Nana Ayunda adalah gadis cantik yang ceria dan selalu mengutamakan kebahagian orang terdekatnya. Terutama Mama dan Abangnya.
Ia juga selalu menyingkat nama orang sesuka hatinya.
Nana menyukai sahabat kakaknya yang hanya dianggap adik olehnya, akankah Nana bisa mendapatkan cintanya yang penuh perjuangan itu? Atau akan dianggap seorang adik untuk selamanya?
ikuti kisah Nana Ayunda dengan penuh canda dan air mata.
Selamat membaca Terima kasih
mohon dukungannya🥰🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
"Lepaskan tangan istriku..." Zaidan menatap tajam Kepada Arit, kemudian menghempaskan tangan keduanya dan menarik tangan Nana agar ikut dengan dirinya. Arit yang melihat Zaidan ikut bersama dirinya mulai mengambil ancang-ancang, dia tak akan membiarkan Nana pergi dengan suami brengseknya itu.
Cengkraman tangan Zaidan begitu kuat sehingga membuat sang empunya meringis pelan, "Lepas Mas, tanganku sakit." Zaidan yang baru menyadari jika memengang tangan Nana terlalu kuat, kemudian melepaskan genggamannya kepada Nana.
"Ayo ikut Mas pulang, kita selesaikan permasalahan kita di rumah." Serunya dengan berbicara lemah lembut kepada Nana. Sedangkan yang mendengarnya itu hanya berdecak pelan.
"Maaf Mas aku tak bisa pulang ke rumahmu, biarkan seperti ini dulu aku ingin sendiri, Mas sebaik pergi dari sini jangan membuat keributan."
"Tapi Na..." Zaidan seperti memohon lewat tatapan matanya, dia seperti tak percaya jika sekarang Nana menolaknya, padahal dulu dia selalu menurut apapun yang di katakan oleh Zaidan, walau Zaidan tau itu tak sesuai keinginannya.
"Kamu dengarkan dia bilang apa? Kamu tak bisa memaksanya. Sebaiknya kamu pergi dari sini." Jawab Arit secara tegas dengan mengusir Zaidan secara terang-terangan.
"Siapa kamu mengaturku, aku ini suaminya sehingga aku berhak untuk menyuruhnya pulang dan ingat...! Sangat tidak etis jika seorang pria jalan dengan wanita yang sudah menikah."
Melihat situasi yang kurang kondusif sehingga Nana bermaksud untuk mengusir Zaidan dari sini, dia takut suaminya itu akan membuat kekacauan nantinya.
"Mas sebaiknya kamu pergi dari sini, aku masih ada urusan dan tolong jangan menggangguku lagi, kisah kita sudah selesai, Mas tunggu saja SURAT CERAI dariku." Jawab Nana dengan tegas.
Deg...
Seketika Zaidan diam terpaku tanpa mengatakan apa-apa lagi. Hati Zaidan seperti tercabik-cabik mendengar perkataan Nana, dia tak menyangka jika Nana akan benar-benar setuju dengan usulan dari Keri dan Mama Puspa, Zaidan sepertinya ingin bangun dari mimpi buruknya ini. Dia sangat tak menyangka Nana akan meminta bercerai darinya, ini sangat mustahil menurutnya.
Nana kemudian menarik tangan Arit untuk pergi dari tempat itu, dia ingin buru-buru masuk ke dalam ruangan Renata, dia takut sahabatnya itu sudah menunggunya terlalu lama.
"Semoga keputusan yang ku ambil adalah keputusan terbaik dan tak akan menyesal di kemudian hari." Ujarnya membatin.
Baru saja membuka pintu ruangan, Rena ternyata sudah menunggunya sambil bersidekap Dada. "Kenapa lama banget sih? Kalian ngapain aja, aku sampai lumutan nunggu kalian kelamaan." Tanyanya begitu kesal.
"Nga usah Lebay baret, tadi kami ada insiden kecil sehingga lama." Arit yang diam saja dari tadi kemudian ikut bersuara. "Maaf Rena kamu jadi lama menunggu, kalau gitu ayo kita pulang!!!" Ajaknya dengan mengambil perlengkapan Renata sedangkan Nana masih mengekor di belakang.
Rena yang melihat Arit mengambil barangnya hanya diam saja, tanpa mengatakan apapun dia hanya mengekor di belakangnya, sedangkan Nana menjadi pendiam entah kenapa, Rena juga bingung tak ingin memikirkan apapun itu sehingga dia juga jadi ikut diam saja.
Tak lama sampailah mereka di dekat mobil, Arit yang mengemudikan mobilnya, sedangkan Nana dan Rena duduk di belakang. Tapi dari kejauhan ada seorang pria melihatnya dengan mata berkaca-kaca, Entah setelah Nana menolaknya tadi pikirannya jadi kalut seketika.
Zaidan ingin sekali menahan kepergian Nana sebenarnya, tapi dia tak boleh egois kali ini, mungkin saja Nana ingin sendiri sementara waktu jika suasana hatinya sudah kembali aman di akan menjemput Nana setelahnya, sehingga Zaidan memilih pulang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ternyata kau menghianatiku, tapi mengapa aku baru tau sekarang, apa Tuhan ingin menyelamatkan rumah tangga ku dengannya, sehingga Tuhan memberitahuku sekarang walau terlambat. ." Gumam pria itu dengan menangis sejadi-jadinya di dalam kamar miliknya. Dia kemudian membuang semua barang milik almarhum mantan tunangannya itu, dari pakaian yang dia siapkan setelah dia menikah kelak, dan berbagai macam koleksi wanita itu.
Mohon dukungannya, berupa Like dan koment, dan hadiahnya jika berkenan.
Terima kasih banyak.
🌹🌹 buat kakak author biar semakin semangat update 💪🥰🥳🥳
malah bakal bikin bang Keri tambah marah itu mah . 🤦♀️
maaf ya, Kaka author. ikut esmosi baca nya 🙏