Indonesia
NovelToon NovelToon
KUTUKAN KUYANG

KUTUKAN KUYANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Kutukan / Tumbal
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Teror yang mengguncang Desa Keramat sudah melahirkan kondisi yang mencekam bagi warga.

Dimana ada banyak anak-anak yang menghilang, wanita hamil, dan bahkan orang dewasa tak luput dari serangan tersebut.

Siapakah penerornya?

Ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat Rahasia

Arkan mencoba tidak untuk bersuara. Ia bersembunyi di antara pakaian yang tergantung. Nafasnya terasa berat, dan dadanya naik turun menahan semua

Kreeeek!

Pintu kamar terbuka. Terlihat Dayang Sari masuk ke dalam kamar dengan langkah sempoyongan.

Dimulutnya, masih tersumpal pembalut yang menyimpan banyak darah.

Ia menjatuhkannya di atas lantai kamar.

Plooook!

Pembalut itu tergeletak begitu saja.

"Heeeeerrrgh!" ia bersendawa. Lalu duduk di atas lantai.

Arkan masih mengintai dari balik celah pintu lemari yang terbuka sedikit.

Peroahan tangan Dayang Sari menggeser lantai papan dan mengangkatnya.

Arkan membeliak, dan ternyata itu sebuah pintu rahasia.

Dayang Sari terlihat sangat cantik, tetapi wajahnya cukup pucat. Dan matanya juga cekung.

Ia melongok ke bawah, dan dengan cekatan melompat turun, lalu dengan seksama, Arkan mendengarkan dimana langkah gadis itu berakhir.

Sreeeek!

Ia mendengar sesuatu di geser, dan kemudian terdengar lagi geseran, dan itu pertanda sedang menutup sesuatu.

Tak berselang lama, Dayang Sari kembali muncul, dan menutup sekeping papan berukuran satu meter tersebut.

"Huh!" nafas Dayang tersengal, dan kembali duduk bersila. Di depannya terdapat dua botol minyak yang terbuat dari minyak kelapa hijau, dan ramuan khusus.

Botol transparan berukuran kecil, dan terlihat berisi masing-masing botol pertama berwana hijau - cairannya berpendar seperti kunang-kunang saat diguncang, lalu keluar asap putih yang cukup tipis.

Botol kedua berwarna Kuning, dan berkilau seperti emas yang cair, dan membuat ruangan terasa hangat.

Dayang mengambil botol berwarna hijau. Minyak itu di gunakan untuk mengirimkan sihir dan juga kemampuan untuk terbang.

Arkan yang melihatnya langsung membeliakkan kedua matanya.

"Itu dua minyak yang aku butuhkan, aku harus dapat mengambilnya," gumamnya dalam hati.

Keringat bercucuran di pelipisnya.

Dayang Sari membuka tutup botol, dan ia mengambil pembalut yang tadi ia lemparkan, lalu memeras darah tersebut ke dalam botol tersebut.

Darah menetes masuk, dan terlihat Dayang Sari berkomat-kamit membaca mantra.

Kemudian terlihat asap hitam mengepul keluar dari botol.

Arkan merasa mual. Tetapi ia mencoba menahannya agar tidak muntah.

Dayang Sari menutup botol itu kembali. Lalu memegang keduanya dengan erat.

“Maaf ya Tok... Minya Kuyang Merah hilang. Tapi Hijau dan Kuning masih ada. Aku akan jaga." ucapnya, sembari mendekap dua botol tersebur. Tetapi suaranya sangat berbeda, serak dan juga berat.

Arkan menahan napas. Jantungnya terasa mau copot.

Setelah meracik ramuan tersebut, Dayang Sari kembali menggeser sekeping papan di lantai, dan ia melompat turun.

Arkan langsung keluar dengan hati-hati. Ia bertelungkup di lantai, dan mengintai apa yang di lakukan oleh Dayang Sari di bawah sana.

Ia melihat sang gadis berjalan di bawah kolong, lalu menuju sebuah batu berukuran sebesar kepala orang dewasa.

Ia menggeser batu tersebut, lalu mengangkat sebuah peti kayu dari dalamnya. Kemudian memasukkan kembali dua botol tersebut ke dalam sebuah lubang, dan menutupnya dengan batu.

"Jadi selama ini Dayang menyimpan dua botol minyak di kolong rumah dan di bawah batu." gumam Arkan. Lalu ia mengendap-endap keluar melalui pintu dapur, dan menyusup di bawah kolong tanpa suara.

Dayang Sari menatap peti cukup lama. Lalu memegang batu itu lagi, dan bibirnya berkomat-kamit membaca mantra.

Perlahan tanah menutup rapat. Tidak ada bekas dan jejak yang terlihat.

Setelah itu Dayang naik kembali ke atas rumah betang, dan memanjat dari tiang penyanggah, masuk ke atas rumah, dan menutup pintu rahasia tersebut. Ia berbaring di atas ranjang, dan mencoba memejamkan kedua matanya.

Arkan yang menajamkan kedua indera pendengarannya, dapat membaca situasi. Ia mengepalkan tangannya. "Ini kesempatan." gumamnya pelan, lalu mulai merayap lewat kolong rumah betang.

Sesampainya di depan batu, ia mulai membaca doa. Tangannya dengan perlahan mulai menyentuh... Dan menggeser batu tersebut

KRETEK!

Batu berbunyi.

Dayang Sari langsung membuka matanya.

“SIAPA?!”

Siluman Sanca sang pengintai yang bertengger di tiang langsung turun. panjangnya sepuluh meter. ukurannya cukup untuk menelan orang dewasa.

Arkan tidak sempat berpikir. Tangannya dengan cepat menyambar peti kayu, dan mengambil dua botol itu sekaligus, lalu memasukkannya ke dalam sarung.

Arkan berlari tunggang langgang.

“KEJAR DIA!” teriak Dayang Sari. Suaranya langsung berubah menjadi serak. Bukan suara manusia lagi.

Anjing hitam yang tadinya tidak dapat mengendus aroma Arkan, kini mulai merasakan indera penciumannya berfungsi.

Hal itu karena kunyit bangle yang melumuri tubuhnya hilang terkena pakaian yang tergantung di lemari.

Anjing hitam itu mulai menyalak. Sosok Siluman Sanca langsung merayap ke kolong rumah.

Arkan berlari sekuat tenaga. Dadanya terasa sesak.

Salah satu Siluman Ular Sanca menyambarkan ekornya ke punggung Arkan.

Craaaassh!

"Aaaaarrgggh!" pekik Arkan. Tetapi ia terus

Baju Arkan mengalami sobek. Darah langsung memancar dari luka tersebut..

Arkan mengambil garam di dalam saku pakaiannya. Ia melempar garam yang sudah bercampur remasan daun kelor ke arah belakang.

SSSSST!

Siluman Ular Sanca itu terpekik kesakitan.. Kulitnya melepuh. Tubuhnya mendadak menggelepar, dan mengeluarkan asap yang mengepul.

Arkan masih terus berlari. Hingga ia tiba di tepi sungai, Arkan terlihat begitu kelelahan. Nafasnya tersengal, dengan dadanya yang naik turun.

Wuuuussh!

Desiran angin berhawa panas menyapu tengkuknya.

Saat ia menoleh kebelakang, ia tersentak kaget.

Di depannya... Dayang sudah menunggunya. Tapi kali ini, wajahnya tampak berubah, begitu menyeramkan.

Sepertinya Induk Jarum sudah menguasainya.

“Kembalikan minyak itu, anak ingusan!” suaranya serak dan berat.

Dayang Sari melangkah maju. Ia mengayunkan sebuah mandau tua, dan mencoba menebas ke arah Arkan.

Arkan menghindar.

Tetapi Dayang Sari tak berputus asa. Ia kembali menebaskan mandaunya.

Craaash!

Satu tebasan mengenai lengan Arkan. Darah kembali mengalir.

"Eeerrgh!" erangnya. Lalu ia merogoh saku pakaiannya, dan dengan cepat melemparkan garam dengan campuran remasan daun kelor ke atas rerumputan.

Tanah langsung berasap. Rumput yang tadinya hijau subur, mendadak menjadi hitam dan mati.

Dayang Sari terkejut. “Biadab!" makinya. Ia sangat begitu takut jika sampai terkena percikan garam tersebut. Lalu mundur selangkah.

Hal itu menjadi kesempatan bagi Arkan.

Ia memutar tubuhnya, lalu melayangkan sebuah tendangan tepat perut Dayang Sari. Kemudian merebut mandau di tangan sang gadis.

Craaash!

Ia menusuk paha Dayang Sari.

Dayang Sari mengerang kesakitan, dan Arkan kembali melemparkan garam ke tubuh Dayang Sari.

Srrrrttts!

Gadis itu meraung kesakitan.

Arkan kembali berlari menembus kegelapan malam.

"Maafkan aku, Dayang. Aku terpaksa melakukannya," gumam Arkan dengan hati yang perih.

Dari arah belakang, dua Siluman Ular Sanca kembali mengejarnya.

Arkan memintal sarungnya untuk mengikat dua botol itu dan menyilang sarung ke pundaknya dan mengikatnya dengan erat, agar tidak terjatuh.

Saat Siluman Sanca kedua menyerangnya, ia menyabetkan mandaunya.

Craaassh!

Satu sabetan berhasil menebas kepala Siluman Ular Sanca.

Buuuum!

Tubuh Ular Raksasa itu ambruk di atas tanah, dan membuat tanah bergetar.

Nafas Arkan semakin tersengal. Ia masih menggenggam mandau tua tersebut. Lalu melihat Siluman Ular Sanca ketiga yang sudah melesat cepat menyerangnya.

Wuuussh!

Siluman Ular itu langsung membelit pinggangnya.

"Aaaarrggh!" nafas Arkan terasa sesak. Sebab belitan yang sangat kuat.

Kedua mata Siluman Sanca merah menyala.

Mulutnya menganga dan siap menelannya.

Arkan merasa semakin terjepit, tetapi tangannya berusaha bergerak dan menggoreskan mandaunya.

Craaaash!

Belitan Siluman Ular Sanca itu mengendur, sebab tubuhnya terpotong.

Braaaak!

Tubuh Arkan di jatuhkan begitu saja. Sehingga ia terjerembab ke atas tanah.

Ia merangkak, dan berusaha bangkit.

Saat ia menoleh ke atas, Anjing Siluman sang Penjaga sudah berdiri di depannya.

Grrrrrrggh!

Erangnya, sembari memperlihatkan gigi taringnya yang runcing dan tajam.

1
FiaNasa
pak dirman....Arkan selamat Lo pak,,dia masih menolong seorang gadis yg cantik jelita sayangnya dia kuyang,,makanya Arkan gigih mau memutuskan kutukannya,,ntar klau dah kelar pasti itu gadis diboyong sama Arkan dibawa pulang buat dijadiin istri 😄
tati st🌼🌼
aku kira pesut itu sejenis penyu,oh ternyata lumba2 langka
neni nuraeni
sedikit lagi Arkan semoga kau dan Atok berhasil
FiaNasa
semangat Arkan,,aq yakin kau pasti bisa karna ketulusanmu ingin menyelamatkan banyak nyawa n juga dayang sari
tati st🌼🌼
🏃🏃🏃🏃ayo arkan semamgat kamu hebat
neni nuraeni
kasian Arkan demi dayang kau rela berkorban, semoga pengorbananmu tak sia2 Arkan, semngt Arkan semngt juga buat kak thor nya
Desyi Alawiyah
Semangat Arkan, mungkin tinggal selangkah lagi.. Setelah itu Dayang Sari bisa bebas dari kutukan Kuyang 😭
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: semangat
total 1 replies
FiaNasa
semangat Arkan,,ayo Atok guro putuskan kutukan itu AQ yakin kalian bisa
FiaNasa: lanjutttt
total 2 replies
tati st🌼🌼
waw sedikit lagi perjuanganmu arkan,dan srmoga berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin...🤲
total 1 replies
neni nuraeni
iih seruuu,,, lnjut kak😁😁
neni nuraeni: aka mah pling bisa buat aku pnsrn🤭🤭🤭
total 3 replies
tati st🌼🌼
berat sekali rintanganmu arkan
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: demi.....
total 1 replies
FiaNasa
ayo Arkan kau kau pasti bisa
FiaNasa: lanjutttttt
total 2 replies
tati st🌼🌼
next
tati st🌼🌼
ikut ngos2an jadinya😅
Siti Yatmi
aduh..pas tegang..eh udahan....
neni nuraeni
semoga Arkan tidak ketauan dan segera mndptkn 2 minyak,,, 💪💪 Arkan 💪💪💪pula buat kak thornya biar upnya dbnykin🤭,lnjutt
FiaNasa
semangat Arkan kau pasti bisa
tati st🌼🌼
ayo semangat arka kamu pasti berhasil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Arkan berhasil,semangat Arkan,, semngt juga buat kak thor nya
Siti Yatmi
ayo arkan semangat kamu pasti bisa..💪 author cantik juga yg semangat yah up nya...😍
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!