Indonesia
NovelToon NovelToon
Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Tunangan Palsu Tuan Muda Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: lizzy Bae

Anya, seorang wanita biasa yang hidupnya tenang, terpaksa terjebak dalam kesepakatan berbahaya untuk menjadi tunangan palsu Kenji, Tuan Muda dari klan mafia paling ditakuti, selama enam bulan demi melunasi utang ayahnya.
Rencananya tampak sederhana, hanya perlu berpura-pura jatuh cinta di depan publik, namun Anya segera menyadari bahwa hidup di sisi Kenji berarti menghadapi dunia yang gelap dan mematikan, di mana pengkhianatan, pertumpahan darah, dan ancaman dari geng rival menjadi makanan sehari-hari.
Anya harus berjuang bertahan hidup di jaring kekejaman mafia sambil melawan perasaan terlarang yang mulai tumbuh untuk pria berbahaya yang hidupnya selalu berlumuran darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizzy Bae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Prang.

Serpihan kaca berhamburan mengenai lengan dan wajah Anya hingga menimbulkan luka gores kecil.

"Akh!" rintih Anya kesakitan.

Sebuah tangan besar dengan sarung tangan kulit masuk dan membuka kunci pintu dari dalam.

Klek.

Pintu limosin ditarik terbuka dengan kasar.

Seorang pria bertopeng masuk dan langsung mencengkeram kerah baju Anya.

"Dapat kau, wanita jalang," desis pria bertopeng itu.

"Tuan Bagas mengirimkan salam kematian untukmu."

Anya melebarkan matanya mendengar nama politisi arogan itu disebut.

"Jadi ini ulah Bagas," batin Anya marah.

Anya mengangkat pistol peraknya dan menodongkannya tepat ke perut pria itu.

Dor.

Pria itu membelalakkan matanya di balik topeng saat peluru perak menembus perutnya dari jarak dekat.

Cengkeraman tangannya terlepas dan pria itu jatuh terjengkang ke belakang.

Bruk.

Anya menggunakan kesempatan itu untuk merangkak keluar dari pintu mobil yang terbuka.

Dia melihat pengawal wanitanya sudah terkapar di aspal dengan bahu bersimbah darah.

Sopirnya juga masih terjebak baku tembak dengan tiga orang di bagian depan mobil.

"Serang wanita itu, jangan biarkan dia kabur!" teriak salah satu pembunuh bayaran yang masih hidup.

Tiga pria berbadan besar langsung berlari mendekati posisi Anya.

Anya membidikkan senjatanya dengan tangan gemetar.

Dor. Dor.

Tembakannya meleset dan hanya mengenai aspal di dekat kaki mereka.

Klak.

Pistol Anya kehabisan peluru karena magasinnya memang kecil.

"Sialan," umpat Anya melempar pistol kosongnya ke tanah.

Salah satu pria besar itu mengayunkan tongkat besinya ke arah kepala Anya.

Anya memejamkan matanya rapat-rapat bersiap menerima hantaman mematikan tersebut.

Namun hantaman itu tidak pernah terjadi.

Sebuah suara deru mesin motor berkapasitas besar terdengar mengaum dari ujung jembatan.

Vrooom.

Sebuah motor sport hitam legam melesat dengan kecepatan gila menerobos barikade mobil SUV tersebut.

Brak.

Motor itu menabrak salah satu pria besar yang hendak memukul Anya hingga tubuh pria itu terpental jauh.

Pengendara motor itu mengerem mendadak dan memutar ban belakangnya hingga menimbulkan asap tebal.

Ciiiiit.

Pria itu turun dari motor dengan gerakan yang luar biasa gesit.

Dia bahkan tidak repot-repot membuka helm full-face hitamnya.

Pria misterius itu mencabut sepasang pisau karambit dari pinggangnya.

Sring.

Dalam sekejap mata, pria itu bergerak menebas dua pembunuh bayaran yang tersisa di dekat Anya.

Sret. Cras.

Darah segar menyemprot ke udara saat pisau melengkung itu memotong urat leher mereka dengan sangat presisi.

Bruk. Bruk.

Dua tubuh besar itu ambruk ke aspal tanpa sempat mengeluarkan suara jeritan.

Anya membuka matanya perlahan dan menatap sosok berhelm hitam yang berdiri membelakanginya itu.

Sisa pembunuh bayaran lainnya yang melihat rekannya dibantai langsung mengarahkan senjata mereka ke pria itu.

Dor. Dor. Dor.

Pria itu berguling cepat menghindari rentetan peluru lalu melempar salah satu pisaunya.

Jleb.

Pisau itu menancap tepat di dada seorang penembak hingga membuatnya tumbang seketika.

Pria berhelm hitam itu kemudian mencabut sebuah pistol dari sarung pahanya dan balas menembak dengan akurasi mengerikan.

Dor. Dor. Dor.

Tiga tembakan, tiga kepala musuh meledak dalam hitungan detik.

Suasana jembatan itu kembali sunyi menyisakan rintihan kesakitan dari sopir Anya yang terluka.

Pria misterius itu berjalan perlahan menghampiri Anya yang masih terduduk lemas di aspal.

Tap. Tap. Tap.

Pria itu melepaskan helm hitamnya lalu membuangnya begitu saja ke tanah.

Klotak.

Rambut hitamnya sedikit berantakan karena keringat, dan matanya memancarkan amarah yang sangat gelap.

Itu adalah Kenji.

"Kenji," panggil Anya dengan suara serak menahan tangis.

Kenji langsung berlutut di depan Anya dan memeluk tubuh gadis itu dengan sangat erat.

Grep.

"Maaf aku datang terlambat," bisik Kenji dengan napas memburu.

Tangan besar Kenji mengusap punggung Anya yang masih gemetar karena ketakutan.

"Kau terluka," ucap Kenji pelan saat melihat darah segar mengalir di dahi dan lengan Anya akibat pecahan kaca.

Anya menggelengkan kepalanya pelan di pelukan pria itu.

"Ini hanya luka gores kecil, aku berhasil menembak satu orang tadi," lapor Anya mencoba terlihat kuat.

Kenji melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anya dengan sorot mata yang penuh penderitaan.

Melihat gadisnya berdarah adalah hal yang paling dibenci Kenji di dunia ini.

"Mereka bilang ini ulah politisi bernama Bagas," ucap Anya memberitahu.

Rahang Kenji langsung mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol keluar.

Matanya berubah menjadi benar-benar hitam dan kosong tanpa belas kasihan.

"Bima!" teriak Kenji ke arah alat komunikasinya.

"Ya, Tuan Muda, pasukan pembersihan sudah hampir tiba di lokasi Anda," jawab Bima dari seberang.

"Urus kekacauan di sini dan bawa Anya ke rumah sakit markas sekarang juga."

Kenji berdiri dari aspal dan mengambil kembali pisau karambitnya yang menancap di mayat musuh.

Sret.

"Lalu kau mau ke mana?" tanya Anya panik sambil menarik ujung celana Kenji.

Kenji menunduk dan menatap Anya dengan senyuman yang sangat mengerikan.

"Aku akan pergi menemui anggota dewan yang terhormat itu."

"Malam ini aku akan mengajarinya apa akibatnya menyentuh ratu dari klan Bratadikara."

Kenji melepaskan tangan Anya dengan lembut lalu memanggil salah satu anak buahnya yang baru saja tiba dengan mobil van.

"Jaga dia dengan nyawa kalian," perintah Kenji pada pasukannya.

Kenji kembali memakai helmnya dan menaiki motor sport hitamnya.

Vrooom.

Motor itu melesat membelah jalanan dengan kecepatan penuh menuju arah pusat kota.

Anya hanya bisa menatap punggung Kenji yang menghilang di kejauhan.

Dia tahu, malam ini akan ada pembantaian besar-besaran di kediaman politisi sombong tersebut.

Bagas telah membangunkan monster yang sebenarnya, dan tidak ada hukum yang bisa menyelamatkannya malam ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!