"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.
"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.
"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.
"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.
Yuk baca cerita Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 Tidak Ada Rasa
"Baiklah," kata Lily mengecup pipi Lucas dengan senang hati karena sudah baik padanya.
Sesampai di rumah Lucas masih menggendong Lily masuk dengan cara yang sama seperti saat dia membawa Lily keluar dari ruang acara pesta.
"Selamat malam Tuan, Nyonya," sapa pelayan dan bodyguard menunduk.
"Biar saya bawa heels dan tasnya Tuan," kata Alena.
"Cehhk, sakit hati sekali dia lihat Kak Lucas gendong aku," batin Lily diam-diam terkekeh melihat wajah tersakiti Alena.
Lucas memberikan high heels Lily yang dipegangnya pada Alena dan akan berjalan menaiki tangga.
"By, Lily lapar mau makan," kata Lily dengan manja dan tanpa terduga mengecup pipi Lucas tepat di hadapan Alena yang masih berdiri di hadapan mereka.
"Aku ada sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan, kamu nggak apa-apa kan makan sendiri?" tanya Lucas meminta Alena mengambilkan sandal untuk Lily.
"Mmmmh, mau ditemenin," kata Lily tetap bergelayut di leher Lucas walaupun Alena sudah mengambilkan sandal untuk dipakainya.
"Alena ambil laptop di ruanganku," ucap Lucas ketika Lily begitu rewel.
Lucas menggendong Lily dan mendudukkannya di kursi ruang makan.
"Ini Tuan," ucap Alena memberikan laptop Lucas.
"Kak Lucas, ehhhh, Hubby nggak ikutan makan?" tanya Lily menatap Lucas yang duduk di sebelahnya sibuk mengetik.
"Aku kenyang," ucap Lucas yang tidak terbiasa juga makan terlalu malam.
Lily makan dengan lahap sementara Lucas sibuk dengan pekerjaannya, sampai perlahan ide jahil mulai muncul di pikiran Lily.
"Lily," tegur Lucas ketika Lily yang sedang makan itu mulai mengganggu dengan mencolek pinggang Lucas.
10 menit kemudian.
"Lily, aku harus fokus," ucap Lucas dengan suara tegas ketika Lily terus mengganggunya sejak tadi.
"Maaf, maaf," kata Lily dengan takut dan tidak akan mengganggu pria itu lagi.
Rupanya Lucas masih orang yang sama seperti 14 tahun lalu, marah sekali kalau sedang fokus diganggu.
Lily yang sedang makan itu perlahan terkekeh ketika menyadari kenapa sejak kecil Lucas tidak menyukainya.
"Lily emang jahat sih," batin Lily yang sedari dulu memang suka mengganggu Lucas yang sedang belajar, Lucas adalah tipe pria pendiam dan tenang sedangkan Lily wanita cerewet dan suka bikin rusuh.
"Berarti kemungkinan besar, kalaupun Kak Lucas suka wanita pasti tipe yang pendiam dan tenang juga," batin Lily menatap Lucas yang sedang fokus bekerja.
"Kemungkinan seperti Alena, Alena sangat mandiri dan bisa menahan diri, bukanlah wanita menye-menye," batin Lily berpendapat.
"Lily jika sudah mengantuk cuci tangan kamu," ucap Lucas yang melihat Lily melamun sementara ayam goreng masih dipegangnya.
"Mmmmh, masih lapar," Lily kembali lanjut makan bahkan minta tambah hingga membuat Lucas menarik napas berat dibuatnya.
"Kak Lucas nggak suka ya, Lily terlalu banyak makan?" tanya Lily menatap semua orang di sekitar mereka.
Di rumah ini cuma Lily yang makan banyak, selebihnya sangat sedikit termasuk Lucas.
"Lily, makanlah sebanyak apa pun yang kamu mau, tapi jangan melamun ketika makan," ucap Lucas mengelus kepala Lily, malah Lucas senang melihat Lily yang doyan makan.
"Kalau Kak Lucas punya istri lagi, bakalan tetap baik sama Lily nggak?" tanya Lily dengan polos.
"Lily, kamu bilang apa sih, padahal jelas-jelas kamu mencantumkan pasal yang isinya aku tidak boleh selingkuh di kontrak pernikahan kita, lalu kenapa bertanya jika aku punya istri lagi?" ucap Lucas yang sedang mengetik di laptopnya tanpa menatap Lily.
"Itu kan selingkuh, bukan punya istri lagi," ucap Lily dengan polos.
"Jadi kamu pikir kalau aku menikah lagi, tidak selingkuh namanya?" tanya Lucas mengalihkan tatapannya dari laptop.
"Selingkuh itu kan pacaran diam-diam," kata Lily dengan wajah polosnya.
Kalau punya istri dua namanya poligami!
"Lily, aku bius ya," kata Lucas menggaruk kepalanya yang sedang pusing dengan pekerjaan malah mendengar pernyataan seperti itu dari istrinya.
"Mmmmh, Kak Lucas kalau nggak nyaman sama Lily boleh kok cari istri satu lagi yang sesuai tipe," kata Lily mengingat mereka dijodohkan.
"Kamu sudah bosan melihat aku hidup?" tanya Lucas dengan ketus.
Lucas kalau berani menyelingkuhi Lily suatu saat, Papi adalah orang paling dulu yang menghantamnya belum lagi Daddy Lily yang galak luar biasa.
"Kakak tenang aja nanti Lily bilang orang tua kita," kata Lily lagi sampai pelayan di sekitar mereka ikutan shock seperti Lucas mendengarnya.
"Apa yang mau kamu bilang?" tanya Lucas dengan ketus.
"Mereka itu maunya kita menikah makanya dijodohkan, kita kan udah nikah, jadi kalau memang Kak Lucas nggak suka Lily nikah lagi aja," kata Lily yang membuat Lucas langsung menutup laptop dibuatnya.
"Dermawan sekali kamu mengizinkan suami menikah lagi?" ucap Lucas menatap Lily tajam.
"Iyalah, kita kan menikah cuma dijodohkan, nggak punya rasa apa-apa juga, karena Kak Lucas baik jadi Lily mau bantu," ucap Lily yang kasihan melihat Lucas.
"Aku nggak butuh bantuan kamu," tegas Lucas langsung berdiri dan membawa laptopnya.
Sepertinya di hati Lily benar-benar tidak ada rasa cinta untuk Lucas walaupun sedikit, seikhlas itu dia merelakan Lucas bersama orang lain.
"Hmmm, Kak Lucas itu benar-benar arogan," kesal Lily mendengar perkataan Lucas yang mengatakan tidak butuh bantuannya.
"Padahal kan Lily udah niat baik, mau bantu bicara sama orang tua kita," kata Lily menghabiskan makanannya.
Lily bukan bodoh menyuruh suaminya menikah lagi, itu karena memang mereka tidak saling mencintai dan pernikahan ini juga terjadi karena perjodohan.
"Kak Lucas itu nggak suka Lily, jadi kalau dia bersama orang yang dia suka pasti lebih bahagia," pendapat Lily makanya dia menyuruh Lucas menikah lagi saja.
"Nyonya," tegur Dave yang sedari tadi melihat kejadian itu.
"Ehhh, kenapa Kak Dave?" tanya Lily begitu Dave berdiri di dekatnya.
"Nyonya kok bilang begitu pada Tuan?" tanya Dave yang mengerti apa yang Lucas rasakan setelah mendengar ucapan Lily.
"Emang salah ya Kak, Lily kan cuma menyarankan sesuatu agar Kak Lucas senang dan itu karena dia udah baik juga sama Lily," ucap Lily.
"Nyonya menyarankan Tuan agar menikah dengan wanita yang dia sukai, apa Nyonya pernah melihat Tuan menyukai seorang wanita selain Nyonya?" tanya sederhana Dave.
"Mmmh, Kak Lucas nggak suka Lily, dia baik cuma karena Lily anak Daddy dan kami dijodohkan," ucap Lily mengatakan kebenaran.
"Nyonya kan nggak pernah tahu isi hati Tuan apa? Kalau ternyata Tuan sudah mulai mencintai Nyonya bagaimana, pasti hatinya sakit sekali Nyonya suruh menikah lagi," ucap Dave.
"Nyonya pernah dengar kan rumor gimana Tuan kalau sudah marah dan sakit hati?" sambung Dave.
"Lagian Nyonya menyuruh Tuan menikah lagi emang rela berbagi tempat dengan wanita lain?" tanya Dave yang harus bertindak untuk menyadarkan Lily yang memang selain masih polos juga belum mencintai Lucas.
Wajar saja dia dengan begitu gampang menyuruh Lucas menikah lagi!