Indonesia
NovelToon NovelToon
5 Tahun Pasca-Cerai

5 Tahun Pasca-Cerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Tiga tahun menjadi istri Anugrah Pratama, Cynara hanya dianggap sebagai beban. Pernikahan mereka bahkan disembunyikan karena Anugrah mengaku lajang demi mendapatkan pekerjaan. Ketika Anugrah memilih membuka hati untuk perempuan lain, Cynara menyerah dan perceraian pun terjadi.

Dua bulan kemudian, Cynara mengetahui dirinya hamil.
Lima tahun berlalu. Cynara kembali sebagai pemimpin Narendra Group, bersama putranya, Naren. Takdir mempertemukannya kembali dengan Anugrah, kini menjadi seorang manajer di perusahaan besar. Namun, bukan Anugrah yang akan mengubah hidupnya.
Ada Alvin Mahendra, CEO dingin yang diam-diam menyimpan luka kehilangan istrinya.

Pertemuan mereka membuka kembali rahasia masa lalu yang seharusnya terkubur.

#anakrahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Aku Setuju

Beberapa hari setelah mengunjungi makam Kania, akhirnya Cynara mengambil keputusan.

Malam itu, setelah menyelesaikan pekerjaannya, ia mengirim pesan kepada Alvin.

Cynara: [ Mas Alvin, kamu sudah selesai kerjanya? ]

Tidak lama kemudian, balasan masuk.

Alvin: [ Sudah. Kenapa? ]

Cynara mengetik beberapa saat sebelum akhirnya mengirimkan pesan.

Cynara: [ Aku ingin bicara. ]

Alvin sempat mengernyit membaca alamat yang dikirimkan Cynara. Tempat itu sungguh asing baginya.

.

.

Ketika Alvin tiba, langkahnya bahkan sempat terhenti di depan tempat tersebut.

Tempat itu bukan lounge eksklusif yang biasa didatangi para pengusaha untuk membicarakan bisnis.

Melainkan sebuah warung makan sederhana di pinggir jalan. Suasana di sana sungguh sangat ramai. Meja-meja kecil hampir semuanya terisi.

Suara percakapan bercampur dengan bunyi sendok dan piring. Asap dari penggorengan mengepul ke udara, membawa aroma bumbu yang langsung memenuhi hidung.

Alvin menatap tempat itu beberapa detik. Kemudian melihat kembali pesan Cynara. Ia memastikan alamatnya dengan benar.

“Serius ini tempatnya?”

"Mas Alvin?" Suara Cynara terdengar dari belakang.

Alvin menoleh. Perempuan itu sudah berdiri di sana. Masih mengenakan pakaian kerja. Rambutnya sedikit berantakan karena seharian bekerja.

“Kenapa?” tanya Cynara.

Alvin menunjuk warung tersebut.

“Kamu mau mengajakku bicara apa di sini?”

Cynara menahan tawa. “Masalah beberapa hari lalu?”

Alvin mengamati sebuah meja kosong.

“Kenapa memilih tempat ini? Padahal tempat yang lebih nyaman ada banyak.”

Cynara akhirnya tertawa. “Mas, sepertinya kamu benar-benar tidak pernah ke tempat seperti ini, ya?”

Alvin hanya diam.

Cynara berjalan masuk terlebih dahulu. “Aku tidak yakin kamu bisa bertahan lama denganku kalau kita benar-benar menikah.”

Langkah Alvin terhenti. Ia menatap punggung Cynara. “Kalau?” ulangnya.

Cynara menoleh. “Kalau kita jadi menikah.”

Alvin memasukkan kedua tangannya ke saku celana. “Kamu sudah mengambil keputusan?”

Cynara tersenyum kecil. “Duduk dulu. Kita makan dulu. Perutku lapar banget.”

Alvin akhirnya mengikutinya. Mereka memilih meja di sudut. Cynara memesan makanan yang sudah biasa ia makan. Sementara Alvin masih memperhatikan sekeliling.

Cynara menyadarinya. “Aku tumbuh dari nol, Mas.”

Tatapan Alvin beralih kepadanya.

“Jangan lupa itu.”

Cynara mengambil gelasnya. “Aku bukan orang yang terbiasa hidup seperti kamu.”

Alvin diam beberapa saat. Kemudian berkata, “Dan kamu pikir itu akan menjadi masalah?”

Cynara mengangkat bahu. “Entahlah.”

“Kalau aku tidak bisa menyesuaikan diri, berarti aku yang harus belajar.”

Jawaban itu membuat Cynara terdiam. Ia tidak menyangka jawaban Alvin seperti itu.

Makanan akhirnya datang. Untuk beberapa saat, mereka makan dalam diam. Tidak ada pembicaraan mengenai bisnis. Tidak ada pembicaraan tentang Anugrah.

Hanya dua orang yang baru pulang bekerja, duduk berhadapan di sebuah warung sederhana.

Hingga Cynara meletakkan sendoknya. “Mas Alvin.”

Alvin mengangkat wajah. “Ya?”

Cynara menarik napas panjang. “Aku sudah mengambil keputusan.”

Gerakan tangan Alvin berhenti. Ia meletakkan sendoknya. “Kamu sudah memikirkannya dengan matang?”

Cynara mengangguk. “Iya.”

Ia menatap Alvin dengan mantap.

“Aku sudah memikirkan dan mempertimbangkan banyak hal.”

Alvin tidak menyela.

Cynara berhenti sejenak. “Mempertimbangkan Keanu, Naren, dan diriku sendiri.” Kemudian tatapannya sedikit mengeras. “Dan mempertimbangkan apa yang pernah terjadi dalam hidupku.”

Alvin masih menunggu jawaban.

“Aku setuju.”

Alvin mengernyit. “Setuju apa?”

Cynara tersenyum tipis. “Kita menikah.”

Untuk beberapa detik, Alvin hanya menatapnya. Tidak ada ekspresi terkejut yang berlebihan. Namun, sorot matanya berubah.

“Apa kamu yakin?”

“Yakin.”

“Tidak menyesal?”

Cynara menggeleng. “Tidak.”

Alvin bersandar pada kursinya. “Baik.”

Senyum tipis muncul di wajahnya. “Kalau begitu, aku akan mengurus semuanya.”

Cynara ikut tersenyum.

Namun, sebelum pembicaraan berlanjut, ia mengangkat satu jari. “Tapi aku punya syarat.”

Alvin mengangkat alis. “Apa?”

“Pernikahannya tidak perlu terlalu besar.”

“Kenapa?”

“Aku tidak membutuhkan pesta mewah.” Cynara mengaduk minumannya perlahan. “Aku hanya ingin orang-orang terdekat kita hadir.”

Alvin mengangguk. “Itu mudah.”

“Tapi ada beberapa orang yang wajib diundang.”

“Siapa?”

Cynara menatap Alvin. “Anugrah.”

Alvin langsung terdiam.

“Dan keluarganya.”

Senyum tipis muncul di wajah Cynara.

“Jangan beri tahu apa pun kepada mereka tentang pernikahan kita.”

Alvin memahami maksudnya. “Kamu ingin mereka mengetahuinya saat hari pernikahan?”

Cynara mengangguk. “Iya, aku ingin memberi kejutan kepada mereka.”

“Kenapa?”

Cynara terdiam beberapa saat.

Ia tidak ingin mengatakan bahwa ada bagian kecil dalam dirinya yang ingin melihat wajah orang-orang yang dahulu meremehkannya.

Namun, ia juga tidak ingin menjadikan pernikahan ini sekadar alat balas dendam.

“Aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi mereka, saat aku menikah dengan kakak iparnya.”

Alvin tampak menahan tawanya, yang akhirnya hanya menggelengkan kepala tanpa memberi komentar. Karena, dia sendiri yang sengaja membuka jalan untuk ini semua, demi Keanu.

Kemudian ia mengangguk. “Baik.”

*bersambung*

1
Safira Aurora
semangat ya thor
Aku Rajin Membaca
yaaaahh cuman 1
sunaryati jarum
Semoga kontrak segera keluar, semangat
Esther
Semoga kontraknya segera keluar, ceritanya bagus.
SoVay: terima kasih kakakku, nanti kalau hari ini kontraknya udah keluar, aku langsung up ❤️
total 1 replies
yulithong
mulai dh pf bikin penulis stuck n reader resah...
yulithong: semangatttt kal...💪💪💪💪
total 2 replies
Aidil Kenzie Zie
apa tentang nafkah batin yang tertunda 🤭🤭🤭🤭
MomyWa
😭😭😭😭😭 mewek loh, sakit bgt jadi org yang diikat, tp malah disembunyika. dalam keadaan terikat
Safira Aurora
kamu akan kaget mngetahui status lo gadza sang pncuri suami org
MomyWa
kok malah nyalahin cynara? yg pelakor itu elooo.. terus yg ngajak nikah itu kkk lo 🤣
Safira Aurora
gimana cengonya anugrah nantinya
MomyWa
ada 3 org yg akan mainin anugrah 🤭
arielskys
aku malah nangis saat menjadi cynara 😭😭😭 harusnya membiayai keluarga di kampung, ternyata malah dpkasa berhenti
Safira Aurora
😭😭😭😭 jgn bilang cnra jtuh cnta dluan
MomyWa
oke, aku dngeeer
arielskys
kena Lo anugrah... tu mkanya
arielskys
mau ngomongin apa nihhh
yulithong
hemmm...poor gadiza🥺...lanjut kak...👍
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu penasaran 🥰
Korik Kook
ayo gasss,.. penasaran
Siti Kamisah Hasnul
makjleb kan Gadiza
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!