Indonesia
NovelToon NovelToon
BLACK AND WHITE

BLACK AND WHITE

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Chicklit / Enemy to Lovers
Popularitas:407
Nilai: 5
Nama Author: Bubble🫧

Pout for Me, Little Mouse.

Keylana Reinhardt, Putri seorang raja perbankan lokal Jerman, diatur ke dalam pertunangan dengan Julian Donnersmarck -- Seorang Miliarder muda dari Berlin yang arogan, pragmatis dan bergaul dengan bebas.

Setelah disatukan, mereka tinggal bersama di Berlin, Kota kelahiran Julian. Tidak ada satu hari pun tanpa perdebatan. Julian tidak meninggalkan kebiasaan moral yang buruk sedangkan Keylana tak kalah nakal, memanggil Julian dengan nama depannya.

Ini tentang Rasionalitas yang terus dipertanyakan dan Perasaan yang dianggap tidak penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubble🫧, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selamat Malam, Pak Polisi

Jarum Speedometer bergulir ke kecepatan yang melanggar aturan lalu lintas sehingga mobil-mobil di jalanan memberikan klakson atas gangguan ugal-ugalan dua kendaraan yang saling kejar-kejaran itu. Lana berpegangan erat.

"Mein Gott!"

Kejar-kejaran terjadi membuat jalanan kacau disebabkan rencana Leon menganggu mereka, Kepanikan Brooklyn atas situasi yang sulit diprediksi akhirnya antara kecelakaan atau penculikan.

Di tengah wajah Lana yang berkedip karena kecepatan tinggi mobil itu, Suara keras mengikuti mereka.

Sirine mobil polisi Jerman, Martinshorn yang bernada tinggi terdengar mendekat. Kilatan lampu biru rotator menerangi wajah Lana dan Brooklyn dari belakang.

Lana menengok ke belakang, Itu sungguh polisi. Ada kelegaan karena akhirnya bisa menyingkirkan Leon tapi juga disusul kekhawatiran karena telah melanggar aturan.

"Lana! Polisi mengejar kita?!"

Leon melihat gangguan itu menjadi kesal, Ia menghela nafas jengkel lalu memacu lebih kencang menghindari pengejaran walau ia tetap akan terkena tilang.

Brooklyn memegang setir dengan wajah pucat pasi sementara mobil Leon menerjang jauh ke belokan lain di depan dan menghilang. Lana menengok ke belakang dengan panik.

"Brooklyn, Kurangi kecepatannya! Polisi sudah ada di belakang kita!"

Mobil Leon sudah menghilang di kegelapan malam dan kembali menatap polisi yang mengejar mereka

"Ya ampun, Seperti diskotik saja." Cemas nya

Brooklyn tiba-tiba mengerem mendadak, tubuh mereka terhentak ke depan. Pandangannya mengikuti Lana yang menengok ke belakang.

"Aku sudah berhenti! Ya Tuhan, Lana! Ini semua karena si pirang itu... maksudku gara-gara kamu!

"Aku?! Yang menginjak pedal gas kan kakimu!"

"Kau yang mendapat masalah dengan si pirang itu dan akhirnya dikejar-kejar lalu aku mencoba menyelamatkanmu dengan tancap gas!"

Dia berceloteh panik seperti idiot membuat Lana memutar matanya dengan tangannya masih memegangi sandaran kursi.

"Aku hanya refleks! Aku takut penculikan itu dan pria itu tampak tidak normal. bagaimana jika dia sikopat atau penjual manusia......"

"Tutup mulutmu! kau mencemari udara di dalam sini."

Lana benar-benar menyumbat mulut Brooklyn dengan selembar tisu mencegahnya berceloteh lagi, membuatnya hanya bisa bergumam sebelum melepeh tisu itu.

Tiba-tiba suara ketukan pintu kaca mobil terdengar keras tiga kali, Brooklyn menurunkan kaca jendela dengan tangan gemetar.

Di luar jendela seorang pria tinggi dengan seragam polisi berdiri di samping kanan sambil bertolak pinggang, wajahnya sangat datar tanpa senyum.

Lana pernah mengenalnya sebagai petugas Müller, yang pasti pria ini sulit dan tak kenal ampun.

"Selamat malam. Anda tahu mengapa saya menghentikan Anda?"

Brooklyn dan Lana saling mendorong tangan satu sama lain dengan panik, Brooklyn yang resah dan Lana yang mengenali ketegasan petugas itu.

Petugas Müller semakin tidak sabar dan berdehem, Lana segera bicara dengan senyum paksa berusaha berwajah manis.

"Guten Abend, Pak Polisi... Mmm, karena kami... terlalu cantik hari ini?"

Petugas itu diam beberapa detik, menatap Lana dengan dingin.

"Bukan. Karena Anda berkendara di kawasan pemukiman Berlin dengan kecepatan 95 kilometer per jam. Batas di sini adalah 30. Anda melewati kamera blitzer kami dan baru saja melakukan balapan liar ilegal yang tidak berizin."

"Tunggu, Pak! Ini salah paham, Kami tidak sengaja! Ini bukan direncanakan. Ini adalah... akselerasi spontan untuk merayakan kebebasan jiwa muda!"

Brooklyn memotong, membela diri sambil mengangkat tangan meyakinkan. Petugas Müller menatap Brooklyn, lalu kembali menatap Lana yang duduk kaku dengan keringat dingin tidak mau membantah mengingat reputasi keluarganya.

"Jiwa muda Anda akan segera merayakan kebebasan dengan berjalan kaki. SIM Anda akan dibekukan, kendaraan Anda disita, dan Anda berdua mendapatkan tiket emas ke daftar poin penalti di Flensburg. Dokumen kendaraan, silakan."

Brooklyn dengan gemetar dan enggan menyerahkan dompetnya.

"Pak, tolonglah. Kami bukan kriminal. Kami cuma lalai. Jalanan Berlin memang... seperti sirkuit masa depan..."

Petugas menerima dokumen, mencatat di papan klip tanpa melihat Brooklyn.

"Jalanan Berlin adalah fasilitas publik, bukan Nürburgring. Anda melanggar pasal Illegale Straßenrennen. Denda maksimal bisa mencapai ribuan Euro."

Brooklyn terdiam dengan mulut terkatup rapat tidak membantah lagi. melirik pada Lana yang juga terdiam.

"Lana! Tawarkan uang damai! Cepat!"

Brooklyn berbisik keras pada Lana. Lana terbelalak dan Ikut berbisik panik.

"Kamu gila ya? Ini Jerman! Menyuap polisi di sini bisa membuat kita langsung masuk koran dan penjara besok pagi!"

Petugas secara samar mendengar bisikan mereka dan mendongak sambil menatap tajam, penanya berhenti.

"Apakah Anda baru saja mendiskusikan rencana suap?"

"TIDAK PAK!"

Brooklyn dan Lana secara serentak mengangkat tangannya dengan panik. Petugas Müller kembali pada pena dan kertasnya.

"Bagus. Keluar dari kendaraan. Mobil Anda akan diderek sekarang juga. Selamat menikmati malam yang mahal di Berlin."

Petugas itu berbalik dengan kaku. Brooklyn menelungkupkan kepalanya ke setir sambil mengerang frustrasi.

"Tidak... Ini mobil Hans..."

Katanya menepuk mobil pacarnya itu. Sementara Lana perlahan mengambil ponselnya dengan cemas.

"Lana... sepertinya besok kita harus mulai langganan kartu bulanan kereta U-Bahn."

Lana menghubungi Nomor Julian menunggunya tersambung sementara suara sirine polisi terdengar menjauh menjauh.

Di jam ini, Julian masih di kantornya meninjau sebuah kontrak, Ponselnya berbunyi dengan id Mein Schatz. Ia menggulir tombol dengan santai disusul suara lana diseberang.

Julian mendengarkan, wajahnya semakin betkerut seiring lana menceritakan semuanya, Ia lalu berdiri membawa mantelnya berjalan keluar.

"Bodoh, bagaimana bisa itu terjadi. Kirim lokasi!"

Lengan Julian segera menyusup ke dalam mantelnya sambil berjalan tergesa-gesa membuat mark yang berdiri di luar bingung.

Perjalanan memakan waktu dan Julian nampak resah dan kesal sambil menyetir. Ia menemukan Lana di lokasi, Ferrari itu mulai di angkat oleh mobil derek sementara Lana dan Brooklyn berdiri di kanan jalan.

Julian memberhentikan Mobilnya di trotoar dan keluar menyebrangi Jalan raya dengan hati-hati tapi cepat untuk menghampiri mereka.

"Herr Donnersmarck...."

Brooklyn memanggil dengan putus asa menunjuk Ferrari Hans yang dibawa ketika melihatnya. Julian mendekat pada mereka dengan wajah khawatir dan jengkel.

"Brooklyn. Kau baik-baik saja?"

Julian berjalan ke arah mereka dengan tergesa-gesa, sedikit keringat muncul di pelipisnya. Lana di belakangnya berkilat jengkel.

"Hei, mengapa kau tidak bertanya padaku?!"

Lana menginjak tanah dengan jengkel sementara Julian mengabaikannya dengan sengaja mengingat temperamen dan tingkahnya, pasti dia baik-baik saja. Julian memandangi mereka dengan serius kali ini, mulai menyilangkan tangan dengan wajah tegas.

"Katakan padaku, Siapa dari kalian yang menyetir?"

Julian menuntut dengan suara otoritas mengabaikan kekhawatirannya. Dua gadis itu saling tunjuk secara bersamaan membuat Julian melotot. keduanya segera menunduk.

"Akulah yang menyetir. Ini karena aku panik terhadap penculik itu."

Brooklyn mengaku sambil tanpa sadar menyebutkan gangguan Leon, Lana menginjak kakinya.

"Penculikan‽"

Julian mengangkat Alis sementara Brooklyn segera menutup mulutnya, mengabaikan kakinya yang sakit. Lana menepuk dahinya.

"Penculik apa, Lana?!"

"Tidak, tidak! itu maksudnya - Adalah isu. Brooklyn takut pada isu penculikan yang sedang marak dan mencoba sampai ke rumah lebih cepat."

"Benar! aku sangat takut dengan berita itu, Herr Donnersmarck."

Brooklyn berbicara walau keringat di dahinya mengatakan hal lain. Julian menyipitkan mata, jelas tidak mudah percaya dengan pembohong handal bernama Keylana.

Julian meraih kedua pundak Lana, menatap tajam sambil mengguncangkan tubuh gadis itu dengan keras.

"Katakan padaku sekarang! Atau aku akan meninggalkan kalian disini!"

1
Jordin Yanti
semangat yha kakak othor ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!