Pernikahan adalah sebuah ikatan yang sakral dan suci. Setiap orang menginginkan pernikahan yang bahagia. Akan tetapi bukan semua pernikahan lahir dari cinta. Namun beberapa memilih bertahan hanya karena alasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Grace pun kembali kedalam ruangan dan disana teman-teman Grace sudah menunggu.
" Gimana Grace?" kata Lisna
" pak Carson tidak membelanya, pak Carson cukup bijak sana menyelesaikan masalah ini" kata Grace
" benarkah??? Kami pikir pak Carson akan membelanya mengingat bagaimana selama ini mandor Isak mengikuti pak Carson." kata Lisna
" pak Carson cukup profesional" kata Grace
" lalu berapa jadinya yang kamu bayar?" kata Lisna
" cuman 120 ribu" kata Grace
" 120 ribu....?"
" Syukurin.... Udah bagus-bagus kamu memberinya 700 ribu, malah sok-sok kan melempar uang mu perasaan jadi korban. sekarang rasakan sendiri akibatnya" kata Lisna
" suaminya tidak terima dan malah mengundurkan diri" kata Grace
" apa...?" kata Lisna
" awalnya sepertinya dia hanya ingin menggertak pak Carson tapi siapa menyangka pak Carson malah menyetujui pengunduran dirinya. Isak meminta maaf dan memohon agar memberinya kesempatan akan tetapi pak Carson tidak perduli dan tetap tidak ingin mempekerjakan nya lagi." kata Grace
" gitu kalau terlalu sombong, sekarang rasakan sendiri akibatnya " ucap Lisna
Saat mereka mengobrol kini seseorang masuk kedalam kantor mereka.
" permisi.... Kami dari restauran TipangMas, kami diutus oleh pak Carson dan mulai sekarang kami yang akan bertanggung jawab atas makanan seluruh adik-adik sampai pembangunan hotel selesi. Dan adik-adik tidak perlu membayarnya karena pak Carson sudah membayarnya. Dan jika ada diantara kalian yang tidak menyukai menu kami silahkan hubungi kami"
" terimakasih " ucap pria itu dan kini meletakkan beberapa kotak makanan dan minuman diatas meja.
" Wah..... walaupun pak Carson terlihat sombong dan dingin ternyata dia punya sisi baik juga. Bahkan dia sampai repot-repot untuk mengurus makanan kita. "
" dia lumayan baik juga" Kata Lisna
" lain kali kita harus berterima kasih kepada pak Carson" kata Vina
" tapi ini juga berkat Grace juga, seandainya dia tidak menciptakan keributan ini mungkin kita selama disini akan makan tempe dan kerupuk saja setiap harinya" kata Loren
" iya kamu benar....."
" Grace terimakasih " kata Boy mengambil kotak makanan nya
" apaan sih...." kata Grace canggung
" sudah... Sebaiknya kita makan yang ini saja, kita tidak perlu repot-repot lagi membeli makanan keluar" kata Arga mengambil dua kotak makanan dan memberi salah satunya kepada Grace
" tahu gitu kakak tidak perlu beli motor" kata Grace membuka kotak makanan tersebut.
" motor juga sangat penting, kita bisa gunakan untuk berkeliling di saat hari Minggu " kata Arga
" tapi kak.... Hati-hati saat melewati desa seberang " kata Grace
" kenapa?" kata Arga
" Desa itu masih sangat ortodoks, mereka memiliki peraturan yang aneh" kata Grace sambil memakan makanannya
" aneh bagaimana?" kata Lisna yang kini ikut bergosip.
" di desa itu dilarang pria dan wanita berduaan diatas jam sepuluh malam. Jika ada yang tertangkap mereka akan menikahkannya secara terpaksa " kata Grace
"masa iya..... kamu tahu darimana," kata Lisna. Grace pun terdiam dan tidak mungkin menceritakan kepada teman-temannya bahwa dia salah satu korbannya.
" emangnya jaman ini jaman apa, jika itu jaman dulu mungkin tidak masalah" kata Arga
" mereka masih menjalankan peraturan itu, dan para warga bilang jika tidak menikahkan mereka maka desa itu akan kena musibah seperti gagal panen. Dan hingga saat ini mereka meyakini itu " kata Grace
" bagaimana jika kita menolak" kata Arga
" kita tidak bisa menolak karena itu sudah peraturan desa mereka, dan mereka akan merasa terhina karena kita telah mengotori desa merasa " kata Grace
" lalu bagaimana jika orang tersebut tidak saling mencintai" kata Arga
" mereka tidak perduli hal itu, mereka akan menyuruh bercerai setelah menikah " kata Grace
" bagaimana kamu tahu sangat dalam soal desa itu" kata Lisna Grace pun terdiam sejenak.
" memang itu benar, beberapa tenaga kuli juga menceritakan hal ini" kata Boy
" iya...
Aku juga mendengarnya saat aku dirawat dirumah sakit, mereka juga membicarakan hal itu" kata Grace
" tapi ada sisi positifnya juga sih, setidaknya anak-anak muda bisa lebih disiplin soal waktu. "
" bukan seperti dikota bahkan di tengah malam sekalipun anak-anak muda akan keluyuran dan tidak melihat waktu" kata Vina
"jika begitu lain kali aku akan coba bawa Vina kesana" kata Boy
" uhuk...uhuk..." orang yang bernama Vina terbatuk mendengar perkataan pria itu.
" kamu mau dinikahkan warga itu?" kata Lisna
" habis dia selalu menolak aku terus" kata Boy
" hehehehe " Arga dan yang lainnya tertawa mendengar perkataan Boy.