Indonesia
NovelToon NovelToon
Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Ayo Tinggalkan Papa, Nak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mur Diyanti

Azarin mengira, setelah ia melahirkan anak, Fajar akan bersyukur dan menganggapnya istri.

Namun semua harapan itu hancur setelah ia mendengar percakapan suami dan Ibunya.

Fajar, tidak pernah menganggapnya istri. Baginya hadirnya Mia dalam hidupnya adalah aib. Dan akan membuang Mia dengan dalih kecelakaan.

Mendengarnya Azarin langsung lemas. Ia pun memutuskan untuk kabur malam itu juga, dan tidak lagi mengharapkan belas kasih Fajar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mur Diyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyesalan Terhebat Fajar

Sesampainya di rumah, pertengkaran Fajar dan Fania tidak sampai situ saja.

Setelah mendapat perlakuan buruk suaminya, Fania semakin menjadi.

Dia balik memaki, mengatai Fajar miskin, tidak tahu diri, b*jingan, dan berbagai kata kasar lainnya.

Tidak hanya melakukan kekerasan verbal. Fania juga melontarkan tuduhan terkait sikap Fajar tadi.

"Sekarang ngaku sama aku, mas! Kamu masih cinta kan sama mantan istrimu itu?!"

Fajar tak merespon, ia sangat lelah sekarang.

Pria itu jatuhkan tubuhnya pada sofa, menyandarkan punggungnya seraya menghela nafas panjang berkali-kali. Menatap langit-langit kosong.

"Terserah mu, Fania. Aku sedang tidak ingin berdebat."

PLAKK!!

Fajar terkejut saat tiba-tiba pipinya di tampar tanpa aba-aba oleh Fania.

"Ngaku aja mas! Iya kan?! Kamu masih cinta sama wanita itu kan?!" sentak Fania lagi.

Rahang Fajar mengetat, tangannya mengepal erat.

3 tahun ia bersabar dan mengalah demi menjaga perasaan sang istri. Fania justru bersikap sesukanya sendiri.

Pria itu berdiri cepat, mengsejajarkan tubuhnya dengan Fania. Mantap Fania yang setinggi dadanya tajam.

"IYAA!!" Sentak Fajar akhirnya, "Kenapa memangnya?! Kau mau apa?!"

Fania semakin melotot, tanpa aba-aba ia tampar lagi pipi Fajar kuat.

"Tampar lagi Fania! TAMPAR!" Teriak Fajar menggelegar, menepuk pipi nya berkali-kali di hadapan istrinya.

"TAMPAR FANIA! KENAPA CUMA DUA KALI HAH?! Bukannya kau biasa bikin wajahku bonyok!" Fajar berjalan maju, sementara Fania semakin terpojok.

Sampai akhirnya wanita itu mepet pada tembok. Menjerit kuat. Mendorong dada Fajar kencang hingga pria itu terhuyung ke belakang.

"Dasar kurang ajar! Suami tidak berguna! Menyesal aku menikah denganmu dasar pria kere!"

PRANGGG!!

Fania lempar vas kecil tepat mengenai dada Fajar. Namun pria itu tak membalas.

Bahkan di sela ia ingin marah, pria itu masih menahan diri.

Bagaimanapun dia bukan tipikal main kekerasan pada wanita.

"Bajingan! Udah miskin sok mau istri dua! Ga liat dompet! Kere! Menyesal aku menikah denganmu mas, menyesal! Suami anj*ng! Ga guna dasar g*blok!"

Dayana terus memukuli dada Fajar dengan tangannya. Wanita itu bahkan tidak segan memukul dengan kaki serta benda tumpul di sekitar.

Sampai akhirnya kekerasan yang dilakukan Fania dilihat oleh Nyonya Fanya, mertuanya.

"APA YANG KAMU LAKUKAN PADA PUTRAKU?!"

Fajar dan Fania spontan saling menjauh. Menatap Nyonya Fanya tegang.

Nyonya Fanya berjalan cepat mendekati putranya, mengecek wajah Fajar heboh. Beralih menatap Fania tajam.

"Apa hakmu memukul putraku, hah?!" seru Nyonya Fanya hendak menghajar Fania, namun segera ditahan oleh Fajar.

"Dasar wanita tidak tahu di untung! Tidak tahu diri! Kamu fikir kamu siapa?! Sudah mandul berani-beraninya sok berkuasa disini?!"

"Mahh...udah mahh..." mohon Fajar menenangkan.

"Lepasin mama, Fajar! Dia tidak pantas kamu kasihani! Sudah berapa kali dia seperti itu! Dasar tidak tahu diri!" teriak Nyonya Fanya histeris.

Bukan sekali dua kali Fania kasar pada putranya. Bahkan ia tak segan-segan memukul Fajar dengan benda tumpul di sekitarnya.

Entah itu gelas, tongkat, besi, atau piring yang nganggur.

Nyonya Fanya benar-benar menyesal. Fania terlalu berontak dan kasar, ia bahkan tidak tahu diri dimana tempatnya berpijak.

Sudah berkali-kali Nyonya Fanya menyuruh Fajar menceraikan Fania. Tapi pria itu terus saja mengundur-undur.

Dan sekarang ia lagi-lagi melihat perlakuan kasar menantu pada putranya itu.

Emosinya yang menumpuk langsung meledak disaat itu juga. Hendak membalas apa yang Fania lakukan pada putranya.

"Mah tolong berhenti, mah!" mohon Fajar, menenangkan mamanya.

Akhirnya Nyonya Fanya menurut, meski masih sering mendelik ke arah Fania.

"Dasar nenek peot ikut campur segala."

"APA KAMU BILANG?!" Sentak Nyonya Fanya makin emosi.

"FAJAR...!!" teriak sang ibu, menatap putranya dengan air mata berderai, "Mama mau menantu Azarin aja, Fajar! Mama mau Azain aja! Sama cucu mama! Tolong bawa Azarin kembali Fajar!!"

Kepala Fajar rasanya mau meledak.

Hancur.

Semuanya hancur.

Tidak ada lagi yang bisa ia fikirkan sekarang.

Semua menyerangnya dari berbagai sudut. Bukan keinginannya menjadi seperti ini. Namun ia juga sadar, ini semua karena kebodohannya.

Cukup.

Ia tak bisa menahannya lagi.

Ini terlalu sakit.

Meski dirinya salah, ia juga menyesal dan ingin membenarkannya.

Namun karma ini terlalu menyesakkan jika harus menghancurkannya dari segala sisi.

Air mata Fajar menitik kecil, merunduk di hadapan mamanya.

Ia peluk sang ibu erat, dengan isak tertahan.

Namun sangat menyesakkan.

"Maa..." lirih Fajar gemetar, "Aku menyesal bercerai dengan Azarin..." nyaris tak terdengar.

Nyonya Fanya menangis histeris. Selama ia hidup, baru kali ini Fajar menangis sampai gemetar hebat.

Fajar putranya selalu kuat apapun yang terjadi. Dia pria yang paling menjaga sikap, dan tidak pernah kasar.

Ia akui putranya cukup bodoh. Membuang berlian demi batu krikil.

Namun putranya sudah terlalu keras menerima karma.

Ini seperti menghancurkan hidup putranya perlahan-lahan.

Nyonya Fanya baru menyadari. Bahwa pepatah beda istri beda rezeki itu benar adanya.

Semasa dengan Azarin bisnis klinik praktik Fajar sangat maju pesat. Putranya juga dinobatkan sebagai salah satu dokter spesialis terbaik pada masanya.

Namun setelah mereka bercerai. Hidup Fajar serasa dibawa terjun perlahan-lahan.

Mulai dari sifat asli istri keduanya muncul, Fania tidak bisa memberi keturunan, lalu sekarang klinik praktiknya sepi karena peluncuran obat herbal baru yang naik pesat.

"Minta maaf pada Azarin, Fajar. Berlututlah di hadapannya. Dan—" tatapan Nyonya Fanya beralih ke arah Fania yang sempat-sempatnya duduk sambil main hp tanpa menghiraukan mereka berdua.

"Ceraikan saja istri tidak berguna mu itu!"

Fania memutar bola mata malas. Wanita itu lantas bangkit, berjalan mendekat ke arah mereka.

"Oke fine! Aku juga ga butuh suami kere kaya dia!"

Tubuh Fajar mematung.

Ia tatap kosong Fania yang dengan santainya mengucapkan kata cerai tanpa beban, bahkan di depan ibunya.

"Pergi...." geram Fajar, mendelik tajam.

Fania balik menatap Fajar dengan satu alis terangkat.

"Okee...lagian siapa juga yang mau sama kamu, udah kere, perhitungan! Mending aku nyari pria kaya di luar sana! Lagian body-ku juga bagus!"

"PERGI!" Teriak Fajar menggelegar.

Pria itu lantas naik ke atas lantai dua. Mengemas seluruh baju Fania ke dalam koper lalu melemparnya dari tangga atas.

"Pergi kamu dari sini!" seru Fajar menunjuk pintu keluar tajam.

Fania tatap geram koper yang menggelinding dari atas itu, mengambilnya seraya berdecak malas.

"Yaudah sih! Lagian aku juga udah bosen sama drama kalian berdua. BAY!"

Fania benar-benar pergi.

Tanpa rasa bersalah sama sekali.

Padahal baru kemarin di rumah sakit wanita itu memohon agar Fajar tidak meninggalkannya.

Nyonya Fanya berlari menaiki tangga, meraih tubuh Fajar yang terhuyung ke belakang, air matanya mengalir deras.

"Putrakuu!!"

Fajar pingsan.

Setelah semua hal yang menyesakkan.

Ia akhirnya tumbang. Benar-benar tak bisa lagi untuk menopang semuanya sendirian.

Disela pandangannya yang memburam. Bayang-bayang Azarin muncul.

"Mas...Azarin ga nuntut apa-apa. Tapi Azarin mohon, jaga kesehatan yah. Pulangnya jangan terlambat."

"Mass...!! Dasimu ketinggalan! Biar aku pasangkan yah."

"Mas....Azarin pasti bakal selalu dukung Mas. Asal mas jangan tinggalin Azarin yah."

"Mas Fajar i love you."

Fajar tersenyum getir, terkapar tak berdaya dengan segudang penyesalan yang menggunung. Menggerogotinya nyaris tanpa sisa.

1
Adinda
hidupmu rumit banget naya, kalau suamimu belum mampu ngontrak dulu,uangnya dikumpulkan keburu nanti suamimu diambil pelakor
Adinda
tapi salah naya juga sih kalau suamimu gak mampu setidaknya kamu juga membantu jangan langsung minta rumah
Adinda
fajar sama naya aja
Adinda
mimpi saja kau fajar kalau mau azarin balik sama kamu,tidak akan pernah mau azarin balik sama kau fajar
Adinda
bawa semuanya rin, enak banget ginjalmu diambil,kamu mau dicerain anakmu mau dibawa kepanti
Dokkan Battle
BACOT GOBLOK
Ma Em
Azarin kalau tdk mau Dean seperti fajar makanya rubah penampilan Azarin dan hrs pede jgn merasa rendah diri , kalau Azarin merasa selalu rendah diri tdk berubah jadi wanita yg elegan dan penuh percaya diri pasti Dean akan semakin cinta pada Azarin .
Dynhz: kasih tau makee😭🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
lanjuut thor
Dynhz: siap😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
udah nikah aja ma Dean, dari pada nanti di ganggu terus sama fajar ...
lanjuut thor.....
Dynhz: siap kakak😍
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nah udah tau kan sifat asli istri baru mu..😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
paling bagus emang cerai saja dan buktikan kalo kamu bisa tanpa suami ...
𝐈𝐬𝐭𝐲 𝟏💋
nyesek bgt bacanya...
Ma Em
Azarin jgn sampai kamu kena bujuk rayu fajar biarkan fajar menyesal karena itu pilihan fajar sendiri , semoga Azarin selalu bahagia bersama Mia sang putri tercinta dan semoga Azarin berjodoh dgn Dean 🤲.
Dokkan Battle: kalau ajarin rujuk fiks dia sakit mental
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!