Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Menikah Dengan Calon Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.

Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.

Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.

Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.

Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Sepanjang kuliah, Selena berusaha mengabaikan rasa pusing dan mual yang terus mengganggunya. Namun, semakin lama, tubuhnya terasa semakin tidak nyaman. Wajahnya pucat, konsentrasinya buyar, dan beberapa kali ia harus memejamkan mata ketika kepalanya terasa berputar.

“Sel, kamu benar-benar enggak apa-apa?” tanya Lusy saat mereka keluar dari kelas. “Dari pagi wajahmu pucat banget. Kamu sakit?”

Selena menggeleng pelan. “Aku juga enggak tahu. Belakangan ini aku sering pusing dan mual. Awalnya kupikir cuma kecapekan, tapi kok enggak hilang-hilang.”

“Kalau begitu, kamu harus periksa ke dokter.”

“Iya, nanti aku pikirkan.”

Selena berusaha tersenyum agar Lusy tidak terus mengkhawatirkannya. Namun, ucapan temannya justru membuat pikirannya kembali tertuju pada satu kemungkinan yang sejak pagi berusaha ia hindari.

Pikiran itu membuat langkahnya terhenti sejenak. Ia memang sudah menikah, tetapi ada satu kenyataan yang tidak bisa ia abaikan. Hubungannya dengan Jason belum pernah sampai pada hubungan intim. Jika dirinya benar-benar hamil, maka ayah dari anak itu hanya mungkin Ethan.

Ia langsung teringat pada malam itu di mobil. Saat Ethan memaskanya. Ia tidak bisa menyangkal kenyataan itu, tetapi menerima bahwa dirinya mungkin benar-benar hamil terasa jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.

Mengingat nama pria itu saja sudah cukup membuat dadanya terasa sesak.

“Selena?” Lusy menoleh. “Kenapa berhenti?”

“Enggak apa-apa. Lus, aku mau pergi sebentar. Kamu pulang duluan saja, ya.”

“Mau ke mana? Aku temani.”

“Enggak usah. Aku cuma mau membeli sesuatu.”

Setelah memastikan Lusy tidak memaksanya untuk ikut, Selena berpisah dengannya. Ia berjalan menuju apotek yang terletak tidak jauh dari kampus. Sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan yang membuat langkahnya terasa semakin berat.

Bagaimana kalau aku benar-benar hamil?

Ia mencoba meyakinkan diri bahwa pusing dan mual yang dialaminya belum tentu menandakan kehamilan. Bisa saja ia hanya kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan lain. Namun, ia tidak akan pernah mendapatkan jawaban jika terus menghindar.

Setibanya di apotek, Selena berdiri beberapa saat di depan rak perlengkapan kesehatan. Tatapannya berhenti pada deretan alat tes kehamilan. Ia menelan ludah, lalu mengambil salah satunya dengan tangan yang terasa dingin.

“Yang ini, Mbak,” katanya pelan kepada petugas apotek.

Setelah membayar, Selena segera memasukkan barang itu ke dalam tas. Ia merasa gelisah, bahkan malu pada dirinya sendiri, meskipun tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang sedang dipikirkannya.

Ia kemudian mencari tempat yang cukup sepi untuk menggunakan alat tes tersebut.

Di dalam toilet, Selena membaca petunjuk pemakaian berulang kali. Ia ingin segera mengetahui jawabannya, tetapi pada saat yang sama, ia takut menghadapi hasilnya.

Beberapa menit kemudian, ia bersandar di tepi wastafel sambil menunggu.

Waktu terasa berjalan begitu lambat. Selena terus melirik alat tes yang diletakkannya di atas permukaan wastafel. Jemarinya saling meremas, sementara pikirannya mulai melayang pada Jason.

Pria itu baru saja memberinya kesempatan untuk memulai kembali hubungan mereka. Jason tidak menuntutnya untuk langsung jatuh cinta. Ia bahkan bersedia menerima Selena apa adanya, tanpa memaksanya menjadi istri yang sempurna.

Sementara itu, Selena justru menyimpan masa lalu yang belum selesai dengan Ethan.

“Kalau benar aku hamil...” Selena menghentikan ucapannya sendiri. Ia tidak sanggup melanjutkan kalimat itu.

Tak lama kemudian, Selena memberanikan diri mengambil alat tes tersebut. Dan hasilnya dua garis.

Selena membeku. Untuk beberapa detik, ia hanya menatap hasil itu tanpa mampu berpikir. Kemudian, ia menggeleng pelan, seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Enggak... enggak mungkin,” bisiknya.

Tangannya mulai gemetar. Ia mengambil alat tes itu lebih dekat ke wajahnya, memastikan bahwa dirinya tidak salah melihat. Namun, dua garis itu tetap terlihat jelas. Dirinya hamil.

Punggungnya bersandar pada dinding toilet. Napasnya terasa pendek, sedangkan kepalanya kembali pening. Ia menutup mata rapat-rapat, berharap ketika membukanya lagi, semua ini hanyalah kesalahan. Namun, hasil itu tidak berubah.

Air matanya jatuh, wajahnya semakin pucat. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, begitu banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan, tetapi tidak satu pun mampu keluar dari bibirnya.

Anak itu adalah anak Ethan. Bukan Jason. Mereka memang sudah menikah, tetapi Jason bahkan belum pernah menyentuhnya sebagai seorang suami. Selena tidak mungkin mengarang alasan untuk menjelaskan kehamilan ini jika suatu hari nanti perutnya mulai membesar.

“Bagaimana aku harus menghadapi Jason?” gumamnya dengan suara nyaris tak terdengar.

Bayangan wajah Jason muncul dalam pikirannya. Ia membayangkan pria itu mengetahui semuanya, mengetahui bahwa istrinya mengandung anak adiknya sendiri. Selena tidak tahu apakah Jason akan marah, kecewa, atau langsung memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka. Apa pun reaksinya, Selena tahu dirinya tidak memiliki alasan untuk menyalahkan Jason.

Pria itu tidak pernah memperlakukannya dengan buruk. Justru Selena yang baru saja berjanji untuk mencoba membangun hubungan mereka, tetapi kini ia harus menghadapi kenyataan yang bisa menghancurkan kesempatan tersebut.

Lalu bagaimana dengan Ethan? Mereka masih tinggal di bawah satu atap. Setiap hari, Selena harus berhadapan dengan pria itu, meskipun ia sedang berusaha menjauhkan diri. Sekarang, ia mengandung anak Ethan. Bagaimana jika pria itu mengetahuinya? Apakah Ethan akan menggunakan kehamilan ini sebagai alasan untuk kembali menuntutnya?

Selena menggeleng cepat.

“Tidak. Aku belum bisa memikirkan itu.”

Ia memasukkan alat tes ke dalam tas dengan tangan gemetar, lalu membasuh wajahnya. Namun, ketika menatap pantulan dirinya di cermin, ia hampir tidak mengenali perempuan yang berdiri di hadapannya sendiri.

Ia ingin pulang, tetapi membayangkan harus bertemu Jason membuat langkahnya terasa berat. Ia ingin menghubungi seseorang, tetapi tidak tahu siapa yang bisa ia percaya tanpa harus membuka rahasia yang selama ini disimpannya. Untuk pertama kalinya, Selena merasa benar-benar sendirian.

Ponselnya bergetar, membuatnya tersentak. Sebuah pesan dari Jason muncul di layar.

Jason: Kau sudah selesai kuliah? Aku pulang lebih awal hari ini.

Selena menatap pesan itu lama sekali. Kalimat sederhana tersebut justru membuat dadanya semakin sesak. Jason sedang menunggunya pulang, sama sekali tidak mengetahui bahwa istrinya baru saja menemukan sesuatu yang mungkin akan mengubah kehidupan mereka.

a bahkan tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi setelah Jason mengetahuinya.

Akhirnya, ia hanya membalas, Aku masih di jalan. Sebentar lagi pulang.

Setelah mengirim pesan itu, Selena memeluk tasnya erat-erat. Ia belum siap mengatakan apa pun kepada Jason. Ia juga belum siap menemui Ethan dan mengakui bahwa pria itu akan menjadi ayah dari anaknya. Namun, ia tidak bisa terus melarikan diri.

Selena menarik napas panjang, berusaha mengendalikan dirinya sebelum meninggalkan toilet. Ia harus memastikan kehamilan itu melalui pemeriksaan dokter, tetapi jauh di dalam hatinya, ia sudah tahu bahwa masalah yang dihadapinya bukan sekadar tentang hasil tes.

Ia baru saja berusaha memperbaiki pernikahannya dengan Jason. Kini, sebelum kesempatan itu benar-benar tumbuh, masa lalunya dengan Ethan telah kembali dalam bentuk yang tidak mungkin ia abaikan. Dan Selena tidak tahu bagaimana caranya menyelamatkan semuanya tanpa melukai seseorang.

1
Allea
selena bodoh🤭
Dessy C: iya kak 🤭 pemeran utama versi oon kak 🙈
total 1 replies
Allea
selena kurang tangguhlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!