lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25_ dejavu
Ting tong
Bel apartemen Haruna berbunyi. Haruna yang sedang bersantai sambil bermain ponsel segera bangkit dan berlari ke arah pintu. tangan Haruna bergerak cepat meraih gagang pintu.
Klik!
" kak kai" gumamnya pelan.
Lagi! Dia di kecewakan oleh harapan nya sendiri. Dan lagi lagi dia berharap Alaska akan datang padanya. Namun sepertinya Alaska benar benar menjauh darinya. Padahal ini yang Haruna inginkan, tapi entah kenapa dia malah terus menunggu Alaska kembali.
" malam cantik" sapa kai " boleh aku masuk?" tanya nya.
Haruna ingin melarang kai masuk. Namun dia tidak tega melihat tatapan kai yang memohon dan berharap di izinkan untuk masuk. padahal dia sedang ingin sendiri, tanpa di ganggu. Tapi mungkin memang baik nya dia memiliki teman agar tidak terus terusan memikirkan Alaska.
" masuk saja kak " ujar Haruna mempersilahkan kai untuk masuk.
Kai segera masuk, dia menenteng 3 paperbag di tangan nya. kai berjalan masuk ke dapur tanpa meminta izin. Lalu meletakkan paperbag yang dia bawa di atas meja bar.
" seperti yang aku katakan tadi sore, kita akan makan malam berdua" ujar kai santai seraya membuka masker dan topinya.
" kakak bawa makanan?" tanya Haruna.
Jujur Haruna sedang lapar, sedari pulang kantor dia tidak menyentuh makanan apapun. Selama beberapa hari ini dia tidak mood makan. Dan pola makan nya sangat berantakan.
" Yap! Tapi harus di masak dulu" ujar kai "aku akan memasak nya sekarang, kamu tinggal duduk manis dan menunggu" ujar kai lalu menyentuh kedua bahu Haruna dari belakang dan membawanya ke meja bar lalu mendudukkan nya secara terpaksa.
" seharusnya kakak tidak perlu repot repot" ujar Haruna
" tidak repot, ini sebagai tanda maaf ku karena rumor waktu itu. Maaf baru bisa datang sekarang, aku cukup sibuk di Jepang " ujar kai.
Dalam hal berbohong dan berakting, serahkan pada kai. Dia sangat berbakat dalam hal itu.
Kenapa kai tidak membeli makanan cepat saji saja? Jawabannya karena dia ingin berlama-lama disini. bukan cuma makan lalu pergi. Dan dia ingin meninggalkan kesan yang berbeda bagi Haruna.
" baiklah, tapi kak kai harus tahu. aku sama sekali tidak menyalakan kakak" ujar Haruna serius.
Menurut Haruna ini memang bukan salah kai. Ini salah orang orang yang menyebarkan rumor tidak benar itu. Dan bodohnya para fans kai malah percaya begitu saja.
" kamu sangat baik girl " puji kai seraya mencubit hidung Haruna pelan lalu dia berjalan menuju dapur.
Kai mulai memasak, mengeluarkan bahan baha yang dia bawa. lalu mencuci nya dan mulai memotong sesuatu keinginan nya.
Haruna hanya duduk diam menyaksikan bagaimana kai bergerak gesit memotong daging dengan handal dan juga memotong bawang tanpa kesusahan sedikitpun. dan sialnya, pemandangan itu malah membuat dia Dejavu pada Alaska.
" biar aku yang potong" ujar Alaska mengantikan Haruna yang sedang memotong bawang merah
" kamu bisa?" tanya Haruna tidak yakin. Pasalnya jarang ada cowok yang pintar masak.
" kecil,cuma potong bawang" ujar Alaska sombong
Alaska mulai memotong bawang tersebut, namun potongan nya terus melesat jadinya dia hanya memotong angin.
" biar aku saja" ujar Haruna
" tenang sayang, aku bisa" ujar Alaska menolak untuk berhenti begitu saja.
Akhirnya Alaska memotong bawang nya sesuai dengan yang dia bisa. satu bawang kecil di potong jadi 3 bagian.
" ini terlalu tebal" ujar Haruna
" tidak, ini itu cara memotong bawang yang sedang trend" alasan Alaska.
Haruna mengeleng geleng-geleng kan kepala melihat tingkah lucu Alaska.
" kamu kenapa senyum senyum sendiri? terpesona lihat aku?" tanya kai saat memergoki Haruna yang sedang tersenyum sendiri dengan tatapan kosong mengarah padanya.
"dih! Apaan sih kak! pede banget" ujar Haruna.
kai hanya tersenyum tipis lalu melanjutkan aktivitas masaknya. Setelah beberapa menit berlalu akhirnya masakan nya jadi juga. Kai membawa nya ke depan Haruna.
" bawa ke meja makan saja" ujar Haruna
" makan disini saja, kamu pasti sudah sangat lapar" ujar kai meletakkan masakan nya di atas meja bar.
Haruna bangun dan mengambil peralatan makan. Sedangkan kai mengambil air putih. Mereka pun makan berdua di sana.
`~~
" Bu, tuan Kevin datang" ujar Marina masuk keruangan gizel.
" suruh dia pergi, aku tidak menerima tamu" ujar gizel yang sedang fokus pada laptopnya.
Seperti yang Alaska katakan, Kevin sudah tahu semua nya. Jadi gizel tidak perlu berpura pura lagi. dia juga malas berdekatan dengan pria itu.
" baik Bu bos" ujar Marina lalu kembali keluar untuk bertemu Kevin.
" maaf tuan, Bu gizel sedang sibuk, beliau tidak menerima tamu" ujar Marina
" aku hanya ingin bertemu sebentar" ujar Kevin memaksa.
" Bu gizel sedang tidak ingin di ganggu, mohon pengertian nya tuan" ujar Marina
Kevin ingin memaksa, namun dia tidak mungkin melakukan itu. Yang ada gizel semakin menjauh.
dengan sangat terpaksa Kevin pun pergi dari sana. saat tiba di dalam mobil, dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" seperti nya dia sudah tahu, lakukan rencana B" ujar ke Kevin pada orang di balik telpon nya.
" Lo yakin?"
" yaa, segera lakukan" ujar Kevin lalu memutuskan panggilan itu sepihak.
Gizel menyibukkan dirinya dengan berkerja. sedari pagi hingga sekarang dia tidak pernah keluar dari ruangannya. Padahal ini sudah jam 1, tapi dia belum makan apapun.
*Tok tok*
" masuk "
Marina pun masuk kedalam sambil membawa paperbag. Dia berjalan menuju menuju meja kerja gizel.
" makan dulu Bu, ini sudah jam 1 siang" ujar Marina.
gizel melirik arloji nya, benar saja,sudah jam 13: 20. sudah sangat telat untuk jam makan siangnya. Dia terlalu sibuk berkerja hingga lupa jam dan mengabaikan perutnya yang lapar.
" kamu sudah makan?" tanya gizel seraya menutup laptopnya. Matanya terasa perih karena menatap layar laptop berjam-jam.
" belum Bu, setelah ini saya juga mau makan" ujar Marina.
" kita makan bersama saja" ujar gizel.
Gizel berdiri dan berjalan menuju sofa yang ada di sana. Marina ikut duduk dan menata makanan di atas meja.
" tapi ini saya beli khusus untuk Bu gizel, punya saya ada di ruangan saya" ujar Marina.
" ini terlalu banyak, makan yang ini saja dulu" ujar gizel.
Marina pun menurut, mereka mulai makan berdua sambil berbincang ringan. Gizel memang membutuhkan teman ngobrol. Dari semalam dia sendirian.
Luna menjaga anaknya dan Haruna juga dia telpon telpon tidak di angkat. dan tadi pagi Haruna mengirimkan dia pesan.
*maaf kak, semalam aku ketiduran nggak lihat hp\_haruna*.
Pasrah aja dia. Mau telpon Alaska juga tidak mungkin. Meskipun mereka dekat tapi mereka tidak pernah melewati batas, jadi tidak mungkin dia meminta Alaska untuk menginap di rumah nya menemani nya tidur. Itu tidak masuk akal.