Indonesia
NovelToon NovelToon
Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Tersesat Dalam Novel Psikopat Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Dark Romance / Psikopat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Sena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya—sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir—karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiSena tidak pernah membayangkan bahwa kebiasaannya membaca novel thriller malam itu akan membawanya ke dalam pusaran teror nyata. Ia terbangun di dalam dunia novel favoritnya sebuah cerita kelam yang berpusat pada sosok psikopat genius bernama Vex Noir. Di balik topeng topeng pembunuh dingin yang membantai korbannya dengan santai dan tanpa jejak, Vex Noir dikenal selalu berhasil meloloskan diri dari kejaran hukum tanpa cela. Aturan permainan menjadi jauh lebih mengerikan ketika Sena menyadari identitas barunya: ia tidak bertransformasi menjadi sang pahlawan, melainkan menjadi korban pertama dalam daftar pembunuhan Vex Noir karakter figuran yang seharusnya tewas mengerikan di bab awal. Berbekal ingatan detail tentang setiap plot, kebiasaan, hingga jalan pikiran sang psikopat, Sena harus memutar otak untuk meretas takdirnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Setelah menuntaskan secangkir cokelat hangat dan sepotong kue tebalnya, Estella melangkah keluar dari kafe. Karena jarak apartemennya tidak terlalu jauh, ia memutuskan untuk berjalan kaki santai menikmati semilir angin malam yang menusuk kulit.

Dengan tangan yang dimasukkan ke dalam saku hoodie kremnya, Estella menyusuri trotoar yang mulai sepi. Langkah kakinya terasa begitu ringan, setidaknya sampai ia melewati sebuah lorong gang sempit yang gelap di sebelah kanannya.

Ugh... tolong... s-sakit...

Estella menghentikan langkahnya seketika. Telinganya menajam. Suara rintihan samar dan parau itu terdengar begitu jelas dari balik kegelapan gang tersebut.

Estella membeku. Perasaannya mendadak tidak enak.

"Aish... bener-bener gak jauh dari ketakutan nih hidup!" omel Estella berbisik, meratapi nasibnya yang seolah-olah ditarik magnet untuk selalu berurusan dengan hal-hal mengerikan. "Gue cuma mau jalan-jalan malam habis makan kue, ya Tuhan! Kenapa harus nemu adegan tragis begini lagi sih?! Kepo salah, gak ditolong kasihan... Nanti kalau ternyata arwah penasaran gimana?!"

Meskipun ragu dan ketakutan merayapi dadanya, rasa tak tega mengalahkan logika Estella. Dengan napas tertahan dan langkah super pelan, ia memberanikan diri masuk beberapa meter ke dalam gang yang temaram itu.

"H-halo? Ada orang di dalam?" bisik Estella pelan seraya menyipitkan matanya.

Di bawah cahaya lampu jalan yang remang-remang, sosok seorang pria tampak tergeletak bersandar di dinding semen. Pakaian pria itu compang-camping dan bersimbah darah kental.

Estella menelan ludah, melangkah dua tindak mendekat. "Om... Om gak apa-apa? Perlu saya panggilkan ambulans—"

Pertanyaan Estella terhenti seketika.

Pria yang tadinya meringis kesakitan itu perlahan menengadahkan kepalanya. Tidak ada raut kesakitan atau permohonan tolong di wajahnya. Sebaliknya, pria itu justru menyunggingkan sebuah senyuman lebar yang teramat gila, menyeringai mengerikan dengan mata membelalak penuh dahaga membunuh.

DEG!

Seluruh persendian kaki Estella seketika terasa kaku bagaikan semen. Darahnya membeku. Pria ini bukan korban yang butuh pertolongan, melainkan buronan penjahat atau psikopat jalanan yang sengaja memancing mangsanya!

SRET!

Tanpa aba-aba, pria itu mengacungkan sebuah pisau belati tajam yang berkilat di dalam kegelapan dan langsung mengarahkannya tepat ke dada Estella!

"AAAH!"

Refleks bertahan hidup Estella bekerja cepat. Ia menghempaskan tubuhnya ke samping, berhasil menghindari sabetan pisau yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya. Tanpa membuang waktu, Estella berbalik dan berniat lari secepat angin menuju jalan raya.

Namun—

GRAB!

Tangan pria yang bersimbah darah itu bergerak secepat kilat, berhasil mencengkeram pergelangan kaki Estella dengan sangat kuat!

"KYAAAK!"

Estella kehilangan keseimbangan dan tersungkur keras ke atas tanah gang yang kotor. Belum sempat ia merangkak bangun, pria gila itu sudah membalikkan tubuhnya dan melompat menindih dadanya!

SRET!

Dua tangan kekar pria itu membekap dan mencekik leher Estella tanpa ampun!

"Uhuk! Mmmph!" Estella terbatuk-batuk, matanya membelalak mencari udara. Pemandangan di depannya mulai kabur saat pasokan oksigen ke otaknya terputus. Dengan sisa-sisa tenaganya, Estella mencoba melawan membabi buta—memukul bahu pria itu, mencakar lengannya, dan menendangkan kakinya secara liar ke udara.

Pria itu hanya tertawa terkekeh gila di atas tubuhnya, mempererat cengkeraman di leher Estella seraya mengangkat pisaunya tinggi-tinggi untuk menancapkannya ke jantung Estella.

JRRRASH!

Suara robekan tajam melintas cepat di udara malam.

Belum sempat pisau di tangan pria itu terayun turun, sebuah pisau sangkur berukuran besar meluncur secepat kilat dari arah belakang dan menancap sempurna menyilang di tengah-tengah kepala pria tersebut!

CRAAAK!

"Ugh!"

Pria gila itu membeku seketika. Darah segar menyembur keras dari luka di kepalanya, memercik tajam mengenai pipi, leher, dan hoodie krem milik Estella!

Tubuh pria itu mendadak hilang tumpuan dan roboh terkulai kaku di atas tubuh Estella, mati seketika di tempat.

Estella membeku total (nge-freeze). Matanya melotot memandangi langit-langit gang dengan napas berseri-seri, wajahnya belepotan percikan darah segar yang masih terasa hangat. Bau amis yang teramat pekat menyengat indra penciumannya.

Di ujung gang gelap, langkah kaki yang teratur dan penuh intimidasi perlahan mendekat.

Sesosok pria berjas hitam tebal melangkah keluar dari bayangan. Cahaya bulan memantul dingin pada wajah tampan dan iris mata sehitam jelaga milik sosok tersebut.

Lucian Voss sang Vex Noir berdiri di sana, menatap Estella yang masih terbaring kaku di bawah tumpukan mayat bersimbah darah.

1
Shion Hin
lanjut dong kak 🙏🙏🙏
Anelia Natasya
lanjut dong kak. udah seru serunya nih. aku penasaran bangett
Nir'atul Istiqomah
ini gada next nya kah??? yaah padahal seru 🥺
putmelyana
bodoh banget ceweknya orang MH ngejauh dari kematian malah ngedeketin udah tau dia psikopat malah deketin. orang mh kabur nikmati karena transmigrasi jadi kaya malah jadi babu
putmelyana
apasih karakter ceweknya sikapnya berlebihan banget gajelas.
Alissia
up thor🤭🤭
Alia Chans
Hadir Thor, saling support💪/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!