Indonesia
NovelToon NovelToon
RIVAL ANTIK

RIVAL ANTIK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teman lama bertemu kembali / Enemy to Lovers / Kehidupan di Kantor / Bad Boy / Office Romance / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Pumpkin Marshmallow

Ini Genre-nya Young-Adult yaa, jadi yang masih young aja (belum adult, sebaiknya nunggu dulu)

🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒

Kinanti Sanger dan Maximilian Subrata


Dua orang makhluk beda jenis yang tumbuh remaja bersama, sekolah di tempat yang sama, kerja di gedung yang sama (beda divisi doang) serta visi masa depan yang sama, yaitu; PENSIUN DINI

Satu lagi, mereka berdua sama-sama ingin tinggal di Bali setelah pensiun nanti.

Semoga saja mereka tidak bertetangga.

Atau sebaiknya malah satu rumah saja?? Uhlaalaaaaa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pumpkin Marshmallow, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#RIVAL_ANTIK 26

Kinanti masih berusaha membuka pintu yang terkunci dengan menarik handlenya, berharap benda itu terbuka, ia tak sadar, Max sudah berada di belakangnya. Kinanti berbalik dan sekarang Max dengan sengaja melepas ikat pinggangnya sehingga membuat celana yang di kenakan sedikit menurun, hasilnya perut Max yang kotak-kotak terlihat penuh tanpa penghalang, sudah pernah di bilang kalau Max itu atlet, ia penggemar olahraga sejak remaja tak heran jika tubuhnya terbentuk dengan proporsi yang sempurna. Dadanya bidang dan tegap, otot-otot lengannya terbentuk dengan liat dan sungguh bokongnya sangat seksi.

"Kamu takut terbakar, tapi selalu bermain-main dengan api". Max semakin mendekat, kemejanya yang terbuka berkibar seiring langkahnya, Kinanti menggigil resah. Ini di luar rencana.

Max menjulurkan kedua lengannya di daun pintu dan membuat Kinanti terkungkung di dalamnya, Kinanti diam dan hanya pasrah. Max kali ini tidak seperti biasanya.

"Kamu masih melihat aku sama seperti dulu. Bagi kamu, aku masih teman SMA kamu yang belum dewasa dan urakan, iya kan?". Hati Kinanti mencelus, kalimat yang di ucapkan oleh Max seratus persen benar, betapa dirinya masih menganggap Max adalah remaja SMA yang tengil, rese dan biang kerok masalah, Kinanti lupa itu sudah tiga belas tahun berlalu, kini Max adalah pria dewasa dan tiga minggu yang lalu menikah dengannya. Kinanti menelan air liurnya dengan susah payah, tenggorokannya tercekat. Wajah Max semakin mendekat, hingga Kinanti dapat merasakan hembusan napas pria itu di dekat wajahnya, tiba-tiba....

"Tingtung!". Suara bel pintu membuyarkan adegan dewasa yang hampir terjadi. Max menghembuskan nafasnya, menatap Kinanti sejenak lalu berbalik dan menyunggar rambutnya, Kinanti bergeser ke samping dan menarik nafas lega. Siapapun itu, datang di saat yang tepat.

"Tingtung!!!". Kali ini lebih kencang. Max membuka pintu kamar dan Kinanti segera melesat keluar dan memantau interkom, sebentar kemudian gurat panik terlihat di wajahnya

"Mamih!". Kinanti berteriak, Max yang tengah berdiri di depan kamarnya ikut panik dan segera tergopoh membenahi pakaiannya yang awut-awutan, masuk ke kamar dan melempar kemejanya ke dalam keranjang lalu secepat kilat mengambil kaus dari lemari dan mengunci kamar pintu dari luar lalu segera masuk ke kamar Kinanti sedangkan Kinanti sendiri sibuk membenahi rambutnya yang terlihat kusut lalu membuka pintu. Joyce yang mendorong kursi roda Mami serta Mbak Nur, ART Mami yang membawa dua tas kresek penuh barang belanjaan.

"Mm__mamih! Kok tumben mampir". Sebisa mungkin Kinanti membuat suaranya terdengar normal meskipun jantungnya berdebam.

"Kalian ini yaa, padahal masih tinggal satu kota tapi nggak pernah nengokin Mamih, sibuk bikin anak aja!". Nyonya Subrata memberondong menantu barunya dengan serentetan kalimat bernada tinggi. Kinanti meringis lalu menunduk diam, menyadari sejak menikah tiga minggu yang lalu, ia dan Max hanya sekali mengunjungi ibunya Max itu padahal jarak rumah mereka hanya 40 menit.

"Mana suamimu?". Nyonya Subrata mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan apartemen dan tiba-tiba pintu kamar Kinanti terbuka dari dalam dan Max keluar dari sana dengan ekspresi setenang mungkin. Dahi Kinanti mengernyit heran, sejak kapan manusia rese itu ada disana? Kemudian Kinanti melirik arah kamar Max yang tertutup rapat, berharap semoga ibu mertuanya tidak penasaran dengan dalamnya.

"Sorry Mih, kita sibuk banget soalnya Kinan mulai kerja lagi jadi kalo weekend kita sering males keluar". Bukan Max kalau nggak pintar ngeles.

"Mamih kebetulan habis dari supermarket, belanja jadi sekalian mampir ke rumah kalian".

Max mendekat ke ibunya dan pura-pura membuka kantong plastik yang terletak diatas sofa untuk mengalihkan perhatian.

"Itu belanjaan buat kalian, tadi Mamih beliin Salmon juga, bagus itu buat proses reproduksi biar Mamih segera punya cucu baru". Max dan Kinanti batuk bersamaan.

"Besok lagi kalau Mamih kangen kita, telpon aja. Kan, Mamih masih harus terapi nanti capek kalau harus kesana kemari". Ujar Max menenangkan Ibunya.

"Mami ingin makan sesuatu?". Kinanti masih berusaha menghilangkan kepanikan.

"Enggak usah, kita mau pulang. Weekend ini ke rumah yaa, Mamih pingin makan bareng anak dan menantu Mamih". Max dan Kinanti merasa lega.

"Iyaa Mihhh, kita datang kok". Ucap Max tanpa konfrontasi berharap Ibu dan saudarinya segera pulang.

-------------®-----------

Kinanti mengeluarkan belanjaan dari kresek dan memasukkannya ke dalam kulkas sementara Max menonton TV di ruang tamu. Mereka saling diam meskipun pikiran mereka masing-masing berkecamuk. Tidak ada seorangpun dari mereka yang ingin membahas kejadian hari ini.

Pagi harinya mereka sarapan berdua seperti biasa dan berangkat ke kantor seperti biasa namun tidak ada banyak kata-kata. Max yang biasanya rame dan usil, hari ini bersikap seperlunya dan hal itu justru membuat Kinanti khawatir.

Kinanti bekerja dengan mood normal meskipun kadang ia secara tidak langsung mengamati apa yang sedang di lakukan oleh suaminya di dalam ruangan. Sebagai GM, Max memiliki ruangan terpisah dengan karyawan lainnya, sebuah ruangan dengan dinding kaca secara penuh sehingga karyawan lain dapat melihat apa yang sedang terjadi di dalam kecuali gordennya di tutup.

Nyonya CEO sedang berada di Singapura mengunjungi HO dan mengajak serta si Daniel Yeon pergi bersamanya. Sejak Kinanti bilang bahwa ia memiliki 'pacar', Daniel terkesan menjadi jarak dengannya dan itu tidak masalah.

-----------®----------

Tidak setiap orang dapat terlahir dengan privilege khusus. Kesenjangan sosial memang nyata adanya dan Kinanti merasakan hal itu. Hari ini ia dan Max datang untuk acara makan siang di rumah keluarga Max. Latar belakang keluarga Subrata meskipun bukan golongan konglomerat super kaya akan tetapi tetap sangat jauh bila di bandingkan dengan kehidupan yang ia miliki. Lahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara yang sedari kecil hidup di tengah keluarga yang harmonis dan serba berkecukupan tak heran jika Maximilian Subrata tumbuh dengan sifat yang manja dan sedikit sombong sungguh berbeda dengan dirinya yang harus berjuang sejak kanak-kanak dengan kondisi keuangan keluarganya yang serba pas-pasan. Max yang bisa kuliah di luar negeri tanpa mikir sungguh kontras dengan dirinya yang pontang-panting mencari beasiswa dan harus bekerja paruh waktu agar bisa makan sehingga hal itu membentuk wataknya yang keras dan memandang segala sesuatu dengan sangat serius.

"Kiii...ayo makan yang banyak!". Suara Nyonya Subrata mengembalikan jiwa Kinanti yang melanglang-buana keluar semesta. Gadis itu menoleh dan tersenyum.

"Kamu nggak lagi ngelamun jorok, kan?". Tiba-tiba si manusia rese itu sudah berdiri di dekatnya dan berbisik di telinga Kinanti. Gadis itu melotot sewot. Ada saja caranya untuk membuat Kinanti marah. Max tertawa dan mencomot Macaroni Skotel bikinan Ibunya. Kinanti mendengus dan segera mengisi piringnya dengan makanan yang sama. Acara makan siang keluarga berlangsung lancar.

*********

1
Lilis Setyaningsih
gak nyangka....punya bakat nulis beib..
atin p
yupp...se7.jgn pake lama thorr
Caterina Abdi
lanjut thor..... jgn pakek lama.....
Eusideroxylon Zwageri: Iyaa, udah mulai ini cuma belum di up, sabar yaaachhh 😌
total 1 replies
atin p
jangan kelamaan thorr...jadi lupa crtnya...fix tetap semangat tengkyu...upnny
Eusideroxylon Zwageri: Iyaaa, iyaaa...maap, lagi sibuk di dunia lain hahahaha. Udah mulai ini, cuma belum di up, sabar yaaachhh 😌
total 1 replies
Caterina Abdi
jgn terlalu lama donk thor up nya....
selalu d tunggu.....
atin p
like dulu br baca....semangattt
atin p
semangat thorr..ditunggu upny y...jgn lama2
atin p
lanjuttt...
atin p
msh ingat ternyata
atin p
semangat Kinan..labrak aja pak Sony...
atin p
wqwqwq...ada iklan masuk ngganggu aja....
atin p
👍👍💪💪
Sasaaaa_~
Lanjut kakkk, penasaran sama kelanjutan ceritanya...
Ceritanya bagus banget, aku udah baca + boom like + coment. Tetep semangat ya nulisnya ^^
Jangan lupa baca juga cerita aku judulnya 'BUTTERFLY EFFECT' yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!