Indonesia
NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Pengantin Pengganti Tuan Mafia Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Anak Genius
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Emily terpaksa menjadi pengantin dari Leon Anderson yang merupakan seorang mafia lumpuh menggantikan sang kakak yang kabur menjelang hari bahagia. Pernikahan mereka juga terjadi karena orang tuanya Emily memiliki utang besar kepada Leon dan Emily juga tak tau jika dirinya hanya seorang anak angkat. Seiring berjalannya waktu, cinta mereka pun tumbuh dan Emily mengandung. Namun, sebuah insiden memisahkan keduanya.

Beberapa tahun kemudian, mereka kembali bertemu tetapi semua telah berubah. Emily yang telah melahirkan bocah laki-laki yang pintar tak mengingat Leon. Akankah keduanya dapat kembali bersatu lagi untuk merawat dan membesarkan buah hati mereka? Atau keduanya memilih jalan hidup masing-masing dengan orang berbeda?

Diharapkan tidak menabung bab. Terima kasih 🙏🏼

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Malam harinya, Emily duduk termenung di balkon rumahnya. Ia mengingat pertemuannya dengan Leon beberapa jam lalu. Ia terus berpikir tentang pria itu yang mengenalnya. Dia merasa jika mereka memang pernah memiliki hubungan yang sangat dekat.

Melihat Emily melamun ibu angkatnya datang menghampirinya, ia duduk di sebelahnya dan bertanya, "Kamu sedang memikirkan apa?"

Emily menoleh, sekilas tersenyum lalu menjawab, "Tadi sore aku bertemu dengan pria yang mengaku sebagai suamiku, Bu."

Wanita bernama Jenny itu mengernyitkan dahinya.

"Namanya Leon, persis seperti yang dibilang Kak Belinda dan kedua orang tuaku," kata Emily.

"Apa kamu pernah melihat fotonya?" tanya Jenny.

Emily menggelengkan kepalanya.

"Hubungi mereka dan minta mereka untuk mengirimkan foto suamimu!" saran Jenny.

"Aku sudah pernah memintanya, mereka bilang tak menyimpan rekam foto atau video pernikahan kami. Mereka juga pernah bilang, aku dan dia menikah karena terpaksa. Leon yang memaksaku menikah dengannya!" kata Emily dengan mata berkaca-kaca.

Jenny memeluk Emily dan berucap, "Emily, tenanglah. Kita bisa meminta mereka untuk datang ke sini!"

"Aku tidak mau dia mengambil Zayn, Bu. Jika memang benar dia adalah ayahnya!" kata Emily.

"Itu tak mungkin, Emily."

"Aku takut, Bu. Aku tak mau kehilangan Zayn. Apalagi Leon itu kejam!" Emily membayangkan kekejaman suaminya setelah mendengar penjelasan kedua orang tua dan kakaknya.

"Zayn anak yang pintar, dia juga tak mau berpisah denganmu. Pasti dia juga mampu bicara dengan ayahnya!" Jenny berusaha menenangkan hati putri angkatnya.

Sementara itu di lain tempat, Leon menghubungi kedua orang tuanya. Dia mengatakan bahwa sudah bertemu dengan Emily yang mengalami amnesia.

Mendengar kabar tersebut membuat Rachel dan Frans begitu terkejut. Mereka berjanji akan segera menyusul Leon, membantu Emily mengingat semuanya.

"Jangan bertindak gegabah, Leon. Istrimu tidak dapat dipaksakan untuk mengingat semuanya. Dekati dia seperti teman!" saran Frans.

"Iya, Pa."

"Jika kalian sudah dekat, maka pelan-pelan bicara dengannya. Dalam waktu dekat ini kami pasti ke sana!" janji Frans.

***

Pagi harinya di toko roti..

Emily sedang sibuk memasak dan menyusun beberapa jenis roti dan kue di etalase. Hari ini ia tak mengizinkan Zayn ikut dengannya ke toko. Agar anaknya tak bertemu Leon, meskipun dia memberikan izin Zayn menganggap Leon adalah ayahnya.

Di saat yang sama, Jason, pria yang beberapa minggu ini dekat dengan Emily datang ke toko. Ia membawa makanan dan diletakkannya di meja kasir.

"Jangan terlalu lelah, ayo makan dulu!" ajaknya seraya menarik kursi.

"Aku sudah sarapan, kenapa kau masih saja terus membawaku makanan?" Emily tersenyum dan menghampirinya.

"Jika aku membawakan bunga, kau tidak mau menerimanya!" kata Jason.

Emily tersenyum rendah.

"Di mana Zayn? Apa kau menghukumnya?" tanya Jason mengedarkan pandangannya.

"Tidak. Aku memang sengaja meninggalkannya bersama ibuku," jawab Emily.

"Kau takut dia pergi ke restoran itu lagi?" tebak Jason mendongakkan kepalanya.

"Bukan."

"Lalu?"

"Aku tidak mau dia bertemu pria itu."

"Pria siapa?" Jason penasaran.

"Pria yang mengaku adalah suamiku. Ayah dari Zayn!" kata Emily jujur.

"Hah? Apa??" Jason begitu terkejut.

"Leon di sini?" batin Jason.

"Ya, namanya Leon. Persis seperti nama suami yang disebut Mama Caroline dan Kak Belinda," kata Emily.

Jason berdiri dari tempat duduknya, ia memegang kedua bahu Emily "Di mana kau bertemu dia? Apa dia menyakitimu?" ia melihat Emily dari ujung kaki hingga kepala.

Emily menurunkan tangan Jason dari bahunya. "Dia tak menyakitiku. Hanya saja aku penasaran apakah dia adalah Leon yang diceritakan orang tuaku dan Kak Belinda atau bukan."

"Emily, aku berikan saran padamu. Jangan mudah percaya dengan orang lain!" kata Jason.

"Aku memang tidak percaya!" ucap Emily.

"Kalau dia ke sini lagi mengganggu kau dan Zayn. Cepat telepon aku atau hubungi polisi!" kata Jason lagi.

Emily mengangguk mengiyakan.

Setelah berbicara singkat dengan Emily, Jason buru-buru pulang. Padahal, biasanya dia menghabiskan waktu 1 sampai 2 jam di tokonya Emily.

Di mobil, Jason mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi Belinda. Tak lama panggilannya tersambung.

"Halo, Jason. Ada apa?" tanya Belinda dari kejauhan.

"Ada kabar buruk. Leon ada di kota ini!" jawab Jason.

"Apa??" Belinda tampak terkejut. "Bagaimana mungkin? Bukankah dia di penjara? Kenapa secepat itu dia keluar dari penjara?" cecarnya.

"Aku juga tidak tau. Aku memang belum bertemu dengan Leon. Tapi, Emily yang mengatakannya kalau dia bertemu dengan orang yang mengaku bernama Leon dan ayah dari Zayn."

"Emily tidak boleh ingat semuanya. Kita bakal habis riwayatnya!" Belinda begitu ketakutan.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Jason yang juga khawatir Emily menjauhinya.

"Kami akan ke sana dan memberitahu sosok pria yang sangat kejam padanya!" jawab Belinda berjanji.

"Cepatlah ke sini sebelum Emily mengetahui sebenarnya. Aku tidak mau kehilangan Emily lagi!" desak Jason.

"Iya, tenang saja!" kata Belinda.

-

Jam 7 malam, Leon sengaja pulang kerja pergi ke toko Emily. Ia ingin menjelaskan bahwa dirinya adalah suaminya. Ia mau mengingatkan istrinya itu, bahwa dia sangat merindukannya.

Penampilan Leon memang sudah berubah, tak seperti saat ia pertama kali datang ke kota negara ini. Dua hari bekerja, ia merapikan penampilannya agar lebih menarik.

Leon tersenyum lega ketika melihat toko roti milik Emily belum tutup. Ia menunggu wanita itu di depan toko dengan pandangan lurus ke depan. Tak mau kehilangan kesempatan menemui istrinya.

Selang 15 menit menunggu, lampu di toko padam. Emily keluar bersama seorang perempuan. Setelah mengunci pintu toko, keduanya lalu berpisah.

Leon bergegas berdiri dan melangkah mengikuti Emily yang berjalan ke arah sisi kiri toko.

Emily menghentikan langkahnya, ia menoleh ragu-ragu ke arah belakang. Setelah yakin ada yang mengikutinya, ia mempercepat langkahnya.

"Emily, tunggu!" Leon juga memperlebar langkahnya.

Emily terus berjalan.

Leon akhirnya berhasil memegang lengan Emily dan menariknya pelan.

"Lepaskan aku!" Emily menurunkan genggaman Leon dengan kasar.

"Kita perlu bicara!" kata Leon.

"Aku tidak mengenal kamu!" ucap Emily tegas.

"Aku Leon Anderson. Aku suamimu!" Leon meninggikan suaranya.

Seketika Emily memegang kepalanya yang terasa pusing.

"Emily, kamu tidak apa-apa?" Leon memegang kedua lengan Emily agar tak terjatuh.

Emily mendorong Leon dan berkata, "Jangan coba menipuku!"

Leon menunjukkan kalung pemberian ibunya.

Melihat kalung itu, kepala Emily semakin pusing. Ia berusaha tetap kuat berdiri, ia tak mau pingsan dan Leon membawanya.

"Ini kalung diberikan ibuku sebagai hadiah pernikahan kita!" Leon tak peduli dengan Emily yang tampak kesakitan.

"Emily, aku menunggumu kabar darimu. Mereka bilang kalau jasadmu tidak pernah ditemukan. Aku percaya kamu masih hidup dan sekarang kita bertemu lagi!" kata Leon tersenyum meskipun matanya berkaca-kaca.

"Cukup!!" teriak Emily.

Leon terdiam.

"Kau, pria kejam!!" Emily berkata dengan nada tinggi sambil menunjuk wajah Leon.

"Emily, kenapa kamu berubah seperti ini?" tanya Leon heran, ia berjalan pelan mendekati.

"Jangan melangkah!" larang Emily.

"Aku akan tunjukkan kenangan kita, Emily!" kata Leon.

"Emily!"

Melihat kehadiran Jason, seketika Emily memeluknya.

Langkah kaki Leon mendadak berhenti dan melihat sosok pria yang memeluk istrinya. "Kau!" desisnya.

Jason melepaskan pelukannya lalu memukul wajah Leon dengan kuat hingga tersungkur. "Jangan pernah mengganggu Emily!"

Leon yang terjatuh, memegang ujung bibirnya yang berdarah. Ia menoleh ke arah Jason dan berkata, "Emily, wanitaku. Dia milikku!"

"Dia bukan Emily yang kau cari!" ucap Jason.

"Jason, kepalaku pusing sekali!" Emily memegang kepalanya lalu pingsan.

"Emily!" Jason sigap memegang tubuh Emily agar tak terjatuh. Ia kemudian membopongnya dan membawanya ke mobil.

Leon mengepalkan tangannya menahan amarahnya, ia tak dapat berbuat apa-apa ketika melihat istrinya disentuh pria lain. Ia juga tak mungkin membalas pukulan Jason karena Emily juga dalam kondisi tidak baik-baik saja.

Setelah mobil yang membawa Emily bergerak dengan tangan terkepal dan meninju tanah jalanan, Leon berteriak sekencang-kencangnya, "Aaargghh!!!"

1
Ariany Sudjana
jangan-jangan Emily ini anak kandungnya Margareth ya? tapi kok bodohnya kebangetan yah, mau melawan Jason begitu saja, tanpa perhitungan
Ariany Sudjana
Emily ini bodoh, mau tanya ke Jason, apa dia yang membakar tokonya? kalaupun benar Jason pelakunya, mana ada pelaku yang mau langsung mrngaku? pantas saja Emily jadi sasaran empuk Jason dll, bodohnya kebangetan
Ariany Sudjana
sudah jelas Jason dan Belinda dalangnya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Leon sudah melewati masa kritisnya dan sudah bangun dari koma
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily dan sekarang Leon kamu tembak? kamu bodoh Emily, kamu sudah termakan omongan iblis di sekeliling kamu, dan sekarang kamu siap-siap kehilangan Leon, dan itu papa kandungnya Zayn
Ariany Sudjana
terlalu lama amnesia Emily, kasihan Zayn ga bisa bersama papa kandungnya, karena hasutan belinda cs
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!