bagaimana keadaan gue saat ini" .

Saat ini kondisi lo sudah sangat buruk palingan Lo bisa sembunyi sampai tiga atau empat bulan kedepan.

Soalnya sel kanker yang ada di tubuh Lo sudah mulai menyebar. Dan satu-satunya jalan Lo harus berobat keluarga negeri.

" Soalnya gue juga tidak bisa terus menerus memberi Lo obat yang menghambat pertumbuhan sel kanker".

" Karena obat itu hanya menghambat bukan membunuh sel kanker yang telah mulai menyebar ".

" Baiklah kalau gitu tolong resepkan gue obat lagi deh setelah obat ini habis nanti akan gue pikirkan bagaimana baiknya".

" Lo selalu saja begitu alasannya. Dan gue tidak bisa menjamin apa yang terjadi setelah ini. Kecuali ya Lo harus berobat ke luar negeri" .

"Hmmmmm...."

Adrian pun meresepkan obat untuk sahabatnya itu. Setelah selesai Zaki pun pergi meninggalkan klinik sahabatnya itu.

"Ya udah terimakasih ya kalau gitu gue pamit dulu assalamualaikum. Walaikumsalam".

Adrian hanya geleng-geleng kepala melihat Zaki yang keras kepala itu.

Kini Zaki kembali kekantor. Dan hari ini kini sudah mulai siang. Sementara itu Aira dirumah ia merasa cukup bosan. Aira pun berjalan keliling rumah.

Ia melihat ada lahan kosong di samping rumah. " Ada lahan kosong juga nih, lebih baik aku pergunakan untuk menanam berbagai sayuran. Dan aku juga menyukai buah strawberry. lebih baik aku tanam disini aja kan lumayan buat menghilangkan rasa bosan aku" , gumam Aira.

Aira pun mulai membersihkan lahan kosong tersebut. Wajahnya yang tadi bersih dan cantik kini berubah menjadi kotor. Namun Aira tidak mempedulikan wajahnya saat ini.

Waktu terus berjalan. Kini siang telah berganti sore. Aira pun telah selesai membersihkan lahan kosong itu. Ia pun meninggalkan pekerjaannya karena hari telah sore .

"Sampai sini dulu sebentar lagi mas Zaki akan pulang lebih baik aku membersihkan diri. Aku tidak mas Zaki melihatku kotor - kotoran begini".

Aira pun meninggalkan kebun mini miliknya dan menuju ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri. Aira pun melaksanakan rutinitasnya sebagai seorang muslim.

Setelah selesai melaksanakan shalat Aira pun menuju dapur.

Kini jam telah menunjukkan pukul setengah enam. Aira pun telah selesai memasak dan kini ia sedang menunggu suaminya pulang.

Tak menunggu lama akhirnya Zaki pulang . Aira mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah. Aira pun melihat kari jendela. Dan ternyata benar Zaki sudah pulang.

Dengan langkah yang cepat Aira pun menghampiri suaminya itu. Aira pun membuka pintu untuk suaminya.

"Assalamualaikum sayang, walaikumsalam mas" , Aira pun meraih tangan Zaki dan menciumnya dengan takzim. Dan tidak lupa pula Zaki pun mencium kening istrinya itu.

1
Rev
👍🏻
Adiba Azahra
Halo kak izin mampir yha 🙏😊🌸😍
Adiba Azahra: 👍🙏😊🌸😍
total 3 replies
Kayla Rane
aku mampir k.. cerita ya 😭 juga♥️

salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭
Yuli Zarti: oke terimakasih sudah mampir😍😍😍
total 1 replies
aku
jangan smpe aira jd istri second ya!! 😌🙏🙏
Yuli Zarti: 😊😊😊😊 terimakasih sarannya kak,
total 1 replies
Yuli Zarti
terimakasih 😍😍😍😍
Adiba Azahra
Terus semangat kak bagus loh ceritanya 👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!