Indonesia
NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Darah berceceran di sepanjang jalan setapak berbatu yang menuruni Puncak Makam Pedang. Tiga murid Pelataran Dalam memapah tubuh Zhao Lei yang hancur, berlari terhuyung-huyung dengan wajah diwarnai teror yang mematikan. Mereka tidak berani menoleh ke belakang, seolah-olah iblis dari kedalaman neraka sedang mengawasi setiap langkah mereka.

​Kabar tentang kekalahan tragis kelompok Zhao Lei segera meledak layaknya badai di Pelataran Dalam Sekte Pedang Azure.

​Di Puncak Elang Emas, kediaman pribadi Penatua Zhao Ying.

​PRANG!

​Sebuah cangkir teh giok berharga hancur berkeping-keping menghantam dinding. Penatua Zhao Ying berdiri dengan dada naik-turun, urat-urat hijau menonjol di pelipis dan lehernya. Di lantai di hadapannya, Zhao Lei terbaring mengerang di atas tandu dengan tulang selangka yang remuk total dan kultivasi yang nyaris berantakan.

​"Tangan kosong? Dia menghancurkan pedang spiritual tingkat fana dan melumpuhkan setengah langkah Pembentukan Fondasi hanya dengan tangan kosong?!" Zhao Ying meraung, suaranya menggetarkan pilar-pilar paviliun.

​Murid yang selamat berlutut gemetar, dahinya menempel ke lantai. "B-benar, Penatua! Tubuhnya tidak memancarkan Qi sama sekali, seolah-olah dia manusia biasa. T-tapi kulitnya sekeras baja... dan dia menitipkan pesan... jika Penatua berani mengirim orang lagi, dia akan membuang kepala mereka ke depan pintu Anda!"

​"Binatang kecil yang sombong!" Zhao Ying mengertakkan giginya hingga nyaris retak.

​Asumsi bahwa meridian Ye Xuan hancur akibat serangan Inti Emasnya sebulan lalu ternyata adalah sebuah ilusi. Pemuda itu tidak bersembunyi untuk mati, melainkan menggunakan Puncak Makam Pedang untuk menyempurnakan monster di dalam tubuhnya!

​"Penatua, haruskah kita melaporkan hal ini pada komite penegak hukum? Dia telah melukai sesama murid sekte secara brutal!" bisik seorang diaken di samping Zhao Ying.

​"Melapor?" Zhao Ying tertawa getir dan penuh kebencian. "Patriark telah memberinya Medali Pengecualian Sekte! Puncak Makam Pedang adalah wilayah mutlaknya. Zhao Lei yang melanggar aturan dengan masuk tanpa izin. Jika kita melapor, kitalah yang akan dihukum karena memprovokasinya! Telan pil pahit ini untuk sementara waktu. Jika dia berani keluar dari gunung itu, aku punya seratus cara untuk membuatnya mati tanpa jejak."

​Sementara Zhao Ying merencanakan balas dendamnya dalam bayang-bayang, sosok yang menjadi pusat teror itu sedang berjalan santai menyusuri jalan utama sekte.

​Ye Xuan tidak lagi mengenakan jubah luar yang robek. Ia telah menggantinya dengan satu set pakaian kasual berwarna hitam polos yang ia temukan di kantong spasial Zhao Lei. Pedang Besi Bintang Jatuh yang hitam legam tetap bertengger di bahunya, memberikan kontras yang mengerikan dengan wajahnya yang tampan dan tenang.

​"Fondasi fisiknya sudah mapan, dan meridianku telah mencapai Keselarasan Yin-Yang," Ye Xuan mengevaluasi kondisinya sambil berjalan. "Langkah selanjutnya adalah menerobos Alam Pembentukan Fondasi. Untuk itu, aku membutuhkan Batu Roh murni dalam jumlah masif. Mengandalkan energi udara di sekte ini akan memakan waktu setahun."

​Tujuannya saat ini bukanlah Paviliun Pusaka, melainkan pusat ujian tempur sekte—Menara Penakluk Langit.

​Menara Penakluk Langit adalah pagoda hitam raksasa setinggi sembilan puluh sembilan tingkat yang terletak di pusat Pelataran Dalam. Di sinilah para murid elit menguji batas kemampuan tempur mereka melawan ilusi binatang buas dan proyeksi para leluhur sekte. Setiap kali seorang murid berhasil melewati sepuluh lantai, sekte akan menghadiahi mereka dengan ribuan poin kontribusi dan tumpukan Batu Roh tingkat menengah.

​Ketika Ye Xuan tiba di alun-alun depan menara, tempat itu sedang dipenuhi oleh ratusan murid Pelataran Dalam. Semuanya menatap ke arah sebuah tugu kristal raksasa di samping pintu masuk menara.

​Di tugu kristal itu, sebuah nama bersinar terang di baris kelima.

Wang Teng - Lantai 45.

​"Kakak Senior Wang Teng benar-benar mengerikan! Dia baru berusia sembilan belas tahun dan sudah berada di puncak Bintang Sembilan, kini dia menembus lantai 45!"

"Lantai 45 setara dengan kekuatan tiga ahli Pembentukan Fondasi Bintang Satu yang menyerang bersamaan. Jenius sepuluh besar kita memang tak tertandingi!"

​Di tengah sorak-sorai kekaguman itu, suara dengungan pelan terdengar dari pintu menara. Seorang pemuda tampan berjubah putih dengan lambang pedang emas di dadanya terlempar keluar, mendarat dengan elegan di atas kakinya meski napasnya terengah-engah.

​Itu adalah Wang Teng. Ia melambaikan tangannya menerima sorakan kerumunan dengan senyum bangga.

​"Lumayan untuk pemanasan," ucap Wang Teng dengan nada merendah yang dibuat-buat, berjalan menuju meja pendaftaran tempat seorang tetua penjaga sedang mencatat rekor. "Penatua, tolong cairkan hadiah Batu Roh untuk lantai 40."

​Tepat saat tetua itu hendak menyerahkan sekantong Batu Roh, sebuah suara yang sangat tenang namun membelah kebisingan layaknya pisau tajam, terdengar dari belakang kerumunan.

​"Menyingkir. Kalian menghalangi jalanku."

​Kerumunan murid Pelataran Dalam yang tadinya bersorak, tiba-tiba terdiam. Mereka menoleh dengan kesal, berniat memaki siapa pun yang berani merusak momen kebanggaan jenius mereka. Namun, makian itu tersangkut di tenggorokan saat melihat siapa yang berdiri di sana.

​Seorang pemuda berpakaian hitam, memanggul pedang besi raksasa yang tampak seberat gunung.

​"Y-Ye Xuan?!"

​Beberapa murid yang hadir saat Ujian Sekte Luar sebulan lalu langsung memucat dan mundur beberapa langkah. Nama itu telah menjadi tabu sekaligus legenda di sekte luar, dan baru saja pagi ini, kabar bahwa ia melumpuhkan Zhao Lei menyebar di pelataran dalam.

​Wang Teng mengerutkan kening. Ia adalah murid elit yang selalu berlatih tertutup, jadi ia hanya mendengar rumor tentang Ye Xuan sekilas. Menatap pemuda yang tidak memancarkan fluktuasi Qi sedikit pun di hadapannya, kesombongan Wang Teng tersentil.

​"Jadi kau murid luar arogan yang menantang Penatua Zhao?" Wang Teng melipat tangannya di dada, menghalangi pintu masuk menara. "Menara Penakluk Langit adalah tempat suci bagi Pelataran Dalam. Murid luar sepertimu hanya boleh memandanginya dari jauh. Pergilah sebelum aku mengajarimu tata krama."

​Ye Xuan bahkan tidak berhenti berjalan. Matanya yang gelap gulita menatap Wang Teng layaknya menatap sebuah batu kerikil di tengah jalan raya.

​"Minggir," ucap Ye Xuan datar, langkahnya sama sekali tidak melambat.

​"Kau mencari mati!" Wang Teng meraung. Fluktuasi Alam Kondensasi Qi Bintang Sembilan puncak meledak dari tubuhnya. Tangan kanannya membentuk segel pedang dan melesat ke arah dada Ye Xuan, berniat melumpuhkan pemuda sombong itu dalam satu serangan untuk membuktikan dominasinya.

​Namun, di mata Ye Xuan yang telah mencapai Keselarasan Yin-Yang, serangan Bintang Sembilan yang dipenuhi celah itu tidak lebih dari kepakan sayap nyamuk.

​Ye Xuan tidak menggunakan pedangnya. Ia hanya mengangkat tangan kirinya dengan santai dan menampar udara ke arah depan.

​PLAK!

​Suara tamparan itu terdengar seringan tepukan di bahu, namun gelombang tenaga fisik murni yang meledak dari tangan Ye Xuan menghantam Wang Teng layaknya palu godam raksasa.

​Wang Teng, jenius peringkat lima Pelataran Dalam yang baru saja menaklukkan lantai 45, terlempar ke udara seolah ditabrak banteng liar. Tubuhnya berputar di udara, memuntahkan darah segar beserta beberapa gigi, sebelum menghantam tugu kristal raksasa dengan suara dentuman keras dan jatuh pingsan seketika.

​Satu tamparan santai.

Jenius Bintang Sembilan puncak... dilumpuhkan.

​Ratusan murid Pelataran Dalam yang memadati alun-alun membeku seperti patung es. Udara seolah tersedot habis dari paru-paru mereka. Ketakutan yang mencekam langsung merayap di tulang belakang setiap orang yang melihat adegan brutal tersebut.

​Ye Xuan menurunkan tangannya perlahan. Tanpa melirik sedikit pun pada tubuh Wang Teng yang terkapar, ia terus berjalan mendekati meja pendaftaran.

​Tetua penjaga menara menelan ludah dengan susah payah, tangannya yang memegang pena bergetar hebat. "K-kau... kau tidak bisa masuk! Aturan sekte dengan jelas melarang—"

​Trak.

​Ye Xuan melemparkan Medali Ungu Keemasan yang berukir pedang bersilang ke atas meja kayu tersebut. Medali Pengecualian Sekte. Akses mutlak ke seluruh fasilitas tanpa kecuali.

​Mulut tetua itu terkatup rapat. Ia segera menyingkir dan membungkuk hormat, tak berani mengeluarkan sepatah kata pun.

​Ye Xuan mengambil kembali medalinya dan melangkah masuk melewati gerbang hitam Menara Penakluk Langit. Saat pintu raksasa itu tertutup rapat di belakangnya, alun-alun yang hening seketika meledak dalam kekacauan.

​Di dalam menara, Ye Xuan disambut oleh ruang batu yang luas. Di tengah ruangan, sebuah proyeksi ilusi dari Serigala Logam tingkat tiga baru saja terbentuk, mengaum ganas ke arahnya. Ini adalah ujian lantai pertama.

​Ye Xuan menancapkan Pedang Besi Bintang ke lantai menara, lalu meregangkan otot leher dan bahunya hingga berbunyi gemeretak.

​"Binatang ilusi tingkat tiga untuk lantai pertama? Sekte ini benar-benar suka membuang waktuku," gumam Ye Xuan santai.

​Ia tidak repot-repot menggunakan pedangnya. Ia mengepalkan tangan kanannya, dan kilau perunggu keemasan dari Tubuh Fisik Tirani Naga mulai menyala di balik kulitnya.

​Di luar menara, ratusan murid masih menatap tugu kristal dengan jantung berdebar. Mereka ingin melihat, sejauh mana monster yang melumpuhkan Wang Teng dengan satu tamparan itu bisa mendaki.

​WUSH!

​Nama Ye Xuan muncul di tugu kristal.

Lantai 1.

​Sedetik kemudian...

Lantai 2.

Lantai 5.

Lantai 10.

​Lampu di tugu kristal itu berkedip dengan kecepatan yang tidak masuk akal, melesat ke atas layaknya kembang api yang ditembakkan ke langit malam.

​"I-ini mustahil... Dia menaklukkan satu lantai setiap dua tarikan napas?!" jerit seorang murid dengan suara serak, matanya melebar dipenuhi kegilaan.

​Di dalam Menara Penakluk Langit, Ye Xuan hanya terus berjalan lurus menaiki tangga. Setiap kali sebuah ilusi monster atau kultivator terbentuk di depannya, ia menghancurkannya menjadi partikel cahaya hanya dengan satu pukulan fisik mentah, tanpa pernah memperlambat langkahnya.

1
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
Fajar Fathur rizky
cepat bantai klan zhao sampai ke akar akarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!