Indonesia
NovelToon NovelToon
SILVANA

SILVANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lestari

Seorang gadis cantik yang sejak bayi tinggal di panti asuhan, tumbuh tanpa kasih sayang orangtua, dan ibu panti yang seharusnya jadi ibu pengganti untuk Silvana justru menjadikannya budak dan terus menyiksanya. ia tidak bisa pergi kemanapun untuk menghindari siksaan ibu panti, karena ia tidak memiliki siapapun lagi. walupun ibu panti terus menyiksanya, setidaknya ia sudah di rawat dan di besarkan sampai usianya kini 25 tahun. ia punya janji kepada dirinya sendiri bahwa ia harus bahagia, sampai pada akhirnya bukan kebahagiaan yang ia dapat justru ia malah di jual oleh ibu panti ke mafia kejam berdarah dingin yang bernama Revano. bagaimana hidup Silvana selanjutnya? apakah penyiksaan akan berlanjut di tangan mafia tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 25. momen mengesankan bagi Silvana

Silvana mengenakan midi dress berwarna putih, sepanjang bawah lutut dengan model balon dibagian lengannya yang pendek. dress itu sangat cocok di tubuhnya dan membuat penampilannya menjadi lebih cantik, elegan dan memukau. apalagi, ditambah dengan rambutnya yang ia biarkan tergerai.

Setelah tinggal bersama Revano, Silvana di belikan berbagai macam baju, dress, piyama, dan lainnya yang tentunya dari brand terkenal. bahkan, satu lemari penuh dengan baju baju mewahnya.

Penampilannya yang kali ini benar-benar berbeda, ini bukan seperti Silvana yang dulu. keadaan dulu dan sekarang telah berubah seratus delapan puluh derajat dan menjadikan Silvana dulu yang kucel menjadi Silvana sekarang yang super elegan dan cantik berlipat-lipat meski tanpa polesan make up.

"Elin, apa dress ini cocok di tubuhku?" tanya Silvana.

"Sangat cocok dan cantik, tuan Revano pasti akan terpukau dengan kecantikan anda" jawab Elin sembari menatap Silvana.

"Apa kamu berkata dengan jujur?" tanya Silvana lagi untuk memastikan.

"Tentu, nona. anda terlihat sangat cantik dan elegan" jawab Elin sembari tersenyum menatap kecantikan Silvana.

Silvana lantas memandangi dirinya di cermin, ia tersenyum begitu manis setelah melihat dirinya yang memang terlihat cantik dan elegan. dalam lubuk hatinya, ia tak menyangka bisa mengenakan pakaian sebagus dan semewah itu. oleh karena itu, ia akan memberikan penampilan terbaiknya saat akan bertemu dengan seseorang yang telah berbaik hati merubah kehidupannya.

Setelah puas dengan penampilannya, ia kemudian meraih sebuah tas yang berwarna senada dengan dress-nya.

"Aku sudah siap, Elin. ayo, aku ingin segera berangkat" kata Silvana kepada Elin.

"Baiklah, aku akan memberitahu pengawal" sahut Elin.

Elin dan Silvana melangkah bersama keluar kamar dan berjalan menaiki tangga menuju lantai atas menuju helikopter Revano yang sudah terparkir di helipad.

Kini mereka sudah berada dilantai atas, lebih tepatnya di helipad. Silvana terkagum-kagum melihat helikopter yang akan ia naiki untuk pertama kalinya.

"Oh astaga, Elin. apa benar aku akan menaikinya?" tanya Silvana tak berkedip menatap sebuah helikopter di hadapannya.

Elin mengangguk. "Ya, nona. anda akan menaikinya untuk sampai ke tempat tuan Revano" jawab Elin.

Rambut Silvana beterbangan, pandangan matanya menatap lurus ke arah helikopter yang terparkir di depannya, mata indahnya terlihat berkaca-kaca. "Sungguh, hal ini akan menjadi momen mengesankan di hidupku. aku akan menaiki helikopter seperti di film-film yang pernah aku tonton" ucapnya bersamaan dengan tetesan air matanya yang luruh membasahi pipi.

Elin mengusap lembut punggung Silvana. "Jangan menangis, nona. anda berhak mendapatkan kehidupan yang seperti ini karena anda gadis yang sangat baik. tuan Revano tidak salah memilih anda, nona"

"Aku hanya terharu, Elin" sahut Silvana, ia kemudian mengusap air matanya dan tersenyum.

"Nona, apa anda sudah siap?" tanya salah satu anak buah Revano yang akan menemaninya.

Silvana menoleh ke sumber suara. "Siap, ayo" jawabnya.

"Baiklah, ayo nona" iapun berjalan mendahului Silvana.

"Elin, aku berangkat ya. kamu disini jaga diri baik-baik"

"Tentu, nona. saya juga akan mendoakan agar anda selamat sampai tujuan"

Silvana mengangguk dan tersenyum. "Terimakasih, Elin" kemudian Silvana memeluk Elin.

Elin pun membalas pelukan Silvana dengan senang hati. "Ya, nona"

Setelah itu, Silvana berjalan menuju helikopter untuk segera melakukan perjalanan.

*****

"Apa kau sudah siap?" tanya Revano pada Antoni.

"Siap, dan apakah penampilanku sudah sangat meyakinkan?"

Antoni akan melakukan penyamaran untuk masuk ke dalam markas musuhnya agar bisa merusak pertahanan musuh dari dalam. selain itu, ia juga berencana untuk menguak rencana apa saja yang sudah mereka rencanakan.

"Aku percaya padamu, lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai ketahuan" ucap Revano.

"Jika aku tertangkap, aku ingin wasiat untuk kekasih dan juga orang tuaku"

"Jangan mengatakan hal bodoh!" sarkas Revano kesal.

"Hahaha....kau tenang saja, aku tidak akan tertangkap. lagipula, ini hanya masalah kecil saja" Antoni menyombongkan diri.

"Sudah berulangkali ku katakan untuk tidak selalu menganggap remeh musuh, kita tidak tahu rencana apa saja yang sudah mereka susun untuk menghancurkan kita"

"Ya, ya baiklah"

Antoni memang mafia yang sangat tengil dan menyebalkan baginya, bahkan disaat seperti ini ia masih bisa bercanda dan menyombongkan dirinya. padahal jika saja Antoni tertangkap, maka nyawanya akan melayang saat itu juga.

Sebenarnya, Revano kuatir dan tidak ingin memberikan tugas ini kepada Antoni. tapi, anak buahnya tidak akan mampu melakukan penyamaran karena hanya Antoni lah yang mampu dan hebat dalam melakukan penyamaran.

"Aku akan meminta anak buahku mengawasimu dari jauh, jika terjadi sesuatu maka mereka akan segera menyelamatkanmu" ucap Revano dengan raut wajah yang datar tanpa ekspresi.

"Aku percayakan semuanya padamu, dan selama menyamar kau harus selalu berhati-hati. selama kau menyamar untuk mengetahui rencana mereka, maka aku akan mencari keberadaan Venus di gudang bekas senjata yang berada di pinggiran kota" ucap Revano.

"Baiklah, mari bekerja sama dan cepat selesaikan. aku sudah tidak sabar ingin kembali" sahut Antoni.

Revano memutar bola matanya malas. "Selalu saja" cibirnya.

"Aku sudah tidak tahan, rudalku selalu memberontak dibawah sana" ucap Antoni sembari cengengesan.

BUGH

Revano memberikan bogeman ke perut Antoni. "Sialan, selalu saja seperti itu. cepat lakukan tugasmu!"

"Bajingan, kau seperti tidak saja" cibir Antoni pelan sembari memegangi perutnya yang terasa ngilu.

"Aku mendengarmu, brengsek"

"Ya, ya. setelah pulang nanti aku akan menyewa lima wanita sekaligus, apa kau mau?" tanya Antoni.

"Tidak"

"Kenapa seperti itu, bung"

"Setelah mengenal Silvana, aku sudah tidak lagi berselera untuk bermain-main wanita"

"Wah..wah..wah..apa kau sudah mencicipinya? bagaimana, apa masih tersegel?" tanya Antoni sembari menatap Revano dengan penuh rasa penasaran.

Revano diam, ia belum melakukan hal itu pada Silvana. ia telah mencintai Silvana dan ia tidak akan melakukan hal itu karena adanya paksaan. ia hanya akan melakukan hal itu jika keduanya sudah terikat dengan janji suci pernikahan.

"Kenapa diam? jangan-jangan kau sudah kehilangan kejantananmu sehingga kau tidak bisa menggagahinya, kan? kalau begitu, dia untukku saja"

"Diam, atau ku potong lidahmu!"

"Ck, ya ya ya. baiklah, aku akan pergi sekarang"

"Hm"

Walaupun Antoni menyebalkan, tetapi Revano tidak pernah marah sungguhan padanya. persahabatan mereka sudah terjalin sejak mereka masih kecil, maka dari itu keduanya sama-sama saling melindungi, melengkapi dan bekerja sama dalam menjalankan misi penting dunianya.

Setelah Antoni pergi, Revano pun pergi tetapi tujuannya berbeda. Revano akan pergi ke sebuah gudang bekas senjata yang berada di pinggiran kota untuk mencari keberadaan sosok Venus, musuhnya.

Selama berada di Italia, Revano dan Antoni serta anak-anak buahnya tinggal di apartemen mewah yang sudah ia beli sejak lama.

*****

"Nona, kita akan segera sampai" ucap salah satu anak buah Revano yang berada dalam satu helikopter yang sama dengan Silvana.

"Baiklah, kau hati-hati mengemudikannya" ucap Silvana.

"Tentu, nona"

Silvana menatap langit cerah dan awan-awan putih dengan tatapan yang kagum dan senyum yang bahagia. dalam hidupnya, ini kali pertama ia menatap langit dan awan secara dekat seperti sekarang ini.

Tak lama kemudian, helikopter yang ia naiki mendarat perlahan di sebuah lantai atas gedung apartemen yang di yakini itu adalah helipad khusus untuk pendaratan helikopternya.

Helikopter mendarat sempurna, pintu dibuka dari luar. Silvana keluar perlahan dengan senyum yang tak surut.

"Selamat datang, nona" sapa Erik.

"Ya, terimakasih" sahut Silvana.

"Oh, ya. dimana Revano?" tanya Silvana, karena ia tak melihat sosok pria yang di rindukannya.

"Tuan sedang menjalankan misinya, nona. saya diutus untuk menjemput anda" jawab Erik.

Wajah Silvana berubah sedikit masam. "Ah, ya. baiklah"

Silvana pun mengikuti langkah Erik menuju kamar apartemen yang Revano tempati. mereka berjalan menuruni tangga dan menaiki beberapa lift sampai pada akhirnya mereka sampai di kamar apartemen yang dituju.

"Ini kamar yang tuan Revano tempati, silakan anda berisitirahat sembari menunggu tuan pulang" ucap Erik.

"Apakah anda ingin memakan sesuatu? biar saya pesankan untuk anda, nona"

"Tidak, Erik. terimakasih. jika nanti Revano pulang, tolong beritahu dia kalau aku menunggunya di dalam"

"Baiklah, nona"

Kemudian, Silvana pun masuk ke dalam kamar apartemen itu. setelah sampai di dalam, iapun merebahkan tubuhnya diatas ranjang. tak lama, ia tertidur karena perjalanan yang cukup lama dan rasa pusing yang menyerangnya selama di perjalanan, karena ini kali pertamanya bagi Silvana menaiki helikopter.

1
X'tine
semoga mereka mendapatkan kebahagiaan..
X'tine
🙏 amin.. sudah ketemu orang baik...
X'tine
entah sampai bab berapa penderitaan mu berakhir,, sudah di bab 17 aja masih di siksa... hiks hiks hiks...
X'tine
revano ceroboh.. kenapa dirumah sakit tidak di jaga??? nangis loe.. tambatan hati loe di culik...
X'tine
semoga renavo bisa jadi dewa penyelamat Silvana
Nurnazeerah: x tihe
total 2 replies
X'tine
kasihan bgt nasib Silvana selalu ketemu orang jahat..
X'tine
bodoh memang Silvana nie... bikin kesel aja. .. 😡
X'tine
Ini MC nya keras wataknya.. gak bisa di nasehati.. kapan bisa bahagia loe..
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lanjut ya Thor, aq mendukung mbak
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
total 1 replies
ꪻ꛰͜⃟ዛ༉🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ🌸
lanjut Thor ceritanya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!