Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Transmigrasi Cewek Red Flag: Dari Figuran Jadi Ratu Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Idola sekolah
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: IRISVEL

SINOPSIS Gara-gara kesetrum kabel charger HP yang ngelupas pas lagi marathon baca novel roman picisan jam 3 pagi, Aira (18 tahun)—cewek slakan, blak-blakan, dan hobi tawuran—terlempar masuk ke dalam dunia novel "Cinta Di Balik Seragam". Aira nggak bertransmigrasi jadi tokoh utama cewek yang polos dan teraniaya, melainkan jadi Aira Shena, tokoh figuran yang nasibnya tragis: mati dikeroyok geng motor di bab 20 karena dijebak sama antagonis utama. Ogah pasrah sama takdir, Aira bertekad acak-acak alur cerita asli. Dia yang tadinya pemalas dan tukang resek, mendadak berubah jadi cewek paling red flag, jago berantem, tapi cerdasnya ngga ngotak. Namun, aksinya malah bikin Langit, male lead dingin dan physco-lite yang harusnya benci setengah mati sama Aira, malah ketagihan ngejar-ngejar dia. Konflik makin rumit saat rahasia kelam keluarga besar mereka, perebutan tahta bisnis raksasa, tuduhan pembunuhan palsu, hingga pengkhianatan sahabat terdekat menghancurkan kehidupan sekolah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IRISVEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Runtuh nya kerajaan?

BAB 25: "RUNTUHNYA KERAJAAN BRAMANTARA"

Suara sirine mobil kepolisian dan kendaraan taktis gabungan berdetak nyaring dari jalanan protokol di bawah, menggema menembus dinding kaca tebal lantai lima puluh Menara Vanguard. Cahaya kilat merah dan biru dari puluhan armada aparat memantul di langit-langit ruangan, menegaskan bahwa kekuasaan absolut yang dibangun Bramantara Adhitama selama puluhan tahun kini telah berada di ambang kehancuran total.

Bramantara berdiri kaku di balik meja jatinya. Tangannya yang gemetar menekan keyboard komputer berkali-kali, namun layar tetap terkunci rapat oleh pesan peretasan SYSTEM COMPROMISED milik Galang. Untuk pertama kali dalam hidupnya, raut percaya diri sang penguasa bayangan itu runtuh, digantikan oleh keputusasaan yang sangat pekat.

"Gak mungkin..." gumam Bramantara, suaranya parau. "Sistem enkripsi Vanguard dibangun oleh ahli siber internasional... bagaimana bisa anak sekolah seperti kalian—"

"Jangan pernah meremehkan anak-anak jalanan yang lu anggap sampah, Pak Tua," potong Aira dingin. Dia melangkah maju dengan santai, mengayunkan senapan ringkas di tangannya sebelum melemparnya ke lantai marmer dengan dentang keras. "Di dunia lu, uang memang bisa beli segalanya. Tapi di dunia kita... kecerdasan, solidaritas, dan rasa lapar akan keadilan yang bakal menang."

Langit melangkah perlahan mengitari meja jati raksasa tersebut. Langkah kakinya berat, memecah keheningan ruangan. Bramantara yang menyadari keberadaan putranya refleks mundur setengah langkah hingga punggungnya menempel pada dinding kaca raksasa di belakangnya.

"Langit..." bisik Bramantara, mencoba mengontrol suaranya agar kembali berwibawa. "Kamu pikir mereka bakal membiarkanmu bebas? Kamu juga terlibat dalam geng motor ini! Jika aku jatuh, nama Adhitama akan hancur dan kamu tidak punya apa-apa lagi!"

Langit berhenti persis dua langkah di hadapan ayahnya. Tatapan mata Langit yang sehitam malam terpancar begitu jernih—tidak ada lagi amarah yang membara, tidak ada lagi ketakutan, hanya ada rasa hampa dan keikhlasan yang mutlak.

"Gue gak pernah butuh nama Adhitama atau harta berdarah milik lu, Bramantara," ujar Langit dengan suara pelan namun begitu sarat akan penekanan. "Selama ini gue hidup dalam bayang-bayang ketakutan karena lu. Tapi malam ini... gue lepas dari rantai lu."

BAM!

Pintu ganda jati lantai lima puluh mendadak didobrak terbuka lebar! Puluhan personel kepolisian berseragam lengkap dan tim taktis khusus masuk dengan senjata terkokang, dipimpin langsung oleh perwira tinggi kepolisian.

"JANGAN BERGERAK! ANGKAT TANGAN!" teriak perwira polisi tersebut mengarahkan senjata ke arah Bramantara. "Bramantara Adhitama, Anda ditangkap atas tuduhan pencucian uang internasional, konspirasi kejahatan terorganisir, dan percobaan pembunuhan berencana!"

Bramantara menatap sekelilingnya dengan mata membelalak. Pasukan khusus yang dulu berada di bawah kendali finansialnya kini mengelilinginya tanpa celah. Pria tua itu perlahan mengangkat kedua tangannya ke udara, membiarkan dua petugas melangkah maju dan mengunci pergelangan tangannya dengan borgol besi yang dingin.

Saat digiring melewati Langit dan Aira, Bramantara menghentikan langkahnya sejenak.

Dia menatap Aira dengan pandangan yang sulit diartikan—perpaduan antara kekalahan mutlak dan rasa tidak percaya.

"Kamu... benar-benar cewek gila," desis Bramantara pelan.

Aira menyunggingkan senyuman savage khasnya, memberikan penghormatan dua jari yang mengejek di depan wajah Bramantara. "Terima kasih atas pujiannya, Pak Tua. Selamat menikmati sisa umur lu di balik jeruji besi."

Bramantara akhirnya digiring keluar ruangan bersama sisa-sisa staf eksekutifnya yang tersisa. Koridor lantai lima puluh yang tadinya menjadi arena pertempuran kini perlahan disterilkan oleh pihak berwajib.

Satu jam kemudian, hujan di luar Menara Vanguard perlahan mereda, menyisakan gerimis tipis dan udara malam yang dingin menyegarkan.

Aira dan Langit berdiri di balkon luar lantai lima puluh, berdampingan menatap pemandangan gemerlap lampu kota Jakarta yang membentang luas di bawah mereka. Di dalam gedung, Galang dan Kenzo sedang mengurus prosedur formal bersama pihak kepolisian untuk memastikan seluruh anggota geng Averus bersih dari tuduhan kriminal.

Langit melepas jaket kulit hitamnya, lalu menyampirkannya ke bahu Aira untuk menghalau terpaan angin malam.

Aira merapatkan jaket hangat itu di tubuhnya, lalu melirik Langit dari samping. "Gimana rasanya? Bapak lu akhirnya tumbang."

Langit menghela napas panjang, mengembuskannya perlahan ke udara malam. Beban berat yang bertahun-tahun menghimpit dadanya seolah terangkat sepenuhnya. Dia memutar tubuhnya, menghadap Aira sepenuhnya, lalu meraih kedua tangan cewek itu dan menggenggamnya erat.

"Rasanya... lega," jawab Langit, senyuman paling tulus terukir di wajah tampannya. "Dan untuk pertama kalinya dalam hidup gue, gue bisa melihat masa depan tanpa rasa takut."

Aira terkekeh pelan, menepuk dada Langit. "Yaiyalah! Secara lu punya Ratu bertarung paling berani se-Jakarta di samping lu!"

"Bukan cuma Ratu bertarung," bisik Langit hangat. Tangannya bergerak naik, mengelus pipi Aira dengan lembut, menyapu beberapa helai rambut bergelombang yang basah terkena sisa gerimis. "Lu adalah takdir terbaik yang pernah datang ke hidup gue, Shena. Terima kasih udah milih buat bertahan dan bertarung di samping gue."

Aira menatap iris mata Langit yang kini berbinar hangat. Segala rasa canggung atau gengsi yang biasanya dia pertahankan mendadak mencair begitu saja. Cewek yang dulu dikenal savage dan dingin itu menyunggingkan senyum lembut, lalu berjinjit sedikit untuk mengecup pipi Langit.

"Gue gak pernah nyesel terlempar ke dunia ini kalau akhirnya bisa ketemu sama Kanebo Kering kayak lu," balas Aira jujur dari lubuk hatinya.

Langit tertawa pelan—sebuah suara tawa lepas yang belum pernah didengar oleh siapa pun sebelumnya. Dia merengkuh tubuh Aira ke dalam pelukan hangatnya, memeluknya erat-erat di bawah langit malam Jakarta yang kini kembali damai.

Perang melawan keluarga Adhitama dan Vanguard Holdings resmi berakhir malam ini. Namun bagi Aira dan Langit, babak baru kehidupan mereka yang penuh warna, cinta, dan kebebasan sejati baru saja dimulai.

see you next bab 26

jangan lupa like dan komen jika suka cerita ini

1
Ainun Tea
bahagi terus lanjut
Ainun Tea
lanjut seru bangettt
Ainun Tea
harus nunggu lgi bab 24
Ainun Tea
semangatt aira ku synk
Ainun Tea
sumpah seru banget
PengGeng EN SifHa
kenapa si shamena shena nanana di juluki CEWEK TRANSMIGRAN thoor ?

dr deoaj baca agak bingung..
bukannya yang tau dia trans hanya si lajgit..kenzo & 1 nya lupan tadi namanya ?
PengGeng EN SifHa
alur cerita yg sulit dijabarkan,akan tetapi sangat seru dimana jiwa muda yg penuh tantangan...dimana dunia nyata saja sudah seru & ini dunia fana + seru lagi dengan logika yg begitu badas.
PengGeng EN SifHa
gedebak gedebig dar der dor kembang api to raa ??🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!