perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menemukan suci
"wulan... dengarkan ucapanku baik-baik" aji menghubungi wulan pagi buta
"apa sih mas? suci lagi?"
"aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku, kamu sendiri yang bicara jujur tentang siapa ayah firman yang sebenarnya. atau aku yang akan membongkar di depan orang tuamu?"
"bicara apa kamu ini? firman itu anakmu, bongkar saja jika kamu mau"
"oke, tunggu saja. aku masih memberi kamu waktu beberapa bulan lagi. lebih baik kamu mengakui sendiri dari pada aku yang berbicara"
"kamu yang salah. kamu yang selingkuh, sekarang kamu marah ke aku"
"silahkan ketawa sebisa mu lan"
aji mengakhiri panggilannya
pagi itu aji mendatangi rumah Mela, sudah lama tidak ketemu ajeng
"selamat pagi anak cantiknya ayah"
"ayahhhhh... " ajeng berhambur memeluk aji
"mau ayah antar ke sekolah?"
"mau... "
Dengan girang ajeng masuk kedalam mobil aji. tanpa dia sadari, ada sepasang mata sedang mengamati aji di balik tirai.
"oh... berarti benar, dia itu selingkuhan tuan" ucap dwi dari balik tirai "dasar laki-laki kurang ajar, sudah punya istri masih selingkuh, cihhhh... ndak seperti yang bik atik lihat"
"Mel, kamu ndak ikut ngantar ajeng?"
"ndak mas, perutku sedikit eror"
"habis makan apa?"
"kayaknya kemarin kebanyakan makan sambel"
"dada ma... ajeng berangkat" ucap ajeng riang
"yah... ibra sekarang baiiikkk... sama aku"
"oh ya????? "
"sudah ndak nakal lagi?"
"ndak yah"
"bagus dunk... kita mampir dulu beli mainan buat ibra ya"
"oke ayah sepermen"
"kok ayah supermen?"
"iya.. ayah aku hebat. ibra sampai takut"
"ndak takut sayang... ibra cuma malu sama ayah"
Aji mampir sebentar untuk membelikan mainan untuk anaknya dan ibra
Sesampainya di sekolah dan sekaligus daycare itu
"ibraaaa... " teriak ajeng
"halo om "
"selamat pagi jagoan. lihat om punya apa" aji mengeluarkan mobil-mobilan dari tas ajeng
"wahhhh... " ucap ibra girang
"kamu suka?"
"terimakasih om baik"
Setelah mengantarkan ajeng sampai di ruang kelasnya, aji kembali sebagai pengusaha yang tegas dan berwibawa.
"kok belum ada kabar ya dari temannya suci" ucap aji gusar, menunggu kabar tentang suci
Sesampainya di kantor
"pak, besok jadwal ke kediri dan tulungagung ya pak"
"may, untuk kali ini bisa ndak kamu yang handle acara itu?"
"bapak mau pergi?"
"ndak sih may, cuma ada sedikit urusan saja"
"baik Pak"
"besok biar di antar yanto ya"
"baik Pak"
"hari ini aku mau pulang lebih awal. jika ada sesuatu kabari saja"
"baik Pak"
"jangan lupa ajukan juga cuti pernikahanmu"
"baik Pak"
aji pergi meninggalkan kantornya
Tiba-tiba ponsel aji berdering dari nomor yang tidak dia kenal
"halo, selamat siang"
"selamat siang, saya nia temannya dwi"
"oh nia? yang kemarin ya?"
"iya mas"
"bagaimana nia? apa ada kabar tentang dwi?"
"dwi sekarang di kampus mas"
"selesai kelas jam berapa?"
"sekitar satu jam lagi"
"oke. tolong tahan dia di sana ya nia"
"baik mas. jangan lupa komisinya ya"
"beres.. kirim no rekening kamu"
tak lama kemudian
"sudah saya tranfer ya. jangan sampai lepas"
"siap mas. tenang akan aku jaga dia"
aji semangat mendengar kabar baik itu
Setibanya di kampus
dari kejauhan aji melihat dwi sedang berbincang dengan beberapa temannya. ketika aji mendekat, dwi melihat aji, dan dia hendak pergi
"suci... tunggu" aji menarik tangan suci
"lepas... lepas.... " suci meronta, dan menjadi pusat perhatian Teman-temannya
"tolong dengarkan dulu" tukas aji
"pergi tuan. jangan ganggu saya"
"heyyy... stop panggil saya tuan"
suci diam dan terus berjalan, aji tetap mengejarnya
"tolong tuan, saya datang kesini ingin mencari ilmu, saya tidak mau membuat masalah"
"tolong dengarkan saya. satu kali ini saja"
Suci berlari ke parkiran
"bet... nebeng" ucap suci langsung naik ke motor robet
"suci tunggu.... " aji mengejar suci yang sudh pergi jauh
"aaarrrgg.. wulan... lihat saja kamu ya" ucap aji geram
"bet... turunkan aku di depan. terimakasih ya"
Suci berjalan dengan cepat, takut jika aji mengikutinya.
Suci sengaja mencari tempat kost yang dekat dengan rumah Mela, di samping tidak terlalu jauh dari kampusnya, dia juga bisa mencari tau hubungan Mela dan aji.
******
malam itu aji mampir ke rumah Mela, bercanda dengan ajeng bisa sedikit menghilangkan ketegangan di otaknya
"ajeng... lihat. siapa yang datang" ucap Mela
"ayah.... " ajeng berhambur memeluk aji
"lihat ayah bawa apa. taraaaaaa.... " aji mengeluarkan boneka labubu yang pernah di minta oleh ajeng
"labubu... " kata ajeng girang
"boneka gigi"
"labubu yah... namanya labubu"
"boneka gigi jeng... ini giginya gede-gede... hiii seremmmmmm"
"bair.. aku suka" ajeng memainkan bonekanya
"nginap disini mas?"
"lihat saja nanti ya Mel"
"kayaknya suntuk banget mas? ada masalah?"
"wulan Mel"
"kenapa dengan mbak wulan? mau aku buatkan kopi?"
aji mengangguk. Mela masuk kedalam rumah dan membuatkan secangkir kopi untuk aji
"makasih ya" ujar aji meraih cangkirnya
"kenapa dengan mbak wulan?"
Aji menceritakan kejadian yang menimpa suci
"jadi dwi itu suci?"
"iya Mel, bodohnya aku sampai ndak tau kalau itu suci"
"mas belum pernah ketemu sama dia?"
"pernah satu kali, dia pakai masker, katanya sakit. aku ndak ngenali dia mel" ucap aji sambil menyeruput kopinya
di kejauhan suci melihat pemandangan aji dan Mela
"dasar laki-laki hidung belang. yang selingkuh siapa yang di tampar siapa. cobaan apa ini Tuhan????" gerutu suci
"trus apa rencanamu sekarang mas?"
"nyari suci sampai dapat"
"kemana?"
"tadi sudah aku cari di kampusnya"
"ketemu?"
"ketemu, tapi dia pergi. sepertinya dia memang marah sama aku Mel" ucap aji gusar
"besok ke kampusnya lagi mas. siapa tau dia mau mendengarkan penjelasanmu"
"aku benar-benar jengkel ke wulan Mel"
"tapi kalau mbak wulan ndak datang, mungkin kamu sampai sekarang ndak tau kalau dia suci mas"
"iya ya... tapi jangan dengan cara seperti ini mel"
"apa yang bisa aku bantu mas?"
"ndak ada mel. mendengarkan curhatan ku sudah lebih dari cukup. selama ini hanya kamu yang bisa aku ajak bicara"
"mas punya fotonya suci?"
"ndak punya"
"aku sekali ketemu dengan dia, itu aja cuma sebentar. kalau ketemu dijalan mungkin juga sudah lupa mas"
"aku tidur disini ya mel. lelah sekali badan ini"
malam sudah semakin larut, aji masuk kedalam rumah yang dia beli untuk Mela. dan suci melihat ketika aji masuk kedalam rumah itu
"amit amit... amit amit... kalaupun dia kaya, ndak akan mau aku nikah sama laki-laki macam itu" gerutu suci
*****
Keesokan harinya
"buk, mbak yang di sebrang itu punya usaha kue ya?"
"iya wi. kiosnya ada di sebrang jalan sana"
"itu suaminya?"
"iya, mereka pindah kesini waktu mbk Mela hamil besar"
"kenapa tanya tanya wi?"
"ndak papa buk" ucap suci lalu pergi kekampus