Temmy Lynn, seorang dokter cantik super jenius tapi sangat plenger, ceplas ceplos dan omongannya kadang sepedas seblak level 100. dia bisa menyembuhkan segala macam penyakit tanpa terkecuali. Dia hanya peduli dengan uang, baginya itu sangat realistis.
Kailendra Adyaksa, tuan muda dingin yang mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan mobil yang dialaminya dua tahun yang lalu. Dia menolak semua pengobatan dan orang-orang yang mencoba mendekat termasuk orang tuanya. Apa yang terjadi jika kedua manusia beda karakter ini bertemu? Yuk kepoin keseruan mereka di sini guys..!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaeyunie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Segerombol orang berbaju hitam menyelinap ke kediaman Kai. Mereka mengendap, memastikan anggotanya mengepung setiap sudut tempat tersebut. Para pengawal yang sudah menyadari kehadiran para tamu langsung bersiap. Berbagai senjata api sudah berada di sana sebelum para musuh menyerang.
Flash back on.
Setelah selesai meditasi, perasaan Lynn masih tidak tenang. Padahal sore itu Kai, Lynn, Alan dan beberapa penjaga sedang bersantai di gazebo belakang rumah.
"Neng teh kenapa dari tadi mamang liat ngelamun terus? Biasanya kalau ada gorengan mamang teh paling banyak makannya" tanya mang Asep.
"Feeling saya dari tadi gak enak mang" ujar Lynn singkat. Tak lama kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tut..tut..tut..
"Masih inget punya keluarga ternyata" jawab seorang pria disebrang telfon dengan sewot. Lynn menjauhkan ponsel dari telinganya dan memencet tombol loud speaker.
"Assalamualaikum Koko nya aku yang ganteng dan menawan. Hehehe.."h
"Waalaikumsalam adeknya Koko yang gak tau diri, cuma nelfon kalau ada butuh"
"Ahahaha.. Suka bener deh kalau ngomong, gimana kabar Yang Mulia Ratu nyonya besar Elizabeth Alves, Yang Mulia Raja tuan besar Richard Alves, si ganteng plenger adekku sayang Ayden, Kakak Iparku yang paling cantik, cece Crystal tak lupa dua keponakan yang paling lucu di seluruh dunia Galaxy dan Venus?" Tanya Lynn panjang lebar membuat mereka yang berada di sana geleng-geleng kepala. Kai sendiri sedikit terkejut dengan nama-nama yang Lynn ucapkan barusan.
"Mau nanya kabar atau sensus penduduk lu?Sekalian noh tanyain kabar semua pegawai rumah" sewot sang Kakak.
"Ya elah sewot amat lu ko? Gue bilangin ce Crystal ya mantan lu masih suka ngehubungin"
"Lu tau dari mana?"
"Tau lah, walaupun jauh gue tau semuanya menyangkut keluarga gue Ko"
"Betah amat lu di sana? Suka lu sama pasien lu itu?" tanya Julian lagi. Wajah Kai memerah menahan malu.
"Ya suka lah Ko, dia pasien terganteng selama gue jadi dokter, dah gitu duitnya lebih ganteng lagi" jawab Lynn sambil mengedipkan sebelah mata ke arah Kai dan tersenyum.
"Cieee....." ucap mereka.
"Dasar mata duitan, dari dulu gak berubah, padahal saham lu aja udah ngasilin duit banyak, eh btw Lu lagi ramean Lynn?" tanya Julian.
"Iya, mau liat? Bentar ya" Lynn segera mengganti mode video call.
"Nih Ko, boss sama temen-temenku di sini" ujar Lynn menunjukan Kai dan yang lainnya.
"Hallo saya Julian, Kakaknya si matre dan plenger" sapa Julian.
"Hallo tuan Julian salam kenal, kami teman-teman adik tuan" ucap Rega mewakili yang lainnya.
"Hallo tuan Julian, saya Kai"
"Wah pantesan dia betah, beneran ganteng ternyata. Hehehe" kekeh Julian.
"Ah tuan bisa aja, tapi Lynn masih nolak saya" curhat Kai.
"Fikir-fikir dulu deh Kai, dari pada lu nantinya stress kalau sama dia" jawab Julian.
"Eh dasar kakak durjana, malah ngejatuhin adeknya" protes Lynn. Julian hanya tertawa.
"Ngapain lu nelfon pasti ada maunya?"
"Ko, gue butuh senjata api canggih, hari ini juga tapi, firasat gue gak enak, gak tau kenapa gue yakin bentar lagi bakal berantem" ujar Lynn.
"Bagus dong, itu hobby lu kan?"
"Eh gue serius Ko, lagian masalah gue di sini kompleks banget, masa urusan sama demit juga" keluh Lynn.
"Hahahaha.. Mampus lu, coba minta bantuan si Kevin, dia kan ahli begituan"
"Males ah, dia kan udah gue tolak, gak enak juga sama ce Crystal, adeknya gue tolak mulu"
"Ya lagian kenapa lu tolak?"
"Ko, liat samping gue ini? Modelan gini aja gue tolak" sombong Lynn.
"Sombong lu, awas kena karma"
"Becanda, lagian si Kevin lebih cocok sama si Julia asistennya, dia tulus banget" jawab Lynn.
"Sok tau lu"
"Eh beneran, dah ah malah gossip, gue butuh senjata api pokoknya. Yang banyak tapi, kita di sini ada 25 orang. Terakhir kemaren gue bertiga diserang 1 batalyon pas dijalan, nah sekarang gak mustahil diserang 10 batalyon" jelas Lynn lagi.
"Oke gue kirim via helikopter" Jawab Julian.
"Jangan, takut mereka curiga, kirim pake mobil pick up sayur aja"
"Oke, otw skrg juga. Habis itu balik dulu Lynn, nyokap sama bokap kangen lu, jangan sampe di dihapus dari daftar warisan"
"Iya iya... Ah gak seru ngancemnya pake warisan" protes Lynn.
"Hahaha... Ya udah lah gue lanjut kerja lagi, baik-baik lu di sana, kalau bisa jangan ngebunbun orang, bikin lumpuh aja udah, semuanya saya nitip adik plenger saya ya"
"Oh iya baik tuan Julian" jawab mereka kompak.
"Iya udah bawel. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam. Selamat berjuang Kai"
"Terima kasih Abang ipar" jawab Kai bersemangat. Lynn mencebik mendengar omongan kakak dan Kai.
Setelah ditutup, Kai tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Kamu anaknya tuan dan nyonya Alves?"
"Anak angkat, tapi mereka memperlakukan saya seperti anak kandung, bahkan terlalu memanjakan saya" jawab Lynn.
"Ini tuan besar Alves yang terkenal itu kan?" Kai memastikan lagi.
"Iya, yang bisnisnya no 1 di negara kita dan banyak perusahaan besarnya di seluruh dunia." jawab Lynn tidak menutupi.
"Atuh kalau mamang jadi Neng mah udah aja duduk santai di rumah gak perlu kerja" ujar mang Asep.
"Mang kan tahu saya suka duit, jadi kalau ada kesempatan dapet duit lagi pasti saya ambil. Dah lah jangan bahas itu lagi. Bentar lagi senjata kita bakal datang trs nanti kalian bantu saya buat beberapa jebakan ya"
"Siap Nona"
Keluarga Alves adalah keluarga konglomerat terbesar di negara ini. Tuan Richard sendiri asli orang tionghoa, sedangkan nyonya Elizabeth merupakan blesteran Tionghoa dan Jerman. Sekitar 30 tahun yang lalu mereka datang ke negara ini dan melalukan bisnis di sini. Koneksinya tidak terbatas. Terbukti kurang dari 30 menit semua senjata api canggih sudah sampai di rumah Kai.
"Wow...." ujar mereka kagum melihat berbagai jenis senjata api canggih di hadapan mereka. Lynn pun mengajari mereka cara menggunakannya. Tak butuh waktu lama mereka langsung menguasainya. Setelah itu mereka pun langsung membuat beberapa jebakan untuk menghemat waktu dan tenaga agar tidak usah berkelahi langsung.
Flash back off..
Dari dalam rumah, Lynn mengamati mereka yang sudah berhasil masuk. Begitu pun pak Harun yang sudah mengawasi mereka dari ruang keamanan. Beberapa dari mereka sudah mendekati area jebakan. Dan
"Brakkkk" sekitar 10 orang musuh masuk ke jebakan bawah tanah dan tidak ada yang menyadarinya karena memang di desain kedap suara.
Tak lama setelah itu terjadilah perkelahian sengit antara para pengawal dan musuh. Lynn dan Alan segera keluar, sementara Kai dan bi Wati sudah Lynn amankan terlebih dahulu. Lagi-lagi Kai merasa tidak berguna dan menjadi beban untuk semuanya. Tapi Lynn berhasil meyakinkannya.
"Kalau nanti tuan sudah sembuh, mau berantem keliling dunia juga saya temenin, sekarang diam di sini dulu jangan sampai hasil terapi dan obat saya malah sia-sia" ujar Lynn. Kai pun hanya mengangguk pasrah, dia menggenggam tangan Lynn.
"Hati-hati jangan sampai terluka" Lynn mengangguk. Tak lupa ia pun memberikan senjata api kepada Kai untuk berjaga.
"Hati-hati non, den" ujar bi Wati kepada Lynn dan Alan.
"Bibi doanya kencengin ya" ucap Lynn mencairkan suasana. Bi Wati pun mengangguk tapi tetap wajahnya masih diliputi rasa takut.
Kai melihat dari ponselnya, banyak musuh yang sudah terkapar oleh para pengawalnya. Tapi jumlah mereka tidak berkurang malah bertambah. Beberapa musuh bahkan sudah bisa masuk ke rumah.
"Cari target sampai ketemu, jangan sampai lolos" ujar ketua.
"Baik tuan" mereka semua berpencar namun tidak menemukan apapun. Kai mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Assalamualaikum kenapa bang?" ternyata dia menghubungi Elandra.
"Waalaikumsalam. Ka..Ka...Kami diserang" ucap Kai kepada Eland.
"Ok kak, kami kesana sekarang" Ujar Eland menutup telfonnya. Pria itu langsung menghubungi teman-temannya. Untungnya sang nenek sedang tidak diketahui keberadaannya.