Ameera . . . . . .
Gadis mandiri, pekerja keras, cantik, dan cerdas. .
Ameera jatuh cinta dengan teman sekantornya dan mereka memiliki keluarga yang bahagia dengan kehadiran malaikat kecil bernama Naura
Bagas . . . . .
Suami dari Ameera yang masih belum selesai dengan masa lalunya sehingga menyebabkan masalah besar dirumah tangganya
Keenan . . . . .
Tampan, Dingin tapi berhati lembut, Keenan merupakan pemimpin perusahaan ditempat kerja Ameera yang baru
Bagaimana kehidupan Ameera dan Naura selanjutnya?? Akankah mereka kembali ke Bagas atau Kenan??
.
.
.
Terimakasih kepada pembaca yang sudah bersedia membaca karangan novel saya yang pertama..
Saya berharap cerita yang saya sajikan tidak membosankan pembaca, dan mohon dukungan dan komentar yang membangun..
Semoga saya bisa lebih baik lagi kedepannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Setelah sarapan ameeera dan keenan pergi ketoko langganan mama viona untuk mencari cincin, keenan sudah mengabari mama viona sebelumnya
"Selamat pagi pak keenan" penjaga toko menyambut keenan dan ameera ramah
"Selamat pagi" keenan tersenyum mengangguk
"Mari pak saya tunjukkn koleksi terbaru"
Penjaga toko menunjukkan koleksi cincin berlian terbaru
"Kamu mau yang mana ameera? ambil saja jika memang suka"
Ameera mengangguk, mereka memilih cincin bersama dan jatuhla pilihan ameera pada cincin berlian simple tapi tetap elegant, setelah memilih cincin mereka tidak langsung pulang kekantor melainkan menjemput naura sekolah
"Om tampaaaan, om tampan jemput nola juga? nola seneng deh"
Keemam menggendong naura, ia mencium gemas pipi naura
"Iya donk, om kangen soalnya, gimana sekolahnya"
"Sekolah nola tidak enak, teman-temannya nakal"
Ameera dan keenan saling pandang, lalu membawa naura masuk kedalam mobil
"Hari ini biar mama yang menyetir oke, kita jadi penumpang saja"
Naura tertawa menutup mulut dengan tangannya, gemas sekali
"Baiklah ayo kita jalan"
"Kita kekantor saja, naura akan ikut denganku keruangan"
"Jadi teman naura nakal kenapa? apa naura mau pindah sekolah?"
Kini keenan tau apa yang membuatnya terluka begitu dalam, ejekan dari teman-temannya membuat ia begitu terluka, ia menyimpannya sendiri, kasian sekali naura
Naura melihat mamanya, ameera tersenyum membelai pipi naura, ia iba melihat putrinya yang memendam penderitaannya sendiri
"Apa boleh nola pindah sekolah ma?" naura bertanya takut
"Boleh donk sayang, kita cari sekolah baru ya, jadi mulai besok naura g usah sekolah dulu, nanti mama kasi tau sama guru naura oke"
Keenan tersenyum memeluk naura
"Makask mama, makask om tampan"
Naura mencium om tampannya
"Mama g dicium nih?"
"Mamanya lagi nyetil, bahaya"
Mereka tertawa bersama
.
.
.
Mereka telah tiba diparkiran, naura menggandeng tangan ameera dan keenan, ameera melihat keenan, ia sedikit takut akan menjadi pusat perhatian
"Tenanglah, sebentar lagi kita juga akan menikah, cepat atau lambat semua orang akan tahu"
Keenan mengedipkan sebelah matanya, ameera pasrah
Ting...
Pintu lift terbuka, dan benar saja mereka menjadi pusat perhatian, keenan yang memang cuek berjalan santai, ia dan naura meninggalkan ameera, ameera pergi keruangannya dengan jalan menunduk
*****
Hari ini keenan dan keluarganya akan melamar ameera, mereka bersiap untuk kerumah ameera
"Papa cepatla, nanti keburu malam"
"Iya sayang sebentar"
"Keenan keen, cepatla turun, nanti keburu malam"
Mama viona sibuk memanggil para lelaki punjaan hatinya, kayla anak perempuannya tidak bisa hadir karena rino masih memerlukan terapi, ia sudah seperti biasa hanya tinggal beberapa kali terapi saja maka ia akan sembuh sepenuhnya
Papa dan mama viona sudah siap bergegas pergi, keenan yang baru turun dari kamarnya membuat kedua orang tuanya pangling, ia terlihat tampan sekali
"Wah wah wah wah anak siapa ini? kenapa hari ini begitu tampan? pantas saja naura memanggilnya om tampan" mama mengelilingi keenan mengomentari penampilan anaknya yang tidak biasa
"Apaan sih ma, uda ayok kita pergi"
"Keenan itu seperti papa muda dulu ya ma"
"Gantengan anaknya mamalah"
Keenan tersenyum menggeleng kepala melihat kelakuan kedua orang tuanya
"Assalamualaikum"
Dimas dan dinda yang ikut rombongan keenan telah tiba, disusul dengan dika, yang ternyata dika adalah sepupu keenan dari papa gio
"Alhamdulillah sudah berkumpul semua"
"Hai ma, pa" dika menyapa mama viona dan papa gio, dika yang yatim piatu sudah menganggap mama dan papa gio seperti kedua orang tuanya
"Lama sekali anak mama satu ini tidak berkunjung bahkan mama masuk rumah sakit saja dia tidak menjenguk mama" mama viona merajuk
Dika nemeluk mama viona dari samping
"Maaf mamaku sayang, dika kemaren sibuk ma, keenan memberikan pekerjaan yang banyak sampai-sampai jodoh pun belum dika temukan"
Mama tertawa mendengat guyonan dika, ya dika berbeda dengan keenan, jika keenan dingin dika seperti musim panas, menghangatkan dan ia juga humoris, dika memeluk papa gio memberi salam, mereka mengobrol
"Ya sudah ayo kita pergi, nanti kelamaan ameera nunggunya"
.
.
Rombongan keenan telah sampai kerumah ameera, berbeda dengan rombongan keenan yang hanya berenam, keluarga ameera termasuk keluarga besar saudaranya datang untuk melihat calon ameera
"Asalamualaikum papa gio memberi salam".
"Waalaikumussalam, mari pak silahkan masuk" ayah dan beberapa tetangganya juga adiknya menyambut papa gio
Didalam sudah ramai sekali undangan tetangga dekat dan saudara dari sysh dan ibu ameera, beberapa dari tamu undangan terpesona dengan ketampanan keenan, mereka saling berbisik
"Om tampaaan" naura berlari kearah keenan
"Hai princess, cantik sekali princess om ini"
Naura tertawa malu menutup mulutnya
"Hai atel dimas, hai onty dinda"
"Hai sayang, sini sama onty, sudah lama kita tidak bertemu, ontu kangen"
Naura berpindah kepada dinda
Acarapun akan dimulai, setelah sambutan dari keluarga ameera dan kini giliran papa yang menyampaikan hajat kedatangannya yaitu untuk melamar ameera azzahra untuk anaknya keenan ravindra, setelah kedua keluarga saling memberi sambutan kini ameera dipanggil oleh keluargaanya untuk ikut duduk dan bertemu dengan keluarga pihak laki-laki
Keenan akan langsung melamar ameera didepan seluruh keluarganya, ia mengambil alih pembicaraan
Keenan menatap ameera dengan tatapan romantis, ameera yang juga menatap keenan membuat jantungnya berdebar kencang
"Bismillahirrohmannirrohim, Assalamualaikum wr.wb, Ameera Azzahra...cinta pertamaku adalah ibuku..dan naura, tetapi aku akan menjadikanmu cinta terakhirku, bertemu denganmu adalah keberkahan yang Tuhan berikan padaku untuk melengkapiku, izinkan aku untuk menghapus luka di masa lalumu yang akan kugantikan dengan kebahagian yang tak terhingga, Jika dulu cinta pertamamu menorehkan luka, maka izinkan aku sebagai cinta terakhirmu untuk bisa menghadirkan surga, Ameera Azzahra maukah kau menikah denganku?"
Ameera meneteskan air matanya, ia menatap keenan dengan tatapan yang sulit diartikan, semua orang yang hadie menunggi jawaban ameera, ameera melihat naura, naura mendatangi keenan dan duduk dipangkuan keenan
Ameera menangis bahunya terguncang, beberapa saat kemudian
"Bismillahirrohmanirrohim, Terima kasih atas niat baikmu melamarku, InsyaAllah dengan restu ayah dan ibu saya bersedia menerima lamaran Keenan Ravindra sebagai suami dan juga imam yang akan menuntunku dan anakku menuju surga"
Semua tamu mengucapakan Alhamdulillah, dinda mengucapkan selamat dan memeluk mama viona yang terharu
Keenan dan ameera saling memakaikan cincin dijari manis mereka, naura riang bertepuk tangan
Acara dilanjutkan dengan makan bersama
Dinda memeluk ameera mengucapkan selamat kepada sahabatnya
"Ameraaaa... selamat bestie akhirnya berlabuh juga, sumpah gue seneng banget tau g"
"Selamat ameera" dika juga mengucapkan selamat kepada ameera
"Loh kok bapak disini?"
"Panggil dika aja meer, kita g sedang dikantor"
"Baikla di..dika, aneh pak"
Dinda tersenyum
"Belum biasa aja kali lo"
Dika dan ameera mengangguk, mereka melanjutkan obrolan mereka
Setelah selesai makan dan berbincang, rombongan keenan pamit pulang
"Ma, pa dika duluan ya, dika ada urusan"
"Kamu selalu saja sibuk, baikla kami hati-hati ya jangan ngebut ya"
"Beres ma" dika juga berpamitan kepada keenan dan dimas
.
.
Diperjalanan pulang dika sedikit mengantuk, ia berhenti di swalaya untuk membeli air dan menghilangkan ngantuknya, lalu ia kembali menyetir
Beberapa saat setelah ia menyetir, tidak jauh dari swalayan ia melihat seorang wanita yang berjalan lunglai, wanita itu terjatuh tak sadarkan diri, dika yang melihatnya menghampirinya
"Mbak..mbak.." ia menepuk kedua pipi wanita tersebut namun wanita itu tidak kunjung sadar
Dika melihat sekeliling untuk meminta bantuan, tidak ada satu orang pun, ia pun bergegas menggendong wanita tersebut dan membawanya kerumah sakit
Dika membawanya ke IGD, dokter dan perawat IGD menangani wanita tersebut, dika diminta memberikan informasi seputar wanita yang dibawanya, dika pun menjelaskan yang terjadi
Tenyata wanita yang ditemui dika merupakan korban kekerasan, disekujur tubuhnya penuh luka lebam dan beberapa luka goresan, perawat menjelaskan kondisi pasien kepada dika
"Apakah bapak akan melaporkan kasus kepolisi? jika iya maka pasien akan di visum terlebih dahulu"
"Hmm maaf sus saya tidak mengenal pasien, sebaiknya kita tunggu dia sadar dulu saja"
Perawat mengangguk dan meninggalkan dika
"Sus apa dibaju atau kantong celananya anda tidak mendapatkan informasi?"
Suseter menggeleng lemah
.
.
"Pak maaf pasien juga mengalami kekerasan seksual pak" perawat yang sama keluar lagi untuk memberi info kepada dika
Dika kaget
"Sus saya ingin membawa kasus ini ke polisi, ini tidak bisa dibiarkan, kasian sekali wanita itu"
"Baik pak"
Dika duduk termenung menunggu hasil pemeriksaan wanita itu, ja sedikit terlelap sampai suster membangunkannya
"Pak pasiennya sudah sadar"
Dika masuk kedalam untuk melihat, ia kasihan sekali melihat wajah dan tunuh wanita itu penuh dengan luka, wanita itu melihat dika
"Te ri ma ka sih pak, se ka rang pu lang lah" perempuan itu terbata menahan sakitnya
"Tidak besok aku kan membawamu kekantor polisi kita akan menyelesaikan masalahmu"
Seketika wanita itu berteriak histeris, beberapa perawat memegangnya termasuk dika, dokter memberikan suntikam penenang, wanita itupun tenang
"Ada apa dengan wanita ini? aku jadi penasaran"
.
.
.
Bersambung...
Semoga sukaa
jangan lupa like dan koment
mohon dukungannya 🥰🙏
Gak perduli,malah diceraikan,giliran,gak
Bisa punya anak baru ingat