Indonesia
NovelToon NovelToon
Manusia Sedang ONLINE

Manusia Sedang ONLINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: DarkMoran1603

Dani adalah gadis biasa. Menjalani kehidupan biasa dan ingin menghabiskan sisa hidupnya sebagai orang biasa.

Sampai Bumi tanpa sengaja menyatu dengan dunia lain, membuka jutaan pintu di langit yang memuntahkan orang-orang hilang dari lima tahun lalu kembali. Bumi segera menjadi tempat dimana fantasi bahkan akan lebih baik dibandingkan realita itu sendiri.

Tetangganya yang baik, Adam. Merupakan sosok dewa tanaman di dunia lain.

Mantan pacarnya yang lembut, Samuel. Merupakan senjata penghancur yang bahkan bisa melenyapkan satu zona surga tanpa sisa sendirian.

Adik tirinya yang obsesif, Joshua. Memiliki kemampuan manipulasi tubuh yang menakjubkan.

Dani si orang biasa "???"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DarkMoran1603, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membunuh tanpa menyentuh

Si pemilik nama hanya merangkul salah satu lengan Samuel dengan santai, berjalan mendekati kelompok kecil mereka sendiri dan mengacuhkan sisa manusia yang selamat. Namun Joshua yang berada pada jarak tujuh belas meter dari mereka, tanpa basa-basi langsung melemparkan tombak darahnya pada Samuel.

Meski serangan mendadak tersebut tidak mengenai Samuel sedikitpun, tetap saja Danielle harus menegur perbuatan adiknya "Tidak sopan, Joshua."

Namun tak seperti biasanya, Joshua tidak memprotes perkataan Danielle ataupun meresponnya. Pria muda itu hanya menatap mereka sekilas, sebelum berjalan ke arah lain dan meninggalkan Adam yang tergeletak begitu saja diantara rumpun gandum. Pria emas itu tidak membutuhkan waktu lama untuk sadar kembali, bahkan tanpa perlu menjadi abberant lebih dulu. Jelas, Adam sadar akan kekuatan serta ketahanan tubuhnya sendiri dan tidak akan pernah memaksakan diri tak peduli apa situasinya.

"Kemana Joshua?" Tanya Adam pada dua orang yang masih saling bergandengan tangan ini, pura-pura tidak menyadari keanehan keduanya.

Danielle menghela nafas lelah dan membalas "Kurasa dia marah padaku."

Pria emas itu menaikkan sebelah alisnya, tidak mengerti bagian mana dari perbuatan Danielle yang menyulut amarah Joshua. Bocah itu tidak marah saat Samuel menempeli kakaknya kemana-mana sebelumnya, dia juga tidak marah saat Danielle dengan tega meminta para Nuffara memberikan hukumannya.

Lalu apa?

Seolah menebak kebingungannya dengan akurat, Samuel menyuarakan pertanyaan serupa yang semula ada di benak Adam "Kau mengejarnya, lalu apa?"

Pupil ungu Samuel yang memiliki beberapa aksen biru disana, mulai melebar sedikit demi sedikit, menenggelamkan sklera putih yang kini sudah agak memerah. Fenomena ini sontak menyadarkan Danielle, kemarahan ekstrim pada debris juga bisa mendorong mereka secara paksa ke kondisi Abberant.

Gadis itu tidak salah, karena batin Samuel saat ini sedang berkecamuk dan hanya terus meneriakkan kalimat

Dia sudah tau, dia pasti akan merebutmu dariku.

Kalau kau sampai mengejarnya, akan kubunuh Joshua.

Keduanya mengenal satu sama lain selama belasan tahun, secara tepat membaca suasana hati hanyalah sepersepuluh dari apa yang bisa mereka lakukan setiap hari. Perasaan Samuel tersampaikan dengan baik kepadanya, demikian pula konfik berkepanjanagn yang membuat mantan pacar dan adik tirinya tidak pernah bisa akur.

Dengan senyum lembut, jemari Danielle menyusuri kedua sisi wajah Samuel, meminta fokus pihak lain agar sepenuhnya ada pada dirinya. Setelah warna ungu pada mata pihak lain kembali ke ukuran semula, barulah ia buka suara "Baik, aku tidak akan mengejarnya. Tenangkan dirimu, Amu."

Adam tau bahwa dua orang ini pasti memiliki sesuatu untuk didiskusikan secara pribadi, dia dengan sopan undur diri agar bisa memberi mereka privasi "Kalau begitu aku saja yang mengejar Joshua, kalian berdua jangan kemana-mana."

Terlebih lagi, dia sudah lama tau ada yang tidak beres dengan Danielle Norma. Akan lebih baik jika dia menjauh untuk saat ini, demi mempersiapkan diri.

Pria berambut hitam yang nyaris menjadi Abberant ini, menatap berlalunya sosok Adam dengan tatapan penuh arti. Sebelum dia akhirnya menyuarakan sebuah nama dengan nada lembut ".... Dani."

"Ya, Amu?" Ini masih Samuel yang ia kenal, tapi Danielle tidak akan membuat respon gegabah.

Meski dia sudah mendengar semua percakapan mereka sebelumnya, Samuel masih ingin mendengarkan seperti apa versi yang akan diucapkan oleh gadisnya, lalu bertanya "... Apa yang dikatakan topan sialan itu padamu?"

Yang dimaksud oleh pria ini jelas adalah Kevin.

Danielle menjawab dengan nada yang biasa saja, tidak tertarik ataupun terlalu dingin "Dia salah paham dan menganggapku bukan manusia, itu saja. Dia hanya bertanya sedikit."

Samuel menarik kesal jari kelingking pihak lain dari wajahnya, merajuk "Kalian berbicara selama tiga menit lewat tujuh detik."

Pria itu sama sekali tidak peduli akan menjadi mahluk apa kekasihnya, atau skema apa yang dirancang olehnya. Keinginan Samuel murni sebatas hanya ingin terus bersama dengan Danielle Norma, seperti saat mereka masih menjadi manusia.

"Amu ...." Danielle menghela mafas panjang karena lelah akan betapa tak masuk akalnya kecemburuan Samuel.

Inilah alasan kenapa mereka putus.

Tidak ingin Danielle sampai mengungkit topik masa lalu dimana keduanya berpisah, Samuel dengan cepat memeluk gadis ini dan menjatuhkan tubuh mereka diatas tanah. Menjadikan pihak lain sebagai guling manusia dan cepat-cepat menutup mata, beralasan "Aku mengantuk."

Danielle sendiri tidak ingin bertengkar dengan orang ini, dia mengusap-usap kepala Samuel dan mengawasi sosok yang sedang memejamkan mata ini "Oke. Istirahatlah, Amu."

Keduanya berada dalam kondisi damai dimana matahari pukul sepuluh pagi, menyinari mereka tanpa pintu perak yang menghalangi. Membiarkan saja orang yang mau pergi ataupun tetap ingin disini. Danielle terus mengusap rambut Samuel, mengamati wajah tidur pria ini yang tampak sangat selaras dengan kata-kata ataupun perbuatannya.

Tanpa tau bahwa ada Samuel lain yang muncul di tengah danau, tempat dimana mereka berbincang semalam sebelum dimasukkan ke zona surga kedua. Mengejutkan tiga debris pria yang bahkan sampai saat ini menyempatkan diri untuk berbincang mengenai Danielle Norma.

Samuel yang ada didepan mereka sangat mirip dengan Samuel yang asli, tapi setiap debris tau bahwa ini hanya sisa kesadaran yang ditinggalkan Samuel secara acak di sumber air. Untuk apa alasannya, tiga debris ini tau jelas.

Pasti karena Danielle Norma.

Mereka tau seberapa kuat figur Samuel Adiwarna, bahkan jika ada seratus dari mereka, itu masih tidak akan bisa membunuh Samuel, debris yang bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dewa para debris itu sendiri.

Samuel sangat istimewa, bahkan bagi orang himasan yang memulai semua ini.

Menghadapi sosok seperti itu, jelas yang bisa mereka lakukan hanya satu. Lari, lari secepat mungkin dan mencari zona surga yang baru. Mereka sudah berada di pinggiran kota, mereka bisa memasuki kota sebelah yang masih beratapkan pintu perak dan secara otomatis lolos dari buruan.

"Menjauh dari sumber air apapun!!" Teriak salah seorang dari ketiganya.

Namun salah satu debris muda yang menoleh ke belakang dan mendapati sosok Samuel yang jelas-jelas menargetkannya lebih dulu, menjadi makin panik dan melompat jauh-jauh ke luar wilayah zona surga para . Ia menoleh hanya untuk mendapati bahwa Samuel sudah menghilang.

Kevin sekaligus debris satunya juga shock dan mau tidak mau berpikir, apakah berada di luar zona surga benar-benar aman?

Namun belum sempat debris muda itu tersenyum lega, sebuah tangan pria yang tertutupi oleh kristal es mencengkeram kepalanya dan meremasnya hingga hancur. Adegan ini begitu cepat bahkan sampai debris tersebut tidak sempat mengubah ekspresi lega di wajahnya, apalagi berteriak seperti tadi.

Ia mati begitu dia melangkah keluar dari zona surga.

Tubuh tanpa kepala jatuh begitu saja dari tangan pria yang masih mengepal, dengan sisa-sisa kepala debris didalam genggamannya. Darah serta cairan otak berwarna putih, jatuh ke tanah. Tubuh tanpa kepala itu masih berkedut selama lima detik, sebelum akhirnya diam. Menciptakan teror dan ancaman baru bagi orang ataupun debris yang berharap bisa melarikan diri dari amukan Samuel.

Dalam kondisi shock, dua debris yang tersisa beradu pandang dengan Samuel. Dan untuk yang kedua kali, sosok Samuel secara misterius menghilang.

Kevin yang tidak pernah menurunkan kewasladaannya, menarik debris di ebelah begitu Samuel mendadak muncul di balik punggung rekannya. Ia menjerit ngeri "Awas!!"

Tapi begitu debris itu menoleh, sebuah tangan penuh kristal es sudah menembus dadanya dari belakang, menikam sekaligus menghancurkan jantungnya. Seperti air terjun, darah terus mengalir dari luka menganga tersebut mengikuti kuasa gravitasi.

Serpihan jantung juga ikut berjatuhan sedikit demi sedikit dari cengkeraman tangan Samuel. Netra debris itu melotot penuh rasa horor pada histeria diujung tali kehidupan, menatap dengan mata kepalanya sendiri jantungnya yang sedang dicengkeram dan masih berdetak lemah.

Dengan ngeri melihat tangan-tangan penuh kristal es itu meremas hancur jantungnya seperti memeras lemon, pandangannya memutih saat dia ambruk seperti seonggok daging.

Mati.

"Samuel, apa-apaan ini?! Kenapa kau membunuh mereka?!" Jerit Kevin, sambil membuat bilah angin yang tajam dengan kekuatannya dan mengayunkannya ke segala arah.

"Apakah itu dia?! Apakah karena Danielle Norma menyuruhmu?!" Samuel yang mendengar ini langsung merobek lengan kiri Kevin hingga putus. Darah mengucur deras seperti fountain, terdengar juga suara gemeretak dari tulang dan persendian milik debris muda yang di pisahkan secara paksa.

Sakit.

Rasanya bukan hanya lengannya yang dirobek, tapi juga otaknya.

Sangat sakit. Hingga informasi akan betapa sakitnya ini yang dikirim ke otaknya tidak pernah lengkap dan dia hanya bisa meraung kesakitan tanpa suara. Dia turut memuntahkan darah, lalu ambruk di tanah dengan gemetar penuh rasa sakit.

Namun dia masih merasa perlu untuk mengatakan ini.

"Dengar, aku tau kau mencintainya. Tapi kau harus percaya padaku! Dia bukan manusia dan sama sekali tidak punya kemanusiaan!" Sebagai respon teriakan Kevin, Samuel kembali mendekatinya sambil mengayunkan tangan kristal esnya, kali ini mencabik kedua kaki Kevin. Potongan celana, kulit serta jaringan otot beterbangan berkat cabikan itu. Membuatnya kembali berteriak tanpa suara, hanya bisa menerima siksaan ini tanpa bisa melawan sedikitpun karena terlalu sakit.

"Lantas?" Samuel akhirnya mengatakan ini begitu melihat tubuh pihak lain gemetaran seperti kecoak yang kehilangan kepalanya.

Kevin menatapnya dengan pias "Kau tidak peduli?!"

Pemuda debris ini memuntahkan seteguk darah lagi dan kembali berteriak "Sama sekali tidak?! Tapi dia pasti akan memusnahkan seluruh umat manusia!"

Pihak lain menanggapi dengan "Banyak omong."

Samuel kali ini menginjak kedua kakinya hingga hancur, sekali lagi Kevin hanya bisa berteriak tanpa suara. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, sakit hingga dia tidak bisa merasakan apapun lagi. Mulutnya terus memuntahkan darah, seluruh tubuhnya kini berwarna merah.

Tapi seluruh bagian gerak tubuhnya sudah hancur tak berbentuk, kematiannya pasti sudah dekat. Manik ungunya berpendar antara redup dan warna pucat dan dia menggigit bibirnya keras-keras, membuka mulutnya lebar-lebar untuk berteriak dengan seluruh kekuatannya yang tersisa sebagai debris.

"Seluruh Debris!!!" Kevin berteriak sembari memuntahkan darah, dia mengumpulkan seluruh tenaganya yang tersisa dan berteriak sekuat yang dia bisa.

"DEMI MASA DEPAN BUMI!! BUNUH DAN-"

Teriakan itu terputus dengan kepala Kevin yang menggelinding di tanah.

Mati.

Samuel yang ada di danau, menatap semua ini dalam diam. Sebelum menggeret satu persatu mayat debris, untuk ia lempar kedalam danau. Begitu semuanya sudah bersih, barulah sosoknya menghilang. Lebur kembali menjadi air danau biasa.

Dengan tangan yang masih mengusap lembut kepala Samuel, bibir Danielle menyunggingkan senyum.

1
Lonely Star
Seruuuuu
Shen Yuan
Lanjut kaaaakkk
Lumine
Penulisannya bagus, tapi pasti bakal lebih bagus lagi kalau latar tempat di ceritanya lebih detail lagi
SUKARDI HULU
Nih sudah mampir kk, jangan lupa mampir juga y❣️🫰🙏
Moran: okeeeee ( ´ ▽ ` )ノ
total 1 replies
Budi 123
Authornya kejam Dan gak segan bunuh karakter, siapapun itu.

cocok direkomendasikan pada orang yang suka gore dan misteri
Jeruk Lemon
Gory dan sangat disturbing 😭
Authornya kenapa deh nulis adegan pembantaian dengan sangat rinci?
Flower Shower
Terlalu kejam dan berdarah, tapi seru. Aku cuma khawatir sama kesehatan mental authornya aja😅

Kak, jujur deh. kakak punya dendam apa sama manusia?
Blueming
Penulisannya bikin aku mikir, jangan-jangan authornya agak lain nih ... 😭

Aku juga curiga kalau tokoh utamanya tau sesuatu tapi lebih milih mingkem, sus banget 😭
Hime Hime
Merinding gila aku 😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!