Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Untuk Suamiku

Istri Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:428.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: aini nabila

Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.

kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.

yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.

Ig;Aininabila23

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

"Mas Malam ini kamu tidur sama Aura ya," ujar Kanya setelah dia dan Adit serta Aura selesai sholat berjamaah.Adit pun melirik kearah Aura dan ternyata Aura juga melirik kearahnya.

"Kemarin kan udah," ucap Adit.

"Hmm iya, tapi hari ini lagi ya, soalnya aku mau nemenin Nizam tidur," ucap Kanya sembari tersenyum.

"Owh yaudah, kita tidur bertiga aja," ucap Adit.

"Tapi aku cuman mau sama Nizam mas, lagipula sempit kalau bertiga, kamu sama Aura aja dulu," ujar Kanya.

"Mba, kemarin mas Adit udah sama saya, kan harus adil, hari ini sama mba ya," ucap Aura, dia sudah tidak tau ingin berucap seperti apa, pada intinya dia hanya ingin Adit kembali bersama Kanya.

"Tapi Ra..."

"Saya kekamar duluan mas, mba," ujar Aura lalu pergi menuju kamarnya. Adit dan Kanya pun saling bertukar pandangan.

"Kenapa semakin hari kamu semakin menghindar dari aku," ucap Adit saat kaki kanya sudah ingin melangkah pergi.

"Aku nggak menghindar,"

"Orang buta pun tau kalau kamu sedang menjauhi aku, salah aku dimana Kanya?, kamu tinggal bilang dan aku akan memperbaikinya," ucap Adit yang sudah merasa lelah dengan sifat Kanya yang sekarang, dia juga lelah harus terus mencari alasan agar tidak bersama Aura.

Kamu nggak salah mas, aku yang salah dan aku ingin kamu dan Nizam nggak bergantung sama aku sebelum aku pergi jauh, batin Kanya.

"Aku mau kekamar mas, permisi," ucap Kanya ingin beranjak pergi, tapi tangannya dicekal oleh Adit.

"Jawab pertanyaan aku dulu," ujar Adit.

"Kamu nggak salah, aku yang terlalu buruk untuk kamu," ucap Kanya lalu melepaskan tangan Adit dan pergi.

"Maksud kamu apa?, Kanya!!" ujar Adit yang tidak dapat mencerna maksud dari Kanya.

"Nizam," panggil lembut Kanya sambil membuka pintu kamar putranya itu.

"Bunda," ujar Nizam yang tadinya fokus menulis sekarang melihat kearah Kanya.

"Anaknya bunda lagi ngapain?"

"Bikin puisi untuk bunda, kata bu guru lusa kita dalam kelas ada pertandingan puisi dan semua orang tua wajib datang, bunda sama ayah bisa datang kan?" ucap Nizam girang.

"Bisa dong sayang, apa sih yah nggak buat putra bunda ini," ucap Kanya lalu mengecup kening Nizam dan itu membuat Nizam tersenyum.

"Nizam sayang bunda karena Allah," ucap Nizam pelan, tapi masih dapat didengar oleh Kanya, Kanya pun meneteskan air mata mendengarnya, sungguh dia tak ingin pergi sebelum melihat putranya itu bahagia dan baik-baik saja tanpa dirinya.

"Bunda juga sayang Nizam karena Allah. Sekarang tidur yuk sayang, bunda temenin," ucap Kanya lalu membawa Nizam menuju ranjang dan membacakan anaknya itu dongeng.

"Kok belum tidur nak?" tanya Kanya karena dia sudah hampir satu jam membacakan Nizam dongeng dan Nizam belum tidur.

"Nizam pengen dipeluk ayah sama bunda, bolehkan?" ujar Nizam membuat Kanya terdiam.

Ya tuhan, bagaimana ini aku tak ingin Nizam merasa kurang kasih sayang, tapi aku juga harus mulai jaga jarak sama mas Adit, batin Kanya.

"Bunda bolehkan?"

"Ayah udah tidur nak, besok saja yah baru Nizam peluk ayah," ucap Kanya sambil mengelus kepala Nizam, terdapat raut kekecewaan diwajah anak itu, tapi dia berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menunjukkannya pada Kanya.

Pagi yang cerah pun tiba, kanya keluar dari kamar Nizam pada pukul 9.00 pagi, itu ia lakukan supaya Adit meminta bantuan pada Aura untuk memasangkannya dasi dan supaya Aura bisa memasak untuk Adit.

Dia berjalan keluar menuju kamarnya dan ternyata dia menemukan Adit diatas ranjang dengan wajah pucat.

"Kamu kenapa mas?" tanya Kanya lalu menyentuh kening Adit dan ternyata Adit demam. "Sebentar yah, aku ambilin kamu obat dulu," lanjut Kanya yang sudah ingin pergi tapi tangannya ditahan oleh Adit.

"Aku nggak mau minum obat, aku hanya mau kamu disini, disamping aku," ucap Adit.

"Mas, kamu nggak akan sembuh kalau kamu nggak minum obat," ujar Kanya.

"Aku akan jauh lebih baik jika kamu disini dan jangan kemana-mana, please," ujar Adit memohon.

Bagaimana mungkin mas, aku bisa pergi dengan tenang kalau kamu dan Nizam masih terus bergantung sama aku, batin Kanya.

1
Rita Nurleni
Biasa
Rita Nurleni
Kecewa
Suty Chuang
Luar biasa
Romaraswaty
bagus
Masri Masri
setau sy klo p ndonor in sunsum tlng belakang itu gak bikin mati y
Masri Masri
aura sodara yg hilang y,apa yg donorin sumsumnya aura
Ⓜ️🅰️®️TIN🅰️
yang bisa donor sum sum tulang belakang itu harus familykan...
koq bisa orang asing...
teti kurniawati
Saya mampir. Mampir yuk di karya saya

"Suami, rupa madu mulut racun."
Hapsah Mokoginta
lanjut👍
Suprawani Mami
harusnya gak mati thor orang donor sungsum seperti donor hati juga gak mati
Suprawani Mami
lho emangnya orangvdonor sungsum itu trs meninggsl ta..
Suprawani Mami
jaman sekarang kok banyak istri mengundang pelakorr..
Suprawani Mami
beli rumah dr gaji rumahtangga...
Yona Mardiati
kenapa hatiku yang nyeri bacanya ya...
Ikhlas Wati
jujur woi jujur
Vanny Kaunang
Adit egois... apa hanya ga bisa dapat perawan nya sampai segitu marahnya.
itukan masalalu anak remaja yang labil.
Vanny Kaunang
hadir nih
Destra Vajrapratama
udh aura pergi aja mending sama dokter yg udh ambil keperawaanan mu lgan kenzo cinta sama kamu.utk apa sama adit suami org
Destra Vajrapratama
visual thorr
puspA
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!