Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekedar Nikah Kontrak

Sekedar Nikah Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:44.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yong_Aereum

Maaf ya yeorobun kalau aku sering menghapus cerita yang baru-baru aku update.
itu karena aku lagi nggak ada ide ceritanya.

Dan ini aku kembali mempunyai ide untuk bikin cerita lagi dan sketsa ceritanya
Semoga tidak mengecewakan kalian semua.
.
.
.
. (*˘︶˘*)~。.:*♡
.
.
. 。・:*:・(✿◕3◕)❤
.
.
. (❁´◡`❁)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yong_Aereum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Rinni menghapus air matanya saat mendengar pintu diketuk , lalu ia segera pergi membukanya.

" Mama... " panggil Jessy dari luar

" Ya, sebentar," balas Rinni.

Rinni terdiam saat melihat Devan berdiri didepan pintu dengan wajah yang terlihat sedang marah.

Sedetik kemudian , tatapan Rinni beralih ke gadis kecil yang berdiri disamping Devan.

" Ayo , masuk dulu ..."

" Tidak perlu , langsung pulang saja," ujar Devan dingin.

" Baiklah, Jeje , kamu duduk dulu ya.

Mama mau masuk ambil barang dulu ya."

" Iya ,Ma.."

Rinni cepat-cepat berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mengambil tasnya .

" Ayo, " ajak Rinni.

" Pelan-pelan.." Rinni membantu Jeje berdiri

Devan yang seperti tidak dengan Rinni yang kelihatan kesusahan mengangkat tasnya.

" Ayo Pa ,"

" Iya sayang ." jawab Devan lalu berjalan disamping Jessy.

Rinni yang terlihat kesusahan mengangkat tasnya tetap berusaha mengimbangi jalannya dengan putri sambungnya.

Devan yang seperti tidak pengertian terus berjalan membantu putrinya masuk kedalam mobil.

saat dirinya akan masuk kedalam mobil dia melihat Rinni sedang berdiri menatapnya.

" Kenapa tidak masuk kedalam mobil." ketus Devan saat menutupi pintu samping.

" Saya , mau meletakkan ini dibelakang." Rinni berbicara dengan pelan

Devan melihat tas yang dipegang Rinni yang terlihat cukup besar dan mungkin cukup berat.

" Merepotkan saja, " gumamnya

Rinni hanya dapat terdiam saat mendengar Devan mengatakan dirinya merepotkan, walaupun Devan mengatakan dengan suara yang terbilang kecil tapi masih dapat didengar olehnya.

*

*

*

Mereka bertiga pun tiba dirumah kediaman Wijaya.

begitu sampai Devan menghampiri putrinya yang sudah membuka pintu mobilnya.

" Ayo Papa gendong."

" Iya Pa." jawab Jeje

" Nanti bawa masuk itu " Devan lebih dulu masuk kedalam rumah.

Rinni terlihat kesusahan mengangkat tasnya serta tangan kirinya harus memegang kruk Jessy.

saat Rinni akan menaiki tangga teras Pak Amir menghampirinya.

" Mari Non Saya bantu " Pak Amir mengambil tas yang dipegang Rinni.

" Baru pulang Non ?" tanya Pak Amir basa-basi sebagai pembuka kata.

" Tidak Pak , Tadi sorenya sudah sampai cuma tadi aku pulang kerumah dulu mengambil keperluan saya."

" Oh begitu Non , saya kirain Non baru sampai ,"

" Oma... Jeje pulang" ucap Jessy.

" Sudah pulang , mana Mama Rinni?"

" Tuh.. " tunjuk Jessy.

Indri dan Davan melihat Rinni yang sedang berjalan bersama dengan pak Amir sambil bercerita.

" Mih , aku anterin Jessy ke kamar dulu." ucap Devan

" Iya Dev, selamat sayang cucu Oma." Indri mengecup cucunya sebelum pergi tidur.

" Malam Mih." sapa Rinni

" Malam Rinn..

" Aku nggak disapa kakak ipar ?"sela Davan

" Malam Davan

" Maaf Non ini saya bawakan ke kamar saja ya " ujar Pak Amir

" Tidak apa-apa Pak letakkan saja disana , nanti biar aku saja yang membawanya ke kamar."

" Sudah Pak Amir letakkan saja ke kamar Devan ."

" Baik Nyonya."

" Iya Mih , tadi Rinni lupa kabari saat teringat ternyata ponselku sedang lowbat , berpikir untuk chars dulu baru kabari Mamih."

" Begitu rupanya, pantesan Mamih nelpon nggak bisa masuk "

" Yasudah kamu pergilah istirahat , wajah mu terlihat begitu capek."

" Iya Mih , aku istirahat dulu.

selamat malam Mamih , selamat malam Davan.,"

" Hemm.. selamat malam " balas Indri

" Selamat malam juga kakak ipar." balas Davan.

Dengan pelan-pelan Rinni membuka pintu kamar dan pelan-pelan diintip nya ternyata tidak ada siapa-siapa yang ada hanya lampu tidur yang diatas nakas samping tempat tidur yang hidup.

" Mungkin dia dikamar Jessy" ucap Rinni pun masuk kedalam kamar Devan.

Sebelum Devan masuk kedalam Rinni pun segera menganti pakaiannya dan segera membentang tempat untuknya tidur.

walaupun sedikit kesusahan ia untuk bergerak namun dengan perlahan ia pun bisa melakukannya.

Ceklek...

Devan melihat ke tempat tidurnya kosong tidak ada siapa-siapa yang ada bantal guling masih tertata rapi.

Devan berjalan ke walk in closet nya untuk mengganti baju tidurnya.

saat Devan akan mengambil ****** ******** dia melihat ada yang beda dengan lemarinya.

seperti teringat sesuatu Devan pun keluar dari ruang gantinya dan menghidupkan saklar lampu kamarnya.

" Bangun aku ingin bicara." ucap Devan menatap Rinni yang tidur dilantai.

Rinni tidak dapat membohongi Devan , Karena disaat Devan menghidupkan lampu kelopak Rinni seperti bergerak seperti memaksakan matanya untuk tetap terpejam

" Aku tahu kau belum tidur , bangunlah atau aku yang akan membangunkan mu "

lagi-lagi Rinni tak menghiraukan ucapan Devan

" Aku hitung 1 sampai 3 kalau kau tidak bangun maka kau terima akibatnya "

" 1 " Devan mulai berhitung

" 2"

"3" Devan pun mendekati Rinni lalu ia menarik selimutnya

" Baik Pak saya akan bangun." Rinni pun bangun dari tidurnya saat Devan sudah memegang kakinya.

Devan pun melepaskan kaki Rinni lalu dia berbalik dan berjalan ke sofa.

Rinni pun bangun dari tidurnya dengan pelan-pelan karena bagian inti masih sedikit sakit dan hal ini dilihatnya.

"Apakah masih sakit?" tanya Devan

Rinni menjawabnya dengan gelengan kepala

"Kenapa tadi kau tidak langsung pulang dan kenapa tidak mengabari?" tanya Devan

"Tadi itu..

"Tunggu.. aku belum selesai bicara."

"Baik."

" Dengan siapa kau pulang?"tanya Devan

" ...... "

" Kenapa tidak bicara ?!!"

" Apa saya sudah boleh bicara??" tanya Rinni

Devan mengusap wajahnya " Iya , sekarang kau boleh bicara."

" Pertama saya akan menjawabnya dengan siapa aku pulang, tadi saya pulang bersama herman."

" Tunggu Pak saya belum selesai bicara." Rinni langsung memotong pembicaraan saat ia melihat Devan sudah membuka mulut.

" Tadi Pak Herman memaksa saya agar mau diantar olehnya , karena kata Pak Herman di daerah kantor sudah tidak ada kendaraan umum yang lewat."

" Cihh... " Devan seperti mengejek Herman.

" terus ?"

" Saya bingung harus bagaimana ,lalu saya menurutinya dan memintanya mengantar ke rumah Ibu dan saat itu juga saya memang mau mengambil keperluan saya pak." jelas Rinni.

" Terus kamu tidak mengabari kalau kau sedang berada dirumah ibumu." tanya Devan

" Ponselku Lowbat Pak."

" Kau sangat pintar mencari alasan." ucap Devan

" Saya tidak berbohong Pak, yang saya cerita itu semua berdasarkan fakta."

" Sudah pergilah beristirahat ,"

"Baik Pak ." Rinni berbalik

" Tunggu , kau tidur di sofa saja ."

" Tapi Pak.."

" Ck..."

" i..iya Pak."

Setelah selesai mengintrogasi Rinni , Devan kembali ke ruang ganti pakaiannya.

saat telah selesai mengganti pakaiannya dia pun kembali.

Devan melihat Rinni sudah tidur di sofa dengan posisi tubuhnya yang meringkuk

Devan menarik tuas besi yang ada dibawah sofa,

Sofa yang Rinni gunakan saat ini sudah menjadi luas hingga tubuh Rinni bisa lebih leluasa.

Devan yang sudah dihampiri rasa kantuk pun membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur king sizenya.

tanpa hitungan menit Devan pun sudah tertidur pulas.

Rinni tersenyum mengingat perlakuan Devan tadi , Rinni merasa Devan bukanlah seperti yang orang katakan.

Manusia berhati batu semuanya mengatakan Devan seperti itu tapi setelah beberapa hari ini Rinni merasa Devan tidak seperti itu .

🤭🤭🤭🤭🤭

1
enna
lnjut thor
Hanima
mn update nyaaaa tkyu
Ananda Thiara
kaka tlg dong jangan buat penasaran:(:(:
Ananda Thiara
kaka jangan buat penasaran dong🥹🥹
Aris Mdh
lanjut Thor
Ananda Thiara
lanjuttt
Ananda Thiara
astgahhh kaka jangan buat penasarn teruz dong🥹🥹
Eli Usada
semangat thor.... bikin pembaca bahagia dpt pahala loh... baper nih
Risti Anggriani
lanjut
Windy Miller
Se daebak itu! Aku bakal terus menunggu lanjutannya Thor! Semongko!
Ananda Thiara
lanjut kakak:(:( seruuuuu bangeettt🥹
Ananda Thiara
kaka lanjut dong
Waria
Aku pengen bisa buat cerita kaya kamu Thor. Kamu selalu bikin orang-orang bahagia karena karyamu dibaca orang lain :)
Rinnn: Terimakasih banyak atas pujiannya
total 1 replies
SquigglyMunchkin
Ceritanya makin seruuuu! Semangat Thor!
Ameliana Borjun
lanjut Thor seru cerita ny
Henny Purwaningsih
pak Devan ngk sabaran banget.
LilCutie
Kak authooor, demi ketenangan hatiku, aku mohon up bab selanjutnya uuyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!