Indonesia
NovelToon NovelToon
Inikah Namanya Cinta?

Inikah Namanya Cinta?

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Laurra

Pertemuan pertama setelah 10 tahun atas kesalah pamahan yang tidak penting. Aku bangkit dan hari pembuktian itu tiba. Satria...lihat aku sekarang....biarkan aku menjelaskan semuanya.
Sintya masih memandang Dokter itu, sosok yang selama ini dia rindukan. Cinta yang tersembunyi...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laurra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : White lily and choco hampers

“Bu Sintya, ini ada kiriman bunga. Minta tanda tangan disini ya!” seorang office boy mengantarkan hampers coklat dan satu white lily hand bucket.

Sintya memberikan kertas itu kembali setelah menandatanganinya.

“Cie, sogokan minta maafnya keren juga” canda Sri

“Kak, minta yang lebih mahal saja. Jangan mau terima cuman itu doang” Aji memanas manasi.

“Benar Ji, itu ga seberapa untuk seorang Satria. Minta pulau Sin” Bagas ikut-ikutan.

“Apa sih kalian”

Sri mendekat dan merampas kertas yang berisi tulisan tangan Satria.

“Elah, dasar pelit. Masak nulis cuman “Maaf”. Apaan? Gue sebagai sahabat loe ga terima!”

“Ini kenapa kok semua jadi marah-marah. Kan Satria belum jelasin ke gue kenapa cewek itu bisa disana?”

“Idih pake dibela!!!” Sri menjawab dengan meledek.

Sintya mengingat kembali nasehat Mama Ayu tadi malam. Memberikan kesempatan ke Satria untuk menjelaskan apa yang terjadi barulah mengambil kesimpulan. Berasumsi sendiri hanya menambah masalah dan akan berujung kesalahpahaman seperti 10 tahun yang lalu.

Sintyapun menyalakan handphonenya dan berkirim pesan ke Satria.

Langit sore yang berwarna jingga diselimuti awan tipis menambah nuansa romantis. Mereka berdua sekarang berada di sebuah cafe outdoor dengan view danau buatan. Sore itu dua orang saling membuka hati, membahas permasalahan dengan kepala dingin. Satria menunjukkan semua chat yang dikirimkan Clarissa kepadanya. Mereka memilih lebih terbuka dengan hubungan yang dijalani termasuk memperbaiki cara berkomunikasi.

“Ini sengaja Kakak tidak hapus, biar Tya ga salah paham. Kakak sudah berusaha menghindari Clarissa, tapi dia selalu berupaya menggunakan ayahnya untuk meminta tolong. Untuk hal yang masuk logika, masih bisa Kakak bantu. Tapi kalau sudah aneh, Kakak tidak akan menjawab. Jika dia berbuat keterlaluan, Kakak akan mencari waktu untuk berbicara dengan ayahnya.”

Sintya mendengarkan dengan seksama dan mengingat kembali pesan ibunya.

“Pertahankan cintamu, ini ujian awal. Tunjukkan rasa sayangmu ke Satria, kamu pantas sayang!!! Jangan minder. Dampingi Satria dengan baik. Percaya sama Mama, kalau pelakor melihat cinta kalian tidak tergoyahkan pasti suatu hari mereka akan pergi”

“Sintya minta maaf karena terlalu negatif thinking ke Kakak tanpa menunggu penjelasan. Kita hadapi bersama ya”

Ga selang lama, Clarissa menelpon.

“Kakak dimana? Bisa kita makan malam, ada yang mesti Clarissa omongin”

“Kakak kesana, kirimkan alamatnya” jawab Satria yang diangguki Sintya. Mereka menuju restoran yang alamatnya sudah dikirimkan Clarissa.

Sampai direstoran chinese food, Satria menuju meja yang sudah direserved Clarissa. Jangan lupa, ada Sintya yang mengekor dibelakangnya.

“Loh, kok ada dia?”

“Emangnya kenapa, Sintya tunangan saya. Pasti dimana ada saya, disana pasti ada Sintya” Jawab Satria sambil memegang lembut tangan Sintya dan sesekali menciumnya.

Clarissa nampak tidak senang, dia buru-buru menyembunyikan perasaannya dengan mempersilahkan keduanya duduk.

“Makanannya sudah aku pesan, bentar lagi datang” Clarissa menjelaskan.

Pandangannya tidak terlepas dari kedua sosok didepannya.

“Oiya, ini ada titipan dari Ayah. Katanya Kakak butuh beberapa referensi” satu paper bag diserahkan ke Satria, tampak ada beberapa buku disana. Satria mengambil satu persatu buku tersebut.

“Oh, ini ada photo yang jatuh” Sintya menaruh selembar photo Satria dan Clarissa berpose didepan lobby sebuah rumah sakit. Sintya mengontrol emosinya, dia berusaha tidak terpancing.

Clarissa berharap Sintya marah atau pergi gegara photo itu. Namun justru kebalik, dia malah asyik bertanya ke Satria tentang hubungannya dengan Dokter Abraham serta kabar Rio dan Gio. Satria bercerita tentang kehidupan mereka dikampus sambil menikmati hidangan.

Sintya sesekali menyuapi Satria begitupun sebaliknya. Ini membuat Clarissa dongkol, sesekali dia meremas jari tangannya sendiri.

“Bangke, mereka kira aku obat nyamuk apa. Mesra-mesraan di depanku” Clarissa membatin.

Ada muncul ide dikepala Clarissa, dia menghubungi ayahnya.

“Ayah, aku lagi makan dengan Kak Satria”

“Oh ya, mana dia?”

Clarissa menyodorkan handphone nya ke Satria.

“Hi Om, apa kabar? Oh ya, kenalin ini tunangan saya Sintya”

Sintya yang diperkenalkan menyapa. Setelah obrolan ringan, sambungan telepon ditutup.

“Aku pamit ke toilet ya” Sintya meninggalkan mereka berdua.

Alih-alih diajak ngobrol, Satria malah sibuk membaca buku.

“Kak, mama nelepon barusan. Si Niken ga ada yang jaga”

“Ok, kita pulang”

“Clarissa terimakasih undangannya ya. Makan malamnya enak. Oh ya, tadi Sintya sudah bayar billnya”

“Aku ada tambahin beberapa snack buat kamu, semoga suka” imbuh Sintya.

Clarissa mengangguki dan merekapun meninggalkan restoran malam itu.

Mobil yang dikendarai Satria sudah sampai di rumah Sintya

“Tadi kok ga cemburu? Setidaknya ngambek atau gimana gitu?”

“Rugi klo ngambek cuman dikasi coklat, kalau dikasi pulau baru benar-benar ngambek. Biar lebih serius aktingnya.He he he” Sintya dengan santainya membawa coklat dan bunga masuk ke dalam rumah.

Satria tersenyum tipis dan sekali lagi Satria memuji kedewasaan Sintya “Wanitaku the besttttzzzz” gumamnya.

PS: Ga tahu saja klo kemarin malamnya Sintya nangis dan hopeless. Untung ada sahabat sejati dan mama yg selalu ada.

1
Nita Aprika Nita
🤭🤭
Nita Aprika Nita
🤣🤣🤭
Nita Aprika Nita
🤣🤣🤣
Nita Aprika Nita
ahhh,, suka aku kak..
Nita Aprika Nita
sejauh ini menarik dan simpel cerita nya tour.. tetap semangat berkarya.. maaf baru ketemu novel nya..
Luh Ary: terimakasih kak, semoga sukaaa🙂
total 1 replies
Marni Radini
Lanjut
Luh Ary
Terimakasih untuk like & subscribe nya.🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!