Indonesia
NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Sore hari di kediaman mewah keluarga Raharja. Matahari sore memantulkan sinarnya ke dalam dapur kediaman keluarga Raharja, yang terlihat modern dengan design marmer.

Sore ini Dion pulang lebih awal, karena satu kasus baru bisa di selesaikan. Sang Pengacara terkenal baru saja kembali dari persidangan, tadi sempat di wawancarai wartawan saat keluar dari ruang persidangan mengenai perihal rumah tangganya. Dion menjawab jika keduanya baik-baik saja, dan sang istri sedang fokus mengurus ibunya yang sedang sakit.

"Pak Dion, bagaimana anda menghadapi kasus yang rumit ini?" tanya wartawan portal kompas.

"Pak Dion, kenapa saat menikah anda tak mengundang media?" tanya wartawan dari Detiknews

"Pak Dion, apa istri anda dari kalangan hukum juga?" tanya wartawan dari BBC.

Seolah pertanyaan wartawan tiada habisnya, terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan---karena Dion adalah seorang pengacara muda terkenal.

"Apa ada kasus dugaan KDRT seperti kabar baru-baru ini?" tanya salah satu wartawan.

"Ah itu gossip nggak jelas, intinya saya ama istri saya baik-baik aja."

Dion setelah menjawab pertanyaan itu langsung masuk mobil untuk menuju rumahnya, namun dirinya memikirkan pertanyaan wartawan itu.

Sore ini di dapur, Dion masih mengenakan kemeja biru yang sudah terlihat agak kusut dan dasinya sedikit di longgarkan.

Jas hitamnya tersampir di lengan kanannya, hal yang pertama dirinya lakukan saat di dapur mencari seseorang.

Raisa---Istrinya.

Namun, bukannya menemukan Raisa malah mendapati asisten rumah tangga yang sedang sibuk di depan kompor menyiapkan makan malam.

Aroma tumisan bumbu dapur mengisi udara, namun hanya Bi Lis di dapur.

Bi Yan tak ada disini, lalu satu pertanyaan terlontar akan rasa penasaran dimana istrinya.

"Bi Lis?" panggil Dion.

"Iya Tuan," sahut Bi Lis.

"Di mana Raisa?" tanya Dion dengan nada dingin yang menuntut.

Bi Lis yang mendengar pertanyaan dari majikannya, tangannya bergetar hampir menjatuhkan sodet di tangannya.

Kepalanya menunduk tak berani menatap langsung majikannya, seorang pengacara dengan wajah dingin.

"Anu---Anu Tuan... Non Raisa tadi pamit pergi ke rumah sakit lagi. Katanya ada hal mendesak mengenai kondisi Nyonya Besar."

"Apa!!" marahnya, mengebrak meja.

Dion mengepal tangannya, rahangnya seketika mengeras.

Raisa---istrinya lagi-lagi membangkang perintahnya untuk tetap di rumah.

Jika mau ke rumah sakit, harus bersamanya---karena jujur Dion tak suka melihat Raisa berdekatan dengan Dokter Hassan di rumah sakit. Tiba-tiba sebuah rasa posesif yang dimilikinya menjadi membara di dadanya, tanpa sepatah kata dirinya berbalik meninggalkan dapur.

ART itu hanya diam ketakutan, wajahnya pucat---jujur dirinya nampak tak tega melihat Raisa terus-menerus di siksa oleh Dion.

"Ya allah tolong jangan sampai Non Raisa di siksa lagi...kasian sekali Non Raisa tubuhnya sudah lebam," ucap Bi Lis.

Namun apalah daya, dirinya hanyalah ART di rumah ini---bekerja di bawah kaki Dion.

Tak akan berani seorang ART, untuk ikut campur masalah majikan mereka.

Dion berjalan kembali menuju mobilnya, dirinya akan ke rumah sakit hanya untuk menjemput istrinya pulang.

Sementara nanti yang menunggu ibunya akan ada perawat, kali ini Raisa hanya harus fokus pada permainannya saja.

"Awas kamu Raisa...saya akan buat kamu kewalahan nanti di atas ranjang," umpat Dion mengendarai mobilnya dengan gusar.

Di sisi lain kota.

Malam hari telah tiba, dengan gemerlap lampu aktivitas di sebuah gedung pencakar langit dan lampu-lampu mobil yang padat.

Di sebuah apartemen mewah, dimana Dion sengaja menaruh Chelsea yang sudah menjadi gundiknya di apartemen mewah miliknya ini.

Hanya demi menyembunyikannya dari awak media.

Di dalam apartemen mewah itu, sebuah kepulan asap rokok membumbung di ruang tamu.

Chelsea duduk di sofa beludru impor itu dengan raut wajah yang sangat gelisah.

Tubuhnya yang berisi dan menonjolkan bagaimana depannya, terlihat mengenakan atasan tanpa lengan warna lime, di padukan mengenakan celana kulot warna biru tua.

Jemarinya yang lentik nampak menjepit sebatang rokok di tangan kirinya, sementara tangan kananya tengah memegang ponsel.

Matanya terlihat tak bisa lepas dari layar ponsel, karena menanti pesan atau panggilan dari pria yang sudah menafkahinya.

"Ya elah Chel, enjoy aja napa. Dion nanti juga kesini...biasa minta jatah," ucap Cora yang duduk di sampingnya.

Cora mencoba memberikan ketenangan kepada Chelsea yang sedang rapuh.

Cora mengenakan gaun ketat lengan panjang, warna Caramel berkilau sampai lutut.

Gaunnya ketat membungkus tubuhnya sangat kontras, dengan ketegangan saat dirinya melihat sahabatnya gelisah.

Tangannya di letakan di bahu Chelsea.

"Santai aja Chel, 'kan Mas Dion biasanya kesini. Sibuk kali ngurus klien," ucap Cora mencoba membisikan kata penenang.

Sementara itu Luna berdiri sedikit menjauh.

Posisinya bersandar pada pilar ruangan, Luna mengenakan atasan tanpa lengan warna biru muda dipadukan rok pendek ketat warna hitam.

Tangannya terlihat menggenggam sebotol minuman, sesekali menyesapnya.

"Iya, Chel. Santai aja kali, Dion itu cinta ama lo. Dia itu nggak akan bisa lepas dari lu," ujar Luna menenggak minumannya.

Chelsea hanya mendengus, lalu menghisap rokoknya dan menghembuskannya dengan kasar.

"Dia sedang terobsesi dengan 'pajangan' di rumahnya itu, Cora. gua bisa ngerasain. Dan gua benci harus nunggu begini ini."

Luna mendekati dua sahabatnya, lalu mengambil satu botol lagi.

"Yaudah sih daripada lu suntuk mulu, Chel. Mending party di club yuk, siapa tahu dapet om-om yang bisa kita dapetin uangnya," ajak Luna dengan mengangkat minuman di tangannya.

Mendengar saran Luna, Cora langsung setuju.

"Ayo dong Chel," ajak Cora menarik tangan sahabatnya.

Chelsea akhirnya mendengus lelah, dirinya bangkit mematikan rokoknya di asbak---lalu mengangguk.

"Yeay kita party," ucap Luna dan Cora.

Ketiganya akan ke Club, tentu ketiga LC ini ingin mengait para om-om untuk menemaninya---bernyanyi dan menari.

Sungguh tabiat para LC ini tak akan pernah bisa berubah.

Cora mengendarai mobil membuka kaca jendela, lalu sambil merokok---menyetir sambil merokok secara ugal-ugalan di jalan raya menuju club malam.

Malam di langit jakarta menjadi saksi kesenangan tiga wanita yang menjadi bagian dunia malam, ketiganya bisa naik kelas memang karena Leon dan Dion.

Dua Pengacara yang mengambil ketiganya, untuk di jadikan toilet pribadi.

*

*

*

*

1
Sunarti Narti
Thor ini ceritanya ganti judul,tapi tokonya masih sama,tapi Thor jangan banyak kekerasan dalam rumah tangga, serem baca nya,🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Putri Sabina: yang ini KDRT, ceritaku yang mayor nggak ada kok kak🥲
total 1 replies
Ma Em
Raisa kamu jgn lemah dong lawan Dion kalau Raisa takut maka Dion akan semakin senang melihat hdp Raisa tersiksa , makanya lawan jgn cuma menangis sdh tanggung Raisa diam tdk melawan disiksa dipukul kalau melawan dipukul wajar tapi kalau diam dan menangis saja lbh parah .
Putri Sabina: gimana mau lawan kak, kan nggak punya penghasilan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!