Indonesia
NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Satu bulan pascasiuman dari koma menjadi masa-masa perjuangan baru bagi Barra. Didampingi Farra yang setia memandu setiap langkahnya, Barra menjalani terapi fisik secara intensif. Demi memfokuskan seluruh energi pada pemulihan, mereka sepakat mengajukan cuti akademis dari perkuliahan Kedokteran Hewan UI. Hari yang dinanti akhirnya tiba, Barra dinyatakan pulih total. Namun, sebelum melangkah menuju parkiran untuk pulang, Barra menggenggam lembut jemari Farra dan menuntunnya berbelok ke arah poliklinik kebidanan. Usia kandungan Farra kini tepat memasuki bulan keenam.

​Begitu pintu ruang pemeriksaan terbuka, Dokter spesialis kandungan yang sudah akrab dengan mereka tersenyum lebar hingga matanya menyipit.

​"Puji Tuhan, sebuah mukjizat bisa melihat Pak Barra berdiri tegak dan bugar lagi di ruangan ini," sapa Dokter hangat sambil menjabat tangan Barra.

​Barra membalas jabatan itu dengan senyum tipis yang tulus, sebelah tangannya merangkul pinggang Farra yang kini sudah membuncit kentara. "Semua berkat kesabaran istri saya merawat saya, Dok. Hari ini, sebelum benar-benar pulang, saya ingin melihat kondisi si kembar. Selama saya koma dan terapi, saya melewatkan banyak perkembangan mereka."

​"Tentu saja, mari kita periksa jagoan-jagoan kecilnya. Silakan berbaring, Bu Farra," arah sang Dokter.

​Farra berbaring perlahan di atas ranjang periksa. Dokter mengoleskan gel dingin ke atas perut buncitnya, lalu mulai menggerakkan transduser USG. Layar monitor di samping ranjang seketika menampilkan visual hitam putih, memperlihatkan dua sosok janin mungil yang melingkar nyaman di dalam rahim.

​Tak lama, Dokter menekan sebuah tombol, dan suara detak jantung ganda yang berirama cepat bergema memenuhi seisi ruangan. Dug-dug-dug-dug.

​Mendengar suara itu, pertahanan emosi Barra runtuh. Pria yang biasanya selalu tampil dingin dan tangguh itu seketika mematung. Matanya memerah dan berkaca-kaca. Tangan besarnya menggenggam erat jemari Farra, lalu ia menunduk untuk mengecup dahi istrinya dalam-dalam.

​"Mereka berdua sangat aktif dan sehat, Pak, Bu," jelas Dokter sambil menunjuk layar. "Detak jantungnya normal, berat badannya juga sangat ideal untuk ukuran bayi kembar. Ini posisi kepala yang satu, dan yang ini sedang menendang-nendang."

​"Syukurlah..." bisik Farra dengan suara bergetar haru. Ia mengusap pipi Barra yang ternyata sudah basah oleh air mata. "Kamu dengar kan, Barra? Mereka nungguin Papanya sembuh."

​Barra mengangguk pelan, suaranya serak saat ia membalas menatap layar monitor. "Papa di sini, Sayang. Papa janji nggak akan pernah ninggalin kalian dan Mama lagi."

​Melihat momen emosional itu, Dokter ikut tersenyum haru sebelum kembali bersuara. "Posisi mereka sangat bagus hari ini. Saya sudah bisa melihat dengan jelas jenis kelamin keduanya. Bagaimana? Kalian mau tahu sekarang, atau mau kejutan?"

​Barra dan Farra saling melempar pandang. Tanpa perlu banyak kata, mereka mengerti isi pikiran satu sama lain. Farra tersenyum lalu menggeleng pelan ke arah Dokter.

​"Jangan kasih tahu kami langsung, Dok," ucap Farra lembut. "Rencananya, minggu depan kami mau bikin acara syukuran kecil-kecilan untuk kesembuhan Barra, sekaligus acara gender reveal bersama keluarga dan sahabat terdekat."

​Barra mengangguk setuju. "Benar, Dok. Bisakah Dokter merahasiakannya dari kami, lalu menuliskannya di secarik kertas? Tolong masukkan ke dalam amplop yang tertutup rapat, biar nanti kami serahkan ke pihak panitia acara kami."

​"Wah, ide yang sangat manis!" seru Dokter antusias. Ia segera membersihkan sisa gel di perut Farra, lalu berjalan ke meja kerjanya. Dengan hati-hati, Dokter menuliskan hasil pemeriksaan jenis kelamin si kembar, melipatnya, dan memasukkannya ke dalam sebuah amplop putih polos berlogo rumah sakit yang dilem rapat.

​"Ini dia, rahasia besar keluarga Saputra," goda Dokter sambil menyerahkan amplop tersebut ke tangan Barra.

​Barra menerima amplop itu seolah memegang barang paling berharga di dunia. Ia menyelipkannya dengan hati-hati ke saku kemejanya. Dengan hati yang kini terasa penuh dan utuh, Barra membantu Farra turun dari ranjang. Mereka melangkah keluar dari rumah sakit, siap menyambut lembaran hidup baru dan kejutan manis yang menanti mereka di acara perayaan nanti.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!