Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Tangguh Pria Lumpuh

Istri Tangguh Pria Lumpuh

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Konflik etika / Romansa / Tamat
Popularitas:45.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Saling mencintai satu sama lain tidak cukup untuk mengartikan sebuah kata cinta sejati, namun cinta sejati yang sesungguhnya ialah dua insan yang saling mencintai menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing untuk bisa hidup bersama.

Bima mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan yang menimpanya tapi tidak membuat Seira meninggalkan dirinya dan tetap menikahinya.

Namun disaat kondisinya yang mengalami kelumpuhan, Bima harus menerima kenyataan bila Seira--istrinya hamil.

"Hamil? Aku bahkan belum pernah menyentuhmu." Bima.

Apakah cinta Bima dan Seira ialah cinta sejati?

Lalu bagaimana bila ayah dari anak Seira tahu ternyata dia memiliki seorang anak dari Seira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 26 Sudah Jengah

Bima memalingkan wajah saat dokter memintanya menatap layar monitor USG. Dia sedang menemani Seira USG sebab wanita itu terus memohon padanya agar dirinya mau menemaninya. Pada akhirnya Bima pun menuruti Seira sebab dia sadar selama ini dia belum bisa membahagiakan wanita itu.

Tentang dirinya yang sudah bisa berjalan, Bima masih merahasiakannya dari Seira dan bertindak seolah dirinya masih lumpuh. Entah mengapa Bima ingin Seira lebih perhatian padanya ketimbang janin yang ada didalam kandungan wanita itu. Dengan dirinya lumpuh Bima yakin Seira akan banyak menghabiskan waktu untuk merawatnya bukan untuk menyayangi janin itu.

Sebelumnya dia memang tidak ingin merepotkan Seira dan berusaha keras untuk sembuh namun semakin sering dia melihat Seira mengusap perut buncitnya membuat Bima cemburu pada janin itu yang bukan darah dagingnya.

Seira menatap sendu pada Bima yang enggan melihat layar monitor USG. Dia sengaja meminta Bima menemaninya USG karena berharap dengan ini hati pria itu tergerak untuk menyayangi anaknya juga tapi semua itu hanyalah angan-angan Seira belaka. Pada kenyataannya Bima masih tidak menerima anaknya.

“Apa ada keluhan?” tanya dokter Ratna.

“Sering keram, dok.”

Dokter Ratna menganggukan kepala. Dia menatap Bima terlebih dahulu kemudian menatap Seira yang sedang berbaring di brangkar pasien. Beberapa minggu yang lalu Seira dibawa kerumah sakit oleh Vero pria itu nampak mengkhawatirkan kondisi Seira tapi sekarang Seira datang bersama Bima yang notabesnya suami Seira sendiri justru terkesan acuh.

“Usia janin 16 minggu namun kondisi janinnya lemah,” ujar dokter Ratna pada Seira.

“Apa hal itu yang menyebabkan perut saya sering keram, dok?”

“Betul, dokter Seira. Jadi saya sarankan anda untuk tidak kelelahan dan banyak pikiran.”

Seira terdiam. Bagaimana dirinya tidak kelelahan dan banyak pikiran bila setiap hari dirinya harus bekerja, dan mengurus Bima. Belum lagi Bima yang tidak menerima anaknya selalu mengganggu pikirannya. Apakah selamanya Bima akan seperti itu tidak menerima anaknya dan tidak bisa menyayanginya?

Dokter Ratna menatap Bima yang masih memalingkan wajahnya. “Saya harap anda sebagai suami juga bisa menjaga kandungan istri anda dengan baik.”

Bima tak menyahut sebab dia masih belum bisa menerima anak Seira apalagi turut menjaga anak itu, Jadi yang bisa dia lakukan hanyalah diam.

***

“Jadi, Madam Jen sudah berhasil ditangkap?” tanya Bima memastikan. Kini dia sedang dalam sambungan telepon bersama adik iparnya.

“Iya, Bim, Madam Jen sudah tertangkap dan dia terkena pasal berlapis sebab dia juga seorang mucikari.”

Bima bernafas lega salah satu masalah dirinya telah terselesaikan jadi dia hanya harus menghadapi masalah rumah tangganya dimana sang istri hamil benih pria lain.

Bila masalah seperti ini dihadapi orang lain, Bima yakin mereka memilih bercerai ketimbang melanjutkan rumah tangganya. Namun sekali lagi Bima mengingat dirinya mencintai Seira dan Seira sudah berkorban banyak untuknya.

“Asal tidak diminta untuk menyayangi anakmu dan Vero aku akan tetap bersamamu,” gumamnya menatap Seira yang sedang terlelap.

Entahlah mengapa dirinya bisa seperti itu pada Seira. Satu hal yang harus diketahui bahwa Bima sudah jengah dengan Vero yang selalu mengganggu rumah tangganya seolah dunia sudah kehabisan wanita dan hanya Seira wanita satu-satunya dimuka bumi ini.

Sempat terlintas dikepala Bima untuk melepaskan Seira agar Vero tak mengganggunya lagi sebab Seira sudah menjadi milik pria itu tapi dia takut tidak bisa mendapatkan wanita seperti Seira yang mencintai dirinya apa adanya.

***

Vero sudah kembali ke Surabaya sebab dia hanya cuti satu minggu untuk memastikan siapa ayah dari janin yang Seira kandung. Dan hasilnya adalah dirinya lah ayah dari janin itu. Saat membawa Seira kerumah sakit waktu itu Vero sempat bertanya pada dokter Ratna mengenai usia kandungan Seira yang ternyata seusia dengan kejadian waktu itu.

Vero tersenyum miring hal itu sudah dia bicarakan dengan Seira setelah wanita itu keluar dari rumah sakit tapi Seira masih terus mengelak yang berujung mereka berdebat.

“Lihat saja setelah anak itu lahir aku akan membuktikannya dan mengambil anakku darimu.”

Vero berharap dengan terbuktinya janin itu anaknya dia bisa mengambil anak itu dan otomatis Seira pun bisa dia miliki juga.

Tak lama ponsel didalam sakunya bergetar membuat Vero segera merogoh ponsel itu dan melihat nama si penelpon. Keningnya berkerut saat melihat nomor baru tertera dilayar ponselnya.

Ragu untuk menjawabnya, Vero memilih mengabaikan panggilan telepon tersebut namun panggilan telpon itu tidak kunjung berhenti

“Halo.”

Hening tidak ada jawaban dari sebrang telepon membuat Vero menatap layar ponsel yang dia kira panggilan terputus namun ternyata panggilan itu masih terhubung.

“Halo,” ucap Vero lagi sebab tidak ada sahutan disebrang telepon.

“Ver, ini aku Liona.”

Mendengar suara lembut itu jantung Vero berdegup lebih cepat. Dia sangat mengenal suara itu. Suara yang dulu sering kali dia rindukan.

“Liona?”

“Iya, aku Liona. Apa kabar, Ver?”

Entah Vero harus menjawab kabar baik atau kabar buruk mendapat panggilan telpon dari sang mantan. Lebih tepatnya kekasih yang sudah lama tidak saling berhubungan. Terakhir kali dia bertemu dengan Liona saat dirumah sakit namun wanita itu bergegas pergi sebelum dia mengatakan sesuatu.

“Baik.”

Liona disebrang telpon tersenyum getir. Vero sangat acuh padanya pria itu bahkan tidak menanyakan kembali kabarnya. Ah, seharusnya dia tidak perlu menghubungi Vero tapi beberapa kali melihat pria itu membuat Liona ingin tahu kabarnya.

“Selamat, ya, kamu sudah menggapai cita-citamu.”

“Terima kasih.”

“Ya sudah kalau begitu aku tutup telponnya.”

“Hanya itu?”

“Ya, hanya itu. Aku hanya ingin tahu kabarmu dan mengucapkan selamat untukmu.”

“Apa tidak ada hal lain yang ingin kamu katakan?”

“Hal lain apa? Seharusnya kamu yang mengatakan sesuatu padaku, Vero. Kamu pergi keluar negeri begitu saja demi pendidikanmu tanpa mengatakan apapun padaku. Mungkin kalau aku tidak menghubungimu lebih dulu kamu selamanya tidak akan pernah menghubungiku. Kamu tahu, Vero, setelah kamu pergi keluar negeri aku hamil. Aku menjadi cemoohan orang-orang karena hamil diluar nikah. Aku dan kakakku terpaksa pindah untuk menghindari cemoohan orang-orang tapi ditempat baru juga aku masih saja mendapat cemoohan karena hamil diluar nikah itu memalukan. Saat itu aku ingin menyerah tapi aku ingat bila anak yang aku kandung tidak berdosa. Kamu sukses menjadi dokter terbaik tanpa kamu tahu ada hidup gadis yang telah kamu hancurkan.”

Tut.. tut..

Vero terdiam dengan ponsel masih berada ditelinganya. Dia mendengarkan semua yang Liona katakan tanpa ada sedikitpun yang dia lewatkan. Ingatan Vero kembali pada saat dirumah sakit dia bertemu dengan Liona yang menggandeng Andra yang sudah diperbolehkan pulang.

“Jadi aku punya anak.”

1
Ratna Ningsih
udah kebaca alur ceritanya 🤦🤦🤦 thanks byee🙏
Nenie Chusniyah
luar biasa
Sri Siyamsih
tdk sesuai dgn judulnya 🤭
Sri Fatmi
the best banget ceritanya ini,semangat buat author 🤗🤗
Lilik Juhariah
gk dpt fill nya disini
Lilik Juhariah
makanya jadi istri itu hrs jaga marwahnya , udah ngerti minuman haram Yo sek diminum gk salah kl bima marah ,kl aku bima sdh TK cerai, lain masalah kl kejadiannya blm nikah
Lilik Juhariah
walah perempuan macam apa ini ,
dika edsel
blm juga brojol sudah end aja mak..,anaknya bima laki apa perempuan mak..?? semoga ada extra part nya ya..😊
Tri Haryani: Asiapp kakak..
total 1 replies
shyafira fitri
koq udah tamat aja sih thor,,sangat suka ceritanya,,
shyafira fitri: Siaapp
total 2 replies
dika edsel
badai telah berlalu..skrg tinggal manis2nya ya bim/Smile/
shyafira fitri
lanjut
Ninik Sumarni
seneng banget keluarga bima bahagia
shyafira fitri
lanjut
dika edsel
wahh.. seneng nya menikmati bln madu di villa dgn pemandangan pantai,gk kebayang rasa bahagianya ya...,klo aku dulu pas baru nikah bulan madu nya cuma diajak kerumah mertua he..he..,bim semoga tokcer yah biar cepat pny baby😊
Siti Amyati
smoga bahagia ,pahit2 dlu baru manisnya
shyafira fitri
lanjut
choowie
males kalau udh begini mau lanjut bacanya☹️
Densi dama Yanti
luar biasa
Densi dama Yanti
menunggu bima belah duren 😂
dika edsel: sama...😁
total 1 replies
shyafira fitri
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!