Zahra adalah seorang gadis kecil yang selalu bermimpi untuk bisa travelling ke luar negri,, dan saat dia dewasa, dia di Izinkan Ayahnya untuk sekolah di Paris dan tinggal bersama Om dan Tantenya disana, Zahra adalah anak dari seorang pengusaha restoran masakan Eropa yang cukup terkenal di Bandung dan Jakarta, setelah lulus SMA dari Paris, Zahra kembali lagi ke Indonesia dan berkumpul lagi bersama keluarganya,
Ternyata selama dia berada di Paris, dia menjalini hubungan Asmara bersama seorang pemuda tampan yang bernama Whiliam, namun hubungan mereka berjalan hanya 3 tahun saja, setelah berpisah dengan Whiliam, Zahra memutuskan untuk sendiri selama kurang lebih 2 tahunan, sampai dia menemukan cinta keduanya bersama Ari, laki - laki sederhana yang memiliki daya tarik tersendiri bagi Zahra. Ari adalah mantan kekasihnya Nasya, sahabatnya Zahra sendiri.
Namun hubungan mereka di tentang oleh Bu Lisa, Bundanya Zahra, dan semenjak kepergian sang ayah, kehidupan Zahra pun berubah, sampai pada suatu hari, Nasya dan Whiliam masuk lagi dalam kehidupan Zahra dan Ari, sampai membuat Zahra memutuskan untuk kembali lagi ke Paris.
lalu bagaimana kisahnya Zahra dengan Ari? apa mereka bisa bersatu kembali atau berakhir sampai disini?
yuk simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosdiana meida sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Membuka lembaran baru
Bagiku, setidaknya perpisahan ini bukan akhir. Masih ada hari esok untuk membuka lembaran baru jika yang lama enggan, atau tutup buku." Lamun Zahra ketika telah sampai di Bandara Paris Charles de Gaulle, dia berjalan sambil menarik kopernya dan datanglah seorang Laki - laki yang menjemput Zahra, dia adalah Gio, sepupunya Zahra.
"Assalamu'alaikum Teteh Zahra, akhirnya kita ketemu lagi."
"Wa'alaikumsalam Gio, iya nih, Teteh mau tinggal disini lagi."
"Mari, Gio bawain kopernya."
Gio membawakan kopernya Zahra dan mereka berjalan menuju mobil, setelah 30 menit, mereka telah sampai tujuan, Om Wilman dan Tante Saras sudah membuka pintunya ketika mendengar suara klakson mobilnya Gio, dan menyambut kedatangan Zahra.
"Assalamu'alaikum Om, Tante." sambil mencium tangan Om dan Tantenya
"Wa'alaikumsalam ponakan Tante yang cantik, yuk masuk." ajak Bu Saras
Mereka semua pun masuk, Bu Saras mengajak Zahra makan, sambil makan, Pak Wilman mulai pembicaraan.
"Zahra, sebelum Ayahmu meninggal, beliau meninggalkan sebuah rumah di Paris untukmu, Om dan Tante selalu membersihkan rumah itu dan sekarang kamu bisa menempatinya." ucap Pak Wilman
"Iya Zahra, kamu tinggal disana sama Bik Surti asisten rumah tangga Tante, gak papa ya?" tanya Bu Saras
"Gak papa kok Om, Tante, makasih ya."
"Sama - sama Zahra, biar Gio nanti yang mengantarkan kamu dan Bik Surti ke rumah itu." lanjut Pak Wilman
Selesai makan, Gio mengantarkan Zahra dan Bik Surti ke rumah baru itu, perjalanan yang mereka tempuh tidak terlalu jauh dari rumah Pak Wilman, sesampainya di lokasi, mereka semua turun,
Zahra sepertinya menyukai rumah pemberian almarhum Ayahnya itu, Rumah sederhana dengan cat warna biru muda, warna favoritnya, rumah Zahra ternyata juga dekat dengan rumahnya Sabrina, jadi mereka bisa tetanggaan deh, Gio memberikan kunci rumahnya pada Zahra.
"Ini kuncinya Teh, semoga betah ya di sini."
"Makasih ya Gio, aku pasti betah disini."
"Yaudah, aku langsung pamit pulang ya, soalnys udah malam juga, Bik Surti nitip Teteh Zahra ya, temani dia."
"Siap Den Gio.' sahut Bik Surti
Lalu Gio masuk ke dalam mobilnya, Zahra dan Bik Surti membuka pintu rumahnya dan mereka pun masuk, Bik Surti segera membersihkan rumahnya, sementara Zahra melihat kamar utamanya,
ternyata Ayahnya pintar sekali mendesain kamarnya untuk Zahra, dan Zahra semakin betah tinggal di rumah barunya itu.
Sementara Ari, masih meratapi kesedihannya di kamarnya sambil memegang kotak cincin itu "Aku akan terus menunggumu di sini Zahra, gak akan pernah ada yang bisa gantikan kamu di hatiku, selamanya cintaku ini hanya untukmu, walau raga kita terpisah, ku yakin suatu hari nanti kita akan bersatu, walau aku tak tahu sampai berapa lama aku harus menunggu." gumam Ari.
Perpisahan ini membuat Ari benar - benar hancur, dia menyesal karena telah mengambil keputusan yang salah, setiap hari dia hanya menghabiskan waktunya dengan melamun, hingga semua pekerjaannya pun berantakan, sampai pada akhirnya dia harus kehilangan pekerjaannya.
Setelah Ari di pecat, dia mengendarai motornya dan pergi ke sebuah danau, tempat yang sering dia datangi bersama Zahra, Ari melemparkan batu kerikil ke danau berulang kali "Sekarang hidupku benar - benar berantakan, kenapa aku se bodoh itu mengambil keputusan, kenapa? aku sudah merusak impianku sendiri, mimpi yang telah lama aku harapkan kini hilang begitu saja karena ulahku sendiri."
Ari berdiri di pinggir danau dan tiba - tiba dia hampir terpleset ke Danau. seketika itu juga Olivia adiknya Arfan datang menolongnya.
"Abang baik - baik saja kan?" sambil memegang tangan Ari yang hampir jatuh
"Aku gak papa kok, makasih ya sudah nolongin aku."
"Sama - sama Bang, kenalin namaku Olivia."
"Aku Ari."
"Bang Ari lagi galau ya, sepertinya baru putus cinta?"
"Iya dek, Bang Ari sudah salah ambil keputusan untuk berpisah dari tunangan Abang yang bernama Zahra."
"Oohh jadi Bang Ari tunangannya Teh Zahra?"
"Iya, kok kamu kenal?"
"Dia temannya Bang Arfan, Abang aku."
Akhirnya Ari dapat teman baru untuk mencurahkan isi hatinya, tetapi sama saja, Ari masih memikirkan Zahra, belum lagi di kamarnya, banyak sekali foto polaroit yang bergantung di dinding kamarnya, entahlah, sulit sekali baginya untuk melupakan Zahra.
Zahra yang berada di Paris sebenarnya juga sama, masih sangat mencintai Ari, namun dia berusaha melupakan Ari meski itu juga tidak mudah baginya, Zahra mengganti nomornya dan akunnya juga, dia hanya ingin membuka lembaran baru di kehidupannya yang sekarang.
Pagi harinya, ketika Zahra terbangun dari tidurnya, dia terasa seperti bermimpi karena sekarang dia berada di Negri Orang,
"Padahal waktu itu kita baru bertunangan dan aku merasa sangat bahagia bisa dilamar olehmu, dan kamu berjanji akan sehidup semati bersamaku, membangun keluarga kecil yang bahagia dan menjadi gantinya Ayah untukku, ternyata semua itu hanya sebatas angan - angan, kini engkau telah memilih untuk pergi dan aku disini hanya bisa menerimanya dengan Ikhlas."
Lalu terdengar suara ketukan pintu, ternyata itu Bik Surti, Zahra menyuruhnya masuk,
"Non ayo sarapan, dari tadi malam, Non Zahra belum makan, Bibik juga sudah menyiapkan air hangat untuk Non Zahra mandi."
"Iya Bik makasih ya.'
Bik Surti kembali menyelesaikan pekerjaannya dan Zahra segera menuju kamar mandi setelah itu dia sarapan.
Sedangkan Ari masih berada di kamarnya, tak melakukan apa - apa, Ibunya sedih melihat anaknya murung setiap hari, Ibunya pun masuk ke kamarnya Ari dan bertanya.
"Ari, sampai kapan kamu murung terus seperti ini? yang lalu biarlah berlalu, buat pelajaranmu biar tidak terlalu gegabah dalam mengambil keputusan "
"Ari menyesal Bu, Andai waktu bisa terulang kembali, mungkin saat ini Ari masih bersama Zahra."
"Waktu gak akan bisa kembali nak, yang hanya bisa kamu lakukan hanyalah menerima kenyataan."
"Iya Bu, Ari akan berusaha menerima."
"Oh ya Ari, ayo keluar, ada yang nungguin kamu di luar."
"Siapa Bu?" tanya Ari penasaran
"Nanti kamu tau."
Ari segera keluar dari kamarnya dengan wajah terlihat kusut kayak baju belum di setrika,
"Nasya, ngapain lagi kamu kesini?" sambil memalingkan mukanya
"Aku hanya ingin minta maaf atas semua kesalahanku sama kamu dan Zahra, aku hanya ingin menjalin pertemanan dengan kamu, gak lebih."
"Serius kamu gak ada maksud lain?" Ari kembali menghadap Nasya
"Iya Ari, tolong maafin aku."
"Baiklah, aku akan memaafkan kamu."
Nasya senang bisa dekat kembali dengan Ari, orang yang sangat dia cintai, setiap hari, Nasya datang kerumah Ari membawakan makanan dan berusaha merebut perhatiannya Ari, tetapi sama aja hasilnya nol, karena Ari belum membuka hatinya untuk Nasya, tetapi Nasya tidak menyerah untuk mendapatkan hatinya Ari kembali, meskipun Ari selalu saja bersikap cuek kepadanya.
**lalu bagaimana kisah selanjutnya? next bab berikutnya ya
buat yang baca tolong tinggalkan jejaknya dan berikan saran atau kritikannya
terimakasih dan happy reading❤❤**
salam sehat selalu🙂🙏
jangan bosen2 mampir.lagi di karya omah y kak..
maaf telat 🙏
Salam dari
Broken Angel'S, feedback ya kak😁
Mampir juga yuk ke novelku "IS THIS LOVE?" ini karya pertama ku maaf baru pemula.
mohon komen, vote, like, shere, dan follow.
MOHON SARAN DAN KRITIKANYA DAN JUGA MOHON DUKUNGANNYA.