Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Curiga lagi
Maharani menghantam berulang kali pada pohon yang ada di sekitar sana untuk melampiaskan rasa kesal di dalam hati ini, dia sudah berputar-putar di udara sejak tadi untuk mencari keberadaan lawan yang sudah berani menyerang mereka dari belakang, Namun ternyata Maharani tidak berhasil menemukan keberadaan lawan tersebut sehingga dia hanya bisa memendam rasa kesal yang ada di dalam hati.
Padahal tadi dia sudah Berencana untuk menghajar habis-habisan bila berhasil menangkap sosok yang memiliki senjata panah itu, tapi apa mau dikata karena dia ternyata tidak berhasil menemukan keberadaan lawan sehingga membuat Maharani kesal sendiri dan pohon yang ada di sana menjadi sasaran dari kebuasan ratu burung hantu.
Crasssss.
Berulang kali sayap besi itu terus saja mengarah kepada pohon yang ada di sana, Maharani bila tidak berhasil melampiaskan emosi kepada lawan maka pasti akan seperti ini sehingga membuat Siapa saja yang melihat akan takut untuk mendekat karena mereka tidak mau bila sampai menjadi sasaran.
Nana yang ada di sekitar kuburan dapat mendengar Bagaimana pohon yang ada di sana terus saja mengeluarkan suara dan sebagian juga mengalami patah, dari sana Nana sudah bisa menebak bahwa Maharani tidak berhasil menemukan lawan yang tadi sudah menyerang mereka dengan anak panah berbahaya di area kuburan.
Pikiran mereka semua menjadi kacau tidak terkendali seperti ini karena lawan masih belum pasti itu siapa, mereka semua bergerak dalam bayangan sehingga para member tidak tahu harus bagaimana untuk mencari tahu keberadaan lawan tersebut, jelas ini semua hanya konspirasi untuk membuat fitnah yang lebih besar kepada Sukma di agensi ratu ular.
''Aih tidak kusangka kalau racun itu akan membawa malapetaka sampai sejauh ini.'' Nana berkata sendirian.
''Tau begini maka Lebih baik kau tidak usah membuat racun itu, jelas semua lebih aman.'' Nana membayangkan penyesalan Sukma.
''Gara gara racun itu maka semua jadi berantakan seperti ini.'' Nana kembali duduk di dekat kuburan.
''Bangsat, aku sudah mencari bahkan sampai di dekat sungai namun tidak berhasil menemukan dia.'' Maharani datang dan langsung mengamuk.
''Dia pasti hanya ingin membuat kita celaka Namun ternyata gagal sehingga langsung kabur begitu saja.'' Nana berkata dengan begitu lesu sekali.''
''Kau Kenapa lesu seperti itu?'' tanya Maharani dengan nada yang sangat penasaran sekali.
Nana segera menunjuk pada area kuburan milik Andi dan dari sana Maharani juga menyadari bahwa arwah dari pria itu tidak akan pernah bangkit lagi, secara tidak langsung mereka yang sudah membuat arwah Andi musnah ketika tadi Berhasil menghancurkan anak panah yang telah di berikan oleh lawan.
''Jadi anak panah kristal itu terbuat dari arwah manusia?!'' Maharani bertanya dengan nada begitu kaget sekali.
''Ya!''
''Astaga, dia mampu bergerak secepat ini sehingga aku yakin bahwa markas dia tidak jauh dari sini.'' Maharani bersiap untuk mencari lagi.
''Kau masih belum sadar juga sekarang?'' kucing hitam menatap Maharani yang bingung sendiri itu.
Mendengar pertanyaan Nana barusan maka Maharani menjadi bingung karena dia sama sekali tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh kucing hitam ini, mendadak saja dirinya berkata seperti itu sehingga Maharani pun memilih untuk mendekat agar dia bisa mendengar penjelasan dari Dewi kucing hitam tentang apa yang telah dia pikirkan saat ini.
''Apa yang sedang kau bicarakan saat ini?'' Maharani bertanya kepada Dewi kucing hitam.
''Kau sungguh tidak tahu siapa yang ada di agensi kita begitu lihai untuk membuat anak panah?'' Dewi kucing hitam bertanya kembali.
''Ha?!'' Maharani malah planga plongo karena dia memang sama sekali tidak tahu.
''Makanya kalau itu jangan sibuk memakai bulu mata kelap-kelip saja!'' kucing hitam justru memarahi kuntilanak satu ini.
''Apa sih? kan tinggal bilang saja siapa yang pintar membuat anak panah!'' Maharani merutuk kesal kepada Dewi kucing hitam.
''Sukma!'' Nana berteriak dengan kesal karena saat ini perasaan dia juga gundah dan tidak tahu harus bagaimana untuk menanggapi masalah ini.
Baru sekarang Maharani terdiam dan tidak tahu harus berkata apa lagi ketika dia menyadari bahwa semua masalah terus saja mengarah kepada Sukma, membuat anak panah yang berdasarkan arwah manusia maka itu membutuhkan keahlian khusus dan tidak sembarang arwah bisa membuat senjata Itu Di Sini.
''Aku.... aku bingung mau menjawab apa.'' Maharani juga terduduk.
''Aku juga tidak ingin curiga kepada dia, namun Kenapa semua masalah ini terus saja mengarah kepada Sukma?!'' Pekik Nana dengan suara nyaring.
''Kau yakin bahwa itu tadi adalah Sukma?'' Maharani menoleh kepada kucing hitam itu.
''Tidak tau, Ran!'' Nana menggeleng dan rasa ingin menangis.
Nana Wajar saja merasa bingung dengan ini semua karena mereka berusaha untuk tetap percaya kepada Sukma bahwa itu semua hanya fitnah belaka, namun kenapa sekarang semua bukti seolah mengarah kepada Sukma bahwa dia adalah pelaku dari penyebar racun yang sangat mematikan untuk dunia gaib dan juga dunia manusia.
''Kita pulang sekarang karena tidak ada guna juga untuk tetap berada di area kuburan ini.'' Maharani mengajak Nana untuk pulang dulu ke agensi.
''Lalu kita tidak usah menunggu kuburan ini lagi kan? sebab para arwah itu sepertinya juga tidak ada di sini.'' Nana berdiri dengan wajah lesu sekali.
''Ya, arwah Iis itu juga tidak ada di dalam kuburan ini.'' Maharani mengangguk dengan sangat yakin.
''Ayo, Aku bahkan tidak tahu harus berkata apalagi untuk membuang prasangka yang ada di dalam hati.'' ujar Dewi kucing hitam itu sambil berjalan pergi.
''Kita berusaha keras untuk menyangkal semua perasaan yang ada namun sekarang justru semua masalah mengarah kepada Sukma.'' keluh Maharani juga.
Dewi kucing hitam mengangguk kecil karena dia memang sudah berusaha keras untuk menyangkal prasangka yang timbul di dalam hati ini, tapi ternyata itu semua tidak berguna karena semua bukti-bukti yang datang terus mengarah kepada Sukma seperti ini Sehingga mau tidak mau Mereka pun mulai goyah dan percaya bahwa Sukma adalah pelaku dari ini semua.
Jangan lupa like dan komentar nya ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻