Indonesia
NovelToon NovelToon
RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

RENKARNASI SANG PENGUASA ABSOLUT

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Nagato, pemuda miskin dari Jepang, tewas usai menolong seorang gadis. Mendengar permintaan terakhirnya yang hanya ingin hidup tenang, Dewa Kematian melahirkannya kembali sebagai Alan di tengah Hutan Monster dengan Skill Domain Absolut—kemampuan hidup abadi dan menciptakan apa pun di wilayahnya.
Niat hati ingin hidup santai, bayangan imajinasi Alan justru tanpa sengaja mewujudkan sebuah kerajaan megah. Dianggap sebagai ancaman besar oleh Kerajaan Manusia dan Iblis, Alan terpaksa membangkitkan pasukan abadi, penyihir agung, hingga menundukkan dua Naga Kuno. Didampingi Skill berkesadaran mandiri, Alan kini menguasai kerajaan terkuat di dunia—semuanya demi satu alasan sederhana: bertahan hidup dengan tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUNJUNGAN RAJA ARCANIA

Suasana di gerbang utama perbatasan luar Solaria pagi itu dipenuhi aura kemegahan yang tak biasa. Kereta-kereta kuda berhiaskan ukiran perak dan permata meluncur perlahan menyusuri jalan berbatu marmer. Itu adalah rombongan diplomatik resmi yang dipimpin langsung oleh Raja Arcania, bersama jajaran menteri dan pengawal elitnya.

Namun, begitu kereta kuda kerajaan memelankan lajunya di depan benteng pelindung Solaria, seluruh rombongan Arcania mendadak menghentikan derap langkah mereka.

Di atas perbukitan hijau tepat di sisi luar dinding benteng marmer, dua sosok raksasa legendaris sedang berbaring dengan santai. Naga Merah Kuno sedang meregangkan sayap besarnya menatap langit pagi, sementara Naga Hijau Kuno berbaring santai di sampingnya seraya mengibaskan ekor raksasanya dengan tenang. Dua makhluk tingkat bencana alam yang menurut catatan sejarah purba adalah rival abadi yang selalu bertarung, kini justru terlihat seperti sepasang sahabat lama yang sedang menikmati kehangatan mentari pagi.

Raja Arcania menyibak tirai keretanya, membelalakkan mata dengan wajah pucat pasi. "I-Ini tidak mungkin..." gumamnya terbata-bata. "Naga Merah dan Naga Hijau Kuno... berteman? Mengapa dua entitas legendaris itu bisa berdampingan dengan begitu santai di tempat ini?!"

Para menteri dan pengawal elit Arcania ikut gemetar hebat di tempat duduk mereka, tak sanggup membayangkan betapa agungnya sosok yang sanggup menjinakkan dua naga purba tersebut.

Setelah melewati pemeriksaan protokoler perbatasan, rombongan Kerajaan Arcania dikawal secara ketat oleh barisan kesatria Solaria memasuki wilayah Kota Suaka.

Sepanjang perjalanan menuju kompleks istana, rasa takjub Raja Arcania makin menjadi-jadi. Di balik kaca keretanya, ia menyaksikan lanskap kota yang begitu indah dan tertata rapi. Para penduduk dari pelbagai ras—manusia, Elf, hingga Beastkin—berjalan berdampingan dengan senyum hangat, bertransaksi di pasar-pasar bersih tanpa ada raut ketakutan sedikit pun.

Saat kereta memasuki gerbang istana utama, napas Raja Arcania seolah tertahan. Arsitektur bangunan istana memancarkan keagungan keemasan yang menjulang tinggi menembus awan.

"Sungguh gila..." bisik seorang Menteri Arcania dari balik jendela. "Bagaimana mungkin sebuah kerajaan seluas dan seindah ini bisa berdiri tegak di tengah Hutan Monster yang terkenal paling mematikan di benua?"

Rombongan Arcania dibimbing melewati koridor istana berlantai marmer mengilap menuju Ruang Tamu Agung Kerajaan Solaria.

Di dalam ruangan berornamen sutra dan kristal murni tersebut, Alan telah menunggu di atas sofa kepemimpinan dengan aura penguasa yang sangat tenang. Di sisinya, Kepala Pelayan Yumi berdiri mengawal dengan keagungan penuh, sementara Pahlawan Kayy berdiri tegap di sisi kanan dengan pedang sucinya.

Di ruangan itu, suasana terasa sangat privat. Beberapa figur penting sengaja tidak berada di tempat. General Zero sedang memimpin patroli rutin di garis luar perbatasan, Akami sibuk di menara penyihir meneliti formula sihir baru, dan Kanya sedang menghabiskan waktunya di perpustakaan besar istana.

Putri Sena sendiri sedang tidak berada di ruang tamu karena dipastikan tetap fokus menjalani pendidikannya di sekolah istana tanpa terganggu oleh urusan kedinasan.

Saat Raja Arcania melangkah masuk bersama para menterinya, Alan berdiri seraya tersenyum ramah.

"Selamat datang di Kerajaan Solaria, Raja Arcania," sambut Alan dengan suara tenang yang menggetarkan kedamaian di ruangan tersebut.

Raja Arcania melangkah maju, membungkukkan badannya memberi penghormatan resmi diplomatik yang dibalas serupa oleh para menterinya. Ini adalah kali pertama dua pemimpin tertinggi kerajaan besar tersebut berhadapan secara langsung.

"Suatu kehormatan besar bisa diterima secara langsung oleh Anda, Penguasa Solaria," ucap Raja Arcania dengan nada penuh rasa hormat. "Keindahan dan kerapian kerajaan ini sungguh melampaui seluruh kabar angin yang beredar di benua."

"Silakan duduk," tutur Alan mengisyaratkan.

Yumi melangkah anggun menyajikan teh aroma herbal sihir kualitas tertinggi dan kudapan manis istana ke atas meja marmer di hadapan Raja Arcania dan para menterinya.

Pertemuan tersebut mengalir dengan sangat hangat dan santai. Alan dan Raja Arcania saling bertukar pandangan serta pengalaman pribadi. Mereka mengobrolkan tentang keindahan alam, rasa teh murni hasil olahan Elf Solaria, hingga kekaguman Raja Arcania atas iklim Solaria yang sangat sejuk.

Sesuai norma etika kunjungan pertama ini, kedua pihak sama sekali tidak menyentuh pembahasan politik yang berat, tidak menyinggung persekongkolan Kerajaan Granvalia, maupun topik persenjataan militer. Pertemuan tersebut murni menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga hubungan baik yang telah terjalin dari sektor perdagangan sebelumnya.

Raja Arcania menyesap tehnya, merasa sangat rileks berada di dekat Alan. "Teh dari Solaria sungguh tiada tandingannya, Tuan Alan. Atmosfer di sini terasa sangat menenangkan."

Alan terkekeh pelan. "Kami selalu memastikan siapa pun yang datang dengan niat baik ke Solaria akan merasakan kedamaian yang sama."

[Pemberitahuan Sistem,] suara Melodina bergema jernih di dalam benak Alan. [Tingkat kepercayaan dan niat diplomasi dari Kerajaan Arcania terverifikasi dalam status sangat positif. Tidak terdeteksi adanya indikasi konspirasi atau niat tersembunyi dari rombongan tamu.]

Alan tersenyum tipis mendengarkan laporan Melodina. Dari balik jendela ruang tamu megah itu, sinar mentari menyinari Kota Suaka yang terus bertumbuh pesat—sebuah peradaban sempurna di mana kekuatan absolut dan kehangatan diplomasi berjalan berdampingan dalam harmoni yang tak tergoyahkan.

1
𝓐. 𝓗.𝓸
terima kasih Babnya. saya suka dengan ceritanya dengan membangun kerajaan hingga mencipta pasukan lalu dengan membangun sebuah kota, cukup memuaskan di baca. 😁😊
Prayy: terimakasih atas dukungan nya saya akan menulis semenarik mungkin untuk pembaca agar terhibur mohon selalu di tunggu bab selanjutnya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!