King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa depan Gilang terancam
Jam istirahat, Queenza dan Amelia menghabiskan waktu di perpustakaan. Mereka akan membaca novel. Ya tadi mendadak sekali Queenza ingin membaca novel.
Bukan cuma Queen dan Amelia saja yang memilih menghabiskan waktu di perpustakaan, murid lain juga ada.
Queen sudah mendapatkan novel yang ingin ia baca. Begitu juga dengan Amelia. Sekarang mereka mencari tempat duduk.
"Duduk di pojok aja yuk Queen" ajak Amelia.
"Ok" kata Queen.
Queen dan Amelia sudah membawa camilan. Saat membaca mereka ditemani sama camilan.
Suasana yang hening dan tenang ini memang sangat cocok untuk membaca novel. Sambil membaca Queenza menikmati Chiki yang ia bawa tadi.
"Lo kenapa Mel?" tanya Queenza.
"Nyesel aku baca novel ini" jawab Amelia.
"Nyesel kenapa?" tanya Queenza lagi.
"Udah saling cinta, tapi cinta mereka harus kandas karena status keluarga cowok"
"Makanya kita sebagai perempuan juga harus bisa bekerja menghasilkan uang. Jadi nanti kalau sudah punya banyak uang, kita tidak diinjak-injak sama cowok"
"Kamu benar Queen. Kalau kita sudah punya banyak uang, maka cowok akan mendekat sendiri. BTW kamu sudah pernah pacaran Queen?"
"Belum, kalau kamu Mel?"
"Aku juga belum. Tapi dulu ada sih cowok yang aku suka, tapi aku sadar status kami jauh berbeda jauh. Ternyata status itu sangat menyakiti ya"
"Jangan mikirin pacaran dulu, sekarang kita fokus belajar dan mengejar cita-cita "
"Aku nggak tau apakah nanti aku bisa melanjutkan sekolah ku ke perguruan tinggi "
" Kenapa?"
" Kamu kan tau biaya kuliah itu tidak sedikit. Sedangkan orang tua aku cuma tukang sapu jalanan yang penghasilannya hanya cukup untuk makan saja"
"Kan kamu bisa masuk pake beasiswa "
"Emang bisa "
"Tentu saja bisa, makanya sekarang kita harus belajar yang rajin "
Apa yang dikatakan Queenza benar. Sekarang ini sudah banyak beasiswa. Semoga nanti ia bisa kuliah dan merubah nasibnya.
"Ke kantin yuk Mel"
"Emang masih sempat "
"Masih ada waktu setengah jam lagi"
"Emang kamu masih lapar"
"Iya, Chiki ini cuma pengganjal perut sebentar"
Queenza dan Amelia mengembalikan novel kembali ke tempatnya. Setelah itu mereka keluar dari perpustakaan.
Suasana di kantin masih ramai. Queenza dan Amelia mencari tempat duduk.
"Queen duduk di sana aja" kata Amelia.
"Iya Mel"
Mereka duduk di kursi tengah dekat jendela. Queenza paling suka duduk di dekat jendela, karena bisa menikmati pemandangan yang ada di luar.
"Kamu mau makan apa Mel?" tanya Queenza.
"Aku nggak terlalu lapar Queen" jawab Amelia.
"Ya udah aku pesan makanan dulu untuk kita"
"Kamu aja, aku nggak lapar"
"Udah duduk yang manis aja di sini, aku pesankan dulu "
Amelia tidak bisa berkata-kata lagi. Ia mengikuti kata-kata Queenza. Saat Queenza pergi, ketos datang menghampiri Amelia.
"Mana teman Lo yang cantik itu?" tanya Gilang.
"Lagi pesan makanan Kak" jawab Amelia.
Gilang dan temannya duduk di kursi yang ada di depan Amelia. Jadi sekarang mereka duduk berhadap-hadapan.
Ni ketos ngapain duduk di sana. Apa dia belum kapok juga.
Queenza kembali dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. Ia tidak menghiraukan ketos dan temannya.
"Mel, pindah yuk" kata Queen.
Queenza lagi malas berurusan dengan ketos. Ia ingin menikmati makanannya. Jadi ia memutuskan untuk pindah duduk.
"Mau kemana?" tanya Gilang sambil menarik tangan Queenza.
"Lo masih belum kapok-kapok juga ya" kata Queenza.
"Kemarin itu Lo cuma beruntung aja, jadi kali ini Lo harus ikut gue" kata Gilang.
Gilang menarik tangan Queenza sehingga nampan yang berisi makanan dan minuman itu jatuh.
Melihat makanan dan minumannya jatuh, membuat Queenza marah. Ia menahan tangan Gilang dan memutarnya.
"Gue mau makan dengan tenang aja Lo ganggu. Lo pikir semua orang tertarik sama Lo. Hanya cewek-cewek bodoh yang bisa tertarik sama cowok manja kaya Lo?!" kata Queenza sambil mendorong Gilang hingga tubuh Gilang membentur tembok.
Gilang tidak bisa bergerak, karena tubuhnya di tahan ke tembok sama Queen.
"Ini peringatan terakhir buat Lo. Sekali lagi Lo ganggu ketenangan gue, maka Lo akan mendapatkan hadiah yang lebih dari ini. Ngerti Lo!" kata Queenza.
Gilang tidak terima di permalukan seperti ini sama Queenza. Ia pun menarik tangan Queenza dan mengunci tubuh Queenza di tembok.
"Lo pikir gue takut dengan ancaman Lo. Justru gue makin bergairah sama cewek kaya Lo" kata Gilang.
Aaaawww.
Gilang memegang miliknya yang sakit karena lutut Queenza. Sekarang masa depannya terancam.
"Gue sudah peringatkan Lo tadi. Tapi Lo masih ngeyel, makan tu gairah" kata Queen.
Queenza meninggalkan kantin. Selera makannya jadi hilang gara-gara ketos. Mie ayam yang ia pesan tadi terbuang sia-sia.
Kedua teman Gilang membantu Gilang berdiri. Mereka membantu Gilang untuk duduk.
"Kasian banget ya ketos" kata salah satu murid cowok.
"Iya. Tapi dia juga sih yang salah, selalu mengganggu orang lain" kata temen satunya.
"Ssssttt, jangan keras-keras, nanti dia denger"
" Tau, nanti Lo bisa dikeluarkan dari sekolah "
Beberapa murid cewek itupun segera meninggalkan kantin. Mereka tidak ingin kena amuk sama Gilang.
"Lo nggak apa-apa Gil" kata Radit sambil membantu Gilang berdiri.
"Nggak apa-apa gimana, Lo nggak liat aset gue lagi sakit" kata Gilang.
Gilang tidak menyangka kalau Queenza akan menendang asetnya.
"Apa nggak Lo coba cek ke rumah sakit" saran Radit.
"Malu lha. Nanti ditanya sama dokternya kenapa bisa sakit. Mau ditaruh dimana harga diri gue" kata Gilang.
"Bener juga"
"Tuh cewek bar-bar banget sih"
Lu sendiri yang cari penyakit.
Radit kasihan melihat Gilang. Semoga aset sahabatnya itu baik-baik saja.
...***...
King dan kedua sahabatnya sudah mendengar keributan di kantin. Jadi mereka pun langsung mencari Queenza.
"Queen" panggil King.
Mendengar namanya dipanggil, Queenza pun menoleh ke arah suara.
"Kamu nggak apa-apa kan?. ada yang luka nggak?" tanya King sambil memeriksa wajah Queen.
King ngapain sih, dia nggak sadar lagi dimana.
Amelia kaget sampai mulutnya terbuka saat melihat Queenza di peluk sama cowok tampan di sekolahnya. Bukan cuma Amelia, tapi murid-murid lain juga kaget.
Ehem.
Aaron berdehem, ia harus menyadarkan King. Karena murid-murid sedang melihat kearahnya.
King baru sadar, ia segera melepaskan pelukannya. Karena khawatir dengan saudara kembarnya, ia jadi lupa.
"Kamu membuat masalah baru untuk aku" bisik Queenza.
"Sorry " ucap King.
Aaron dan Bagas menutup mulut mereka supaya tawa mereka tidak lepas. Ekspresi King saat ini sangat lucu. King terlihat seperti kucing yang ketahuan nyolong ikan asin.
" Mereka punya hubungan apa?" tanya salah satu murid cewek yang ada di sana.
"Iya, kenapa King memeluk cewek itu" kata murid cewek satu lagi.
"Apa mungkin mereka pacaran?" kata murid yang lain.
"Sepertinya begitu"
Banyak lagi omongan murid-murid cewek itu. Tapi King tidak mempedulikan omongan cewek-cewek itu. Ia tetap santai.
"Ya sudah, masuk ke kelas gih. Bentar lagi bel masuk" kata King.
" Hhhmmm"
King pergi dari sana, diikuti sama Aaron dan Bagas. Ia terus berjalan tanpa menghiraukan cewek-cewek yang ada di sana.
"Queen" panggil Amelia.
"Iya Mel"
"Kamu pacaran sama King?" tanya Amelia.
"Nggak" jawab Queen singkat.
" Terus kenapa tadi dia meluk kamu"
" Mungkin dia khawatir"
" Khawatir?"
" Hhhmmm"
Amelia bingung dengan jawaban Queenza. Dia bilang nggak ada hubungan apa-apa sama King. Tapi kenapa cowok tampan itu khawatir sama Queen. Sebenarnya hubungan mereka berdua itu seperti apa.
To be continued.
Happy reading guys 🤗 🤗
pov Amelia...the best friend forever Queen 🫶🫶🫰🫰