Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain

Transmigrasi Dokter Forensik Jadi Anak Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Sinnox

Amelia Kusumawardhani, seorang dokter forensik yang blak-blakan dengan kehidupan sederhana yang dipenuhi novel, anime, dan kerajinan tangan, tidak pernah menyangka kematiannya akan membawanya ke dalam novel favoritnya.

Lebih buruk lagi, ia terlahir sebagai anak pungut keluarga penjahat dalam cerita asli yang ditakdirkan untuk menghancurkan kerajaan.

Dan dia sendiri?
Ia hanya memiliki satu akhir dalam novel.

Yaitu mati.

Berlatar di sebuah Kerajaan Fantasi bergaya Eropa, akankah Amelia mampu bertahan, menemukan kebenaran, dan mengubah takdir yang seharusnya menjadi miliknya. Bagaimanakah kelanjutan kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinnox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seseorang Dari Masa Lalu

Lucien seorang diri di dalam ruangan. Untuk beberapa saat, dia tetap duduk tanpa bergerak. Dokumen yang tadi dibacanya masih terbuka di atas meja, tetapi satu kalimat pun tidak lagi masuk ke dalam pikirannya.

Perkataan Elyndor terus terngiang.

Apa karena dia mirip mendiang Duchess?

Lucien mengusap wajahnya perlahan. Dia seharusnya sudah terbiasa dengan pertanyaan semacam itu. Sudah bertahun-tahun berlalu sejak Adeline pergi, tetapi setiap kali seseorang menyebut namanya, ada bagian dalam dirinya yang terasa kembali ke masa lalu.

Matanya terpejam.

Dan kenangan itu datang tanpa diminta.

Hari itu terasa panjang, dan satu-satunya hal yang ada di pikirannya hanyalah keinginan untuk segera melihat istrinya. Begitu melewati halaman belakang, langkahnya melambat ketika melihat sosok yang sudah begitu dikenalnya berdiri di antara deretan bunga.

Adeline berada di dekat taman mawar, mengenakan gaun sederhana berwarna lembut. Rambutnya tergerai di punggung, hanya sebagian kecil yang disematkan agar tidak mengganggu wajahnya. Tangannya sibuk memeriksa bunga-bunga yang baru mekar, sesekali jemarinya menyentuh kelopak dengan hati-hati. Dia tampak begitu tenang sampai tidak menyadari keberadaan Lucien yang sudah mendekat dari belakang.

Lucien berhenti beberapa langkah di belakangnya. Untuk sesaat, dia hanya memandang, wajah istrinya begitu cantik hari itu, rasanya dia rela mengurung diri di rumah hanya untuk terus bersama dengan istrinya itu.

Lucien akhirnya mendekat tanpa mengatakan apa-apa. Begitu berada tepat di belakang Adeline, kedua lengannya melingkari pinggang wanita itu dan menariknya perlahan ke dalam pelukannya. Dia menundukkan kepala, lalu mengecup lembut bahu Adeline.

Adeline sedikit terkejut. Tangannya yang tadi berada di dekat bunga berhenti, tetapi keterkejutan itu hanya berlangsung sesaat. Dia mengenali aroma dan kehangatan tubuh di belakangnya tanpa perlu melihat.

Adeline kemudian berbalik dalam pelukan itu. Tangannya terangkat untuk menyentuh wajah Lucien, mengusap pipinya dengan lembut seolah ingin memastikan pria itu benar-benar sudah pulang.

"Sayangku, kau sudah pulang?" tanyanya dengan suara lembut.

Lucien tidak menjawab.

Dia hanya menatap wajah istrinya beberapa saat. Tatapannya yang biasanya begitu sulit dibaca menjadi jauh lebih lembut ketika melihat Adeline. Lucien perlahan mengambil tangan Adeline yang masih berada di wajahnya. Dia membalik telapak tangan itu dengan hati-hati, lalu mengecupnya. Kemudian dia tetap menggenggam tangan tersebut sambil menatap Adeline dengan penuh kasih.

Lucien tidak langsung melepaskan tangan Adeline. Setelah mengecup telapak tangannya, pandangannya perlahan turun, berhenti pada perut istrinya yang mulai terlihat membesar sejak beberapa bulan yang lalu.

Tatapannya berubah lembut.

Tangannya yang bebas bergerak pelan ke pinggang Adeline, sementara matanya masih tertuju pada perut itu. Lucien terenyum tipis yang hampir tidak terlihat di wajahnya ketika dia bertanya, "Bagaimana keadaan bayi kecil kita?"

Adeline mengikuti arah pandangannya, lalu wajahnya seketika dipenuhi kegembiraan. Tangannya turun mengusap perutnya sendiri dengan gerakan penuh kasih sayang.

"Dokter mengatakan dia baik-baik saja," jawab Adeline dengan nada antusias. "Tidak lama lagi waktunya aku melahirkan. Dan kalau perkiraan dokter benar, kali ini anak perempuan."

Senyumnya semakin lebar ketika dia mengangkat wajah menatap Lucien.

"Dua anak lelaki kita akhirnya punya adik."

Lucien tersenyum tipis mendengar perkataan Adeline.

Adeline kemudian menatapnya dengan mata berbinar. "Lucien, aku yakin kali ini anak perempuan kita akan mirip denganku."

Dia terkekeh kecil, lalu menyentuh dada Lucien dengan ujung jarinya.

"Sebenarnya aku merasa tidak adil. Kedua anak lelaki kita mirip denganmu."

Lucien mengangkat alis. "Bukankah itu hal yang bagus?"

"Bagus untukmu," balas Adeline sambil tertawa kecil. "Aku sudah mengandung mereka selama berbulan-bulan, tapi setelah lahir mereka malah membawa wajahmu."

Lucien akhirnya tertawa pelan. Tangannya berpindah ke perut Adeline, menyentuhnya dengan sangat hati-hati. lalu sebelum sudut bibirnya terangkat, tatapannya berubah sedikit jahil.

"Tapi bukannya kamu menyukai wajahku, hm?" godanya.

Adeline terdiam.

Beberapa detik kemudian, pipinya memerah.

"Aku memang menyukainya," jawabnya sambil mengusap pipi Lucien. "Tapi bukan berarti aku mau semua anak kita mengambil wajahmu."

Lucien terkekeh pelan.

"Jadi kau cemburu pada anak-anakmu sendiri?"

"Aku hanya ingin sedikit bagian yang menjadi milikku," balas Adeline sambil tersenyum.

Lucien kembali mengecup telapak tangannya.

"Kalau begitu, kita lihat nanti," katanya lembut. "Mungkin putri kita akan mendapatkan wajahmu."

Adeline tersenyum puas. "Harus."

Lucien memandangnya beberapa saat sebelum kembali menurunkan pandangan ke perutnya. Saat itu, tidak ada yang terasa kurang. Mereka memiliki dua putra, seorang bayi yang sebentar lagi lahir, dan kehidupan yang mereka pikir masih akan berjalan panjang.

Lucien tidak tahu bahwa kebahagiaan itu akan menjadi salah satu kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya.

Kenangan itu terputus.

Lucien membuka mata.

Ruangan kerjanya kembali sunyi. Tidak ada Adeline di hadapannya, dan tidak ada tangan hangat yang bisa dia genggam.

Dadanya terasa sesak.

Dia bersandar pada kursinya, lalu mendongakkan kepala. Matanya terpejam rapat, sementara kedua tangannya mengepal perlahan di atas sandaran kursi.

Sudah bertahun-tahun berlalu. Namun suara Adeline masih terdengar begitu jelas di kepalanya.

Anak perempuan kita akan mirip denganku.

Lucien menarik napas panjang, tetapi rasa sakit di dadanya tidak ikut menghilang.

"Adeline..." gumamnya lirih.

Bibirnya bergetar sangat kecil sebelum akhirnya dia mengembuskan napas.

"Aku... merindukanmu."

1
🩷 ⃟🌴⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA℘ℯ𝓃𝓪
ingatlah Evelyn tubuhmu masih dalam masa pertumbuhan harus bnyak makan biar cepet gede 🤭
Cimol krispy
yang penting makan dulu aja pokokmya
Cimol krispy
berarti aveline cuma figuran dong
Xlyzy
wkwkwk ga sampek🤣 meja nya masih ke gedan tuh
-Thiea-
bisa jadi anak yang dimaksud si Amelia kali ya.🤨
-Thiea-
kalo jaman dulu, rakyat jelata memang hanya diambil sebagai budak atau mainan sih ya.
-Thiea-
kamu kan lagi sakit. mugkin lidah kamu yang terasa pahit bukan makanannya.
Miu.Nuha
hehe gitu2 dia adobt kamu lho Ev sampe dikasih makan enak tuh ☺
Miu.Nuha
lalu tujuannya apa tuh?
jdi penasaran ih 😅
Miu.Nuha
disaat kamu tak punya peran di novel itu nyatanya peranmu jadi penting disini, Eve...
berjuanglah 👍
Filan
wah, susah juga, jarang dibahas di novel karakternya. Bakal mulai paranoid nih sama makanan atau diracun apa ya?
Myz Pena
kalau makanan nomor satu ya.. urusan yang lain belakangan 🤣
Myz Pena
wkwkkw eve lebih tidak menyia2kan makanann di depannya 🤣
Myz Pena
gara2 makan jadi malas mikirnya 🤣🤣
Myz Pena
ini ceritanya makan dulu, bertindaknya nanti belakangan 🤣
Myz Pena
jangan donk..🤧
Kartika Candrabuwana
sabar sabar...mungkin ini nanti ada hal baik
Kartika Candrabuwana
rumah yang mewah dan sepertinya dengan gaya eropa?
ginevra
tuh kan
ginevra
itu namanya ngak copan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!