Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Kita Di Antara Corona

Cinta Kita Di Antara Corona

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Agustina Iskandar Crombach

Jika aku tahu, tak akan kulepas tangannya hari itu di bandara Estonia. Terlambat, karena Corona menjawab semua rasa sakit yang kupunya. Hubungan kami, adalah satu di antara ribuan pasangan lainnya yang terpisahkan oleh Corona.

"Ambil baju ini, bawa bersamamu ke Indonesia dan pakai saat kamu rindu. Tunggu aku di sana, di hari pernikahan kita". Ia menyodorkan baju lengan panjang yang baru saja dilepaskannya dari tubuhnya.

Kupandangi baju Silk & Cashmere yang biasa dikenakannya. Ia menimpakan jaket lain ke tubuhnya. Ini winter dan dingin menyergap penduduk bumi di negara 4 musim ini.

Bandara Estonia terlihat sepi, beberapa penerbangan sudah dibatalkan. Sementara aku harus segera kembali ke Indonesia.

Meninggalkannya adalah hal terberatku. Jika aku tahu apa yang terjadi setelahnya, maka tak akan kulepas tangannya. Sanggupkah kami menghadapi ujian hubungan di tengah kondisi Corona?

Novel ini base on true story.

Insta: agustina_iskandar_crombach

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Iskandar Crombach, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Cinta Atau Seks

Luky masih memiliki bekas pukulan di wajahnya, begitu pun Alif. Tidak dengan Mas Senar karena dia cukup cekatan menahan pukulan dan melindungi wajahnya. Aku tidak tahu bagaimana kondisi lelaki-lelaki Rusia yang menghajar mereka kemarin. Mungkin mereka juga masih babak belur setelah dihajar Mas Senar dengan jurus silatnya.

Tim Indonesia vs Rusia, laga terjadi di tanah Estonia. Karena Corona yang sedang melanda, tidak hanya memukul masyarakat dunia dalam hal ekonomi, namun juga kesehatan mental yang terganggu. Efeknya bermacam-macam, salah satu yang kami alami kemarin. What a day!

Di lain sisi, aku punya masalahku sendiri. Kondisi hati yang belum kunjung selesai. Kemanakah perasaanku ini sesungguhnya berlabuh. Meski Luky, tidak membahasnya lebih lanjut, ia terus melanjutkan sikapnya yang seolah-olah aku ini pacarnya.

Hatiku menghadapi keraguan, semakin dalam dan dalam. Apakah hatiku untuk Allan atau untuk Luky. Siapa sebenarnya yang kumau. Aku menikmati hubunganku dengan Allan namun juga dengan Luky. Meski, setelah pertemuan terakhir dengan Allan, perasaanku padanya terguncang lebih jauh. Caranya memperlakukanku tak membuatku aman sama sekali setelah itu. Apakah ini pertanda? Hatiku telah menemukan kecenderungan sepenuhnya pada Luky. Aku merasa terjebak di antara lelaki Estonia dan Jerman ini. Aku butuh diskusi dengan mentorku. Kondisi ini bahkan mengganggu konsentrasi kerjaku.

"Abang, aku punya pertanyaan," aku memangkas cepat dalam sapa dan update kami di awal pembicaraan via telephone. Aku memanggil mentorku abang. Ia seperti abang bagiku, meski usianya mendekati angka 50, aku memilih memanggilnya abang. Karena kondisi fisik dan wajahnya yang juga terlihat jauh lebih muda dari usianya.

Aku tahu mentorku biasanya tidak akan bertanya apa. Dia hanya menunggu karena tahu bahwa aku tak akan menunggu jika ingin bertanya sesuatu. Rasa tak sabar yang menggebu-gebu, sudah begitu sering terjadi.

"Jika sebuah hubungan butuh dipertahankan atau diperjuangkan, apa pertimbangan terbesar yang harus dipikirkan?" Otakku mencoba memproses beberapa jawaban. Pasti ia akan menjawab cinta, kesetiaan dan seterusnya, pikirku.

"Yang jelas bukan cinta atau ****", Jawabnya.

Aku terdiam. Tebakanku salah. What? Bukan cinta? Bagaimana bisa? Saat semua orang menempatkan rasa cinta di atas segalanya dan cinta justru bukan jawabannya. Mentorku mungkin lagi linglung, lelah atau sedang tidak enak badan.

"Are you there?" tanyanya setelah aku terdiam beberapa saat. Dia mungkin tahu aku terperanjat dengan jawaban yang diberikannya. Ia memang seringnya tahu cara memancingku untuk berpikir tentang jawaban yang diberikannya dari pertanyaanku.

"Oh, jawaban ini diluar dugaanku. Kenapa bukan cinta atau ****?" tanyaku padanya lagi.

"Karena cinta atau ****, keduanya akan pudar dan bahkan hilang suatu saat". Jleb! Enteng sekali caranya menjawabku.

Mentorku ini berbeda. Aku selalu butuh waktu untuk mencerna hal yang disampaikannya. Di mana-mana orang akan mengatakan bahwa cinta adalah segalanya. Cinta adalah alasan kenapa semua orang bertekuk lutut dan menyerahkan dirinya sepenuhnya.

"Aku nggak ngerti, bukankah cintalah yang menjadi alasan kenapa orang memutuskan bersama atau tinggal bersama?" Aku masih mencoba menemukan celah dalam membantah. Sama sekali tidak menyetujui apa yang baru saja kudengar ini. Dia pasti sedang galau saat mengatakan ini.

"Apa kamu juga melihat bagaimana cinta menjadi alasan untuk orang saling meninggalkan?" tanyanya kemudian.

"Oh!" Aku tergagap. Benar juga, berapa banyak pasangan saling meninggalkan satu sama lain juga atas nama cinta. Saling melepaskan misalnya bahwa cinta tak harus memiliki. Atau kubiarkan kau bersamanya yang penting kau bahagia. Atau biarlah aku yang mengalah dan berbagai drama lainnya. Jika cinta menjadi alasan penyatuan, maka ada cinta yang menjadi alasan perpisahan.

"Aduh rumit. Jadi gimana maksudnya? Kalau cinta tidak menjadi pertimbangan dalam mempertahankan sebuah hubungan. Lalu apa yang harusnya menjadi pertimbangan?" tanyaku kembali.

"Rasa aman dan nyaman serta kesempatan untuk menjadi diri sendiri seutuhnya. Itulah yang harus menjadi pertimbangan besar dalam sebuah hubungan" jawabnya.

"Bukannya ada rasa aman dan nyaman dulu, baru kemudian baru cinta?".

"Belum tentu, ada banyak orang yang sesungguhnya tidak merasa aman dalam hubungannya, atau tidak nyaman dengan orangnya namun dibutakan oleh cinta. Sehingga dia sanggup kehilangan dirinya sendiri demi mempertahankan seseorang di sisinya".

"Bisa dijelaskan lebih lanjut?" Entah berapa kali aku terus bertanya.

"Jadi begini, jika kamu tidak bisa menjadi dirimu sendiri saat kamu sedang bersamanya, artinya hubungan ini butuh dipertimbangkan lebih lanjut. Masak seumur hidup kamu mau menjadi orang lain. Jangan berusaha menjadi baik karena pasanganmu, seolah-olah semua yang kamu lakukan untuk terlihat baik atau menyenangkannya. Misalnya, sesederhana kentut saja di depannya kamu tidak bisa, atau tanpa make up dan sebagainya. Sebuah hubungan layak dipertahankan ketika orang yang hidup bersama dengan kita itu seperti teman kita sendiri. Tak perlu ada topeng menjadi orang lain. Tak perlu takut ia pergi meninggalkan kita hanya karena kita ingin menjadi diri sendiri. Merasa aman karena kita mempercayainya bahwa ia menerima kita seutuhnya. Kita pun merasa nyaman dengan diri kita sendiri dan dengannya" kata-katanya merasuk dalam ke otakku.

Kini, aku butuh waktu untuk mencernanya kata-katanya lebih lanjut. Kalimat-kalimat ini sungguh tajam dan terlupakan olehku selama ini. Terutama dalam hubunganku dengan Allan, kini setelah aku mempertanyakan beberapa kali, pelan-pelan kupahami. Jika kupikir-pikir dan menghubungkannya dengan diskusi ini, hanya bersama Luky aku menjadi diriku sepenuhnya. Sementara dengan Allan, benar, aku masih selalu berusaha menjadi atau terlihat baik di hadapannya. Meski kadang, aku mengalah pada diriku sendiri.

Kenapa aku melakukan ini, pada lelaki yang tak lama kukenal. Memang, dia berstatus sebagai pacarku, namun layakkah yang kuperjuangkan ini dan kupertahankan dalam sebuah hubungan jangka panjang.

Tok! tok! tok!. Pasti Luky. Sepertinya dia memang menungguku menyelesaikan telephone.

"Vashla, mau buat teh lemon madu nggak?" Tawarnya dari balik pintu.

"Mau, aku keluar segera," teriakku.

Aku duduk beberapa saat di tempat tidurku. Oh, terlalu lelah dengan pikiranku ini. Selalu mudah membuat keputusan jika segala sesuatu lebih jelas. Kini, memang jauh lebih jelas dari sebelumnya. Namun, kutemukan kabut masih menggantung di sana. Bukan cinta atau ****, aku kembali mengulang kalimat mentorku.

"Sini, minum bareng selagi panas. Kita harus minum banyak lemon dan minuman herbal sejenisnya untuk meningkatkan imun tubuh. Corona menyerang cepat untuk orang yang terutama imunnya lemah," Luky seperti biasa sangat peduli.

Kasus semakin bertambah setiap harinya, yang meninggal pun tak sedikit. Ke mana kondisi Corona ini akan membawa kita semua. Tak ada yang benar-benar tahu. Pengalaman dunia tentang pandemi, jutaan umat manusia pernah mati karena kondisi virus. Bagaimana dengan kali ini? Apakah juga sama, akan membunuh jutaan umat manusia juga? Aku bergidik membayangkannya. Oh aku juga punya persoalan lain saat ini.

1
Mama Putroe
keren..untaian kata2nya bagus..
Agustina Iskandar Crombach: Thank you
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
vashla.
nama nya mirip2 nama2 org india
Agustina Iskandar Crombach: Itu sebenarnya kuambil dari nama Kue dari Estonia haha. Kue kesukaanku yang disebut Vastlakukkel
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
hallo kak, maaf aku baru sempet mampir lagi
Hania Putri Bangsa
maaf baru bs mampir lg
Agustina Iskandar Crombach: Hi dear, gpp. Sehat2 ya
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
maaf baru sempet baca 🙏
Agustina Iskandar Crombach: Gpp dek. Kapan kamu sempat aja
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
pa kabar kk othor?
lama tidak jumpa kita
Agustina Iskandar Crombach: Kamu gimana kabar?
total 2 replies
Hania Putri Bangsa
lanjut kak
Agustina Iskandar Crombach: Siap. Hari ini kulanjutkan❤
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
semoga kita semua baik2 saja apalagi mengingat sekarang dgn lonjakan kasus covid.
saya yg hidup di jakarta juga sangat khawatir apalagi di lingkungan saya sdh banyak yg kena.
Agustina Iskandar Crombach: Aku juga di Jakarta dek. Sehat terus ya. Bener, semakin menjadi-jadi lonjakannya. Teman-teman dekat banyak yang kena Covid. Aku masih nyicil nih untuk novelnya😅🤭
total 1 replies
bukan siapa
keren bahasanya
Agustina Iskandar Crombach: terima kasih
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
kk kpn up lagi?
kangen
Agustina Iskandar Crombach: soon ya❤
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
next lanjut kk.
plis konflik nya jgn yg berat2 ya, aku ga kuat baca nya, apalagi soal perpisahan
Agustina Iskandar Crombach: Siap.
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
koq aku syeudih ya baca ini. 😢
sedikit cerita saja, aku rada trauma dgn yg nama nya perpisahan dgn pasangan hidup.
Agustina Iskandar Crombach: Iya sama kita. Aku juga.
total 1 replies
yutantia 10
aku mampir thor
ditunggu mampir baliknya di karyaku
Agustina Iskandar Crombach: Siap. Aku akan mampir
total 1 replies
iis_putria
Pagi pagi sudah dibuat nyanyi lagunya mbak Chantal...

salam dari Romansa Kala Senja kak
Agustina Iskandar Crombach: Thank you. Aku akan mampir juga ya
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
maaf baca nya sampe sini dulu, udah keburu ngantuk. 22.44 wib. 29-05-2021.

besok dilanjut lagi
Agustina Iskandar Crombach: Selamat istirahat. Semoga ada pelajaran yang dapat diambil
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
keren asli, penempatan bahasa dan tanda baca nya bagus sekali.
plis kencengin vote n komen nya biar story ini bs masuk top rank.
Agustina Iskandar Crombach: Terima kasih Hania, atas dukunganmu🙏🌻
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
oh vashla.
semangat vashla, yakin bs melupakan masalalu
Agustina Iskandar Crombach: Terima kasih
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
nama tokoh utama nya siapa kak?
maaf koq sepertinya aku blm nemu.
Agustina Iskandar Crombach: Vasla
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
kk otor, maaf nanya. apakah ini memang real cerita pribadi atau imajinasi saja?
soal nya pas aku baca bab demi bab, feel nya itu dapet banget.
Agustina Iskandar Crombach: Iya ini ceritaku. Perjalanan cinta dengan suamiku pada saat kami di Estonia tahun lalu. Beberapa memang ada yang diedit dari asli yang terjadi. Tapi orang-orangnya real semua. Kamu dapat membaca beberapa cerita lainnya juga di Instagramku agustina_iskandar_crombach. Belum semuanya kumasukkan ke novel sih, masih kupilah-pilah dulu. Foto di cover juga fotoku dengan suami.
total 1 replies
Hania Putri Bangsa
serius nih story keren banget..
Agustina Iskandar Crombach: Terima kasih ya sudah baca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!