Di rumah dia hanyalah seorang ibu rumah tangga, yang kerjanya hanya mengurus suami dan rumah, karna mereka belum di karunia seorang anak,Suaminya adalah seorang Intel di kepolisian yang selalu harus siap siaga apabila ada tugas mendadak, yang membuat dia heran seberat apapun kasus yang dia hadapi selalu dengan mudah dia atasi karna ada seseorang yang selalu membantunya,tapi orang itu sangat misterius karna dia membantu secara diam - diam setelah semuanya beres dia langsung menghilang tanpa jejak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 26
"Itulah mengapa aku tidak mau menikah!" Ujar Leo.
"Kau itu bukan tidak mau menikah, tapi tidak laku umur sudah tua jangankan menikah pacar saja tidak punya!" Jawab Joni.
Leo memutarkan bola matanya jengah mendengar Joni mengatakan dia tidak laku dan belum punya pacar.
"Hei, bro kalo aku tidak salah ingat, bukankah kita seumuran ya, sama seperti queen kita sudah hidup bersama dari remaja kali, hanya saja queen sedikit beruntung bisa dapat pria yang baik dan sangat mencintainya!" Ujar Leo sambil menatap Al.
"Sudah jangan berdebat lagi, sama - sama jomblo saja sombong!" Ujar Al sambil beranjak dari kursi kebesarannya lalu keluar dari ruangannya.
Leo dan Joni saling tatap seolah mereka mempunyai telepati berbicara dalam diam.Queen sekali bicara terkadang suka benar dan tidak pernah memikirkan bagaimana hati kita sedih dan merana di bilang jomblo abadi.Joni hanya mengangguk.
Sementara Al sudah meninggalkan markas untuk segera kembali kerumah sebelum suaminya pulang duluan.
Saat itu di perusahaan MA group, seorang wanita cantik sedang berdebat dengan seseorang utusan dari sebuah perusahaan.
"Bagaimana bisa kalian dari beberapa Minggu yang lalu belum juga meninjau dan meneliti proposal yang kami ajukan?" Ujar seorang pria yang duduk di hadapannya.
"Maaf pak bukan belum meninjau, tapi kami harus menunggu persetujuan dari CEO dulu, baru kami bisa memberi tahu kalau pengajuan kerjasama bisa di terima!" Ujar si wanita dengan begitu lembut.
"Baiklah kami akan menunggu, tapi dalam waktu tiga hari ini kami harus menerima kabar dari kalian!" Ujar pria itu lagi lalu beranjak dan pergi dari ruangan sang wanita.
Setelah sang pria pergi, terlihat wajahnya yang lembut berubah menjadi sangat jengkel dan emosi.Andai bukan di perusahaan dari tadi mukanya yang memang ganteng sih aku tonjok dan ku bejek - bejek seperti tahu gejrot.
Dengan wajah yang sangat kesal dia meninjau lagi berkas yang diajukan oleh perusahaan tersebut, mereka tidak bisa sembarangan menjalin kerjasama dengan perusahaan manapun kalau belum di selidiki dulu,mereka bermain bersih atau kotor karna CEO mereka tidak mau terlibat dengan urusan perusahaan yang bermain kotor.Ketika sedang sibuk meneliti berkas handphone nya berdering. Dia melirik sekilas saat tahu yang menelpon rekannya dengan segera dia menekan tombol hijau.
"Elisabet cepat ke markas ada sesuatu yang harus di bahas!" Ujar suara di sebrang telpon.
"Oke, sebentar lagi aku meluncur!" Jawabnya dan setelah itu dia mematikan ponselnya, dengan segera dia keluar dari ruangannya dia menemui sekretaris nya untuk menghandle semua pekerjaan hari ini karna dia ada keperluan mendadak.
Setelah sampai di parkiran dia langsung menuju mobilnya dengan kecepatan tinggi dia melesat di jalanan menuju markas, walau dia seorang wanita jangan di ragukan kalau soal bawa mobil dan motor, karna dia adalah seorang pembalap liar, sebelum dia bertemu dengan Al, Leo dan Joni. mereka sama - sama membangun sebuah kelompok dan setelah itu mereka membuat sebuah perusahaan yang sekarang sudah menjadi terbesar di negaranya. Walau Al hanya berada di balik layar tapi semua keputusan mutlak ada di tangannya.
Tidak berapa lama dia sudah sampai di markas, melihat kedatangan sang wanita semua anggota menunduk hormat padanya, ya karna mereka tahu wanita itu adalah salah satu bos juga yang harus di hormati selain Leo dan Joni.