Indonesia
NovelToon NovelToon
PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

PRADA TRACE : Melacak Jejak Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / TKP
Popularitas:31.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Pradipta mendirikan divisi PRADA TRACE. Dia menerima klien yang ingin mencari anggota keluarga, teman, atau kerabat yang hilang. Pradipta bekerja sama dengan Gilang dalam menjalankan PRADA TRACE.

Namun setiap kasus yang mereka dapat, selalu menuntun mereka ke sebuah misteri yang harus dipecahkan.

Terkadang, orang yang mereka cari sudah menjadi arwah. Gilang pun harus menggunakan kemampuannya untuk menemukan jejak arwah dibantu oleh Prisa dan Jung Kook.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Realisasi Rencana

Setelah Giana menghilang, pria mesum itu kembali memakai celananya. Dia berjalan menuju sebuah van yang terparkir tidak jauh dari sana. Pria itu segera duduk di samping pengemudi.

“Dua hari lagi, Nunu bakal culik dia,” ujar pria di belakang kemudi yang ternyata adalah Ruben.

Pria yang duduk di samping Ruben hanya mengangguk. Pria bernama Artos itu baru diajak bergabung dengan Ruben sekitar enam bulan yang lalu.

Artos tertangkap basah oleh Ruben saat melakukan aksinya. Akhirnya, Ruben merekrut pria itu.

Artos diberi kebebasan untuk melakukan kebiasaan anehnya dan dijamin keselamatannya, asalkan mau bergabung dalam organisasi Kembang Malam. Organisasi ini terkenal dengan kegiatan sosialnya, yaitu menyantuni anak yatim piatu dan kaum lansia.

Namun, organisasi ini memiliki bisnis lain yang tidak diketahui banyak orang. Diam-diam, mereka melakukan perdagangan manusia.

Awalnya mereka membuka perusahaan yang memberangkatkan para pekerja wanita keluar negeri. Mereka diiming-imingi pekerjaan yang layak dengan gaji besar.

Nyatanya, para pekerja itu justru dijadikan pekerja seks komersial di luar negeri. Setelah dua tahun beroperasi, sindikat ini terendus oleh polisi dan berhasil dibubarkan.

Namun, aktivitas mereka tidak berhenti. Mereka tetap beroperasi, tetapi dengan modus operandi yang berbeda.

Sindikat kembang malam mulai mengincar para wanita muda yang dianggap cocok dijadikan pekerja seks komersial. Mereka biasa beroperasi di satu wilayah. Setelah mendapatkan cukup banyak gadis, barulah mereka berpindah ke lokasi lain.

“Kita masih butuh berapa perempuan di daerah ini?” tanya Artos.

“Sudah lengkap. Gadis tadi adalah yang terakhir. Dua lainnya sudah diambil Nunu. Tinggal Giana.”

Ruben masih mengingat nama Giana. Selain karena mereka baru bertemu siang tadi, dia juga menyukai Giana.

Rencananya, sebelum mengirimkan Giana ke luar negeri, pria itu ingin mencicipinya terlebih dahulu.

“Setelah itu kita pindah ke mana?” tanya Artos lagi.

“Mungkin daerah Jatinangor. Tapi sebelumnya, kita harus mengirimkan paket pertama dulu.”

Artos hanya mengangguk. Awalnya, kegiatan memamerkan alat kelaminnya hanyalah untuk menyalurkan hobi anehnya.

Namun, setelah bertemu dengan Ruben, dia justru mendapat bayaran dari kebiasaannya itu.

Ruben segera menyalakan mesin mobil, lalu meninggalkan tempat tersebut.

Gilang, yang sedari tadi mengintai, segera keluar. Tadi, dia sempat mengambil gambar plat nomor polisi mobil yang digunakan Ruben. Gilang segera menuju gedung apartemen untuk menemui Giana.

Di area parkir, Gilang melihat Giana sedang berbicara dengan Pradipta.

“Gimana, Gi?” tanya Gilang begitu berada di dekat Giana.

“Gimana apanya?” tanya Giana dengan bingung.

“Lo sempat lihat burung perkututnya, nggak? Beneran ukurannya minimalis?” tanya Gilang tanpa saringan.

Wajah Giana langsung memerah. Dia jadi teringat pada kejadian tadi. Sebenarnya Giana sudah merasa bahwa pria mesum sedang mengikutinya.

Dia juga sudah menduga bahwa pria itu akan memperlihatkan burung perkututnya jika dia berbalik.

Karena itu, Giana berniat mengalihkan pandangan saat berbalik agar tidak melihat area sensitif itu. Namun, rencana itu hanya tinggal rencana. Nyatanya, begitu berbalik, pandangannya langsung tertuju pada burung perkutut si pria mesum itu.

“Lo harus bersyukur, Gi. Dapat rezeki nomplok malam-malam,” sambung Gilang sambil tertawa terpingkal-pingkal.

Saking kesalnya, Giana langsung mendaratkan tendangan Beckham ke bokong Gilang. Pradipta langsung meminta Gilang berhenti menggoda Giana. Masih ada hal penting yang harus mereka bahas.

“Mending sekarang kita balik ke kantor. Gi, kamu mau aku antar pulang?”

“Mending ikut balik ke kantor. Kalau pulang ke kos jam segini, suka dinyinyirin sama ibu kos.”

“Ya, udah. Ayo,” ajak Pradipta. Giana segera mengikuti Pradipta disusul Gilang.

Dalam waktu sepuluh menit, ketiganya sudah kembali ke kediaman Pradipta. Ternyata pegawai di Arkana Technology masih belum pulang. Mereka harus lembur demi menyelesaikan pekerjaan.

Pradipta mengajak Gilang dan Giana ke bus PRADA TRACE.

“Kejadian tadi udah menjelaskan kalau Ruben terlibat dalam aksi penculikan. Tapi kita nggak tahu perannya apa. Yang harus kita pikirin, dua hari lagi, Giana bakalan diculik,” ujar Pradipta.

“Makanya, kita harus buat persiapan. Yang jelas, kamu harus bawa alat pelacak dan alat penyadap juga. Supaya kita bisa dengar percakapan mereka, apa rencana mereka dan posisimu,” ujar Gilang.

“Nah, benar apa kata Gilang,” sahut Pradipta.

“Oh ya, habis kasih kamu rezeki, tuh cowok mesum naik ke mobil. Gue udah foto pelat nomornya. Bisa kali mintol sama Bang Nino atau Kang Asep buat cari tahu pemiliknya.”

Gilang memperlihatkan foto yang diambilnya tadi. Setelah mendapat persetujuan Pradipta, pria itu mengirimkan foto tersebut ke nomor Nino.

Selanjutnya, Pradipta bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju mejanya. Dia mengeluarkan dua alat dari laci meja, lalu kembali mendekati Giana dan Gilang.

“Pakai gelang ini. Ada alat pelacak di dalamnya. Kalau alat penyadap, simpan di tempat yang aman supaya nggak ketahuan,” ujar Pradipta sambil menyerahkan kedua alat tersebut kepada Giana. “Biar ada alat ini, kamu harus tetap hati-hati,” lanjutnya.

Giana mengangguk pelan. Dadanya sedikit berdesir mendengar ucapan Pradipta. Secara tidak langsung, pria itu mengkhawatirkannya.

“Lebih baik, kamu istirahat. Tidur aja di kamar tamu,” ujar Pradipta.

Melihat Giana yang tampak sungkan, Gilang segera menarik tangan gadis itu, lalu membawanya ke rumah.

***

Dua hari kemudian, Pradipta, Gilang, dan Giana bersiap menjalankan rencana mereka. Giana sudah mengenakan gelang yang sudah diberi alat pelacak. Kemudian ada alat penyadap juga sudah disisipkan ke dalam gantungan tasnya.

Pradipta dan Gilang memantau dari dalam mobil. Gilang bertugas memantau posisi Giana melalui alat pelacak yang terhubung ke ponselnya. Sementara itu, Giana tidak pergi sendirian, melainkan ditemani oleh Jung Kook dan Prisa.

Giana berjalan pelan menyusuri trotoar menuju gedung apartemen. Dia menggendong tas punggung berukuran kecil sambil memainkan ponselnya.

Ketika Giana melewati sebuah pohon besar, seseorang muncul dari balik pohon, membekap mulutnya kemudian menarik gadis itu.

Giana kehilangan kesadaran akibat obat bius yang disemprotkan pada sapu tangan. Tubuh mungilnya dimasukkan ke dalam van. Pria yang berada di belakang kemudi kemudian langsung melajukan van tersebut.

Pradipta tidak langsung menyusul. Dia menunggu sebentar agar tetap menjaga jarak. Lima menit kemudian, barulah pria itu melajukan mobilnya.

Gilang terus mengarahkan mereka harus pergi melalui informasi lokasi dari alat pelacak yang dikenakan Giana.

Mobil yang membawa Giana berguncang saat melewati jalan berbatu. Guncangan tersebut membuat Giana tersadar.

Gadis itu membuka matanya. Pandangannya langsung tertuju pada kaca jendela mobil. Hanya kegelapan yang terlihat olehnya.

“Kamu udah sadar ternyata,” ujar Nunu sambil menoleh ke belakang.

“Aku di mana?” tanya Giana sambil berusaha bangun.

Nunu tidak mengatakan apa pun. Pria itu kembali mengalihkan pandangannya ke depan.

Mobil yang membawa Giana terus berjalan melewati deretan pohon besar dan masuk semakin dalam.

Selang lima menit kemudian, mobil yang kendarai Pradipta tiba di lokasi. Namun, Pradipta terpaksa menghentikan mobilnya saat melihat ada lima orang menghadang jalan sambil membawa pentungan dan senjata tajam.

***

Waduh😱

1
Sri rahayu
ga di mana" polisi itu seperti ladusing yg datang kalau udah beres atau udah viral
nayla tsaqif
Waduuhhhh ada balada cinta segi tiga kahhhh,, dipta-leya-giana😌
Safitri Agus
syukurlah☺️
Safitri Agus
wah Indihome juga ya🤭
Eka Burjo
leya kereeeen👍
Ayuk Witanto
gimana pasti syok berat
Ayuk Witanto
mampus si ruben
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
iya Leya nyelametin datang tepat waktu ....syukur Alhamdulillah Giana selamat 🙏🏻👍🏻
Umma Ridwan
Alhamdulilla ternyata gadis yang tewas di hutan bukan Anjani, part ini bikin deg degan menguji adrenaalin tau👍💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
pasti kamu bakal trauma ya Gi....
mulai sekarang kamu pelatihan ilmu bela diri ya Giana....harus punya bekal...ini jd pengalaman yg berharga....agar kedepannya siap segalanya ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
bughh👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻👊🏻
terima noo bogem mentah ...
hajar teroozzz si Ruben nya Leya.....jangan kasih kendor...
Ayuk Witanto
semoga Nino dan Asep gercep di lokasi
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
apakah Leya bakal jodohnya Dipta ...
berarti nii pertemuan ke ✌🏻 ya 🤭
Nani Rahayu
waduh....bahaya sekali....
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wuiwww....Leya kerenn ....
srikandi tanpa tanding ....pantesan berani ngebolang sendirian....dia punya cukup ilmu bela diri rupanya.....kalo gk punya bekal pastinya sangat riskan untuk seorang cewek melanglang buana menjelajah touring sendirian 👏🏻👍🏻
tehNci
Kereeeen si Leya ini. Pantesan berani jadi traveller ke alam liar, malam² lagi..
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Untung ada Leya. Bisalah next Jung Kok belajar beladiri ma Ahqam kali ya🤭
tehNci
Prisa mana niih...biasana dia hobi banget ngerasukin tubuh Gilang, skrg, ayodong masuk ke tubuh Giana biar bisa ngelawan si Ruben
Sri rahayu
sebenarnya hidup itu enak mati muda apa mati tua sih ??
tehNci
Biasanya, karena gak bisa nahan nafsu syahwat, rencana yg sudah dibikin jadi gagal. kayak si Desta waktu itu...Anindito jadi ninggalin jejak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!