Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Tahanan yang mengenaskan dan bidadari bidadari yang malang
Setelah berbincang-bincang dengan si telinga satu. Mo Gin dan bawahannya membawa Xuan ke penjara bawah tanah sebelum melaporkanya kepada pihak terkait. Mereka melewati satu ruangan dengan ratusan tahanan yang terlihat kurus kering.
Setelah melewati ruangan itu mereka kembali menuju bawah tanah, Xuan melihat Mo Gin menempelkan lencana ungu di sudut penjara dan menelan sesuatu berbentuk pil.
Setelah tiba di ruangan kedua, Xuan merasakan segel kegelapan dan Formasi pembunuhan tingkat menengah. Asap di setiap waktu keluar dari tiang-tiang bangunan penjara itu.
"Racun pelumpuh saraf tingkat menengah." batin Xuan
Xuan memperhatikan ruangan itu dengan teliti, dia memperkirakan sekitar seratus orang ada di ruangan tersebut. Para tahanan itu sepertinya tidak mendapat siksaan namun tubuh mereka mengering seperti kerangka.
"Kultivasi mereka lumpuh, mereka harus makan untuk bertahan hidup. Namun jatah makanan sepertinya di kurangi. Tidak ada tahanan yang mirip lagi dengan manusia, mereka mirip seperti kerangka berjalan.
Saat melewati lorong di antara ruangan ruangan tahanan, Xuan memperhatikan ruang tahanan di kanan dan dikiri, semua ruangan terisi penuh. Mo Gin membuka perangkap yang mengurungnya dan memasukkannya kedalaman ruang tahanan yang telah di huni oleh lima orang. Ruangan itu tidak terlalu luas namun cukup untuk mereka.
Para tahanan lain mulai berbisik-bisik, mereka menatap Xuan dengan kasihan. Baru saja di bawa keruang tahanan itu namun sudah kurus kering. Padahal mereka tidak tau kapan bisa keluar dari penjara bawah tanah tersebut.
Setelah Mo Gin dan bawahannya pergi, Xuan memasukan beberapa pil kedalam mulutnya lalu duduk bersila. Melihat itu tahanan lain hanya bisa menggelengkan kepala.
"Hentikan pekerjaanmu. Apakah kamu tidak melihat asap itu? Itu adalah asap pelumpuh saraf tingkat menengah, tidak ada gunanya kamu memulihkan diri." seorang pria tua berbicara kepada Xuan.
"Benar, apa yang di katakan nya saudara . Kami sudah mencoba melakukan berbagai cara namun hasilnya nihil." Sambung seorang pria tua dengan rambut yang sudah memutih.
"Saudara Yan, Apakah memang kita tidak bisa keluar dari penjara ini? Aku sudah tidak kuat lagi." Sorang pria pria tua lainnya yang terlihat kurus kering menyahut dari ruangan lain di sebelah ruangan Xuan.
"Entahlah saudara Bai, sepertinya kita akan mati mengering di penjara ini?" Jawab Pri tua itu.
Xuan hanya diam saja dan tidak menjawab perkataan mereka, dia tersenyum dan fokus memulihkan diri. Satu jam berlalu energinya sudah mulai terisi. Setelah beberapa jam berlalu pil pemulihan energi telah habis dia serap, energi di dalam tubuhnya sudah hampir terisi penuh.
Xuan terlebih dahulu mengeluarkan topeng emasnya lalu memakainya, dia sengaja menyamarkan wajahnya agar tidak menimbulkan keributan.
Mereka sedikit terkejut setalah Xuan memakai topeng itu.
Setelah memakai topengnya, Xuan mengambil botol dari balik jubahnya lalu membuka tutup botol itu dan menuangkan isinya kedalam mulutnya. Hanya terlihat satu tetes yang jatuh dari botol itu, namun setelah dia menyerapnya, perubahan fisiknya secara perlahan mulai terlihat. Rambutnya yang memutih kembali berwarna hitam, wajahnya yang tua Kembali muda, bahkan fisiknya yang kurus kembali seperti biasa.
"Apa?"
Satu-persatu yang ada di ruangan itu kaget ketika melihat rambut Xuan telah berubah menjadi warna hitam, namun mereka tidak bisa melihat wajah Xuan.
"Kultivator misterius bertopeng emas. Tidak kusangka akan bertemu dengannya di penjara ini." Seorang pria tua dari ruangan lain membuka suara setelah mengamati wajah Xuan yang tidak terlihat lagi. Namun para penjaga hanya melihatnya sekilas, setelah itu mereka mengabaikannya.
Para penjaga sudah terbiasa melihat hal-hal aneh di dalam penjara itu. Meraka mengabaikannya.
Saat pria tua itu mengatakan kultivator bertopeng emas, tidak ada yang memperhatikan omongannya. Kemungkinan yang lainnya sudah lama di penjara ini sehingga tidak mengenal siapa kultivator bertopeng emas.
Xuan menunggu pergantian penjaga, dia sudah tidak sabar lagi ingin keluar dari penjara pengap tersebut.
Para tahanan melihat gerak-gerik Xuan, Sebenarnya mereka sudah terbiasa melihat tahanan baru semacam Xuan. Seolah orang hebat yang ingin langsung bebas dari penjara tersebut namun semuanya nihil. Tapi kalau ini agak berbeda, sepertinya mereka merasakan ada setitik cahaya di kegelapan.
Xuan dengan santai mengeluarkan beberapa kendi arak dan daging panggang dari cincin menyimpannya, kemudian menyerahkan kepada meraka.
"Silahkan dinikmati, berikan pada tahanan yang lainnya." ucap Xuan dengan santai.
Mata mereka hampir keluar dari kelopaknya dan mulut-mulut mereka terbuka lebar. Mereka baru menyadari bahwa Xuan bisa mengakses cincin penyimpanannya.
"Apakah asap pelumpuh saraf ini tidak berpengaruh kepada anda?" pria tua berambut putih yang di panggil tetua Yan membuka suara.
"Tidak kek, asap ini tidak berpengaruh kepadaku. Bagaimana mungkin kultivator bertopeng emas bisa di lumpuhkan dengan asap sampah semacam ini." Jawab Xuan singkat.
Pria tua itu membuka tutup mulutnya namun tidak ada suara yang keluar. Karena dia masih fokus menatap Xuan.
Xuan membuka topeng emasnya, lalu mengambil kendi arak dari cincin menyimpannya, kemudian menenggak isinya sampai habis.
"Apa...?" Pria tua yang dipanggil tetua Yan kembali kaget bukan main, kali ini dia menyemburkan arak dari mulutnya membuat wajah pria di sampingnya tersiram arak. Kemungkinan mereka sudah bertahun-tahun tidak membersihkan giginya dan tidak pernah mandi.
Pria yang tersiram arak itu mengumpat tidak jelas. Dia merasakan bau tidak sedap diwajahnya, bahkan baunya mengalahkan aroma arak tersebut.
Bukan hanya pria tua itu yang kaget tapi semua yang melihat perubahan Xuan seolah-olah melihat hantu.
Saat pertama kali Xuan masuk kepenjara itu, mereka melihatnya seperti pria tua dan badannya kurus kering, namun sekarang sudah seperti pangeran yang turun dari langit.
Para tahanan berbisik-bisik satu sama lainya. Membuat para penjaga yang baru berganti shif itu tersadar telah terjadi sesuatu, lalu kelima penjaga itu menuju ruang tahanan Xuan.
Saat kelima penjaga itu datang, Xuan memakai topengnya kembali. Dia menggerakkan telapak tangannya lalu mengaktifkan segel perusak jiwa setelah itu melemparkannya pada kelima penjaga itu.
Kelima penjaga itu mati mengenaskan lalu tubuhnya mengering tidak lama kemudian berubah menjadi abu dan menghilang. Menyisakan cincin penyimpanan dan kunci tahanan dan senjata.
Xuan mengeluarkan pedang hitam dari cincin penyimpanannya, lalu menebas jeruji besi tersebut. Dia mengambil kunci tahanan dan memberikannya kepada pria tua bernama Yan itu, lalu mengambil kelima cincin yang tergelak di lantai.
"Kakek Yan, keluarkan mereka semua dan tunggu aba-aba dariku. Jangan menimbulkan keributan. Aku akan memasang segel dan formasi di pintu masuk, " Xuan berbicara dengan serius.
"Ba... ba... ba...baik, Tuan muda." ucap kakek Yan terbata bata.
Bukan hanya kakek Yan, namun semua penghuni penjara itu gemetaran melihat Ulah Xuan.
Xuan mengabaikan mereka. Dia fokus memperhatikan di mana letak titik formasi pembunuhan dan segel di dalam ruangan itu lalu menghancurkannya kemudian menggantikan segel dan formasi yang baru. Dia juga menghancurkan semua lubang- lubang tempat asap keluar.
"Bersabarlah, sebentar lagi kita akan pulang." ucap Xuan menyemangati mereka.
"Baik, Tuan muda." jawab mereka dengan wajah berbinar-binar.
Mereka tidak menyangka akan keluar dari penjara tersebut setelah sekian tahun menjadi penghuninya.
Xuan juga menjelaskan rencananya kepada mereka, setelah itu dia menganti bajunya dengan baju penjaga penjara. Lalu dia keluar dari penjara.
Setelah keluar dari penjara, Xuan berjalan santai menuju penjara para wanita. Penjara itu lumayan jauh, ketika ada orang yang bertemu dengannya dia membunuhnya dengan cepat. Tidak ada yang melihat kelakuannya kerana pandangan terbatas di malam hari.
Setelah tiba di lokasi penjara wanita, Xuan membunuh semua orang yang ada di situ dengan cepat tanpa menimbulkan suara. Kekutan mereka hanya di tingkat prajurit. Dimata Xuan lebih mudah membunuh mereka dari membunuh hewan buas tingkat satu.
Xuan kemudian memasuki ruangan sambil memperhatikan apakah masih ada orang? ternyata masih banyak orang namun mereka sudah mabuk. Xuan memastikan mereka tidak pernah bangun lagi.
Dia melangkah menelusuri lorong yang menurun di ruangan itu sambil membuka baju penjaga penjara di tubuhnya dan menggantinya dengan jubah yang baru.
Dia tiba di ujung lorong, melihat ada tangga menuju kebawah tanah, dia menuruni anak tangga itu sampai ke dasar lalu mengedarkan pandangannya. Sekitar lima puluh wanita di kumpulkan di dalam satu ruangan. Wanita-wanita itu menatapnya seperti ketakutan. Dia melihat para wanita itu sebagian sudah telanjang sebagian lagi nyaris telanjang. beberapa dari wanita itu seperti ling lung seolah jiwa-jiwa meraka telah meninggalkan tubuhnya.
Tubuh Xuan bergetar. Dia belum pernah melihat wanita sebanyak itu nyaris tanpa busana, bahkan sebagian memang sudah tanpa busana. Matanya memerah, asap tipis keluar dari kepalanya. Kemarahan itu tidak tertahankan lagi. Sebagai pewaris Dewa Keadilan, Perlakuan seperti itu kepada wanita sudah mencapai batasnya.
"Tenang, aku datang kesini untuk membebaskan kalian dari tirani buruk ini."
Xuan berkata sambil menundukkan kepalanya." Ingat! aku adalah kultivator bertopeng emas, bukan orang jahat."
Ia mengambil ratusan cicin jarahan dari cincin penyimpanan nya lalu memeriksa satu persatu. Kemudian mengeluarkan ratusan pakaian berbeda beda jenis dan memberikannya kepada meraka.
"Aku tidak punya pakaian wanita, pakaian- pakaian ini dari cincin yang aku kumpulkan. Besok pagi aku akan mencari pakaian untuk kalian di kota terdekat."
Yang terus mengoceh sambil menghibur mereka.
Ia memperhatikan para wanita itu, sebagian masih terlihat semangat, namun sebagian wanita terlihat tidak ada semangat hidup lagi.
Xuan menyegel tempat para tahanan wanita itu. lalu dia menaiki tangga. Dia juga memasang formasi pembunuhan tingkat tinggi dengan puluhan pedang saat menaiki tangga tersebut. Siapapun yang datang kesana di bawah tingkat kaisar di jamin berubah menjadi daging cincang.