Indonesia
NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. MENAHAN TAWA

Matahari baru saja terbit, memancarkan cahaya pagi yang hangat ke halaman utama Kediaman Duke Dravenhart. Namun, suasana di ruang kerja pribadi sang panglima perang pagi ini jauh dari kata tenang.

Duke Kael Dravenhart duduk di balik meja kerjanya yang luas, menatap tajam ke arah tiga orang pria berbadan kekar yang berdiri tegak di hadapannya.

Di samping Kael, Julian berdiri dengan tangan bersidekap dada, menatap dua prajurit tersebut dengan pandangan tidak percaya.

Dua prajurit itu adalah prajurit elit pilihan dari garis depan perbatasan, pemburu monster yang paling ditakuti musuh. Namun, penampilan mereka pagi ini sungguh di luar nalar.

Pakaian serba hitam mereka tampak compang-camping, robek di sana-sini. Rambut mereka acak-acakan penuh jerami, dan yang paling mengerikan ... atau menggelikan adalah wajah mereka yang dipenuhi oleh puluhan noda lipstik merah terang berbentuk ciuman, serta sisa-sisa bedak tebal yang luntur bercampur keringat.

"Hah!"

Kael menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Ia mengalihkan pandangannya ke arah Julian.

Julian, yang biasanya selalu tenang dan birokratis, secara perlahan mengangkat tangan kanannya dan menepuk jidatnya sendiri dengan keras. Wajah sang ajudan itu memerah, antara menahan malu atas kinerja anak buahnya dan rasa tidak percaya.

"Jadi ... kalian dikirim untuk mengawasi dan melindungi istriku secara diam-diam di malam hari. Tapi kalian pulang menjelang subuh dengan baju compang-camping, dan wajah penuh bekas gincu? Apa yang kalian lakukan semalam? Berperang melawan pasukan naga di distrik malam?" suara Kael terdengar datar namun sarat akan keheranan yang luar biasa.

Para pasukan elit menunduk dalam-dalam. Wajah mereka memerah padam menahan malu, lutut mereka bahkan sedikit bergetar bukan karena takut pada musuh, melainkan karena rasa malu yang teramat sangat.

"Maafkan kami, Yang Mulia! Kami gagal menjalankan misi! Kami benar-benar diremehkan oleh kecerdikan Yang Mulia Duchess!" lapor sang Kapten dengan suara bergetar putus asa.

"Kecerdikan? Maksudmu kecerdikan Beliau dalam membuat kalian terlihat seperti korban amukan preman pasar? Coba jelaskan, bagaimana bisa pasukan elit perbatasan berakhir seperti badut sirkus?" Julian mengangkat sebelah alisnya, menatap sinis.

Dengan penuh rasa malu, sang Kapten mulai menceritakan kronologi kejadian semalam.

"Awalnya kami mengikuti beliau dari kejauhan saat beliau menyusup ke distrik perdagangan, Yang Mulia. Tapi beliau ternyata sudah menyadari keberadaan kami sejak awal. Beliau melompat dari genting ke genting, lalu melemparkan bom asap tepat di depan wajah kami sebelum menghilang begitu saja dalam sekejap," cerita Bayangan Satu terbata-bata.

Julian mendengus pelan. "Kalian kehilangan jejak seorang wanita hanya karena bom asap? Sungguh memalukan."

"Bukan itu saja, Tuan Julian! Saat kami mencoba mencari jejaknya di lorong sempit, kami tidak sengaja menabrak seorang penguasa lokal di sana. Seorang banci berpangkat 'Mami' yang mengenakan gaun merah mencolok dan wig hijau menyala!" sela Bayangan Dua menimpali dengan nada frustrasi.

Mendengar kata wig hijau menyala, Kael harus menggigit bibir dalamnya kuat-kuat. Pria itu mati-matian menahan gelombang tawa yang mendesak naik ke tenggorokannya. Sebagai panglima perang, ia harus menjaga wibawa di depan anak buahnya.

Namun membayangkan dua prajurit terkuatnya dikejar-kejar oleh banci jalanan bergaun merah benar-benar merupakan komedi tingkat tinggi.

"Lalu?" tanya Kael berusaha memertahankan nada suaranya agar tetap datar dan berat, meski bahunya sedikit bergetar.

"Lalu kami diteriaki sebagai pria kurang ajar yang merusak riasan wajah, Yang Mulia! Gerombolan mereka mengejar kami sambil membawa sandal dan tas tangan rantai! Tapi kami tertangkap oleh mereka. Percayalah, mereka bahkan lebih menakutkan dari monster di perbatasan!" lanjut sang Kapten dengan ekspresi nyaris menangis.

Julian menggelengkan kepalanya perlahan, menghela napas panjang penuh keputusasaan.

Kael benar-benar menahan diri sekuat tenaga untuk tidak tertawa lepas.

"Astaga," gumam Julian.

Setelah meredakan sedikit rasa malunya, sang Kapten mengubah ekspresinya menjadi jauh lebih serius. Ia melangkah sedikit mendekat ke meja kerja Kael, menurunkan nada bicaranya.

"Tapi ada satu hal penting yang harus kami laporkan, Yang Mulia," ucap Bayangan Satu dengan sungguh-sungguh.

Kael langsung menegakkan tubuhnya, membuang jauh-jauh sisa rasa gelinya. Tatapan matanya kembali tajam dan berwibawa.

"Katakan," sahut Kael.

"Saat kami berhadapan langsung dengan Yang Mulia Duchess sebelum beliau melempar bom asap, beliau sempat menyangka bahwa kami adalah orang-orang suruhan dari Raja Lucien yang dikirim untuk memata-matainya atau mencelakakannya," lapor sang Kapten.

Kening Kael berkerut dalam. "Raja Lucien?"

"Benar, Yang Mulia. Yang Mulia Duchess terlihat sangat waspada dan menganggap istana sedang mengincarnya. Dan dari hasil penyelidikan intelijen bayangan kami yang lain selama beberapa hari terakhir di lingkaran hitam ibu kota, kami menemukan sebuah rumor besar yang sangat mengejutkan," sambung Bayangan Dua.

Julian mencondongkan tubuhnya ke depan. "Rumor apa?"

"Bahwa target utama yang sedang dicari-cari oleh jaringan bayangan Raja Lucien bukanlah kelompok pemberontak biasa, melainkan sosok ketua pembunuh bayaran legendaris yang dikenal dengan nama Raven. Dan setelah kami mencocokkan pola gerakan, waktu kejadian, serta kemampuan bertarungnya ada indikasi kuat bahwa sosok Raven yang selama ini kita cari juga tidak lain dan tidak bukan adalah Yang Mulia Duchess Virelia sendiri," ungkap Bayangan Satu dengan suara berbisik serius.

Suasana di dalam ruang kerja itu mendadak sunyi senyap.

Julian terperanjat kaget di tempatnya berdiri, kacamata emasnya hampir melorot dari pangkal hidungnya. Meskipun ia tahu Duchess-nya bukanlah perempuan gila biasa, mendengar bahwa ia adalah ketua pembunuh bayaran paling berbahaya di kerajaan tetap merupakan sebuah kejutan berskala besar.

Sementara itu, Kael tidak menunjukkan reaksi terkejut yang berlebihan. Ia sudah menduga sejak lama bahwa istrinya menyimpan rahasia besar dan memiliki kemampuan bertarung tingkat tinggi.

Namun, mendengar konfirmasi langsung bahwa Virelia adalah Raven, buronan nomor satu yang ia dan kerajaan incar membuat lanskap situasi politik ini menjadi jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.

"Aku juga mendapatkan informasi bahwa Raja Lucien ingin menghabisi Duchess agar takhtanya tidak terancam, mengingat Duchess memiliki darah dari ratu sebelumnya yang merupakan keturunan dari Duke Lendorr yang terkenal memiliki kekuasaan perdagangan skala besar di selatan. Dan Raja tidak ingin sampai darah dari Duke Lendorr menguasai takhta kerajaan ini," lapor sang Kapten.

"Aku juga mendengar kalau adik laki-laki Duchess dari ratu sebelumnya pun diasingkan di vila istana Emarald, yang artinya dijauhkan dari akses istana utama dan bahkan aku dengar dijaga dengan ketat," tambah Julian yang tampak berpikir tentang arah semua konflik ini.

Kael menyandarkan punggungnya di kursi, merajut jemarinya di atas meja, sementara rahangnya mengeras.

"Jadi, Raja Lucien mengincar Raven karena Raja menyadari ada kekuatan bayangan lain di ibu kota yang mengancam takhtanya. Dan berniat menghabisi Duchess," simpul Kael.

"Tepat sekali, Yang Mulia. Jika Raja Lucien benar-benar mengirim pembunuh bayaran ke kamar beliau beberapa waktu lalu, itu berarti kecurigaan istana sudah mencapai tahap eksekusi. Sang Raja tidak peduli meskipun itu adalah darah dagingnya sendiri; jika dianggap menghalangi kekuasaannya, beliau akan menyingkirkannya tanpa ampun," kata sang Kapten.

Kael mengepalkan tangan kanannya di atas meja. Tatapan mata birunya memancarkan kilatan kemarahan yang dingin dan mematikan. Berani-beraninya raja tua keparat itu mengirim pembunuh ke kamar istrinya di bawah atap rumah seorang Duke.

Kael mendongak, menatap para pasukan elitnya itu dengan tatapan mutlak.

"Dengar baik-baik perintahku. Mulai malam ini, kerahkan dua kali lipat jumlah pasukan bayangan. Awasi Virelia secara ketat dari jarak jauh, pastikan tidak ada satu pun bayangan musuh atau mata-mata istana yang bisa mendekati kediaman ini. Dan laporkan kepadaku setiap detik jika ada pergerakan mencurigakan dari pihak istana," suara Kael terdengar sangat rendah, berwibawa, dan tidak membantah.

"Siap, Yang Mulia!" jawab para pasukan elit serempak dengan penuh semangat, langsung menegakkan tubuh memberi hormat militer.

"Keluar dari ruanganku sekarang, ganti pakaian kalian yang compang-camping itu, dan jangan pernah ceritakan insiden kejar-kejaran dengan banci malam kepada siapapun jika kalian tidak ingin kuhukum lari keliling benteng tanpa pakaian!" ancam Julian.

Kedua prajurit itu langsung pucat pasi, membungkuk hormat buru-buru, dan melangkah keluar dari ruangan dengan langkah seribu.

Begitu pintu ruang kerja tertutup rapat, Julian menghela napas panjang, merapikan dokumen di tangannya sambil menatap Kael dengan tatapan prihatin bercampur serius.

"Ini menjadi semakin rumit, Yang Mulia. Istri Anda adalah pemimpin kelompok revolusioner Black Dawn dan ketua pembunuh bayaran Raven yang kita cari, sementara Anda adalah panglima perang tertinggi yang disumpah untuk melayani Raja Lucien. Jika konspirasi ini terbongkar ke permukaan, kerajaan Valdoria akan mengalami perang saudara yang jauh lebih berdarah dari sebelumnya," kata Julian pelan.

Kael berdiri dari kursinya. Ia berjalan perlahan menuju jendela besar ruang kerjanya, menatap keluar ke arah taman tempat pohon ek tempat Virelia biasa menyusup berdiri megah.

"Aku tahu, Julian. Tapi sejak hari pertama aku dipaksa mengenakan cincin pernikahan itu di jari manisku, pilihanku sudah bulat," balas Kael tenang namun penuh ketegasan di setiap suku katanya.

Kael menoleh ke arah Julian, senyuman tipis terukir di wajahnya.

"Biarkan Raja bermain dengan intrik kotornya. Biarkan dunia mengira istriku adalah wanita gila yang hobi melempar vas bunga. Tapi jika ada yang berani menyentuh sehelai pun rambut Virelia baik itu menteri istana, bangsawan korup, maupun sang Raja sekali pun, aku sendiri yang akan meruntuhkan singgasana Valdoria hingga rata dengan tanah," ucap Kael dingin.

Julian membungkuk hormat menuruti perintah atasannya itu. Ia tahu seperti apa keluarga Dravenhart jika sudah berkomitmen memiliki pasangan dan keluarga. Mereka akan menjadi predator yang siap mengigit leher raja tanpa takut jika ada yang bernau menyentuh orang-orang mereka.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
mimief: wkwkwkwkw
bacanya langsung bernada yaaa
total 2 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
mimief: salah satu komik fav ku Thor
kisahnya luar biasa😍
total 2 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
mimief: kejang kejang ga dia
ratu awan nya bisa swaag🫣🤣😍
total 2 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
mimief: masalahnya tapi bener🫣🤣🤣
total 2 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!