" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa
" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol
pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.
akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.
ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB : 24
Sintia dan Aldo tengah menyantap makan siang mereka di restoran ternama di ibu kota.
mereka makan dengan hening menikmati setiap cita rasa dari makanan yang Mereka makan saat ini.
" akhirnya kenyang juga" celetuk Aldo sambil mengelus pelan perutnya
" aku juga udah selesai" timpal Sintia sembari mengelap sudut bibirnya dengan tissue.
Beberapa saat keadaan menjadi hening Aldo menatap beberapa orang yang berlalu lalang,sedangkan Sintia sibuk dengan pikiran nya sendiri.
" emm Tia aku mau bicara serius sama kamu" timpal Aldo dengan wajahnya yang juga mulai serius.
Sintia diam namun ia menatap Aldo.
" hahhh, aku tau kalau malam itu aku keterlaluan sama kamu ,gak seharusnya aku ngomong kayak gitu sama kamu.
aku minta maaf ya aku serius gak ada maksud mau nyakitin kamu " ucap Aldo kemudian dengan lembut ia genggam tangan Sintia di atas meja.
" kamu selalu kayak gini mas , padahal dari awal walaupun kita nikah karena perjodohan tapi kita udah sepakat untuk terima dan jalani semuanya,tapi aku merasa akhir - akhir ini kamu kayak gak Nerima pernikahan kita dan gak anggap aku istri kamu" balas Sintia ia menundukkan kepalanya agar Aldo tak melihat kelemahan di matanya.
" hey dengerin aku ,aku ini suami kamu dan kamu itu istri aku .
kita berdua suami istri yang sah ,jadi jangan mikir yang macem-macem.
gak mungkin aku gak anggap kamu sebagai istri aku ,aku tu sayang sama kamu Tia" timpal Aldo dengan perlahan ia angkat dagu Sintia ke atas dengan pelan agar wanita itu menatapnya.
" kamu sayang gak sama aku hm?" tanya Aldo sambil menatap mata Sintia.
" bukan hanya sayang tapi aku tu cinta sama kamu mas" balas Sintia dengan nada merajuknya yang sangat kentara.
" heheheh, wah ternyata ratuku ini udah cinta mati sama aku ya" kelakar Aldo sembari terkekeh.
"isss ,iya lah kan wajar kalau istri cinta sama suaminya" balas Sintia dengan muka merajuk.
" mas cuma sayang aja sama aku , pasti cintanya udah sama wanita lain" lanjut Sintia dengan kesal.
" loh enggak dong ,cinta aku cuma untuk istri ku seorang " balas Aldo mode buaya darat.
" alah bohong , buktinya mas gak cinta sama aku" ucap Sintia tak mempercayai ucapan Aldo padanya.
" butuh proses dong, tapi aku kan udah sayang sama kamu bentar lagi udah cinta " balas Aldo .
" ck,bohong aja terus" timpal Sintia dengan kesal ia melepaskan genggaman tangan Aldo di tangan nya.
" loh aku gak bohong sayang ,ini aku lagi proses mencintai kamu" timpal Aldo meyakinkan Sintia.
" gak usah panggil - panggil aku sayang " ucap Sintia sewot.
" aku kan sayang sama kamu makanya panggil sayang " balas Aldo
" cih dasar buaya" gerutu Sintia sebal dengan suaminya itu.
" jadi gimana ni ,aku di maafin gak?" tanya Aldo memastikan.
" aku lagi berusaha memahami hati aku sayang ,tapi aku rasa udah ada benih - benih cinta di hati aku untuk kamu " lanjut Aldo
" jangan kasih aku harapan mas" timpal Sintia.
" no sayang ,aku serius aku gak suka kamu diemin aku apalagi dingin ke aku .
malam itu aku hanya khawatir sama kamu ,kamu sendiri tau gimana keadaan emosi mommy waktu itu aku cuma takut kamu kena imbasnya.
aku gak berpikir kalau ucapan aku ternyata nyakitin kamu " ucap Aldo
" aku minta maaf ya sayang,pliss jangan marah lagi ya aku tersiksa kalau kamu diemin gitu yang" lanjut Aldo dengan wajah sendunya.
Bella terdiam membisu beberapa saat namun ia tak tega melihat suaminya itu jika harus ia acuhkan lagi.
" huhh yaudah aku maafin ,tapi janji loh ya jangan diulangi lagi .
kalau gak aku gak akan maafin kamu selamanya dan aku akan cari suami baru" ancam Sintia.
" eh jangan dong yang , nasib aku gimana nantinya " balas Aldo
Bella hanya mengedikkan bahunya acuh.
" iya aku janji gak akan ulangi kesalahan yang Sama lagi" balas Aldo .
" hmm yaudah sekarang ayok kita pulang aku udah capek " ucap Sintia
Aldo membayar tagihan makanan mereka setelah nya barulah mereka pergi meninggalkan restoran tersebut.