Namaku Anisley Annabel, putri dari pengusaha yang cukup terpandang dikotaku ini,
Hari ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu karena dihari ini aku akan menikah dengan kekasihku Jack Carlie.
Tetapi hal yang tak terduga terjadi saat mendekati upacara dimana Jack Menggandeng tangan sahabatku Cashley dan
mengatakan " kita tidak bisa menikah Anisley, maafkan aku aku mencintai sahabatmu Cashley".
Bagai tersambar petir disiang bolong, aku menangis dikamar make upku acak-acakan, hingga aku memutuskan keluar lewat jendela.
Aku menangis sepanjang jalan menatapi nasibku, sampai tak sadar aku menabrak seorang laki-laki,
Kuceritakan semua yang terjadi padaku, dan dia berkata Izinkan aku menjadi Penganti Pengantinmu. . .
.
.
.
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zepthy Bharata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 25
“Anisley...” sapa giordan berulang-ulang hingga membuat anisley tersadar dari lamunannya.
“Eh, papa,”
“Kamu melamun nak.”
“Tidak pa hanya sedikit ada beban fikiran,”
“Ya sudah kalau begitu papa kembali ke ruangan
Anisley kembali mengeluti pekerjaan nya yang bertumpuk-tumpuk. sesekali ia menghela nafas ia memikirkan semua tentang nya dengan Ronald mengenai anak, ya pembicaraan itu terlalu melekat di otaknya.
wanita mana yang tidak ingin memiliki seorang anak, wanita mana yang tidak ingin menjadi seorang ibu.
ya tentu saja semua wanita ingin berada di posisi itu, tapi semua tergantung kuasa ilahi.
tok.. tok..tok
suara pintu ruangan Anisley di ketuk,
"Siapa? masuk saja." ucap Anisley dari dalam ruangan sambil membuyarkan lamunannya.
Seorang pegawai perusahaan masuk kedalam ruangan itu membawa berkas-berkas hasil pekerjaan nya, kemudian ia meletakkan berkas tersebut diatas meja kerja Anisley.
"Nona ini adalah berkas-berkas yang barusan anda minta, disini semua sudah dilampirkan silahkan anda periksa." ucap pegawai itu.
"Terima kasih, letakkan di situ dan kembalilah bekerja." ucap Anisley sambil terus menatap layar komputernya.
"Baik nona..."
Selesai meletakkan berkas-berkas itu pegawai tersebut Segera meninggalkan ruangan Anisley dan kembali bekerja.
Sementara itu di perusahaan lain Ronald sedang mengadakan rapat dengan orang-orang penting. Tetapi dari tadi ia begitu tidak fokus, ada hal yang mengganggu pikirannya, ia merasakan ada hal yang jangal mengenai perasaan Raven terhadap istrinya Anisley.
"Tuan... Tuan..." Merry menepuk pundak Ronald yang berkali-kali dia panggil tapi tak kunjung menyahut.
Ronald tersadar dari lamunannya kemudian ia melanjutkan rapat itu.
Selesai rapat Ronald segera kembali ke ruangannya, ia minta kepada dua asistennya itu untuk menghandle semua pekerjaan nya.
" Merry Thony handle pekerjaanku aku mau pergi menjemput Istriku." ucap Ronald sambil membenahi jasnya dan menyahut kunci mobilnya.
"Tidak perlu saya antar tuan?" tanya Tony.
"Tidak perlu."
"Saya takut anda lupa cara menyetir." ucap Thony sambil duduk di sofa ruangan itu.
"Jangan meledekku, dan aku tidak me ngajimu cuma untuk duduk-duduk di sini. Cepat bekerja." ucap Ronald tanpa ekspresi.
Ronald melajukan langkahnya menuju parkiran, memasuki mobil yang biasa ia kendarai bersama dengan Thony, tapi kali ini ia memilih mengendarainya sendirian untuk menjemput Anisley karena pagi tadi ia juga yang mengantarkan Anisley.
Desingan mesin mobil itu memecah jalanan ibukota yang tidak terlalu ramai, Dengan santai ia melajukan mobil mewah tersebut menuju perusahaan Anisley.
"Aku pernah berharap, dan aku pernah mencintai. Aku pernah menghayalkan seseorang untuk aku miliki tetapi semua itu tidak pernah terjadi, dia pergi meninggalkan rasa sesak dan sakit dalam hati, aku tidak ingin semua itu terulang kembali karena aku ingin memilikmu selama sisa hidupku. Kamulah, kamu yang mampu mencairkan bongkahan es dalam hatiku, senyummu, kehangatan mu semua adalah milikku."
Kata-kata dalam benak Ronald itu terbawa hingga ke halaman perusahaan, Mobil mewah itu langsung berhenti di depan lobi. Dua satpam yang berjaga segera menghampiri Ronald.
"Panggilkan Anisley," ucap Ronald Dingin.
"Baik tuan, segera." ucap salah satu di antaranya yang langsung masuk untuk menyampaikan perintah Ronald, ia meminta bantuan bagian lobi untuk menelfon ke ruangan Anisley.
Tak lama kemudian, Anisley muncul untuk menemui suaminya.
"Aku kira tuan muda mana yang berani menakut-nakuti karyawanku." ucap Anisley sambil menghampiri mobil Ronald.
"Sayang aku tidak menakut-nakuti mereka, aku hanya minta mereka untuk memanggilkanmu."
"Aku ingin dijemput langsung sama kamu, bukan dipanggil seperti ini." ucap Anisley saat Ronald membuka pintu mobil mewah itu.
.
.
.
.
Next episode insyaallah update besok....
Hallo teman-teman, selamat datang kembali di Novel pengganti pengantin. Mohon maaf karena jarang up, nyaris tidak pernah up.
Kunjugi juga novel- novel saya yang lain.
💕Dari Cupu Jadi Ratu🐇
💕My Wife Of The Plane🐇
💕 Pengganti Pengantin🐇
💕Aisyah Istri Kecilku 🐇
Ikuti juga akun media sosial saya
Fb : Dhe Septhy Bharata
Ig : queensepthy_
Email ; septhyana3418@gmail.com
......................di kota ini,papa ku
Thor, itu ☝️☝️
Namaku Anisley Anabel,...................
......................di kota ini, papa ku...
spasinya lupa, setelah koma
penasaran kelanjutannya gimana