Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:16.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Kabar buruk itu menyebar di ateliar The Phoenix Collection bagai sambaran petir di siang bolong.

Tepat dua hari sebelum Jakarta Fashion Week dimulai, ponsel Ketty berdering kencang. Wajah manajer sekaligus sahabat karib Clara itu langsung pias setelah mendengarkan percakapan singkat dari manajer pribadi Celine, supermodel papan atas internasional yang diproyeksikan untuk mengenakan gaun pamungkas rancangan Clara.

"Ra... ini gila," ucap Ketty dengan suara bergetar, menjatuhkan ponselnya ke atas meja kerja.

"Celine membatalkan kontrak secara sepihak. Dia menolak tampil di show kita, dan sekarang ponselnya tidak bisa dihubungi. Katanya, dia mengambil penerbangan malam ke Paris."

Clara yang sedang merapikan detail sulaman pada salah satu gaun tertegun. Jarum di tangannya hampir menusuk jarinya sendiri.

"Membatalkan kontrak? Bagaimana bisa? Kita sudah menandatangani kontrak eksklusif sebulan lalu, dan bayarannya sudah dibayar lunas di muka!"

"Pasti ada yang bermain di belakang layar," desis Ketty frustrasi, mondar-mandir di ruangan berukuran besar itu.

"Sisa-sisa antek keluarga Smith atau kompetitor busana lain pasti menyogoknya atau mengancamnya dengan bayaran yang jauh lebih tinggi untuk mempermalukan kita di detik-detik terakhir!"

Suasana di ateliar mendadak tegang. Para penjahit dan staf junior saling berpandangan dengan cemas. Tanpa model utama berkaliber internasional untuk membawakan gaun utama, dampak publisitas The Phoenix Collection akan terpukul telak.

Tepat di tengah kepanikan itu, pintu ruang fitting terbuka. Ken dan Key melangkah masuk dengan tenang. Ken membawa tablet miliknya, sementara Key menggenggam lolipop stroberi dengan ekspresi wajah tanpa dosa.

"Ada apa ini? Mengapa detak jantung Bunda dan Mama mencatat tingkat kecemasan di atas ambang batas normal?" tanya Ken tenang sambil membetulkan letak kacamatanya.

Ketty mengusap wajahnya kasar. "Oh, jagoan kecil... model utama kita, Celine, tiba-tiba kabur ke Paris dan membatalkan kontrak. Acara kita lusa, dan kita tidak punya waktu untuk mencari pengganti yang sepadan!"

Key mengunyah lolipopnya sebentar, lalu tersenyum kecil. "Oh, soal model yang kurang loyal itu? Jangan khawatir, Bunda Ketty. Kak Ken sudah melacak aliran dana ke rekening manajernya sepuluh menit yang lalu."

Ken mengetuk layar tablet-nya beberapa kali, lalu membalikkan layar tersebut ke hadapan Clara dan Ketty. Di sana tertera bukti transfer sejumlah besar uang dari rekening sebuah perusahaan cangkang milik rival bisnis Van Der Berg, lengkap dengan transkrip rekaman suara ancaman yang dikirimkan kepada Celine agar ia mangkir dari acara.

"Data pelanggaran kontrak, rekaman ancaman, dan klaim ganti rugi senilai lima puluh juta dolar sudah Ken kirimkan ke departemen hukum Van Der Berg," ujar Ken dengan nada datar.

"Pihak manajemen Celine saat ini sedang panik dan menelepon staf kita sambil menangis histeris, memohon agar kita tidak menyeret mereka ke pengadilan pailit internasional." lanjut Ken lebih jelas.

Ketty membelalakkan matanya tak percaya. "Kalian... kalian sudah melumpuhkannya bahkan sebelum kami selesai panik?!"

"Tentu saja," timpal Key riang.

"Loyalitas yang bisa dibeli dengan uang murahan tidak layak dipertahankan di ring utama kita."

Clara menghela napas panjang, merasa sedikit lega namun masalah utamanya belum selesai.

"Meskipun mereka meminta maaf, kita tidak punya waktu menunggu Celine terbang kembali ke Jakarta. Besok adalah gladi bersih terakhir."

Mendengar itu, Ken dan Key saling berpandangan. Dua anak kembar itu tersenyum dengan seringai misterius yang sangat identik dengan Papa mereka.

"Kalau begitu, tidak usah pakai model bayaran," ucap Ken mantap.

"Betul!" sambung Key antusias.

"Siapa lagi yang paling berhak mengenakan gaun The Phoenix, simbol kebangkitan dari abu kepedihan, selain perancangnya sendiri? Mama harus turun ke panggung utama."

Clara terkesiap, mundur selangkah. "A-apa?! Aku berjalan di atas runway?! Tidak, tidak mungkin! Aku ini desainer, bukan model!"

"Mama punya postur tubuh yang sempurna, bahu yang jenjang, dan aura elegan seorang ratu," bujuk Key, menarik-narik ujung gaun Clara.

"Dan yang paling penting, tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menghidupkan kisah The Phoenix sebaik Mama sendiri. Betul kan, Bunda Ketty?"

Ketty, yang tadinya terkejut, perlahan-lahan tersadar. Matanya berbinar menatap Clara dari ujung kepala hingga kaki.

"Astaga... Ken benar, Ra! Kau punya tinggi badan yang pas, wajah yang memukau, dan jika kau mengenakan gaun utama itu... seluruh mata pers di dunia akan langsung tertuju padamu! Ini langkah branding paling brilian abad ini!"

Sebelum Clara sempat menolak lebih jauh, pintu utama ateliar terbuka dengan dentuman pelan.

Alexio Van Der Berg melangkah masuk. Pria itu baru saja mendarat dari Swiss beberapa jam lalu dengan jet pribadinya, mengenakan setelan jas hitam formal tanpa dasi, memancarkan aura dominan yang langsung membuat seluruh isi ruangan terdiam tak bersuara.

Ketty dan para staf segera menunduk hormat. Alexio mengabaikan mereka, berjalan lurus menghampiri istrinya. Ia melingkarkan satu tangan di pinggang Clara, menarik wanita itu rapat-rapat ke pelukannya, lalu mengecup keningnya sekilas.

"Kudengar ada tikus got yang mencoba merusak malam kebesaran istriku," suara Alexio terdengar rendah dan berwibawa. Matanya melirik tablet di tangan Ken sekilas, lalu kembali menatap Clara.

"Jangan cemaskan model itu. Aku sudah memastikan agensinya hancur pagi ini."

"Bukan soal agensinya, Alexio," keluh Clara dengan nada memohon.

"Anak-anak menyuruhku berjalan sendiri di atas runway menggantikan Celine. Aku tidak punya pengalaman menjadi model!"

Alexio menatap Clara lekat-lekat. Alih-alih melarang, sudut bibir pria itu terangkat membentuk senyuman penuh kebanggaan yang luar biasa dalam. Ia mengusap pipi istrinya dengan lembut.

"Anak-anak kita tidak pernah salah, Clara," bisik Alexio serak, suaranya mengandung keyakinan mutlak.

"Kau bukan sekadar perancang busana. Kau adalah permaisuri dinasti Van Der Berg. Biarkan seluruh dunia melihat betapa indahnya wanita yang telah merebut hatiku."

Clara tertegun. Menatap ke dalam iris abu-abu suaminya, segala rasa tidak percaya dirinya perlahan meleleh. Di sekeliling mereka, Ketty tersenyum lebar penuh dukungan, sementara Ken dan Key melakukan high-five kecil di lantai.

Persiapan terakhir pun dimulai dalam skala yang belum pernah disaksikan industri model sebelumnya.

******

******

Malam puncak Jakarta Fashion Week akhirnya tiba.

Grand Ballroom pusat konvensi dipadati oleh ribuan tamu VVIP, kritikus model internasional, selebritas global, dan puluhan lensa kamera wartawan yang menyorot tajam ke arah panggung megah berbalut cahaya lampu LED biru keperakan.

Barisan depan dipenuhi oleh keluarga besar Van Der Berg: Alexander yang tampak sangat bangga mengenakan jas beludru biru tua, Olivia yang tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca, Andries juga dengan senyum bangganya serta Ken dan Key dengan gaun dan jas khusus yang di desain Clara dengan warna senada duduk tenang sambil memegang tablet analitik penonton.

Di samping mereka, Alexio duduk dengan postur tegap, menatap lurus ke arah panggung dengan sorot mata posesif dan penuh pemujaan.

Satu per satu model memperagakan koleksi The Phoenix Collection. Tepuk tangan riuh terus menggema di setiap pergantian gaun.

Hingga akhirnya, lampu di seluruh ballroom mendadak meredup total.

Musik orkestra yang megah dan dramatis mulai mengalun, memecah keheningan.

Tirai beludru hitam raksasa itu terbuka secara otomatis.

Clara mengambil napas dalam-dalam, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, dan melangkah menembus batas antara bayang-bayang menuju cahaya.

Seketika itu juga, belasan lampu sorot utama yang terpasang di langit-langit langsung membidik lurus ke arahnya. Kilatan ribuan blitz kamera dari para jurnalis internasional menyambar bagai badai petir, membutakan pandangan sesaat.

Di detik-detik pertama, Grand Ballroom yang dipadati ribuan tamu VVIP dan kritikus model dari seluruh dunia mendadak hening. Hening yang absolut. Mereka seolah menahan napas secara kolektif melihat mahakarya yang berjalan di atas runway kaca tersebut.

Gaun keperakan itu memantulkan cahaya panggung, membuat sulaman benang emas di punggung Clara benar-benar terlihat seperti sayap api yang sedang berkobar. Namun yang paling memukau bukanlah gaunnya, melainkan wanita yang mengenakannya.

Clara berjalan dengan postur tegak, langkah yang mantap berirama, dan ekspresi wajah yang kelewat tenang.

Di kepalanya, memori masa lalunya berputar cepat. Di mana ia harus kabur dari keluarga Smith, hari-hari di mana ia harus bekerja keras demi si kembar, hingga rasa putus asa saat tahu bahan gaunnya dibakar... semuanya ia kumpulkan menjadi satu bahan bakar yang menyalakan aura kebangkitannya malam ini.

Tepat di pertengahan runway, gemuruh tepuk tangan mulai pecah. Awalnya perlahan, lalu meledak menjadi sorakan kekaguman yang menggetarkan lantai gedung konvensi tersebut.

Clara tidak menoleh ke kiri maupun ke kanan. Sesuai instruksi, matanya mencari satu sosok di barisan paling depan VVIP.

Dan ia menemukannya.

Alexio duduk di sana dengan kaki menyilang elegan, di samping si kembar Olivia, Andries, dan Alexander, Tidak seperti penonton lain yang bersorak kegirangan, pria itu hanya diam menatap Clara dengan intensitas yang sanggup melumerkan baja.

Namun, di bibir Alexio, terukir sebuah senyuman tipis yang memancarkan rasa bangga dan kepemilikan mutlak.

Clara tiba di ujung panggung runway. Berhadapan langsung dengan ratusan lensa kamera. Ia berhenti, berpose dengan sangat anggun, memperlihatkan lengkungan gaunnya yang luar biasa, sebelum memutar tubuhnya perlahan. Sayap emas di punggungnya seolah mengepak, menghipnotis seluruh dunia model.

Saat Clara berjalan kembali menuju ke balik panggung, seluruh tamu, tanpa dikomando, serempak berdiri dari kursi mereka. Para kritikus mode internasional yang dikenal kejam dan pelit pujian itu memberikan standing ovation sambil bertepuk tangan tanpa henti.

Malam itu, Clara Jasmine tidak hanya memamerkan pakaian. Ia menceritakan sebuah kisah tentang bertahan hidup, ketangguhan, dan kebangkitan. Panggung megah Jakarta Fashion Week telah resmi menobatkan satu nama baru dalam sejarah mode global: Ratu dari dinasti Van Der Berg.

Di kursi VVIP, Key berbisik bangga kepada saudara kembarnya, "Analisis indeks kepuasan audiens selesai. Misi kita sukses seratus persen."

Ken mengangguk setuju, memperbaiki letak kacamata mungilnya. "Tentu saja. Sekarang, mari kita nikmati akhir dari drama ini."

Bersambung...

🤗💞 Assalamu'alaikum semua apa kabarnya hari ini, author harap semua dalam keadaan baik-baik saja ya, Amin. Jika berkenan minta bantu untuk ulasan karya ini ya terimakasih sebelumnya.🥰💞🤗

1
Siti Nurhayati
hebat bner si kembar bsa melindungi keluarga y Mantappp
Umi Zein
kak maaf kyanya kalo umur 4th agak aneh klo anak seusia mereka bisa mengendalikan komputer seorang hacker suhu. walau cm Novel, klo usia 7th masuk akal😄😄
Rani R.I
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 duhhh Dimitri nama mu bagus tapii syg harus jadi musuh yang harus di musnah kan oleh si kembar,,hmmm Baru permulaan yea 🤣🤣🤣,,, kita lihat sampai mana kemampuan mu tuan Dimitri 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Munas Tuti
gaaaaass teroooos 💪💪
Munas Tuti
buseeeet...dasar bocil genius
Rani R.I
wowww musuh sudah mulai mendekat,, Ayuk ken dan key jgn biarkan siapapun mendekati mama dan adek kalian 🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪
Rani R.I
wowww kerennn ken dan key,, lindungi mamah dan adek bayi 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰
Munas Tuti
perang pewaris di mulaiii
Munas Tuti
👍👍👍👍👍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, si kembar bisa mengatasi gangguan di rumah sakit. fixed mereka keturunan Alexio yang sangat jenius dan calon mafia masa depan. tapi kok Alexio Dan Reno bisa kecolongan ya?
Bu Kus
sih kembar emang ada aja akalnya cerdas dan jenius
Bu Kus
senangnya bisa berkumpul dan hidup penuh kebahagian semoga semakin bahagia Clara
neny
keren cerita nya,,seru banget
Rani R.I
Wihh seperti nya ini lawan yg tangguh,,ken dan key harus hati-hati,, thourr gpp byk musuh tapii jgn buat si kembar kalah dan lengah,,biar SERUUU
Rani R.I
hahaha jgn lupa thourr bila perlu kembar tiga thour 🤣🤣🤣🤣🤣
semoga cepat hamil lg agar keluarga Alexio semakin ramai 💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰
semangat up thourr,, slalu setia menunggu 💪💪💪🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥
riniandara: Terima kasih kakak, happy reading/Applaud/
total 1 replies
Rani R.I
akhhhh sumpah thourr kerennn bgt 👍👍👍🔥🔥🔥🫰🫰🫰,,, tapii akuu gemmussss sama Ken yg slalu memperbaiki kacamata kecil nya yang melorot 🤣,, pengen sekali tak cubit pipinya yg gembul dan key yg cerdas 🥰
semangat thourr,, sehat slalu dan murah rezeki nya Aamiiin 🤲🤲🤲💪💪💪🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥
riniandara: Gw he terima kasih banyak kakakku atas supportnya doa yang sama untuk Kakak dan keluarga ya. happy reading/Kiss/
total 1 replies
Munas Tuti
sukses dah acara peragaan busananya 👍👍👍
Ariany Sudjana
puji Tuhan, congrats yah Clara dan Alexio , juga tetap waspada yah, si kembar sudah menemukan serangan baru
Ma Em
Clara hebat siapapun orang yg ingin menghancurkan karir Clara dan juga perusahaan Alexio tdk ada yg bisa menghancurkan karir Clara dan Van Den Berg dan malah makin bersinar 👍👍.
Munas Tuti
kerenn kerennn, congrets buat Clara, Key dan Ken yg sdh mendukung mamanya dg baik...mereka adalah kebanggaan keluarga Van Der Berg 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!