Indonesia
NovelToon NovelToon
DAMAR: Si Pemandu Arwah

DAMAR: Si Pemandu Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / TKP
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: AnnaYoung

​Damar hanya ingin satu hal dalam hidupnya, pekerjaan kantoran yang tenang, duduk di belakang meja tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Namun, akibat terlilit utang dan tergiur gaji fantastis, si pemuda introvert dan penakut ini malah salah menandatangani kontrak kerja gaib di agen travel misterius bernama Last Trip Express.

​Tugas Damar bukanlah membawa turis biasa, melainkan menjadi tour guide untuk rombongan hantu. Dari hantu penari yang histeris, hantu bapak-bapak yang lupa meletakkan kunci brankas, hingga hantu artis yang minta dibuatkan acara fansign terakhir—Damar harus memandu mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan TKP kematian demi menyelesaikan urusan terakhir mereka sebelum berpindah ke alam selanjutnya.

​Di bawah ancaman bosnya yang cantik, modis, sarkastik, dan super galak—Madam Helga—Damar harus memutar otak mengatasi kehebohan para arwah, teror dari makhluk halus jahat, dan kepanikan dirinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 - Taktik Kotor Horizon

Kemenangan emosional atas kasus pembunuhan berantai di Pabrik Daging Sinar Maju seharusnya memberikan jeda napas bagi operasional Last Trip Express.

Namun, di alam transmisi jiwa, keberhasilan sebuah agen travel gaib gurem justru menjadi ancaman mematikan bagi penguasa pasar.

Malam berikutnya, saat Bus 000 baru saja menyelesaikan prosesi Ascension separuh penumpangnya di perbatasan Sektor Lima, atmosfer rute perjalanan gaib mendadak berubah keruh.

Asap tebal berwarna abu-abu keperakan bergulung dari celah-celah aspal jalanan dimensi. Jalur transmisi yang biasanya diterangi oleh pendar cahaya bunga kantil dan lampu gaib kini tertutup oleh kabut berbau belerang yang sangat asam.

SREEEEEK!

Sopir Bus 000 menginjak rem mendadak. Roda-roda raksasa armada itu tergelincir beberapa meter sebelum akhirnya berhenti tepat di depan sebuah barikade gaib yang melintang di tengah rute utama.

"Ada apa lagi ini?!" seru Damar seraya memegang erat tiang mikrofon agar tidak jatuh terjerembab.

Dari balik kabut abu-abu, muncul tiga armada bus mewah berwarna perak mengilap dengan logo roda bersayap emas, armada milik Eternity Horizon Express.

Bus-bus itu tidak sekadar melintas, melainkan sengaja memblokir rute persimpangan jalan gaib menuju destinasi berikutnya.

Di atas kap salah satu bus perak tersebut, melayang sosok Gabriel. Direktur Operasional Eternity Horizon itu tampil klimis dengan setelan jas abu-abu keperakannya, memegang tongkat tengkorak perak baru pengganti tongkatnya yang sempat ditebas Madam Helga.

"Selamat malam, para jiwa yang tersesat," sapanya. Suara Gabriel bergema melalui pengeras suara berkekuatan sihir tingkat tinggi, memantul langsung ke dalam interior Bus 000. "Apakah kalian menyadari bahwa kalian sedang dibawa menuju pembantaian jiwa oleh agen travel penipu ini?"

Di dalam bus, para penumpang hantu yang tersisa mendadak riuh. Bisik-bisik ketakutan dan kebingungan kembali merayap di barisan kursi beludru hitam.

Damar menekan tombol mikrofonnya kencang-kencang, melangkah ke panggung depan. "Gabriel! Jangan ngawur! Minggir dari rute jalan kami!"

Gabriel tertawa halus, nada tawanya penuh racun provokatif. Ia mengacungkan tongkat peraknya ke arah Damar, lalu mengarahkannya ke gorden hitam tempat Madam Helga berdiri.

"Lihatlah pemandu tur manusia kalian itu!" seru Gabriel kencang, sengaja memproyeksikan suaranya agar terdengar oleh seluruh arwah di Sektor Lima. "Apakah kalian tahu kenapa Last Trip Express menggunakan pemandu tur seorang manusia bernyawa? Apakah kalian pikir wanita egois bernama Helga itu peduli pada kedamaian jiwa kalian?"

Gabriel mengibaskan tangannya. Proyeksi ilusi raksasa membumbung di atas kabut abu-abu, menampilkan gambar lambang kontrak tinta merah dan sketsa kuno cermin retak milik Helga.

"Helga tidak pernah memandu kalian dengan tulus!" Propaganda Gabriel meluncur lancar bak minyak panas. "Wanita itu terikat kutukan dosa ratusan tahun lalu! Setiap kali kalian naik ke atas bus itu, jiwa manusia pemandu tur ini dikuras sedikit demi sedikit untuk memberi daya pada mesin Bus 666 dan membersihkan dosa Helga! Dan setelah kalian menyeberang, pemandu tur ini akan mati konyol, sementara Helga kabur membawa seluruh keuntungan dari sesajen kalian!"

Proyeksi ilusi itu menampilkan rekaan gambar jiwa Damar yang perlahan hancur menjadi debu saat menuntun para hantu.

BZZZZZT!

Pernyataan itu menghantam interior Bus 000 bagaikan petir di siang bolong. Para penumpang hantu yang baru saja mulai menaruh rasa percaya pada Damar seketika berada di ambang kepanikan massal.

"Apa?! Jiwa pemandu ini dikuras?"

"Jadi kita dijadikan alat untuk menumbalkan manusia ini?"

"Apakah ini alasan kenapa bus ini membawa aroma kematian yang sangat kuat?"

Marlina dan beberapa arwah yang menduduki barisan depan menatap Damar dengan pandangan horor dan rasa bersalah yang mendalam.

"Mas Damar ... apakah ... apakah yang dikatakannya itu benar? Mas mengorbankan nyawa Mas demi membawa kami?"

Damar tertegun. Kata-kata Gabriel secara licik memutarbalikkan fakta tentang buku catatan tua dan kontrak tinta merah yang ditemukannya.

Keraguan yang sempat terkubur di dalam dadanya mendadak mencuat kembali, membuat jemarinya yang memegang mikrofon menjadi kaku.

Apa gue bener-bener cuma tumbal? Apa rasa peduli Madam Helga selama ini cuma sandiwara?

"Hentikan hasutan murahanmu itu, Gabriel!"

Sihir keemasan meledak hebat dari pintu depan Bus 000. Madam Helga melayang keluar, gaun hitamnya berkibar anggun di tengah hembusan angin malam. Kipas sutranya terbuka penuh, memancarkan aura tekanan gaib yang seketika menghancurkan setengah dari kabut abu-abu milik Eternity Horizon.

"Kau datang ke jalurku, menghentikan armadaku, dan menyebarkan kebohongan menjijikkan di hadapan penumpangku!" bentak Madam Helga dengan suara gelegar yang membuat kaca-kaca bus perak milik musuh bergetar keras.

Gabriel tidak takut. Ia justru tersenyum miring, melayang mundur beberapa meter di atas kap busnya.

"Kebohongan, Helga? Lalu kenapa kau tidak menjelaskan pada pemandu turmu yang polos itu tentang isi buku catatan kuno di ruang pribadimu? Kenapa kau tidak memberitahunya berapa banyak sisa umur manusianya setiap kali Chrono-Compass itu berdetik?"

Madam Helga mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Wajah cantiknya mengeras kaku, dan untuk sepersekian detik, matanya memercikkan kilatan rasa bersalah yang teramat sangat, sebuah ekspresi yang ditangkap dengan sangat jelas oleh Damar yang berdiri di panggung bus.

"Kau tidak bisa menjawabnya, bukan?" kekeh Gabriel puas. Ia berbalik menatap para hantu di dalam Bus 000. "Wahai para jiwa yang malang! Eternity Horizon menawarkan transmisi yang bersih, legal, dan tanpa tumbal nyawa manusia! Tinggalkan bus tua yang terkutuk itu! Bergabunglah dengan armada kami, dan kami akan membawa kalian ke perbatasan tanpa beban dosa!"

Beberapa arwah yang termakan provokasi mulai berdiri dari kursi mereka, hendak melayang keluar menembus jendela bus menuju armada perak Gabriel.

"Jangan ada yang bergerak!" seru Damar kencang melalui mikrofonnya.

Seluruh arwah tertahan sejenak, menatap pemandu muda itu.

Damar menelan ludah, dadanya kembung kempis oleh perang batin. Namun, ia melihat lurus ke mata Gabriel yang penuh kelicikan, lalu beralih menatap Madam Helga yang berdiri tegang di udara.

Meskipun kebenaran tentang masa lalunya dan fungsi Chrono-Compass masih diselimuti misteri, Damar tahu satu hal pasti: Gabriel dan Eternity Horizon tidak sedang menyelamatkan para arwah, mereka hanya memanfaatkan kepanikan ini untuk merebut bisnis dan menghancurkan Last Trip Express.

"Saya tidak tau seberapa banyak kebohongan atau kebenaran dari mulut sosok berjas abu-abu itu," tegas Damar, suaranya kembali stabil dan bergema di seluruh bus. "Tapi satu hal yang saya tau pasti: selama saya berdiri di panggung bus ini sebagai tour guide, tidak ada satu pun dari kalian yang akan dijadikan komoditas bisnis atau ditipu oleh janji-janji manis agen penindas!"

Damar menunjuk ke arah barikade bus perak di depan.

"Madam Helga mungkin tegas dan galak, tapi di bawah naungan Last Trip Express, keadilan untuk Pak Indra dan Mbak Marlina benar-benar terwujud! Apakah agen perak yang mengkilap itu mau mempertaruhkan keselamatan mereka untuk membongkar pembunuh berantai kalian di dunia manusia? Tidak akan!"

Para hantu tersentak. Mereka saling pandang, teringat bagaimana Damar pasang badan menghadapi pemburu hantu dan membongkar kejahatan Baskoro beberapa jam yang lalu. Agen mewah milik Gabriel tidak akan pernah mau merepotkan diri dengan keadilan emosional seperti itu.

Keraguan para hantu perlahan surut. Mereka kembali duduk di kursi masing-masing, menolak tawaran Gabriel.

Wajah Gabriel mengeras, kehilangan senyum tenangnya. "Manusia bodoh yang tidak tahu diri!"

"Sopir! Terobos barikade itu sekarang!" perintah Madam Helga seraya mengibaskan kipas sutranya.

BOOM!

Bilah sihir keemasan raksasa menebas barikade abu-abu milik Eternity Horizon hingga hancur berkeping-keping. Sopir Bus 000 menekan pedal gas dalam-dalam. Roda-roda raksasa armada hitam itu melesat kencang, menabrak sisa-sisa asap belerang dan memotong rute bus perak musuh dengan manuver yang sangat ekstrem.

Gabriel melompat mundur melayang saat Bus 000 melaju kencang meninggalkannya di kegelapan rute jalanan gaib. Matanya menyala merah penuh amarah.

"Kita lihat seberapa lama kau bisa mempertahankan pemandu manusiamu itu, Helga!"

Di dalam bus yang kini kembali melaju stabil, keheningan yang canggung melingkupi panggung depan.

Madam Helga melangkah masuk kembali ke dalam bus, merapikan syal bulunya yang sedikit berantakan. Ia melirik Damar yang sedang mematikan mikrofonnya.

"Sikap pahlawan yang sangat tidak perlu, Damar," kata Madam Helga pelan, mencoba mengembalikan nada suara dinginnya. "Kau tidak perlu menjawab provokasi musang seperti Gabriel."

Damar merogoh saku kemejanya, menggenggam jam saku Chrono-Compass yang terasa hangat di telapak tangannya. Ia menatap lurus mata indah sang atasan dengan pandangan yang dalam dan penuh selidik.

"Saya tidak menjawab untuk membela Madam," kata Damar dengan nada suara yang tenang namun menusuk. "Saya lakukan itu untuk penumpang saya. Tapi mengenai kata-kata Gabriel tadi ... soal jiwa saya yang dikuras dan dosa masa lalu Madam ... kita harus bicarakan ini setelah tur rombongan selesai."

Madam Helga tertegun, bibirnya sedikit terbuka namun tak ada kata yang keluar.

Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu di kantor travel, Madam Helga adalah pihak yang memalingkan wajahnya terlebih dahulu, menolak untuk menatap mata pemandu manusianya yang kini telah berkembang jauh lebih tajam dan tak lagi mudah dibohongi.

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
baru tahu
judulnya gantii yaa 🤔
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
alangkah ajaib nya
ada kesempatan ke 2 untuk menuntaskan urusan dunia
pasti tak kan ada arwah gentayangan
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
selamat jalan pak Tedjo
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kepuasan seorang manusia yg berguna bagi sesama nya
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
yaa pasti rinduu laah pak tedjo
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
selamat berpetualang di rumah orang tanpa undangan ,damar
😂
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kunci nya , di belakang foto keluarga damarr.. ciee 🤣
mangkane ndak usah rahasiaan kepada keluarga pak tedjo yg belom mnjdi bejo ..krn penyesalan harta warisan yg tak sampai ke anak nya
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
cepet adaptasi nya Damar
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
lets go Damarr
tour kemana kita yakk
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
masih untung damar
ngga ngompol di tempat
😂😂
🍃⃝⃟𝟰ˢ𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
kontrak kerja Damar
serreemmm bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!