Indonesia
NovelToon NovelToon
The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

The Artefact Of The Past And The Chosen One'S Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Romansa Fantasi
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ARDICK

( upload senin - Sabtu= 6× )

The Artefact of the Past and the Chosen One's Destiny

Setiap seratus tahun, sebuah fenomena misterius bernama Divine Moon muncul di langit.

Setiap kali cahaya bulan tersebut muncul, empat anak terpilih lahir ke dunia. Mereka ditakdirkan menjadi penjaga Ancient Artifacts, peninggalan suci yang menjaga keseimbangan seluruh alam semesta.

Ater. Mala. Angis. Evir.

Empat anak. Empat kekuatan elemen. Satu takdir.

Namun, takdir tidak pernah mudah bagi mereka yang mewarisi dosa masa lalu.

Enam ratus lima puluh tahun sebelumnya, Sora adalah salah satu penjaga terhebat yang pernah dimiliki alam semesta. Dicintai oleh rakyatnya dan mengabdikan hidupnya untuk melindungi Ancient Artifacts, ia berdiri bersama Zeo, sahabat terdekatnya yang telah ia anggap seperti saudara.

Kemudian semuanya berubah.

Cinta yang seharusnya menjadi cahaya berubah menjadi tragedi.

Sebuah kehilangan menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARDICK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 }:{secret journey }

Roh Dewi Bunga kini masuk ke alam roh. Cahaya kupu-kupu melingkari Dewi Bunga, menuntunnya menjauh dari dunia fana.

"Maafkan aku, Zeo. Aku sudah lelah dengan semua ini. Aku hanya inginkan satu hal kecil, agar aku tidak merasakan kesepian saat kau pergi jauh dariku."

Perlahan cahaya yang mengelilingi Dewi Bunga memudar dan menghilang.

Di sisi lain, tubuh Zeo seperti merasakan ada hal yang pergi dari dirinya. Zeo terbangun dari tempat ciptaan Sora dan langsung berlari ke arah Negeri Angin.

Sesampainya di Negeri Angin, Zeo langsung menemui Guru Negeri Angin.

"Guru, aku ingin bertanya, apakah Bunga sudah datang ke sini?"

"Iya, Bunga sudah datang."

"Lalu, di mana Bunga?"

"Bunga berjalan menuju Sungai Suci."

Zeo berlari menuju Sungai Suci hingga tersandung dan menghantam batu. Tetesan darah menjadi saksi pencarian Zeo untuk menemui Dewi Bunga.

"Tunggu aku, Bunga. Jangan sampai kamu melakukan hal yang membuat kita kembali menjauh. Aku mohon, maafkan aku atas respon yang aku berikan, Bunga."

Sesampainya di depan Sungai Suci, aroma mawar menghembus lembut di tempat itu.

"Bunga, apa kamu masih ada di sini? Jawab aku, Bunga."

Zeo berteriak memanggil orang yang dicintainya, yang kini telah tiada lagi di alam fana. Suasana hangat menyelimuti area itu.

Muncul Penjaga Suci.

"Zeo, yang kau cari takkan bisa lagi kau temui."

"Apa maksudmu, Penjaga Sungai Suci?"

"Terkadang pertanyaan tidak harus dijawab, tapi dilihat juga. Air terus mengalir, udara terus meniup, alam terus tumbuh, api terus berkobar menjaga suhu. Tetapi orang yang sudah tiada, bisa merasakan itu semua takkan pernah bisa melihatnya."

Zeo mendengar dengan penuh pertanyaan di pikirannya. Seketika roh Penjaga Sungai Suci menghilang sambil menjatuhkan sekuntum mawar yang mengarah ke tempat terakhir Bunga.

Zeo melangkah mendekati bunga yang terjatuh itu.

"Apa yang aku lakukan, aku lelah, alam semesta." Zeo merangkul dirinya sendiri, tetesan darah menyatu dengan tangisannya. "Mengapa aku selalu salah dalam memahami kamu, Bunga?"

Aroma mawar kembali tercium, membawa Zeo mendekat.

"Bunga yang sangat indah, mengapa aku merasakan ini kamu, Bunga? Aroma ini sama dengan aroma tubuhmu."

Zeo menyentuh mawar itu. Seketika ia terseret masuk dalam lingkaran waktu, saat mawar itu tumbuh. Semua gelap. Mata Zeo berkunang-kunang. Samar-samar ia melihat Bunga di kejauhan.

"Bunga, apa itu kamu?"

Zeo melihat Bunga dengan jelas, langsung berdiri mencoba mendekat, namun waktu memantulkannya kembali. Zeo menatap Bunga menangis, mendengarkan semua keluh kesah Dewi Bunga.

"Bila yang kamu mau kita saling menjauh, aku akan lakukan itu, Zeo. Aku tahu kau akan bahagia tanpa aku. Yang harus kau tahu, aku mencintaimu. Hiduplah tanpa aku. Aku yakin ini yang terbaik."

Zeo berteriak menatap Dewi Bunga berubah menjadi bunga yang ia sentuh. Zeo kembali tersadar, lalu ambruk.

Sambil menatap bunga di depannya, bunga dari atas pohon berguguran. Hujan turun. Burung-burung menyaksikan rasa sedih sang penjaga. Akankah burung-burung berkicau seperti memberi tahu Zeo agar tidak berlarut dalam kesedihan?

"Mengapa, Bunga? Kamu harus melakukan hal sejauh ini. Aku benar-benar bodoh dengan ke tidak pekaan ku padamu. Sekarang aku harus apa agar kita kembali bersatu?"

Dua kupu-kupu datang menghampiri Zeo.

"Aku bisa membawamu ke tempat Dewi Bunga, tapi aku tidak bisa memastikan kamu berhasil menemui Dewi Bunga."

Zeo bangkit. "Di mana tempat itu?"

"Alam Roh."

Sekejap Zeo berhenti, masih teringat bagaimana Alam Roh berjalan. Namun kupu-kupu itu tidak membiarkan Zeo berpikir. Alam Roh terbuka.

"Zeo, kamu hanya ada satu pilihan. Mencari, atau berduka seumur detak jantungmu."

Zeo menatap ke arah portal Alam Roh, dan masuk.

1
Miranda.
seluruh dunia beneran diubah jadi mayat hidup thor? geloo tega banget. apa saking kuatnya sora ya? sampe mengorbankan seperti itu?/Toasted/
♡⃝ 𝓠𝓾𝓮𝓮𝓷𝓡𝓪 ♕
Trauma banget pastinya, masih begitu kecil lho
Isma Iis
sungguh, andai aku bisa terbang. itu akan sangat luar biasa, memudahkan ku dalam bepergian kemana pun aku mau,
Isma Iis
Mala, kasihan kamu. 😭
Isma Iis
kekhawatiran akan banyak hal, tentu saja terpilih sebagai penjaga artefak itu artinya ada konsekuensinya. Semoga putri kalian menjadi penjaga artefak yang luar biasa kuat
Isma Iis
Oh Aternya yang harus pergi latihan. kirain si ibu yang mau pergi
Isma Iis
memangnya ibunya Ater mau kemana?
Mingyu gf😘
Sudajlah tidak ada gunanya bertengkar
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: setuju'
total 1 replies
Mingyu gf😘
Dasar raja jahat
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: fire will burn anyone who approaches it even if they are part of it
total 1 replies
Mingyu gf😘
Sepertinya sudah tidak ada gunanya lagi mencari sesuatu yang tidak pasti
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: ada lah 🥺
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
waduh.. JD bergerak sendiri tangannya. ngeri..
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: iya di kendalikan
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰Senja
Ngeri nya 😱
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: that's how it is
total 1 replies
Fans Li Xin #1
jadi ternyata selama ini langsung di latih sama bapak dan gurunya 🫢🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: buah yang manis,tumbuh di tempat yang tepat
total 1 replies
Fans Li Xin #1
di hatimu

canda ea
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: cie rindu cwek 🤭
total 1 replies
Fans Li Xin #1
atau pemalu 🤔
Fans Li Xin #1
tapi yang kuinginkan tak bisa kau berikan...

canda ea... 🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: 🤣🤣🤣🤣🤣siapa tu
total 1 replies
Fans Li Xin #1
woa... jadi penasaran siapa tuh?
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: siapa ya😄
total 1 replies
Fans Li Xin #1
kali ini saya akan lawan 👍
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: pak solo dong
total 1 replies
Fans Li Xin #1
apakah itu sensei dari Aksar?
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: bentar aku baca lagi apa kah ada typo 🤭
total 1 replies
Alfatih
okee, ayo saling support, aku juga baru buat ni, punya aku kayak perang gitu. Kalau kamu?
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: hah... baca lah 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!