Sinopsis
Menceritakan tentang gadis bernama Lavanya yang begitu mencintai Aciel, pria dingin yang selalu mengacuhkannya. Namun hal itu tak pernah membuat Lavanya menyerah, bagaikan bekicot yang bergerak perlahan mendekati sang beruang kutub.
Hati Aciel yang beku perlahan mencair karena ketulusan Lavanya, namun disaat dia sudah menyadari perasaannya itu. Dia harus menerima kenyataan pahit bahwa gadis yang dia cintai sedang berjuang melawan maut.
"Siapa kamu? " ucap Lavanya karena dia tidak bisa melihat jelas wajah dari orang yang sedang memangkunya itu.
"Aku El Yaya" ucap Aciel yang kini air matanya sudah meluruh membasahi pipinya.
"El? bohong... El sangat membenci Yaya, kamu bukan El" ucap Lavanya perlahan karena dia susah untuk berbicara.
Mendengar itu hati Aciel terasa sangat sakit, dia merasa dia pria paling bodoh di dunia ini.
"Tidurlah sayang... maafkan aku yang terlambat menyadari keberadaanmu" ucap Aciel dengan deraian air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Burik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26. Mengambil Alih Perusahaan
*Sh*** ada apa denganku, mengapa aku merasa gadis ini cukup baik * batin Aciel.
"Pergilah, gue lagi capek dan gue gak ada tenaga buat marahin lo" ucap Aciel.
Lavanya pun tersenyum mendengar itu, setidaknya Aciel tidak membentak dia.
"Baiklah, beristiratlah" ucap Lavanya langsung berlalu meninggalkan Aciel yang kini sedang menatap punggung Lavanya yang semakin menjauh.
......................
Aciel pun mengambil alih perusaan sang ayah yang dibantu oleh Veri dan mamanya Tiara yang akan mengajarinya tentang menjadi CEO. Aldo adalah anak tunggal sehingga Aciel satu-satunya yang akan mengambil alih sebagai CEO tapi untuk saat ini Tiara yang akan menjadi CEO Sementara, dan Aciel dia akan belajar manjadi CEO setelah pulang sekolah.
Aciel yang kini duduk di bangku SMA kelas satu, dia akan mengambil percepatan agar dia bisa cepat lulus dan kuliah serta fokus pada Cullen Group.
Libur sekolah pun telah usai kini semua siswa akan kembali ke sekolah begitu pun dengan Lavanya, "Pagi sayang" ucap Nesha yang melihat putrinya sudah berseragam rapi.
Jadi sekarang Lavanya telah balik ke rumah karena kondisi Aciel dan mamanya sudah dalam keadaan stabil.
"Pagi mah pah" balas Lavanya.
Mereka pun sarapan bersama dan setelahnya Lavanya ke sekolah. Tak ada yang berubah Lavanya akan terus mencari Aciel ke sekolahnya yang bertepatan di sebelah sekolahnya, sampai-sampai banyak anak-anak SMA yang mengenalinya, karena dia selalu mengaku menjadi tunangan Aciel dan untuk Aciel dia selalu mengabaikan Lavanya.
"El udah makan?, ini Yaya bawa dua bekal makanan" ucap Lavanya.
"Lo gak ada nyerah juga yaa,, lo gak capek apa kesini terus? " tanya Mark.
"Yaya gak capek, kan demi El" ucap Lavanya.
Sedangkan Aciel sibuk membaca buka, dia benar-benar fokus dalam belajar karena dia ingin cepat lulus.
"El makan dulu, nanti lanjut belajarnya biar El ada tenaga" ucap Lavanya.
"Setiap hari lo terus aja ganggu gue, gue mohon sama lo kali ini aja jangan ganggu gue dulu gue mau fokus belajar bisa gak? " ucap Aciel datar.
Lavanya pun terdiam, dia merasa bersalah karena dia tau kini beban Aciel bertambah apalagi dia dituntut untuk cepat lulus agar bisa mewarisi Cullen Group.
"Maaf... ya udah Yaya taruh disini makanannya,,, El Yaya balik dulu ya" ucap Lavanya menaruh makannya di samping Aciel dan berlalu.
Aciel hanya menatap kotak makanan itu sekilas, "gue mau ke perpus dulu" ucap Aciel bangkit.
"Wehhh lo gak mau bawa makanan itu? " tanya Mark
"Kalo lo mau ambil aja" ucap Aciel langsung berlalu.
Mark yang tidak tega melihat kotak makanan itu pun membawanya. Mereka pun pergi ke perpustakaan, Aciel pun memilih buku yang akan dia baca.
BRAKKK
"Maaf aku tidak sengaja" ucap perempuan yang tidak sengaja menabrak Aciel dan buku-buku yang dibawanya pun ikut terjatuh.
Perempuan itu langsung memungut buku yang jatuh itu, Aciel yang melihat itu juga membantu perempuan itu.
"Bukankah kamu Aciel,, kenalin aku Evelyn aku juga merupakan siswa percepatan" ucap Evelyn tersenyum ke arah Aciel.
"Ohh iya,," jawab Aciel.
"Iya, terima kasih" ucap Evelyn, dia pun berlalu namun sebelum itu dia membungkukkan badannya kepada Aciel sebagai tanda permisi dia akan pergi.
Aciel pun terus melihat gadis itu yang telah menghilang dari pandangannya.
NEXT