Sebuah keluarga besar yang memiliki nama keluarga Ferdiansyah harus merasakan penyesalan yang sangat besar karena kesalahan mereka dimasa lalu
Merasa menyesal dan bersalah karena telah mengakibatkan seorang gadis cantik dan manis bernama Naina Fitriyani yang berumur 18 tahun harus meregang nyawa karena ketidak manusiawinya mereka yang merebut paksa salah satu ginjalnya untuk seorang pria yang merupakan anak mereka bernama Mahesa Ferdiansyah
Bertahun tahun mereka mencari keberadaan keluarga gadis itu untuk meminta maaf dan mempertanggungjawabkan perbuatannya akan tetapi selama itu mereka tidak ditemukan hingga membuat mereka harus merasakan sesak di dadanya merasakan rasa bersalah dan penyesalannya
Apalagi kini putra mereka Mahesa Ferdiansyah yang merupakan suami Naina ralat mantan suami Naina yang mulai mencintai Istri kecilnya Naina rapuh serapuh rapuhnya sebab Naina meninggalkan dirinya untuk selama lamanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun Inayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 24
Di ruang makan keluarga besar Naina terlihat menikmati sarapannya tidak lama Naina turun dari kamarnya sembari membawa rantangnya berjalan menghampiri mereka
"Ayo sayang sarapan"Ajak neneknya bernama Yuni
"Tidak nek aku mau pamit sebentar"Tolak Naina
"Mau kemana?"Tanya kakeknya bernama Rudi
"Aku ingin melihat kondisi Mahesa kek"Jawab Naina dengan senyumannya
"Jangan, lebih baik kamu disini saja daripada repot repot hanya karena ingin melihat pria itu"Cegah Rudi
"Kek, aku hanya ingin memberikan ini saja padanya"Sahut Naina menunjukkan rantang yang berisi makanan itu "Lagipula mereka semua yang mengundang aku kesana"
"Apa kamu pikir dia dan keluarganya akan menerima makanan itu?Mereka keluarga besar, kaya raya, konglomerat sudah pasti mereka alergi dengan makanan itu menerimanya saja tidak mungkin apalagi memakannya"Sarkas Rudi " Dan satu lagi Naina mereka mengundangmu kesana hanya untuk dipermalukan jadi untuk apa kamu menerima undangan mereka"
"AYAH"Sentak Rachel
"Diam Rachel ayah sedang memberikan nasehat pada Naina"Marah Rudi
"Kakek mereka tidak seperti itu"Cicit Veronica
"Lalu seperti apa? Tidakkah kamu ingat bagaimana perlakuan keluarga mereka pada adikmu, walaupun aku tidak melihat kejadiannya tetap saja aku tidak terima melihat mereka yang dengan paksa mengambil salah satu ginjal milik Naina hanya karena darah dan ginjalnya cocok dengan anaknya"Marah Rudi
"Ayah masih marah dengan keluarga mereka?"Tanya David
"Orang bodoh mana yang tidak marah melihat cucunya diperlakukan buruk oleh keluarga suaminya dan dinikahi hanya untuk menjadi pendonornya hah!!"Sentak Rudi
"Kakek"
"Sekali tidak tetap tidak Naina kakek tidak mengizinkanmu untuk pergi"Ucap Rudi tanpa bantahan setelah itu bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan ruang makan
"Ibu"
Rachel menghampiri putrinya dan mengusap bahu anaknya dengan lembut
"Pergilah"Celetuk Rachel dengan lembut
"Tapi kakek"Sendu Naina
"Biar jadi urusan nenek, kamu pergilah dan jangan lupa salam dari nenek dan semuanya untuk mereka ya"Ucap Yuni dengan lembut dan di angguki oleh Naina
"Terimakasih nenek"
Naina memeluk Yuni setelah itu ia pamit dan pergi meninggalkan rumah tersebut
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
Naina mengendarai mobilnya dengan ceria dan hati riang hingga sampailah dia dirumah sakit tempat Mahesa dirawat
Naina turun dari mobil dan berjalan memasuki gedung rumah sakit didepan ruang rawat berkali kali Naina menghembuskan nafasnya kasar setelah itu memasuki ruang itu.
CEKLEK
"NAINA"
Dina menatap Naina dengan tatapan sendu tidak menyangka bahwa Naina akan datang ke sini ia menghampiri Naina dengan mata yang berkaca kaca
"Maaf mengganggu waktunya, aku datang tidak terlalu pagi kan?"Tanya Naina sopan
"Tidak nak, ayo sayang"Ajak Dina menarik tangan Naina lembut ke arah putranya yang sedari tadi melihat ke arah gadis itu
"Maaf mengganggumu, aku datang ingin melihat kondisi kakak aku juga membawa ini untukmu"Lirih Naina mengulurkan rantangnya pada Mahesa
Namun Mahesa sedari tadi hanya menatap wajah Naina dan juga rantang itu tanpa berniat menerima rantang itu
"Kalau kakak tidak mau menerimanya tidak apa apa"Lirih Naina ingin menarik rantang itu namun tiba tiba rantang itu di ambil oleh Mahesa
"Mahesa akan menerimanya, terimakasih karena sudah merepotkan"Ucap Dina dan di angguki oleh Naina
Kini ruangan itu kembali sunyi, melihat keterdiaman mereka akhirnya dina mengajak yang lainnya untuk pergi memberikan waktu pada Mahesa dan Naina untuk mengobrol
"Bagaimana kondisi kakak?"Tanya Naina
"Baik"
"Maaf selama ini aku merepotkan kakak, bahkan saat kita menjadi pasangan aku selalu membuat kakak tidak nyaman dengan kehadiranku, tapi aku tidak perduli disana aku mulai belajar mencintai kakak, menjadi istri yang baik untuk kakak, sampai dimana pada saat itu aku merasakan bahagia dan senang karena kakak mulai berbuat baik padaku menunjukkan perhatiannya, kakak juga sering membelikan aku hadiah hadiah yang sangat indah bagus dan terbaik yang pernah aku temui, dan aku merasa menjadi wanita yang beruntung karena memilikimu sebagai suamiku aku tidak perduli dengan nyonya diana yang terlihat tidak menyukaiku karena saat itu aku hanya perduli dengan kehadiranmu"Jelas Naina "Tapi sayangnya yang aku pikirkan selama ini salah ternyata kamu tidak pernah mencintaiku kamu menunjukkan semua itu tidak nyata kamu hanya menginginkan ginjalku bukan diriku, disitu aku mulai sadar tidak seharusnya aku memiliki perasaan ini padamu dan sudah seharusnya aku sadar diri dan berkaca bahwa didunia ini tidak ada pria kaya, mapan, tuan muda seperti kalian yang menyukai dan mencintai wanita buruk rupa sepertiku ini aku mulai sadar dan menyesal dan tahu bahwa tidak seharusnya aku memiliki cinta ini untukmu"
"Sampai akhirnya aku harus kehilangan salah satu ginjalku dan aku hampir meregang nyawa, tapi allah memberikan aku kesempatan kedua untukku hidup, bahkan saat aku sembuh perasaan ini semakin membesar untukmu aku tidak bisa melupakanmu, selama bertahun tahun hingga dimana saat itu kamu datang kerumahku meminta maaf menyatakan cinta yang aku tunggu tunggu selama ini, tapi sayangnya aku tidak bisa menerima karena aku tidak mau mengecewakan kakakku dan aku juga masih takut dengan kejadian dulu sampai dimana aku mendengar kalau kamu mengalami kecelakaan dan membuatmu kehilangan ingatannya sebagian dan melupakanku, aku tidak akan marah dan menuntut aku hanya berusaha sadar diri bahwa memang selamanya aku tidak pantas untuk kakak, maaf jika aku banyak merepotkan dan membuatmu kesusahan"
"Dan aku minta maaf karena sekali lagi mengharapkan cinta kakak yang sudah hilang maaf maaf mengganggu waktu kakak bersama kekasih kakak dan sekali lagi terimakasih atas kenangan dan ungkapan cinta kakak dirumahku aku akan menjauh dan pergi sejauh jauhnya dari kalian semua semoga kakak bahagia bersama Via selamanya" Lirih Naina dengan mata yang berkaca kaca dan memerah hebat
Naina bangkit dari duduknya ia berbalik badan dan berjalan perlahan menuju pintu
"Jangan pergi"
...ΩΩΩΩΩΩΩ...
**BERSAMBUNG**
MAAF APABILA ADA KESALAHAN KATA DAN JUGA PENYAMPAIAN DALAM KALIMAT HARAP BERI TAHU 🙏🙏
MAAF KALAU CERITANYA JELEK DAN KURANG MENARIK BAGI PARA PEMBACA SEMUANYA
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE KARENA AUTHOR BUTUH DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA 🙏😄🤭☺🙏