Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:182
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23

 Angin malam di sekitar area perkemahan terasa semaskin menusuk tulang.Namun,bagi desi,rasa dingin itu tidak ada apa apanya di bandingkan rasa sesak yang menghantam dadanya.Di bawah keremangan cahaya bulan,matanya menyaksikan sendii sepasang manusia tengah bermesraan di dekat bibir tebing air terjun.

  laki laki itu adalah damar-pria yang sangat ingin memiliki lastri.sekaligus mantan kekasih yang belum sepenuhnya hilang dari hati desi.Sementara perempuan yang di pelukannya adalah lastri,sahabatnya sendiri.

"Damar! lastri!!" Teriak desi dengan suara bergetar menahan tangis.

  Keduanya saling melepas pelukan,lastri yang tahu jika desi sedang berada di sana.dengan sengaja ia bermesraan dengan damar agar kedua mantan kekasih itu saling membenci.Entah apa maksud dan tujuan lastri hingga ia tega berbuat seperti itu kepada sahabatnya sendiri.

"jadi..ini perempuan yang kamu maksud?perempuan yang udah buat kamu ninggalin aku??tega ya kalian berdua,tega ngerusak persahabatan kita!salah aku apa sama kalian hah???" Pipi desi basah dengan air mata.bukan hanya suara,kini tubuhnya pun ikut bergetar.

"lastri,apa gak ada laki laki lain?sampe kamu tega rebut pacar sahabat kamu sendiri?"tanya desi dengan suara keras namun air matanya tak kunjung berhenti.

"pacar??kita udah putus ya des.terserah aku dong mau deket sama siapa juga.kamu udah gak berhak larang larang aku des" Damar memasang badannya untuk melindungi lastri dari desi.

  Pergokan itu seketika pecah menjadi keributan hebat.Tuduhan demi tuduhan terlontar di tengah gemuruh suara air terjun yang kencang.suara lengkingan adu mulut ketiganya memecah kesunyian malam,hingga memancing langkah kaki arman dan reza yang bergegas datang menghampiri akibat cemas.

"heii,berhenti!Apa-apaan ini?!" Teriak reza kaget melihat situasi yang kacau.

 Desi terus menangis histeris sembari menunjuk nunjuk lastri,sementara damar mencoba membela diri.ketegangan meningkat drastis.Lastri yang tersudut mulai berjalan mundur ke arah pembatas tebing yang licin tanpa ia sadari.

  Melihat posisi lastri yang berbahaya,arman berteriak panik, "Lastri,awas! jangan mundur lagi!"

Arman langsung melompat maju,menjulurkan tangannya demi memisahkan mereka sekaligus menarik lastri menjauh dari bibir jurang.Namun,segalanya terjadi begitu cepat. Jari- jari arman hanya sempat menyapu ujung baju lastri.

 Kaki lastri kehilangan pijakan pada batuan berlumut.pekikan ngeri lastri terputus saat tubuhnya jatuh bebas,terhempas langsung ke dalam kegelapan pusaran air terjun di bawah sana.

BRAK!!!

semua orang membeku di tepi tebing.Desi langsung tercekat.Di bawah sana,dalam kegelapan malam,hamparan air terjun yang tadinya berwarna putih bersih perlahan lahan berubah menjadi merah pekat akibat darah segar yang mengalir.suasana perkemahan malam itu seketika berubah menjadi awal dari sebuah petaka kutukan.

  Kepanikan hebat melanda tepi tebing malam itu.senter di sorotkan ke bawah,namun tubuh lastri lenyap di telan pusaran air terjun yang menghantam.Yang tersisa hanya warna merah darah yang mengerikan di permukaan air.

"kita harus lapor polisi!!" Teriak desi dengan bibir bergetar hebat.

"jangan gila!!" Damar mencengkeram bahu desi dengan kasar.

"kalo polisi datang,kita semua bakal di seret ke penjara atas tuduhan pembunuhan!!kita semua ada di lokasi!"

 Arman dan reza saling pandang. ketakutan membutakan akal sehat mereka. Di bawah tekanan damar,keempat orang yang tersisa itu akhirnya mengambil keputusan terkutuk.Mereka sepakat menyembunyikan fakta bahwa lastri telah jatuh. Mereka merapikan tenda,menghapus semua jejak keributan,dan membiarkan mayat lastri membusuk sendirian di dasar air terjun tanpa pernah di temukan.

 Keesokan paginya,mereka pulang ke kota dengan membawa rahasia besar itu. Di kepala mereka hanya ada satu pikiran,masalah ini sudah selesai.Namun,mereka salah besar.sumpah darah lastri baru saja di mulai.

   Setibanya di kota mereka berkumpul di rumah Damar.semuanya diam tak ada satu pun yang bersuara.termasuk damar,ia merasa bersalah karena jika bukan karena dirinya yang meminta lastri untuk bertemu di malam itu.mungkin lastri saat ini masih hidup.

"ini salah kamu des.kalo kamu gak terus terusan mojokin lastri,lastri gak akan jatuh ke air terjun itu" Ucap damar dengan memasang wajah datar.

"loh kenapa salah aku?salah kamu damar!kenapa kamu selingkuh sama sahabat aku sendiri??!!kenapa gak sama cewek lain aja?kenapa harus lastri kenapaaa????" Teriak desi dengan tangisnya.

"udah udah..jangan saling salah menyalahkan.semuanya udah terjadi,kita cuma butuh solusi.gimana caranya supaya semua orang gak curiga sama hilangnya lastri"ucap reza.

  Arman hanya terdiam.ia juga merasa bersalah karena tak bisa menahan lastri dengan kuat malam itu.ia mengusap wajahnya dengan kasar.

"Bilang aja lastri pulang ke kampungnya,jadi dia gak bisa lanjutin kuliahnya di kota"

  Semua mengangguk dengan usul Damar. Mereka kembali terdiam sebelum akhirnya saling berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing masing.

...****************...

 Paginya di kampus mereka berempat berkumpul di sebuah kantin.Desi menceritakan mimpinya semalam dimana lastri memintainya tolong untuk menguburkan tubuh gadis itu dengan layak.

"Terus?kita harus balik lagi kesana?jangan gila des" Ucap Damar dengan sedikit membentak desi.

"itu cuma mimpi kamu des,mungkin karena pikiran kamu juga yang masih mikirin lastri.udah ya,kita anggap seolah semua gak terjadi apa apa"ucap reza.

Suasana kelas pagi itu terasa sangat berat.AC ruangan yang dingin tak mampu mengusir rasa gerah dan gelisah yang merayapi tubuh Arman, Desi, Reza, dan Damar.

Mereka duduk di barisan tengah, mencoba terlihat fokus pada buku catatan masing masing.Namun,pikiran mereka masih tertinggal di gemercik air terjun terkutuk itu.

Tempat dimana lastri menghilang.tempat dimana dendam itu di tunaikan.

Dosen pengampu mata kuliah pagi itu.Pak Danu,berjalan masuk. Pria paruh baya berkacamata itu meletakkan tas kulitnya di meja,lalu membuka buku presensi.

Satu per satu nama di panggil.Setiap kali sebuah nama terucap,detak jantung keempat sahabat itu berpacu lebih cepat. Hingga akhirnya,nama yang paling mereka takuti terdengar.

"Lastri Amanda?" panggil pak danu.

Hening tak ada jawaban.

Pak danu mendongak,menatap ke arah bangku yang biasa di tempati lastri Kosong,beliau mengerutkan kening,lalu menatap arman dan yang lainnya. semua orang di jurusan tahu bahwa lastri selalu pergi bersama mereka berempat.

"Arman..Desi.Lastri kemana?ini sudah lewat tiga hari dari jadwal libur kalian,kan?kenapa dia belum masuk kuliah?" tanya pak danu dengan nada menyelidik.

Desi meremas jemarinya sendiri di bawah meja.Keringat dingin mulai keluar.Reza langsung memalingkan wajah,berpura pura mencari sesuatu di dalam tasnya untuk menyembunyikan kepanikan.

Arman,yang mencoba teteap tenang,Menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya menjawab.

"Anu..Pak..Lastri tidak ikut pulang bersama kami." Ujar arman,suaranya sedikit bergetar namun di usahakan terdengar natural.

"kakeknya di kampung mendadak sakit,jadi setelah dari air terjun kemarin,lastri langsung naik bus ke arah timur untuk menjenguk.Ponselnya sepertinya rusak atau susah sinyal di sana pak"

Pak Danu menatap Arman lama dari balik kacamata tebalnya. Atmosfer kelas mendadak terasa mencekam. Mahasiswa lain mulai berbisik bisik.

"Begitu? Aneh sekali," sahut pak danu pelan,sambil mengetuk-ngetukan pulpennya ke meja.

"Bukannya lastri sudah tidak punya keluarga?"tanyanya.

Arman celingukan,ia lupa jika lastri sudah tak mempunyai keluarga.

"S-saya kurang tahu kalau soal itu pak,Lastri cuma titip pesan kalo dia mau pulang ke kampungnya dulu"ucapnya dengan wajah yang sedikit meyakinkan.

Desi, Reza, dan Damar mengangguk mengiyakan perkataan Arman.Sampai akhirnya pak Danu mengangguk membuat ketegangan mereka berakhir lega.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!