Indonesia
NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: tamat
Genre:Pelakor / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

"Pertemuan dua hati yang terluka sering kali menciptakan badai emosi yang tak terduga. Di episode ini, sebuah rahasia besar dan penyesalan mendalam tumpah di atas lantai ruko sederhana di Sukamaju. Saat sang mertua datang memohon ampun, sebuah kenyataan pahit justru menghantamnya lebih keras dari tamparan mana pun. Hana sudah menemukan dermaga baru untuk bersandar. Mari saksikan bagaimana masa lalu mencoba mengejar, namun masa depan sudah melangkah jauh di depan."

.

.

Udara sore di Sukamaju terasa sejuk, namun atmosfer di depan ruko Anindita Pastry mendadak tegang. Sebuah mobil mewah berwarna hitam legam berhenti tepat di depan pintu kayu estetik itu.

Penduduk desa berbisik-bisik, mengira ada pejabat atau pembeli besar yang datang.

Hana, yang sedang menggendong Saka sambil merapikan beberapa toples kue di etalase, mendadak membeku. Ia mengenali plat nomor itu. Itu adalah mobil keluarga Erlangga.

Jantungnya berdegup kencang, bayangan Bima yang kasar kembali melintas. Namun, saat pintu mobil terbuka, bukan sosok pria angkuh yang turun, melainkan seorang wanita paruh baya dengan mata yang sembab.

"Mama?" bisik Hana. Suaranya hampir hilang tertiup angin.

Bu Sarah melangkah dengan kaki gemetar. Otoritas dan keangkuhan yang ia tunjukkan di Jakarta runtuh seketika saat matanya menangkap sosok Hana yang berdiri dengan martabat yang utuh.

Tanpa memedulikan tatapan orang sekitar, Bu Sarah berlari kecil dan langsung menghambur memeluk Hana.

"Hana... Maafkan Mama, Nak. Maafkan Mama," tangis Bu Sarah pecah di bahu Hana.

Hana terpaku. Pelukan ini adalah pelukan yang dulu sangat ia rindukan saat ia diusir bagai sampah. Dulu, ia berharap mertuanya ini membela dan mencarinya, namun saat itu Bu Sarah sedang berada di luar negeri dan Bima menutup semua akses komunikasi.

Hana membawa Bu Sarah masuk ke dalam ruko dan mengunci pintunya. Ia mendudukkan wanita yang dulu menjodohkannya dengan Bima itu di kursi kayu kecil miliknya.

Saka, yang merasa asing dengan tamu itu, mulai merengek kecil.

Bu Sarah menatap bayi di gendongan Hana dengan tangan bergetar. "Ini... ini cucu Mama?"

Hana mengangguk pelan, matanya berkaca-kaca. "Namanya Aditya Saka, Ma. Dia lahir di bidan desa ini, tiga bulan yang lalu."

Bu Sarah menangis semakin histeris saat melihat wajah Saka yang begitu mirip dengan Bima waktu kecil.

"Bima benar-benar iblis... Bagaimana bisa dia membuang darah dagingnya sendiri? Hana, Mama sudah tahu semuanya. Mama sudah mengusir wanita jalang itu dari rumah. Mama ke sini ingin membawamu pulang. Mama ingin menebus semua dosa Bima."

Hana tersenyum, namun senyum itu adalah senyum yang paling menyakitkan bagi Bu Sarah. Senyum keikhlasan yang sudah mati rasa.

"Ma, terima kasih sudah datang jauh-jauh. Tapi Hana sudah tidak punya rumah di Jakarta," ucap Hana lembut namun tegas. "Status Hana sekarang adalah janda. Hana sudah membuang nama Erlangga sejak malam Mas Bima melempar surat cerai ke wajah Hana yang sedang mual karena mengidam."

Bu Sarah menggenggam tangan Hana erat. "Hana, Mama akan memberikan seluruh aset Mama untuk Saka. Saham, properti, semuanya! Mama tidak akan membiarkan kalian hidup susah di sini."

"Hana tidak butuh harta itu, Ma," potong Hana. "Hana memulai toko ini dari nol, dari menjual perhiasan sisa yang tidak sempat Mas Bima sita. Hana ingin Saka besar dari uang halal ibunya, bukan dari harta keluarga yang menganggap keberadaannya sebagai beban."

Saat suasana sedang emosional, suara ketukan di pintu kayu kembali terdengar. Hana menghapus air matanya dan membuka slot kunci.

"Hana, aku membawakan robot-robotan untuk Saka dan ..."

Langkah dr. Adrian terhenti. Pria tampan dengan kemeja yang digulung hingga siku itu menatap heran ke arah wanita paruh baya yang berpakaian sangat mewah di dalam toko Hana. Ia segera menaruh kantong plastik berisi mainan dan buah-buahan di meja.

Bu Sarah mengerutkan kening, ia berdiri dan menatap Adrian dari ujung kaki ke ujung kepala dengan tatapan menyelidik. Aura protektif seorang ibu muncul kembali. "Hana, siapa pria ini?

Hana menarik napas panjang, ia melirik Adrian yang memberikan senyum penenang.

"Mama, perkenalkan. Ini Dokter Adrian. Dia yang menolong Hana saat Hana pingsan di terminal waktu pertama kali sampai di sini. Dan dia... dia yang menjaga Hana tetap waras saat Hana hampir menyerah pada hidup."

Adrian membungkuk sopan. "Selamat sore, Tante. Saya Adrian."

Bu Sarah terdiam, ada rasa tidak suka yang muncul karena ia merasa posisi putranya terancam.

"Dokter? Jadi kamu hanya seorang dokter desa? Hana, Bima sedang hancur sekarang, dia menyesal. Kamu tidak bisa membandingkan Bima dengan..."

"Hana tidak membandingkan, Ma," potong Hana dengan nada bicara yang naik satu oktaf. "Tapi Hana perlu menjelaskan satu hal lagi agar Mama tidak terus berharap Hana kembali ke Jakarta."

Hana menatap Adrian, lalu kembali menatap Bu Sarah dengan tatapan paling mantap yang pernah ia miliki.

"Adrian sudah melamar Hana bulan lalu. Dan bulan depan, kami akan melangsungkan pernikahan sederhana di masjid desa ini. Adrian akan menjadi ayah resmi bagi Saka."

Bagai disambar petir di siang bolong, Bu Sarah terduduk lemas kembali ke kursinya. Wajahnya pucat pasi.

Segala rencana yang ia susun di kepala untuk menyatukan kembali Bima dan Hana hancur berkeping-keping.

"Menikah? Tapi... tapi Bima sangat mencintaimu, Hana! Dia sedang berjuang menghancurkan Clarissa demi kamu!" suara Bu Sarah memohon.

"Cinta Mas Bima itu datang saat Hana sudah bahagia, Ma. Itu bukan cinta, itu ego yang terluka karena melihat Hana tidak hancur tanpanya," jawab Hana. "Adrian mencintai Hana saat Hana masih berupa wanita kusam yang menangis di pinggir jalan dengan perut buncit. Dia mencintai Saka seperti anaknya sendiri, bahkan sebelum Saka lahir."

Adrian melangkah maju, berdiri di samping Hana dengan sikap melindungi. "Tante, saya tahu Anda sangat menyayangi Hana. Tapi sebagai pria, saya tidak akan membiarkan wanita yang saya cintai kembali ke tempat yang hampir membunuhnya. Saya akan menjaga Hana dan Saka dengan seluruh hidup saya."

Bu Sarah menatap keduanya dengan tatapan kosong. Ia melihat bagaimana cara Adrian menatap Hana, tatapan penuh hormat, kasih sayang, dan ketulusan.

Tatapan yang tidak pernah ia lihat dari mata Bima selama bertahun-tahun pernikahan mereka.

"Jadi... Mama benar-benar kehilangan menantu Mama?" bisik Bu Sarah pilu.

Hana berlutut di depan Bu Sarah, memegang tangannya. "Mama tidak kehilangan Hana sebagai anak. Mama tetap nenek dari Saka. Tapi sebagai istri Mas Bima ... Hana Anindita sudah mati di malam Mas Bima memilih Clarissa ke rumah tangga kita."

Bu Sarah memejamkan mata, air matanya jatuh mengenai tangan Hana. Ia menyadari satu hal pahit.

Putranya, Bima, bukan hanya kehilangan seorang istri, tapi telah membuang keberuntungan hidupnya ke dalam tempat sampah. Dan sekarang, keberuntungan itu telah dipungut dan dijaga oleh pria yang jauh lebih layak.

Akankah Bu Sarah menyerah dan merestui pernikahan Hana dengan Adrian?

Ikuti terus kisah perebutan hati yang paling menguras emosi ini!

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Zaichik Rania
Bima memang jahat memperlakukan hana dulu ketika menjadi istrinya... tp klu sekarang dia berubah lbh baik itu bagus ayo bima semangat, suatu saat jika km ketemu saka km sudah dlm keadaan lbh baik 👍👍👍
Zaichik Rania
kasihan juga si bima benar²hancur sampai ke akarnya
Zaichik Rania
muter-muter ngga sih ceritanya 🙏🙏🙏
Zaichik Rania
jngn di kasih tau apa yg akan di bahas di bab selanjutnya jd ngga penasaran lg thor 🙏🙏🙏
echa purin
👍
Gamers Mobile Legends bang- bang bang
benar benar hancur alur nya 😄
Gamers Mobile Legends bang- bang bang
alur yg sangat aneehhh
Gamers Mobile Legends bang- bang bang
benar benar kacau alur nya
Wati Marnisah
pas kyk gini kasihan tp pas baca dr awak rasa kasihan lngsung sirna🤣
Mamanya Ragil
terlalu banyak sambutan yg tak berguna..
nadya_hime
Kaadang sebaagaai manusia kita masih melihat "Bencana" sbg musibah, pdhl bisa jadi itu sebuah titik balik/momentum/sbg sarana diri ditempa utk menjadi berlian yg lebih berkilau, ketika diri menyadari sedang dalam "ujian hidup" ya udah terima aja hal tsb sbg sesuatu yg sudah terjadi benar apa adanya, lalu disyukuri.. lho kok? disyukuri klo kita msh bisa ngerasa ini itu berarti masih hidup, masih dikasih kesempatan.. apa tuh? apa aja, apa yg tertangkap oleh pemaham diri sendiri (semesta sbg sarana Allah/Tuhan akan meng-Guide setiap jiwa yg sudah paham), maka kita lebih mudah melepaskan rasa² yg ga nyaman yg membersamai ujian hidup tsb..
Hana bersyukur disakitin Bima, jadi ketemu Adrian yg Meratukannya..
Bima bersyukur dilempar kaleng, lha taunya dia jodoh lu gmn? Bima butuh perempuan kya Nadin emang biar Ego nya Bima punya pawang.. Wkwkwkwk...🤣🤭
Mamanya Ragil
terlalu banyak iklan
T Sa
lah..si penjahat ternyata pemeran utamanya
Mamanya Ragil
kata" sambutan anda,bikin kita sudah tau isi ceritanya....jadi gak bikin penasaran....intinya sudah malas.mau bacanya coz udah tau isi ceritanya
Zaichik Rania: otor tolong jangan di kasih tau apa yg akan terjadi di part selanjutnya jd ngga penasaran pembaca malah malas 🙏🙏
total 1 replies
Mamanya Ragil
tidak usah.pake kata sambutan di tiap episode nya...
Mamanya Ragil
coba gak usah pake kata sambutan,langsung aja ke ceritanya
mahira
lah....pie toh...kan pengacaranya tau
Lisna Indriyani
awalnya suka bacanya pas sampai di episode 12 ceritanya malah g jelas,kan pengacaranya tau dmna Hana tinggal,masa bima pke mencari segala....aneeehhh
Abid Irsyad Arkan: yap betul jdi gk sinkron
total 1 replies
Louisa Janis
nikmati perempuan RAKUS mu Bima nggak tahu kerja hanya jadi BENALU sejati 😄
Louisa Janis
Clarissa manusia atau lintah 🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮🤮
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!