Pout for Me, Little Mouse.
Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.
Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.
Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Negosiator Ulung
Di pagi hari, Julian kembali pada pekerjaannya. Ia memasuki gedung VDM dengan langkah tegap dan santai yang menguasai seluruh lantai seolah itu adalah domainnya.
Dia naik ke lantai tertinggi ditemani Mark. Di lantai tertinggi, pemandangan berlin terlihat memukau dimana lalu lintas dan gerakan manusia terlihat seperti sebuah mainan dari ini.
Julian berjalan menuju ruangannya. Saat berjalan melewati ruang kaca, Sekertaris Luke sedang fokus dalam komputer di depannya sementara Shakira barusaja menyiapkan kopi dan meletakkan di meja.
Wanita berkulit kecoklatan itu tersenyum tipis dan menawan seperti biasanya. pakaiannya pendek dan sesuai dengan kesan Sekertaris yang seksi.
Hari berlalu dengan ritme rutin bagi Julian. Di sisi lain kota Berlin saat sore hari, Lana pergi ke sebuah lingkungan perumahan di Charlottenburg yang kental akan gaya aristokrasi Eropa dan kebun buah yang tumbuh lebat saat musim panas di tepi-tepi jalan. Ia datang ke tempat ini untuk menuntaskan hukuman dari Julian ini.
Lana membawa Brooklyn bersamanya, Mereka berangkat dan akan pulang bersama karena mobilnya belum selesai diurus pagi ini dan mungkin belum untuk beberapa hari kedepannya.
Mereka berjalan dengan santai di jalanan kompleks setelah memarkir mobil sambil berbincang dimana lingkungan itu di selingi suara gonggongan anjing dari rumah-rumah penghuni manapun.
"Hans bilang aku terlalu banyak membaca koran pagi sehingga bermimpi Donnersmarck membantu urusan mobil kami."
Brooklyn berceloteh sambil mereka berjalan, Pakaian mereka masih setelan kampus manis ala Lana Dan Brooklyn.
Brooklyn mengenakan gaun suspender hijau muda sedangkan Lana mengenakan Shortskirt abu-abu dan atasan sejuk berwarna putih.
Mereka mencapai sebuah unit rumah dengan seorang ibu berusia empat puluhan sedang duduk di kursi taman di rumah itu sembari mengawasi anak laki-lakinya yang sedang main ayunan di halaman seberang menunggu seseorang.
Lana segera berdehem ke mode profesional dan mendekati wanita itu.
"Permisi, bu. Anda nyonya Weber, Bukan?"
Lana dengan senyuman manis yang disengaja mengulurkan tangan saat berdiri cukup dekat. Wanita itu segera berdiri dan Ikut tersenyum sedikit bingung.
"Apakah Anda agen propertinya?"
Matanya menyapu pakaian Lana, pakaian seperti ini untuk apa bekerja? Tinggal saja di menara.
"Secara teknis saya adalah agen properti Tuan Donnersmarck hari ini... walau profesi saya tidaklah sepenuhnya itu."
Nyonya Weber mengangguk paham lalu tersenyum, Dia menoleh pada putranya yang berusia sekitar tujuh tahun, berambut pirang dan mata biru yang sedang mengenakan kaos kuning.
"Steven, Kemarilah. Katakan halo pada kakak ini."
Lana memperhatikan anak itu yang turun dari ayunan dan berlari mendekat dengan langkah tergesa-gesa, Lana tetap tersenyum yang sengaja dipasang dalam negosiasi.
"Ah.. Apakah ini putra sulung?"
Pertanyaannya lembut dan bersahabat, bukan dengan nada introgasi melainkan memberi ruang untuk menjawab dengan samar. Ibu itu mendongak dan sedikit terkejut merasakan metode gadis cantik yang sangat ramah itu.
"Yah, ini adalah Steven. Dia adalah anak kedua saya. Kakaknya sudah kuliah."
Lana membungkuk sedikit saat anak itu mendekat dengan wajah terbelalak, Lana mengulurkan dua jari untuk jabat tangan Dengan anak itu.
"Halo, Steven... Namaku Keylana, Maukah kau menjadi temanku?"
Anak itu dengan ragu menjabat tangannya dengan tangan kecilnya dan menggoyangkan tangan mereka dengan lembut.
"Halo..."
Ibu anak itu tampak senang, Mereka melepaskan tangan satu sama lain sehingga Lana menegakkan tubuh tingginya.
"Nah, Steven. Sebagai teman, bolehkah aku memberimu permen."
Lana menyenggol bahu Brooklyn yang sedang makan permen lunak di dekatnya dengan keras tanpa berhenti tersenyum dengan bahunya membuatnya tersentak.
Brooklyn dengan cepat mengeluarkan segenggam kecil permen dan mengulurkan pada anak kecil yang langsung berbinar itu.
"Ini, Maukah kau menjadi temanku juga? Namaku Brooklyn."
Ibu itu tersenyum di balik jari-jarinya melihat pemandangan keramahan tak terduga dari dua gadis Jerman itu.
"Ucapkan terimakasih pada para kakak, Schatz."
"Terimakasih, kakak-kakak..."
Ujar anak itu. Lana dan Brooklyn tersenyum manis sambil melambai.
"Aww, jangan sungkan."
Lana beralih ke ibu itu, kembali dengan fasad profesional dan keramahan.
"Mari, Nyonya. Mari kita melihat unit rumahnya, Saya jamin Anda pasti akan sangat tertarik. Herr Donnersmarck sendiri pernah mendatangi langsung tempat ini dan memeriksanya sendiri."
Lana mempersilahkannya, Ibu itu mengangguk sambil terkikik mengikuti langkahnya. Dia membuka pintu utama dengan kata sandi yang sudah Julian berikan. Pintu terbuka memperlihatkan ruangan yang indah dengan furnitur bernuansa klasik dan beberapa elektronik canggih VDM.
"Silahkan, Anda sendiri adalah penguasa ruangan ini."
Lana mempersilahkan mereka semua masuk, Nyonya Weber memandangi seluruh ruangan dengan serius sementara anak kecil di dekatnya makan perman berwarna jingga.
Brooklyn mengikuti dengan malas sambil mengunyah permen.
"Ini luar biasa Nona Keylana, Saya sendiri telah melihat sekilas melalui foto yang telah dipromosikan tapi ini...."
"Tentu, Lingkungan disini dekat dengan fasilitas umum termasuk sekolah untuk si kecil ini."
Lana menyentuh dagu Steven kecil sambil tersenyum yang membuatnya langsung merona.
Mereka melihat-lihat seluruh rumah dua lantai itu. taman yang terawat, kolam renang dengan dek luas juga rooftop yang asri dan pemandangan ke lingkungan yang indah.
Brooklyn duduk di sofa panjang lantai satu dengan anak itu makan permen bersamanya.
Sepanjang pengenalan dan negosiasi, Lana mengeluarkan keahlian profesional berkat melihat ayahnya sejak kecil sambil mempertahankan keramahan yang menjadi sifat alaminya. Beberapa kali nyonya Weber mengungkapkan keraguannya tentang kenyamanan anak kecil dan privasi karena anak sulungnya yang sering membuat pesta kecil bersama teman.
Lana memberinya penjelasan rinci dan mungkin solusi kecil dengan candaan kecil yang membuat wanita itu nyaman. Lana juga mengungkapkan perkiraan harga jual lebih tinggi jika unit ini dilewatkan.
Pada akhirnya, Weber setuju sambil menjabat tangan Lana, mempercayainya penuh.
"Saya senang anda menyukainya, Anda benar-benar memiliki selera yang bagus."
Katanya saat saat mereka duduk bersama di sofa panjang itu.
"Saya benar-benar menyukainya, dan Anda juga memberi saya pengetahuan berharga hari ini, Nona Keylana."
"Berkas akan segera diurus oleh agen properti dari Herr Donnersmarck, Nyonya. Anda hanya harus duduk cantik bersama pahlawan kecil anda ini."
Lana menyentuh dagu anak itu lagi, Weber tersenyum melihatnya dari tempat duduknya.
"Anda sangat manis, Nona. Anak saya terlihat nyaman. Biasanya dia sangat tidak tahan ingin pulang saat saya mengajaknya ke suatu tempat."
"Ah, khas anak kecil, bukan?"
Lana tersenyum melirik anak yang tampak sedikit tersipu tapi nyaman di samping Brooklyn itu.
"Dia telah berteman dengan sedikit permen. Tapi ingatlah untuk jangan lupa sikat gigi, sayang."
"Anda sangat mudah berbaur rupanya? apakah anda memang punya kesukaan dengan anak kecil seperti beberapa orang?"
Weber bersandar sambil menatap dengan rasa penasaran, Lana tersenyum. Dia mudah bersikap dan negosiasi dalam penjualan Real estat karena itu adalah salah satu aset paling banyak dalam keluarganya. Jadi, sesungguhnya keramahan adalah untuk uang.
"Saya memiliki seorang adik, itu sebabnya saya tidak membenci anak kecil. Ah ngomong-ngomong soal itu..."
Lana bergerak mengambil sebuah lembaran kertas di dalam ranselnya.
"Jadi, untuk anda... Saya berniat menambahkan bonus untuk si kecil ini,"
Lana mencubit - dengan sangat sangat lembut pipi Steven saat meletakkan sebuah formulir ke meja. Nyonya weber mencondongkan tubuh untuk melihat apa yang ditawarkan sedangkan Brooklyn mengintip dan melihat itu adalah Formulir bank keluarga Lana.
"Saya menawarkan hadiah kecil untuk Steven, Jika anda bersedia. Hadiah €1500 melalui tabungan anak RCB."
Nyonya weber menutup mulutnya sambil menerima formulir. Sementara Brooklyn sedikit bingung.
"1500 Euro, anda yakin?"
"Tentu, anggap saja ini salah satu diskon unit ini. dari saya sendiri."
Hadiah €1500 adalah strategi loyalitas pembeli, Lana telah mengambil sedikit kepercayaan melalui anaknya dan hadiah kecil itu akan membawa banyak pelanggan baru jika nyonya Weber menyebarkan cerita itu, mengingat seorang wanita biasanya senang menceritakan pengalaman mereka. Lagipula 1500 tidak masalah karena Lana mendapatkan €12000 dari komisi, Julian mungkin sedang menyebut ini hukuman tapi tetap akan membayarnya.
Dan juga, Mengirimkan dengan rekening tabungan RCB berarti menambah nasabah baru Bank ayahnya.
Pada akhirnya, Nyonya weber menerima dengan senang hati. Mereka berpisah setelahnya. Brooklyn dan Lana melambai dari teras tempat itu memperhatikan ibu dan anak yang pergi dengan atmosfer cerah itu. Brooklyn berdiri di dekatnya mengejek dengan geli.
"Jadi, selain pelawak konyol kau juga seorang negosiator ulung, Fraülein Keylana?"