"Bertemu dengan mu adalah hal yang tak terduga untuk ku, mungkin itu lah yang dinama kan takdir. Dan mencintai mu adalah hal yang paling aku bangga kan bisa mencintai sosok lelaki seperti mu"~ dear Naira
"Aku akan menjadi alasan kenapa kamu tersenyum, menemanimu ketika tak ada yang mau bersamamu, dan menghapus setiap tetesan air mata yang kau jatuhkan. Karena aku ada untuk menjadi bagian dari sejarah hidupmu aku mencintaimu "~Nathan
"your love baby "~Naira & Nathan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adisssss02@gmail.com, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26
Headphone naira berdering menampilkan nama bunga.
Ya bunga menelfon nya dia langsung mengangkat nya.
...Bunga🌼...
Nai
Lu dimana?
^^^Gue ada di apartemen nathan^^^
^^^Kenapa^^^
Dihotel ada Juan
^^^sama siapa siapa dia kesini?^^^
Sendiri.
Lu pulang jam berapa?
^^^Nanti gue kabarin^^^
Yaudah
...__________...
selesai telpon dengan bunga, naira menyimpan ponsel nya di atas meja.
Dia melihat nathan yang tertidur pulas. Dia terus mengecek suhu badan nathan. Kalo masih belum ada perubahan tidak ada pilihan lain dia harus memaksa kekasih nya ini untuk pergi kerumah sakit.
tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. tidak ada pilihan lain dia harus memaksa nathan untuk pergi kerumah sakit.Karna demam nya sedari tadi tidak kunjung turun.
Dia sudah menelpon juan untuk datang ke apartemen nathan untuk membantu diri nya membawa kekasih nya.
nathan terbangun dari tidur nya melihat naira yang mematikan tv dan membereskan bekas kompres an dan membawa nya ke dapur.
Naira kembali keruang tv dan melihat nathan yang sudah terduduk. Dia duduk di disamping nya.
"kmu ke dokter ya demam kmu dari tadi siang ga turun turun, aku udh telpon juan suruh dia kesini buat bantuin aku bawa kamu ke dokter, jadi kmu ga ada alasan buat nolak pergi ke dokter"
"juan ada di Korea?"
"dia baru dateng tadi sore, mau ya ke dokter?"
"iya aku mau"
Ting tong
Bell apartemen nathan berbunyi itu pasti juan. naira segera membuka pintu apartemen.
Dan benar Juan dan bunga sudah datang.
"ayo masuk"
Juan dan juga bunga masuk kedalam.
"bisa sakit juga ternyata"ucap nya sambil tertawa
Nathan tertawa mendengar perkataan dari juan" gue manusia "
"gue kira lu manusia dalaman nya robot yang ga bisa sakit"
"alah ngadi ngadi lu juan"
"udah buruan, keburu malam banget nih"
Juan membantu nathan untuk bangun dan memapah nya. karna nathan merasa pusing, dan lemas. Naira memegang tangan nathan dan bunga dia berjalan di belakang.
Mereka sudah dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat. jalanan cukup sepi memudah kan mereka untuk cepat sampai menuju rumah sakit.
mereka sudah sampai di rumah sakit dan nathan menggunakan Wheelchair (kursi roda). Naira mendorong kursi roda nya dan mereka masuk keruangan dokter untuk nathan di periksa oleh dokter dan di temani oleh naira.
Setelah dokter periksa keadaan nathan, lalu dokter duduk di kursi sambil menjelaskan kepada naira. Bahwa nathan mengalami sakit Demam Tifoid dan harus dirawat selama beberapa hari.
Setelah itu naira keluar bersama nathan yang masih berada di kursi roda.
"gue nitip nathan dulu ya gue mau kebagian pendaftaran"
"perlu gue anter?"tawar bunga kepada sahabat nya.
"ga usah, gue sendiri aja.."
"yaudah gue sama juan tunggu disini"
"oke"
Naira berjalan meninggalkan nathan, juan dan juga bunga dia pergi untuk menuju tempat pendaftaran.
sekarang naira sudah berada di tempat pendaftaran. "permisi"
"ada yang bisa saya bantu?"
"apakah ada kamar VVIP yang tersedia? untuk rawat inap"
"ada, untuk pasien yang bernama siapa?"
" nathan dalendra"
"oke baik ini nomer kamar nya"
"makasih"
Naira kembali menemui nathan, juan dan juga bunga.
"udh?"tanya bunga
"udh ko"
Naira kembali mendorong kursi roda nathan. Mereka langsung pergi ke kamar inap untuk nathan .
Saat mereka sudah sampai, sudah ada suster yang menunggu mereka, suster itu membuka kan pintu kamar dan mempersilahkan masuk.
Naira membantu nathan untuk tidur di ranjang rumah sakit. Nathan juga sudah mengganti baju nya menjadi baju pasien rumah sakit.
Suster memasang infusan ditangan nathan. Setelah selesai suster pun pamit keluar.
Juan dan bunga mereka berdua sudah pamit untuk pulang. Jadi sekarang tinggal hanya naira yang menemani nathan.
Nathan sudah tertidur dan naira mulai menidurkan tubuh nya di sofa dan mulai memejamkan mata nya.
...__________...
Hari sudah pagi jam sudah menunjukan jam 8 pagi, saat ini naira sedang menyuapi nathan sarapan karna dia harus cepat minum obat agar cepet sembuh.
"aaa 1 suap lagi udh ini abis"
nathan dengan senang hati membuka mulut nya, dan naira memasukan satu suap bubur kedalam mulut nathan. naira menyimpan mangkok bekas bubur dan memberikan minum kepada kekasih nya lalu memberikan obat yang harus nathan minum.
"udah"
Nathan mengangguk, lalu naira mengambil gelas yang di pegang nathan dan menyimpan nya di atas meja dia membantuk kekasih nya untuk kembali menidurkan diri nya.
tidak lama setelah nathan tertidur ada suara yang membuka pintu dan ternyata bunga bersama juan mereka datang.
"gimana keadaan nathan?"
"udah lebih baik sekarang, baru aja dia minum obat dan sekarang lagi istirahat "
"nih nai gue bawain lo baju sama bawa perlengkapan mandi juga"ucap bunga sambil memberikan paperbag yang berisi baju dan juga perlengkapan mandi.
"makasih bunga"
"sama sama, yaudah gih lu mandi"
"iya gih sana mandi bau lu"ejek Juan kepada sepupu nya
"mana ada gue bau"
"lu aja yang ga nyium"
"yaudah gue mandi dulu ya gue nitip nathan"
"iya"
sudah 10 menit naira mandi akhir nya dia keluar dari kamar mandi dengan muka yang sudah segar.
"nai"panggil bunga
"lu udh makan belum?"
"belum kenapa emang?"
"juan mau keluar, lu mau nitip apa?"
"pagi pagi gini di Korea ada apa buat sarapan?"
"ga tau gue juga"
"makan roti aja nanti gue ke supermarket"
"pengen nya nasi"
"ya ga ada nai, disini kan bukan indo"
"yaudah deh gapapa roti"
"yangg kmu mau aku beliin apa?"tanya juan kepada bunga.
"aku pengen ramen aja"
"oke,aku jalan dulu"
"hati hati"
"iya sayang"
"gue sedih liat lu kaya ga semangat gitu nai"ucap bunga
"gue takut terjadi apa apa sama nathan, semalam dia lemes banget, buat berdiri aja dia ga kuat terus ketambah dia pusing"
"gue yakin ga akan terjadi apa apa sama nathan dia pasti baik baik aja"
naira tersenyum ke arah bunga dia mengangguk"makasih, lo sama Juan udh mau gue ngerepotin dan selalu ada"
bunga tersenyum balik kepada naira sahabat nya" sama sama, tapi gue sama juan ga ngerasa lo repotin sama sekali"
Bunga memegang tangan naira "gue bahagia selalu ada buat sahabat gue"
"nai" panggil nathan dengan suara khas orang orang bangun tidur.
Naira cepat cepat menghampiri nathan" ada apa hmm?"tanya nya dengan lembut.
"duduk disini"
Naira duduk di kursi samping ranjang rumah sakit.
"bunga juan mana?"tanya nathan dengan suara lemas seperti tak ada tenaga.
"juan lagi ke supermarket dulu"jawab bunga
Nathan mengangguk dengan jawab bunga"kmu udah makan yangg?"tanya nya kepada naira kekasih nya.
"bentar tunggu juan ke supermarket dulu"