Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Bapak Kos

Terjerat Pesona Bapak Kos

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:92.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ceritaku

"Ah sakit pak, tolong jangan..." Pekik Jihan ketika tangan kekar itu berusaha menggapai sebuah aset yang selama ini ia rawat dan ia jaga.

Bukannya menyingkir pria itu malah semakin mengurung tubuh mungil itu dan terus berusaha melanjutkan aksinya.

Jihan, gadis 19 tahun duduk di bangku kuliah semester 3. Merantau di kota besar untuk menimbah ilmu. Berharap dengan berpendidikan bagus dia bisa merubah nasib keluarganya.

Namun, hidup di kota tidaklah mudah. Apalagi Jihan hanya mengharap biaya kiriman dari keluarganya yang tidak seberapa besar.

Apalagi saat ini dia butuh uang untuk ujian semester 3. Mau tidak mau dia harus mencari pinjaman.

"Seperti yang sudah kita sepakati Jihan, kamu harus menepatinya"

Perkataan bapak kos membuat tubuh Jihan diam dan berhenti meronta. Dia terpaksa pasrah menerima apa yang akan bapak kos nya lakukan kepadanya.

Kira kira, apa yang akan bapak kosnya lakukan? apa sebenarnya kesepakatan yang mereka buat?
yukk ikuti terus kisah Jihan dan bapak kos nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rian Bingung

Setelah kepergian Celsi, Fio mendekati putra dan calon menantunya.

"Ini bi"

Jihan mengulurkan tisu pada Fio.

"Terimakasih." Balasnya tersenyum manis.

Sementara Rian, dia masih menatap Jihan. Dia tidak menyangka gadis ini sangat pintar merubah situasi. Dengan tiba-tiba Jihan melumuri wajahnya dengan coklat cake kesukaannya, di saat Celsi tidak memperhatikan mereka.

"Astaga, gadis ini pintar sekali bersama." Pikir Rian.

"Permisi pak, saya akan membersihkan wajah bapak."

"Tidak, biar aku aja" Tolak Rian seraya merebut tisu dari tangan Jihan.

"Ok."

Jihan angkat tangan, dia kembali duduk ke sofa dan mendekati Fio.

"Tante, akting aku bagus gak?" bisiknya.

Fio tersenyum, dia mengangkat jempol tangannya ke hadapan Jihan. Lalu, dia langsung merubah ekspresi nya biasa saja saat Rian memandangi mereka.

"Ngomongin apa?" tanya Rian penuh selidik.

"Tidak ada, hanya sedang membicarakan masa depan" Balas Jihan.

Rian tampak acuh mendengar jawaban Jihan. Dia kembali fokus membersihkan wajahnya sendiri.

Malam hari nya, Rian kembali menghabiskan waktunya seorang diri menatap pemandangan taman yang sedang indah. Karena bunga bunga yang ada di taman itu sedang bermekaran.

Malam yang damai, Rian merasa tenang berada di sini. Dia sengaja memilih taman samping rumah yang tidak terlihat dari halaman depan.

Pria itu tidak mau di lihat oleh anak anak kosnya. Bukannya malu, tapi dia hanya tidak mau memperlihatkan ketidakberdayaannya.

Tapi, bagaimana pun Rian menghindar. Anak kos satu ini tetap saja muncul.

"Hai pak Rian"

Tuh kan, baru saja di bilang dia sudah muncul. Udah kaya jelangkung aja. Gak di panggil tetap datang.

Jihan melangkah mendekati Rian, dia berdiri di samping kursi roda pria itu.

"Suka banget liatin taman, apa hati bapak sesepi itu?"

Jleb.

Baru datang sudah membuat kesal. Rian mendelik menatap Jihan sebentar.

"Mau sepi atau tidaknya. Itu bukan urusan kamu. Lebih baik kamu pergi dari sini."

"Dih sewot, mana ngusir lagi" balas Jihan mencibir.

Gadis itu tidak mau pergi, dia malah memetik salah satu bunga mawar merah yang sedang mekar. Kemudian memberikan kepada Rian.

"Bapak yang pemarah, tidak malu sama bunga ini?"

"Lihat deh, dia sedang mekar. Bapak malah marah marah. Kasian tahu pak, para bunga lain malah gak jadi mekar karena takut sama bapak "

CK.

Rian mencebik, omong kosong apa lagi yang gadis ini katakan.

"Kamu pikir, kamu sedang berdongeng di hadapan seorang anak kecil?"

"Tidak." Jihan menggeleng kuat.

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya pak." Balas Jihan.

Rian mendengus kesal, malam ini kembali gadis ini mengganggu waktu tenangnya. Entah kapan dia akan dapat menghirup udara segar tanpa adanya gadis ini.

Rian memundurkan kursi rodanya, kemudian memutar untuk meninggalkan taman itu.

"Eh mau kemana?"

Jihan tidak tinggal diam, dia mengejar Rian dan menahan kursi rodanya.

"Jangan pergi dulu pak" Tahan Jihan. Dia berusaha menahan kursi roda Rian.

"Lepaskan bocah, aku ingin masuk dan beristirahat!"

"Tidak, aku tidak akan membiarkan bapak pergi dalam keadaan kesal" Balas Jihan kekeuh tidak mau melepaskan.

Truk.

Rian menghentikan kursi rodanya, kemudian berbalik Tampa sepengetahuan Jihan.

Bruk.

Alhasil gadis itu terjatuh ke atas pangkuannya.

"Aws... Kenapa bapak berbalik tidak bilang bilang sih.." Jihan meringis, dia ingin bangkit dari pangkuan Rian. Tapi, pria itu malah menahannya.

"Pak.." Jihan menatap Rian was was. Pria tak terduga ini bisa saja melakukan sesuatu yang tidak ia pikirkan.

"Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Kenapa kamu selalu mengikuti aku?"

"Apa yang ingin kamu buktikan dan kamu ingin tahu?"

"Aku..." Jihan mendadak gugup, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Rian. Apa yang harus dia katakan, tidak mungkin dia mengatakan alasannya karena menyukai pria itu.

Tidak, Jihan tidak akan melakukan hal bodoh itu. Apalagi saat ini Rian dalam keadaan lupa ingatan.

"Aku..."

"Jawab aku atau.." Desak Rian, ucapannya terhenti. Tatapan matanya tertuju pada bibir ranum milik Jihan.

Deg deg deg..

Detak jantung keduanya saling berpacu menyahuti satu sama lain.

Oh my God, Jihan benar benar gugup. Dia merasa waktu seakan berhenti sejenak, dunia mendadak sepi. Saat ini yang terdengar hanyalah suara detak jantung mereka berdua.

"Atau apa?" Ulang Jihan penasaran.

Cup.

Rian langsung menarik tengkuk Jihan dan mengecup bibir ranum yang sejak tadi menggodanya.

Bukan mengecup, tapi Ehm.. Yah begitulah. Bibir yang menjadi candu baginya bagaimana mungkin di lepas begitu cepat.

Rian menikmati setiap inci bibir milik Jihan. Tidak ada sedikit area pun yang ia lepaskan. Sampai keduanya terlena dan larut dalam paduan asmara cinta yang tidak di ketahui.

Jihan juga sama, dia terlihat pasrah menerima serangan yang sudah lama ia rindukan. Kedua tangannya pun sudah mengalung erat di leher Rian.

Keduanya tampak sangat menikmati, hingga kilasan kilasan masa lalu membuat Rian tiba-tiba meringis.

Semakin ia menikmati ciuman itu, semakin jelas pula kilasan masa lalu itu muncul.

"Akk..." Pekik Rian tiba-tiba seraya memegangi kepalanya. Ciuman mereka terlepas, Jihan ikut terkejut melihat reaksi pria ini.

"Pak, bapak tidak apa apa?" Tanya Jihan panik bercampur khawatir. Dia berusaha turun dari pangkuan Rian, tapi pria itu malah menahannya. Bahkan aksi Rian semakin brutal.

Rian memeluk erat Jihan, bibirnya kembali mencium bibir ranum itu. Seakan tidak merasa bosan. Di samping rasa penasarannya, Rian juga merasakan hal lain ketika melakukan semua ini bersama Jihan.

Rasa yang hilang seakan telah kembali ke hati Rian.

"Siapa dia sebenarnya, kenapa aku merasakan hal ini?" Batin Rian di sela aksinya mencumbui Jihan.

Jihan tak kalah ganasnya, dia terbuai dan ikut menyerang Rian dengan caranya sendiri. Mereka saling mencumbu. Hingga tampa sadar saat ini mereka sudah berguling di atas rerumputan di bawah sinar rembulan.

"Pak.."Cicit Jihan, dia mendorong dada Rian agar sedikit menjauh darinya. Pasokan oksigen sudah habis, Jihan butuh menghirup udara segar terlebih dahulu.

Rian pun sama, nafasnya tersengal. Tatapan matanya menatap lurus ke manik mata gadis yang saat ini berada di bawah kungkungannya.

Di saat nafsu bergejolak, rasa sakit di kakinya mulai tidak terasa. Bahkan Rian terlihat seperti orang sehat dengan tumpuan kakinya yang semakin kuat saat ingin menyerang Jihan lagi.

Mereka bergumul di rerumputan disaksikan rembulan dan para bintang.

"Akhh..." Sebuah erangan keluar dari bibir ranum milik Jihan. Dia tidak bisa menahan sensasi yang Rian berikan kepadanya saat pria itu mencumbu bagian lehernya.

Jihan tersenyum puas, meskipun lupa ingatan. Tubuh Rian masih sama seperti dulu. Selalu candu terhadap dirinya.

"Aku hanya butuh mengembalikan ingatannya, karena hatinya tidak akan pernah melupakan aku." Gumam Jihan di dalam hati di sela sela aktivitas nya bersama sang bapak kos.

...----------------...

Terimakasih kepada semua pembaca yang masih setia menunggu up dari aku. Maaf aku membuat kalian kecewa. Tapi, percayalah aku selalu menyayangi kalian. Ini bukti sayang ku kepada kalian. Aku up 2 episode dalam waktu dekat. Aku juga akan berusaha untuk up sesering mungkin agar kalian tidak lelah menunggu kelanjutan dari karya biasa aku ini. Sekali lagi terimakasih atas dukungan kalian, tanpa kalian aku bukan lah apa apa.

salam hangat, love you 😘😘😘

1
Dewi Ansyari
Bagus Rian kalo sampe sena buka suara bahwa kalian dekat abis kamu sama Jihan
Dewi Ansyari
Aduh jnagan2 Rian tergoda sama mantannya dan mengkhianati Jihan
Bunga Cendhana
ini hiatus kah author nya
Ceritaku: gak kak. cuma karena kesibukan kerja gak sempet up bab baru
total 1 replies
Liswati Angelina
untung rian sigap jadi jihan aman
Ceritaku
maaf yah kak baru up
apiii
akhirnya up juga
apiii
jangan sampai tuh emak lampir deketin rian dan celakain jihan deh suka cari masalah emng tuh mak lampirb
Ceritaku: kita lawan Mak lampir yahh
total 1 replies
apiii
malah kentang
Ceritaku: maksud nya gimana kakak?
total 1 replies
apiii
aku nungguin loh thor
Liswati Angelina
Lekas sehat kembali thooorr
D_wiwied
up nya jangan lama-lama dong thor
Porjo Kota
jarang up..pdhl dah masuk favorit..lupa tokoh"nya..
Yusuf Alabror
ko blm up ya
Ceritaku: maaf yah kak, aku lagi sakit.
total 1 replies
amira ahmed
ngopi dulu
Yusuf Alabror
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Yusuf Alabror
lanjuuuut semangaaaat upnya ceritanya bagus 🤩🤩🤩🤩🤩⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Yusuf Alabror
ceritanya bagus dan selalu penasaran dg episode selanjutnya ☺️
Ceritaku: terimakasih kakak
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut
Ceritaku: oke siapp kak
total 1 replies
Liswati Angelina
lanjuttt....
Ceritaku: ok kak siapp
total 1 replies
Liswati Angelina
jadi penasaran dengan pertemuan jihan dan rian...
Ceritaku: sabar yah kakak kuuu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!