Indonesia
NovelToon NovelToon
MAHABARATA DI TANAH JAWA

MAHABARATA DI TANAH JAWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Timur
Popularitas:75.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: javazka

Mungkin kalian pernah menonton Mahabarata versi india di TV, tapi mungkin kalian belum Mahabarata versi Indonesia khususnya versi Jawa. Kisah ini bisa di dapatkan dalam pagelaran wayang kulit. menurut saya kisahnya lebih seru. berangkat dari situ saya ingin membagikan mahabarata versi Jawa yang saya rubah menjadi novel.

Tapi saya tak akan membahas banyak tentang kisah pandawa, karena garis besar ceritanya mirip hanya ada beberapa perbedaan.

Yang ingin saya bagikan adalah kisah yang berfokus pada Antasena dan sedikit kisah para putra-putra pandawa.

hope you enjoy it

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon javazka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENJALANI HUKUMAN

Duryudhana tak menyangka jika ibunya akan memarahinya habis-habisan. Selain dari itu, sengkuni juga takut jika dwarawati akan menyerang astina, maka sengkuni meminta duryudhana mengembalikan seluruh harta pandawa.

"Baiklah saya akan memberikan kembali samua harta pandawa tapi dengan syarat" kata sengkuni.

"Syarat apa lagi yang kau inginkan?" tanya yamawidura.

"Pandawa harus menjalani hidup di hutan selama duabelas tahun dan satu tahun penyamaran setelahnya. Jika dalam masa penyamaran, kami bisa membongkar penyamaran mereka, maka mereka harus mengulangi dari awal" kata sengkuni.

"Dasal paman sengkuni, padahal sebelum paman datang kesini, kami dan pandawa hidup lukun, tapi setelah paman sengkuni datang, kami mulai dilacuni dengan pikiran-pikiran jahat" protes durmagati.

Dursasana melotot kepada durmagati, membuat nyali durmagati menciut.

"Sengkuni, hatimu benar-benar penuh hasut, aku bersumpah kelak saat kau mati, mulutmu akan sobek karena karma dari hasutan-hasutan yang keluar dari mulutmu" kata kunti yang disambut dengan gelegar petir.

"Aku tak akan mati semudah itu" jawab sengkuni angkuh.

"Semoga demikian, kau akan kesulitan saat mati, sehingga kau mengalami kesakitan yang luar biasa, bahkan kau akan memohon akan segera mati" kutuk kresna.

Sengkuni takut dengan perkataan titisan bathara wisnu tersebut.

"Apakah pandawa menyanggupi syarat dari kami?" kata duryudhana.

Kresna menoleh kepada para pandawa dan menganggukkan kepalanya sebagai isyarat untuk pandawa agar menerima syarat tersebut.

Akhirnya para pandawa dan drupadi pergi meninggalkan astina dan bersiap menjalani masa hidup mereka di hutan yang terletak beberapa puluh kilo meter dari amarta.

Kunti memaksa untuk ikut pandawa hidup di hutan, tapi kresna dan yamawidura mencegahnya.

"Aku tak sudi tinggal dengan para kurawa disini" kata kunti.

"Bibi bisa tinggal di dwarawati jika bibi mau" usul kresna.

"Atau tinggal saja dengan saya, mulai sekarang kakangmbok jangan jauh dari astina, karena kakangmbok dan anak-anak kakangmbok adalah pemilik syah dari negara ini" kata yamawidura.

Kunti memutuskan untuk tinggal bersama adik iparnya tersebut.

Drestarastra merasa sangat bersalah kepada mendiang pandu adiknya, negara yang harusnya diserahkan kepada pandawa malah jatuh ke tangan anak-anaknya.

"Sudahlah kakang, kakang kan anak tertua dari abyasa, jadi memang kakanglah yang harusnya menjadi raja, bukan pandu" kata gendari. Drestarastra hanya bisa menuruti perkataan istrinya tersebut.

"Dengar drestarastra dan gendari , semua ini salah kalian, kalian terlalu memanjakan anak-anak kalian, suatu saat nanti ketika kalian mati maka jasad kalian akan diinjak-injak oleh anak-anak kesayangan kalian ini" kata kunti sebelum pergi, membuat drestarastra berlutut memohon maaf kepada kunti.

"Aku sudah muak dengan tingkah kalian" kata resi bisma yang kemudian pergi meninggalkan istana, sejak saat itu resi bisma tak pernah lagi datang ke astina.

"Semua menyalahkan kita paman, dengan berbagai cara, saat masa satub

tahun penyamaran pandawa, kita harus bisa menemukan mereka, dengan begitu mereka tak akan bisa mendapatkan lagi harta mereka" kata duryudhana penuh dendam

"Iya ngger" kata sengkuni.

Sementara itu di luar istana, setyaki menghajar drona, drona berlari kesana kemari tapi setyaki tetap mengejarnya. Setyaki berhasil mematahkan tulang tangan dan kaki drona hingga drona tak bisa bergerak.

Kresna yang tak tega melihat drona, segera meminta setyaki untuk menghentikan aksinya tersebut dan mengobati drona dengan kembabg wijayamulya.

"Kau ini, siapa yang menyuruhmu menghajar pandita drona?" tanya kresna kepada setyaki.

"Anak rajin tak perlu disuruh beraksi sendiri" jawab setyaki agak jengkel karena kresna mencegahnya menghajar drona.

"Ingat, mereka ini guru dari pandawa" kata kresna.

"Tak peduli, bukan guru saya" setyaki masih tak mau mengaku salah.

"Cepat minta maaf" kata kresna.

"Tak sudi" jawab setyaki sambil berlalu pergi.

Kresna hanya menggeleng-geleng kepala, dari dulu setyaki memang benci kepada drona, ketika setyaki menemukan celah untuk menghajarnya, maka akan segera dilakukan.

Kresna meminta maaf kepada drona.

"Aku juga yang salah, sudah termakan hasutan dik sengkuni" kata drona sambil meninggalkan kresna setelah mengucapkan terimakasih karena telah diselamatkan dari amukan banteng dwarawati.

Kresna dan setyaki segera menyusul para sepupunya ke amarta.

***

Setelah sampai di amarta, para pandawa segera mengumpulkan seluruh warga amarta. Dan mengumumkan hal yang baru saja menimpa mereka.

Rakyat amarta menangis mengetahui hal buruk telah menimpa rajanya tersebut. Mereka tak mau dipimpin oleh kurawa yang adigang adigung.

"Maafkan kami, kami harap kalian semua bisa bersabar, dan tolong doakan kami agar bisa menempuh hukuman yang akan kami jalani" kata puntadewa sebelum membubarkan kerumunan penduduk amarta.

Para keluarga pandawa juga berkumpul di dalam istana, mereka diinstruksikan untuk tinggal di ksatrian masing-masing sedangkan patih tambak ganggeng diminta untuk tetal diistana.

Sebenarnya para putra ingin menyerang astina saat itu juga, tapi puntadewa melarang mereka, puntadewa berkata bahwa ini adalah hukuman yang harus mereka jalani karena bermain judi.

"Semoga kisah kami ini akan menjadi pelajaran untuk kalian, jangan sekali-kali kalian berjudi karena judi itu tak mendatangkan berkah" kata puntadewa.

Werkudara pulang ke jodipati untuk berpamitan kepada arimbi, hanya arimbilah istrinya yang tinggal satu rumah dengannya.

Sedangkan arjuna pulang ke madukara untuk berpamitan kepada srikandi, sembadra dan larasati.

nakula dan sadewa juga melakukan hal yang sama.

Setelah berbincang secukupnya, maka pandawa dan drupadi meninggalkan istana, sebagai pamomong semar dan anak-anaknya memilih untuk mengikuti mereka tinggal dihutan, begitu setianya mereka kepada para pandawa.

Hari demi hari, bulan berganti bulan dan tak terasa mereka sudah tinggal di hutan selama beberapa tahun. Tak ada gangguan berarti yang mereka hadapi. Mereka membangun rumah yang lumayan besar dari bahan-bahan yang mereka dapatkan di hutan.

Hanya beberapa gangguan demit yang mereka hadapi pada beberapa tahun ini. Saat ini pandawa telah ditempa fisik dan mentalnya. Pikiran mereka lebih dewasa.

Para putra dan saudara sering berkunjung menemui mereka, sehingga mereka tak merasa kesepian. Kresna juga tetap melakukan kunjungan rutin setiap bulan kepada mereka.

Kerajaan amarta sempat dipimpin oleh jayadrata, tapi para putra pandawa termasuk antasena berhasil mengusirnya, mereka tak rela amarta di duduki oleh kurawa dan sekutunya.

Puntadewa sempat melarang para putra amarta untuk merebut amarta, karena sesuai dengan perjanjian, amarta untuk sementara milik kurawa. Tapi ada saja para putra yang ngeyel dan tetap membuat kurawa yang memimpin amarta kelimpungan menghadapi perlawanan mereka.

Jika para putra amarta sudah berhasil merebut amarta, maka biasanya lara kurawa akan mendatangi pandawa di hutan dan meminta mereka untuk menasehati putra-putra mereka.

"Kalian ini, jumlah saja yang banyak, tapi melawan para senopati amarta saja tak bisa" kata sadewa.

Para putra amarta lebih menurut kepada sadewa karena sadewa mempunyai pembawaan yang tenang, tidak grusa-grusu dan penuh perhitungan, sehingga ketika para putra amarta berbuat ulah, sadewalah yang maju untuk memarahi mereka.

Bahkan antasena yang ngeyelnya super pun akan menurut dengan sadewa.

1
kurniawan santoso
Joss tenan
kurniawan santoso
Wisanggeni joss
kurniawan santoso
cerita wayang kulit Purwa hebat kalau bisa sampai ke wayang kulit murda bravo 👍👍👍👍
kurniawan santoso
sangat hebat
Hendry Soemitro
Wayang koclok tapi nyenengkeeeeehhh
Knight Reader
ᴘᴇsᴇɴ ᴏᴊᴇᴋ ᴏɴʟɪɴᴇ ᴀᴊᴀ ʙɪᴀʀ ᴄᴇᴘᴇᴛ ʙᴀʏᴀʀɴʏᴀ ᴘᴀᴋᴇ ᴀᴘʟɪᴋᴀsɪ ᴊᴀᴅɪ ɢᴀ ᴜsᴀʜ ᴘᴀᴋᴇ ᴅᴜɪᴛ 😂
Rara Candra Kirana
👣👣👣
Yoyon Hadinata
ceritanya END ya?
Yoyon Hadinata
ceritanya END ya?
Ahmad Bazil Dhiyauddin
ceritanya joss lanjutkan
Yoyon Hadinata
tok... tok... tok... halo thor... kemanakah anda... kok dh luama banget ndk update? ini novel terbagong (terbaik) yg pernah sy baca selama ini....
Yoyon Hadinata
lho kok senjata bisa ngomong..? ndk sesuai pakem nih... bisa2, bulan juga bisa ngomong nih... aish...
Yoyon Hadinata
dan kata bijak kali ini adalah...... PETRUK EDANNN....!!!
Yoyon Hadinata
DASAR ANTASENA SABLENG...!!! kan masih ada tuh tas kresek bwt naroh tuh apem.... lagian, ngapain naruh apem di ************
Yoyon Hadinata
si bagong memang membagongkan.. kl bicara soal kuliner, otaknya mmg jauh di depan... kwkwk...
Yoyon Hadinata
yach cemen KULAWA... belantem sukanya maen keloyokan... kalah lagi... hadehh...
Yoyon Hadinata
JUDIIII... menjanjikan kemenangan.... BOHONGGG... itu hanya awal dari kebangkrutan.... jreng... jreng...
Yoyon Hadinata
aish, author.... padahal dh siap2 ikut daftar oplas ke arjuna dan werkudara....
Yoyon Hadinata
waduh... kresna titisan wisnu saja bisa curang, gmn korupsi bisa hilang dari negeri antah berantah yg bernama indonesia y...
Yoyon Hadinata
si harimau putih antasena malih rupa jadi anak kucing kl dah diancam bokapnya"mau dipecat jadi anak!"... kwkwk... meong.... kwkwkwk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!